Rencana Aksi SLB Bersinar yang Komprehensif di Semesta Hati dan SLBN Citeureup

Tidak ada yang kebetulan. Dosen UPI yang tertarik mengikuti kegiatan Rakor dan Penyusunan Rencana Aksi SLB Bersinar ini diajak Ksatria setelah bersama-sama mengikuti kegiatan Sistem Perlindungan Anak di Jakarta pada hari Senin kemarin. Dosen ini ternyata tinggal di Bukit Dago, tidak jauh dari sekretariat KerLiP. Ia juga dosen Pak Widi, Kepala Sekolah Semesta Hati dan Pendidik di TK Bukit Dago.

image

Kelompok yang mendapat giliran keempat untuk mempresentasikan hasil diskusinya ini merumuskan Rencana Aksi Sekolah Bersinar yang komprehensif bersama perwakilan dari SLB lN Citeureup dan guru Marhas. Model mentoring sebaya saat belajar bersama Duta Anak #YES4SaferSchool SMPN 11 Bandung pada Hari Disabilitas lalu turut memperkaya diskusi di kelompok ini.

image

Pak Widi memulai presentasi kelompok keempat dari Kota Cimahi ini. Praktik-praktik baik pendidikan inklusif di Semesta Hati dijalin dengan pengalaman SLBN Citeureup menerapkan dan mendampingi pemodelan LIRP- Lingkungan Inklusif dan Ramah Pembelajaran serta pengalaman belajar anggota kelompok ini. Hasilnya benar-benar komprehensif.

image

Advertisements

Rencana Aksi SLB Bersinar di SLBN Baleendah

Ksatria adalah mahasiswa sahabat KerLiP yang merintis dan mengembangkan Pojok Sahabat Anak bersama Naretta dari Forum Anak Kota Bandung dan SeKolah Kecil Anak Merdeka (SeKAM) bersama Dina, Alda, dan Yurika dari STKS. Komitmen Ksatria dan kawan-kawan untuk menggiatkan Gerakan Indonesia Pintar bersama Raka Pare dan kegemaran belajarnya tumbuh bersama sahabat-sahabat KerLiP lainnya.

Kompetensi Ksatria tak perlu diragukan. Ia lolos seleksi peserta Front Liner Responder Trainer dan ToT Sistem Perlindungan Anak yang diselenggarakan UNICEF dan mitra. Kesungguhannya mendampingi penyintas korban kekerasan di sekolah menjadi inspirasi kegiatan Gembira di Sekolah yang berhasil mendapat dukungan kitabisa.com. Ksatria juga menjadi anggota tim Alor yang dipimpin Aas dan menjangkau satu-satunya SLB disana untuk memulai SLB Bersinar.

Kelompok Kecil

Rencana pendampingan Ksatria di SLBN Baleendah sudah didiskusikan bersama kepala sekolah dalam Seminar di SLBN Cicendo dan berlanjut dalam Rakor Pembentukan Sekber PHPA. Ksatria akan melakukan assesment pada tanggal 4 Januari 2016.
image

Ksatria semula bergabung dengan Semesta Hati dan SLBN Citeureup Cimahi dalam sesi penyusunan Rencana Aksi SLB Bersinar. Saya meminta Ksatria untuk membentuk kelompok kecil bersama Fitry dan Allisa yang sedang asyik diskusi di luar ruangan.

image

Sungguh menggembirakan mendengar Allisa terinspirasi untuk mengajak teman-teman dan gurunya di SMPN 35 menerapkan Sekolah Bersinar dalam diskusi di kelompok kecil tersebut. Allisa mempresentasikan hasil diskusi kelompok kecil ini dengan pengantar dari Fitry dan penguatan oleh Ksatria.

image

image

image

image

Penyusunan Rencana Aksi SLB Bersinar #1

Rifqi, Naretta, dan kawan-kawan dari Forum Anak Jawa Barat pamit untuk menyerahkan hadiah bunga bagi para pembina di BP3AKB Jabar. “Nabila dan Zahwa akan mengikuti agenda siang ini bersama Bu Tari, ya Bu. Kami harus menyerahkan hadiah pemenang foto selfiewithmom dan bunga ucapan selamat Hari Ibu, “kata Naretta sambil bersalaman. Suara Dina terdengar dari dalam memanggil peserta Rakor untuk kembali masuk dan menyusun kelompok.

Pembagian kelompok kami sesuaikan untuk menghasilkan Rencana Aksi SLB Bersinar, antara lain:

1. SMPN 11 dan SLB Kasih Ibu dari Kota Bandung
2. Semesta Hati dan SLBN Citeureup dari Kota Cimahi
3. TK-SD Plus Marhamah Hasanah dari Kabupaten Bandung
4. SLBN Baleendah Kabupaten Bandung dengan Duta Anak dari SMPN 35 Kota Bandung.

Diskusi Terfokus

Setiap kelompok mendiskusikan Rencana Aksi Sekolah Bersinar dengan mengintegrasikan Indikator Sekolah Ramah Anak ke dalam 8 Standar Nasional Pendidikan. Duta Anak YES4SaferSchool dan Forum Anak Jawa Barat menjadi konsultan anak di setiap kelompok untuk menetapkan langkah awal rintisan SLB Bersinar.

Kelompok 1 SMPN 11 Bandung difasilitasi oleh Ibu Nia Kurniati sangat beruntung karena mendapatkan input dari Kang Aden dan Zahwa, peserta didik SMAN 17 aktivis Forum Anak Jawa Barat. Sahlan dan Yunika yang terlatih YES4SaferSchool melalui model mentoring sebaya menjadi konsultan anak. Mereka sepakat menerima tawaran perwakilan orangtua peserta didik SLB Kasih Ibu di Kopo sebagai sekolah model.

Zahwa, Yunika, dan Sahlan mempresentasikan hasil diskusi terfokus kelompok pertama. Ada beberapa tahap kegiatan YES4SaferSchool di SLB Kasih Ibu yang mereka rumuskan. Selengkapnya kita simak foto di bawah ini.

image

image

image

image

image