Nikmatnya Mentari Pagi

Diskusi LGBT di grup Mazika makin hangat semalam. Inisiatif Ki Dicky Candra untuk membentuk grup menyikapi LGBT mendapat respon keras dari Mbak Eva Sundari. Saya memutuskan turut dalam debat cerdas ini mendukung Mbak Eva yang bersikukuh dengan penegakan NKRI sebagai Negara Hukum. Kabar komunitas LGBT audiensi dengan PKB yang dishare Kiai Maman memberikan pencerahan. Beberapa anggota pun mendukung Mbak Eva berupaya menjaga visi kebangsaan yang ingin disebarluaskan Mazika.

Debat cerdas di grup Mazika berakhir dengan baik. Kami sepakat untuk bertemu muka membahas rencana pembentukan grup yang diinisiasi Kang Dicky di grup yang berbeda. Tawaran untuk masuk ke grup bernama Redam LGBT masuk saat saya dan anak-anak mendokumentasikan fajar menyingsing di balik jendela kamar. Saya memutuskan ikut dalam grup tersebut setelah menyimak debat cerdas semalam. Kesempatan emas untuk tazkiyyah bersama orang-orang yang tegas terhadap LGBT tapi tetap menghormati hak asasi warga negara untuk hidup berdampingan dalam damai.

image

image

image

Anugerah Ilahi yang saya terima beriringan dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi keluarga kami. Ama sahabat dekat sejak kelas 1 SMA memberikan pinjaman tanpa berpikir ulang saat saya menyampaikan kebutuhan darurat di rumah. Allah menggerakkan hati sahabat-sahabat yang berjuang bersama menegakkan  kebajikan di negeri ini untuk membantu saya tanpa berpikir panjang. Sinar mentari pagi yang menerobos jendela kamar kami pun menghangatkan tubuh saya. Alhamdulillah.

Rasa syukur  makin berkelimpahan dengan tumbuhnya kepercayaan berbagai pihak kepada sahabat-sahabat KerLiP.  Mulai dari Aas yang paling baru dan sudah dipercaya memfasilitasi rakor PKLK bersama saya dan Zamzam. Fitry yang diminta Bu Rena untuk menyiapkan homestay dalam kegiatan LKSN dan SEAMEO SEN di Bandung. Tety dengan FGII nya mendapat kepercayaan untuk memeriahkan kampanye Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak yang dilaksanakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak bersama 6 Menteri terkait di bawah koordinasi Menko PMK. Tety pula yang membuka peluang kerja sama yang baik dengan sahabat-sahabat lamanya di Jabodetabek.

Advertisements

Ayo Sekolah dengan Kartu Riau Cerdas

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 4
(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
(2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna.
(3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
(4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
(5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
(6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Wajah almarhum Apa selalu terlintas saat mengingat kutipan-kutipan UU Sisdiknaa. Allohummaghfirlahum warhamhum wa’aafihii wa’fu ‘anhum waakrim nuzulahum wawassi’madkholahum.

Apa sayang, hari ini amal jariah Apa mengalir di bumi Riau. Zamzam saya tinggalkan sendirian memastikan tersedia alokasi anggaran yang memadai 2017-2019 untuk Riau Cerdas dengan pendidikan bersinar dan bebas pungutan. Ya, saya makin yakin dengan kepiawaian cucu murid Apa mengolah data dan konsisten mengawal pemenuhan hak pendidikan anak dengan penuh kesabaran. Insya Allah setiap sen yang dinikmati anak-anak Riau akan terus menerangi tempat Apa beristirahat di sisi Allah swt.

Fina Fasilitator Sebaya yang Inspiratif

“Kenapa ya aku jadi pengen nangis? Padahal aku ngga sedih koq, “ujar Fina sambil sibuk menyeka air matanya yang bercucuran. Ia menyampaikan kekagumannya kepada teman-teman sebaya dari kelas 7-11. “Waktu aku masuk ke kelompok tuna rungu, aku cuma bilang kahaknya perlu warna dan gambar. Di melompok tuna netra aku sampaikan pemanfaatan ringtone yang beragam. Sementara itu,
kelompok lamban belajar aku sampaikan kayaknya anak-anak seperti ini akan sangat gembira jika perhatiannya teralihkan dengan menggunakan gambar atau benda yang mereka sukai, “imbuh Fina dengan senyum terkembang. Haru dan bangga rasanya mendengar penuturan Fina. Ia memang layak untuk menjadi Duta Anak YES for Safer School.

image

Istilah Fina bahwa anak-anak difable memiliki keistimewaan lebih menginspirasi teman-teman barunya. “Kayaknya teman-teman 7-11 menangkap pesan Fina ya. Secara sepintas saya lihat hampir semua testimoni anak ingin mengetahui lebih jauh tentang karakteristik kebutuhan anak-anak penyandang difable, “Fitry menegaskan kepiawaian Fina memfasilitasi teman-teman sebaya.

Fasilitator Sebaya

Semangat Bu Nia sebagai co fasilitator Fina patut diacungi jempol. Energinya tak surut sedikit pun selama kegiatan berjalan. Hari ini ada 22 anak dari 7-11 yang mengikuti kegiatan Safari GeMBIRA Fina ke kelas 7-11. Keterlambatan kedatangan keempat anak dari tim yang tumbuh bersama Fina tidak mengurangi tekadnya sebagai Duta Anak. Fina pun memulai kegiatan dengan menjelaskan proses pendampingan dari Bu Nia untuk melaksanakan evakuasi.

image

Tahapan simulasi evakuasi dari gempa bumi yang ditemukan dan dikenali Fina dan timnya melalui simulasi berkali-kali, antara lain:
1. Sirine berbunyi pendek 1 kali, anak-anak diminta melindungi kepala
2. Sirine berikutnya meminta anak-anak untuk membereskan buku dan alat tulis serta mengambil tas masing-masing untuk melindungi kepala.
3. Anak-anak berkumpul di lapangan sebagai titik kumpul aman.
4. Mengecek kehadiran anak-anak
5. Menghubungi orang tua/wali.

Mendapat Dukungan Penuh

“Fina itu luar biasa. Hanya dalam 1 jam pendampingan, ia langsung menemukan arti penting evakuasi, “kata Bu Nia. Kesiapsiagaan menghadapi bencana membuat Fina asyik cari tahu lebih banyak. “Ayah dan ibu saya mendukung penuh kegiatan YES for Safer School. Mereka terlihat kecewa saat saya menyampaikan rencana simulasi besar yang melibatkan seluruh warga SMPN 11 Bandung dimundurkan. Namun demikian, ibu dan ayah langsung antusias mendengar saya akan menjangkau anak-anak yang memiliki keistimewaan lebih. Hari ini ayah dan ibu saya ke luar kota. Tekad saya sudah bulat untuk menginvestasikan waktu luang belajar bersama anak-anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa asuhan bu Nia. Ibu saya juga tidak keberatan jika  nilai saya turun ketika melihat saya lebih asyik cari tahu tentang anak-anak yang memiliki kelebihan istimewa di SLB selama ulangan, “kata Fina sambil tak kuasa menahan tangis.

Dukungan ayah dan bunda membuat Fina ingin memberikan hadiah istimewa. Ia menyampaikan bahwa uang pengganti kegiatan simulasi kecil yang diberikan Bu Nia masih tersimpan untuk hadiah ulang tahun ayahanda tercinta tanggal 10 Desember nanti. Fina juga berencana menyusun book of me bersama bu Nia pada hari ulang tahunnya tanggal 19 Desember. Tekadnya untuk terlahir kembali dengan mimpi besar memfasilitasi anak-anak penyandang difable siap mewujudkan SLB Bersinar bersama KerLiP Insya Allah mendapat dukungan penuh.

image