Nikmatnya Mentari Pagi

Diskusi LGBT di grup Mazika makin hangat semalam. Inisiatif Ki Dicky Candra untuk membentuk grup menyikapi LGBT mendapat respon keras dari Mbak Eva Sundari. Saya memutuskan turut dalam debat cerdas ini mendukung Mbak Eva yang bersikukuh dengan penegakan NKRI sebagai Negara Hukum. Kabar komunitas LGBT audiensi dengan PKB yang dishare Kiai Maman memberikan pencerahan. Beberapa anggota pun mendukung Mbak Eva berupaya menjaga visi kebangsaan yang ingin disebarluaskan Mazika.

Debat cerdas di grup Mazika berakhir dengan baik. Kami sepakat untuk bertemu muka membahas rencana pembentukan grup yang diinisiasi Kang Dicky di grup yang berbeda. Tawaran untuk masuk ke grup bernama Redam LGBT masuk saat saya dan anak-anak mendokumentasikan fajar menyingsing di balik jendela kamar. Saya memutuskan ikut dalam grup tersebut setelah menyimak debat cerdas semalam. Kesempatan emas untuk tazkiyyah bersama orang-orang yang tegas terhadap LGBT tapi tetap menghormati hak asasi warga negara untuk hidup berdampingan dalam damai.

image

image

image

Anugerah Ilahi yang saya terima beriringan dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi keluarga kami. Ama sahabat dekat sejak kelas 1 SMA memberikan pinjaman tanpa berpikir ulang saat saya menyampaikan kebutuhan darurat di rumah. Allah menggerakkan hati sahabat-sahabat yang berjuang bersama menegakkan  kebajikan di negeri ini untuk membantu saya tanpa berpikir panjang. Sinar mentari pagi yang menerobos jendela kamar kami pun menghangatkan tubuh saya. Alhamdulillah.

Rasa syukur  makin berkelimpahan dengan tumbuhnya kepercayaan berbagai pihak kepada sahabat-sahabat KerLiP.  Mulai dari Aas yang paling baru dan sudah dipercaya memfasilitasi rakor PKLK bersama saya dan Zamzam. Fitry yang diminta Bu Rena untuk menyiapkan homestay dalam kegiatan LKSN dan SEAMEO SEN di Bandung. Tety dengan FGII nya mendapat kepercayaan untuk memeriahkan kampanye Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak yang dilaksanakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak bersama 6 Menteri terkait di bawah koordinasi Menko PMK. Tety pula yang membuka peluang kerja sama yang baik dengan sahabat-sahabat lamanya di Jabodetabek.

Ayo Sekolah dengan Kartu Riau Cerdas

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 4
(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
(2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna.
(3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
(4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
(5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
(6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Wajah almarhum Apa selalu terlintas saat mengingat kutipan-kutipan UU Sisdiknaa. Allohummaghfirlahum warhamhum wa’aafihii wa’fu ‘anhum waakrim nuzulahum wawassi’madkholahum.

Apa sayang, hari ini amal jariah Apa mengalir di bumi Riau. Zamzam saya tinggalkan sendirian memastikan tersedia alokasi anggaran yang memadai 2017-2019 untuk Riau Cerdas dengan pendidikan bersinar dan bebas pungutan. Ya, saya makin yakin dengan kepiawaian cucu murid Apa mengolah data dan konsisten mengawal pemenuhan hak pendidikan anak dengan penuh kesabaran. Insya Allah setiap sen yang dinikmati anak-anak Riau akan terus menerangi tempat Apa beristirahat di sisi Allah swt.

Fina Fasilitator Sebaya yang Inspiratif

“Kenapa ya aku jadi pengen nangis? Padahal aku ngga sedih koq, “ujar Fina sambil sibuk menyeka air matanya yang bercucuran. Ia menyampaikan kekagumannya kepada teman-teman sebaya dari kelas 7-11. “Waktu aku masuk ke kelompok tuna rungu, aku cuma bilang kahaknya perlu warna dan gambar. Di melompok tuna netra aku sampaikan pemanfaatan ringtone yang beragam. Sementara itu,
kelompok lamban belajar aku sampaikan kayaknya anak-anak seperti ini akan sangat gembira jika perhatiannya teralihkan dengan menggunakan gambar atau benda yang mereka sukai, “imbuh Fina dengan senyum terkembang. Haru dan bangga rasanya mendengar penuturan Fina. Ia memang layak untuk menjadi Duta Anak YES for Safer School.

image

Istilah Fina bahwa anak-anak difable memiliki keistimewaan lebih menginspirasi teman-teman barunya. “Kayaknya teman-teman 7-11 menangkap pesan Fina ya. Secara sepintas saya lihat hampir semua testimoni anak ingin mengetahui lebih jauh tentang karakteristik kebutuhan anak-anak penyandang difable, “Fitry menegaskan kepiawaian Fina memfasilitasi teman-teman sebaya.

Fasilitator Sebaya

Semangat Bu Nia sebagai co fasilitator Fina patut diacungi jempol. Energinya tak surut sedikit pun selama kegiatan berjalan. Hari ini ada 22 anak dari 7-11 yang mengikuti kegiatan Safari GeMBIRA Fina ke kelas 7-11. Keterlambatan kedatangan keempat anak dari tim yang tumbuh bersama Fina tidak mengurangi tekadnya sebagai Duta Anak. Fina pun memulai kegiatan dengan menjelaskan proses pendampingan dari Bu Nia untuk melaksanakan evakuasi.

image

Tahapan simulasi evakuasi dari gempa bumi yang ditemukan dan dikenali Fina dan timnya melalui simulasi berkali-kali, antara lain:
1. Sirine berbunyi pendek 1 kali, anak-anak diminta melindungi kepala
2. Sirine berikutnya meminta anak-anak untuk membereskan buku dan alat tulis serta mengambil tas masing-masing untuk melindungi kepala.
3. Anak-anak berkumpul di lapangan sebagai titik kumpul aman.
4. Mengecek kehadiran anak-anak
5. Menghubungi orang tua/wali.

Mendapat Dukungan Penuh

“Fina itu luar biasa. Hanya dalam 1 jam pendampingan, ia langsung menemukan arti penting evakuasi, “kata Bu Nia. Kesiapsiagaan menghadapi bencana membuat Fina asyik cari tahu lebih banyak. “Ayah dan ibu saya mendukung penuh kegiatan YES for Safer School. Mereka terlihat kecewa saat saya menyampaikan rencana simulasi besar yang melibatkan seluruh warga SMPN 11 Bandung dimundurkan. Namun demikian, ibu dan ayah langsung antusias mendengar saya akan menjangkau anak-anak yang memiliki keistimewaan lebih. Hari ini ayah dan ibu saya ke luar kota. Tekad saya sudah bulat untuk menginvestasikan waktu luang belajar bersama anak-anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa asuhan bu Nia. Ibu saya juga tidak keberatan jika  nilai saya turun ketika melihat saya lebih asyik cari tahu tentang anak-anak yang memiliki kelebihan istimewa di SLB selama ulangan, “kata Fina sambil tak kuasa menahan tangis.

Dukungan ayah dan bunda membuat Fina ingin memberikan hadiah istimewa. Ia menyampaikan bahwa uang pengganti kegiatan simulasi kecil yang diberikan Bu Nia masih tersimpan untuk hadiah ulang tahun ayahanda tercinta tanggal 10 Desember nanti. Fina juga berencana menyusun book of me bersama bu Nia pada hari ulang tahunnya tanggal 19 Desember. Tekadnya untuk terlahir kembali dengan mimpi besar memfasilitasi anak-anak penyandang difable siap mewujudkan SLB Bersinar bersama KerLiP Insya Allah mendapat dukungan penuh.

image

Memegang Janji

Kapok berbuat baik? Jangan sampai dech. Meskipun hanya tersisa kita yang mengusung kebaikan, berbahagialah. Allah akan menurunkan malaikat-Nya untuk memberi kabar gembira kepada mereka yang istiqomah dalam kebaikan.

Jalan tol masih berselimut embun pagi. Dingin. Basah. Deru mobil menemani jelajah hati dan pikiran. Mengapa gundah?

Masjid di km 97 pun jadi begitu mengundang untuk mampir menenangkan jiwa.

image

Menyiapkan Kaderisasi

Kedatangan Azi tepat waktu. Saya baru saja memantapkan hati untuk menunggu anak-anak di rumah. Obrolan pun bergerak ke rencana kaderisasi. Kekhasan Aas yang mendirikan RCK dengan membawa praktik baik sahabat-sahabat KerLiP sempat menjadi obrolan seru dengan bu Nia. Inisiatif Zamzam menjangkau Subdit Peserta Didik PSMA dengan segala kelebihannya, serta bu Ekasari yang merasa sungkan berbagi draft modul pendidikan keluarga seperti yang disampaikannya minggu lalu. Ketiganya adalah kader-kader terbaik KerLiP.

Apakah saya terlalu tinggi menetapkan standar di KerLiP? Pertanyaan inj sering muncul saat merasa kebutuhan kaderisasi begitu mendesak. Saya menanyakan kelanjutan pengangkatan Pak Gunandar sebagai Direktur kepada bu Sari. Praktik baik penetapan alokasi untuk manajemen proyek dari infak yang ditetapkan untuk setiap sumber daya yang berhasil digalang KerLiP bisa jadi modal awal.

Saya masih ingat ketika menerima pemberitahuan dari manajemen Kodel tentang batas akhir penggunaan ruang di lantai 11 setelah Apa Utomo wafat. Rencana mengaktifkan kantor KerLiP bersama Pak Gunandar pun tertunda. Beberapa program yang menghampiri KerLiP di penghujung 2015 insya Allah menjanjikan harapan.

Langkah Kecil

Semalam Ayi dan saya sepakat untuk membuka kantor, sekolah kecilQ BKB KerLiP dan Kopsya Sahabat KerLiP di lantai bawah Dago Barat. Saya menjanjikan sewa bayar di muka sebesar Rp 12 juta/tahun. Insya Allah akan efektif mulai bulan Januari 2016. Langganan Kompas, Pikiran Rakyat dan majalah Bobo akan dialihkan ke Dago Barat. Semua buku akan didata lengkap untuk menyiapkan peningkatan layanan perpustakaan Rumah KerLiP kepada masyarakat di Dago Barat khususnya.

Peningkatan layanan dan manajemen Perkumpulan KerLiP yang lebih tertata akan segera dimulai. Saatnya memegang janji kaderisasi Perkumpulan KerLiP untuk keberlanjutan gerakan berdasarkan prinsip tumbuh bersama demi kepentingan terbaik anak.

Mau berpartisipasi kawal pendidikan bersama KerLiP. Silakan pelajari profil KerLiP dan cara masuknya di http://perkumpulankerlip.com/partisipasi/

Zamzam: Makin Jeli Mengawal Sekolah Ramah Anak dalam Raker Kesiswaan

Alhamdulillah kami bersyukur dapat menyapa guru dari berbagai pelosok nusantara di Hari Guru Nasional dengan berbagai hadiah kecil dari Binar. Stand FGII di Istora dalam kegiatan Simposium Guru Nasional dikerumui guru-guru yang ingin mendapatkan merchandise. Mereka mengisi kartu nama kosong yang kami sediakan untuk ditukar dengan pulpen, gantungan kunci, stiker, goodybag, dan brosur. Stand BNI, Mandiri, dan beberapa stand di seberang kami menjadi saksi antusiasme guru-guru.

image

Sebenarnya acara ini sudah disampaikan jauh-jauh hari oleh Tety dkk pengurus FGII. Sayang sekali saya benar-benar lupa dan telpon daei Tety berkali-kali sulit dijawab karena alasan teknis. Syukurlah ada Zamzam dan Pak Didin yang bergegas menyiapkan pengisi stand FGII. Didin msmbantu menyalin seluruh kartu nama melengkapi data basis Binar.

Kepiawaian Zamzam

Saya mengandalkan Zamzam untuk semua inisiatif kampanye dan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak sejak ia diajak Ova bergabung dengan KerLiP pada tahun 2005. Tak terasa sudah lewat 10 tahun tumbuh bersama Zamzam memperluas jangkauan pemenuhan hak pendidikan anak dalam berbagai inisiatif. Obrolan dengan Zamzam di bawah ini menunjukkan salah satu kepiawaian Zamzam mengawal Gerakan Sekolah Ramah Anak dalam program rutin di Direktorat PSMA.

[10/11 17:00] Zamzam Muzaki SM: Zamzam udah janji sama psma persiapan raker guru BK dan wakasek kesiswaan
[10/11 17:01] yanti kerlip: Iby fokus tuntaskan NA sekolah darurat setiba di Bandung besok malam ya
[10/11 17:01] Zamzam Muzaki SM: Mau uji coba bbrp modul tot SRA juga terutama yg pas mekanisme pengaduan
[10/11 17:01] yanti kerlip: Siip
[10/11 17:01] Zamzam Muzaki SM: Iyaa bu
[10/11 17:02] yanti kerlip: Libatkan peksos dan p2tp2a
[10/11 17:02] Zamzam Muzaki SM: Nanti kerlip ngisi di panel awal yaa
[10/11 17:03] Zamzam Muzaki SM: Uji coba di keg mereka, mrk undang guru BK dari seluruh indo di bandung 23-27 nov
[10/11 17:03] yanti kerlip: Wah keren
[10/11 17:03] yanti kerlip: Pas banget tuh
[10/11 17:03] Zamzam Muzaki SM: Yup, sama wakasek kesiawaan
[10/11 17:03] yanti kerlip: Undang p2tp2a, dinsos, dan Sekam
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Ok
[10/11 17:04] yanti kerlip: Sama stks
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Tadinya mau revitalisasi peran BK…
[10/11 17:04] yanti kerlip: Terapi musiknya menarik
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Peran keaiswaan juga
[10/11 17:04] yanti kerlip: Ngga mungkin hanya BK
[10/11 17:05] yanti kerlip: Harus ada peran peksos dan p2tp2a
[10/11 17:41] Zamzam Muzaki SM: Itu rencana utk tgl 23 -27
[10/11 17:42] Zamzam Muzaki SM: Baru panel awal yg zamzam kasih masukan
[10/11 17:43] Zamzam Muzaki SM: Istilah2nya masih harus siaesuaikan. Itu draft awal yg dibikin psma berdasarkan diskusi awal minggu lalu
[10/11 17:49] Zamzam Muzaki SM: 24-28 nov di hotel haris Ciumbuleuiy

image

Tadi malam kami berangkat ke Bandung bersama Dr. Susi Fitry, ketua ABKIN DKI Jakarta. Sufit, begitu kami memanggilnya, berbagi beragam pengalaman membimbing mahasiswa tentang konseling selama dalam perjalanan. Alhamdulillah. Kami tiba di Hotel Haris di penghujung paparan Mas Chozin, SKM Mendikbud. Sufit langsung ke kamar dan Fitry pulang ke rumah diantar Pak Asep. Saya sempat menyampaikan sekilas tentang Indonesia Bersinar: Bersih, Sehat, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak saat menyapa SKM Mendikbud ini. “Wah akronim yang barunya keren, Bu. Kemana aja? Lama tidak bertemu, “kata Mas Chozin saat kami bersalaman. Saya dan Zamzam langsung menuju lift setelah Mas Chozin kembali ke Jakarta. Kami akan melanjutkan review naskah akademik usulan perubahan UU Penanggulangan Bencana yang diberikan Mbak Siti Planas tadi sore.

Skenario Zamzam

Saya lihat dari kejauhan guru-guru yang mengikuti raker kesiswaan bergantian berpose dengan Syahna. Presentasi ketua Forum Anak Jawa Barat ini berjudul Dengarkan Suara Kami begitu memukau. Direktorat PSMA mengundangnya mewakili suara anak yang menjadi penerima manfaat langsung Gerakan Sekolah Ramah Anak ini. Inisiatif Zamzam ternyata diterima sepenuhnya oleh Direktorat. Ia menjadi moderator dalam Diskusi Panel hari ini. Bu Elvi, Asdep PHPA KPPPA, Mas Santoso wakil ketua KPAI, dan saya menemani syahna menjadi panelis.

image

[25/11 14:44] Zamzam Muzaki SM: Bu, gmn yaa? Di bappenas besok gak bisa dipindah lg. Besok Zamzam diminta paparan laporan ppra.
[25/11 14:48] Zamzam Muzaki SM: Sbnrnya bu yosi gpp, mereka akan bahas hasil laporannya, tapi gak enak juga kalau gak dateng, krn lasti banyak pertanyaan
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Ibu sama teteh atau tmn2 bisa terlibat dlm kelompok besok?
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Krn dagingnya ada di kegiatan kelompok besok
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Kelompok 1. Mekanisme penanganan penyimpangan prilaku, nanti zamzam kirim email
[25/11 14:50] Zamzam Muzaki SM: Kelompok 2. Revitalisasi fungsi BK.
[25/11 14:50] Zamzam Muzaki SM: 3. Rencana aksi kesiswaan nasional
[25/11 14:57] Zamzam Muzaki SM: 4. Panduan sekolah ramah anak di sma

image

Terima kasih Zam…
Ibu dan Fitry dengan senang hati akan memfasilitasi diskusi kelompok.
Kita pastikan Indonesia Bersinar dari semua SMA ya.

Tumbuh Bersama KerLiP

Pertama kalinya kami saling bertukar file di gerbang keberangkatan masing-masing. Proses tumbuh bersama Zamzam, Ova, dan Wa Dadang cukup unik. Lika-liku perjalanan kami untuk mengisi dan mengembangkan model-model pemenuhan hak pendidikan anak pun meluas ke perlindungan anak dalam setiap aspek kehidupan. Kesabaran Zamzam menghadirkan bahan-bahan untuk sosialisasi dan perumusan proposal dari seluruh praktik baik KerLiP sangat membantu. Demikian juga dengan ketabahannya untuk cepat tanggap dalam setiap tahap kampanye dan advokasi yang kami jalankan bersama sahabat-sahabat KerLiP baik anak, kawula muda maupun keluarga-keluarga peduli pendidikan lainnya.

Alhamdulillah, saat ini Zamzam sudah sangat siap memimpin perubahan. Kemampuannya yang luar biasa dalam mengemas poin-poin penting untuk setiap isu didukung kompetensi akademik yang terasah sebagai pembelajar mandiri di pesantren dan teruji.

Tinggal Landas

Bahan-bahan presentasi modul ToT SRA yang disiapkan Zamzam baru saya buka menjelang acara sosialiaasi di Makasar. Ada rasa rikuh yang menyergap tiba-tiba. Pertama kalinya menghadirkan karya Zamzam seutuhnya tanpa proses editing apapun. Bahasa kami pasti berbeda. Selama ini proses inofusion-inovasi dan difusi kami lakukan setidaknya semalam sebelum presentasi dilaksanakan. Hal ini juga dilaksanakan salam dampingan satu sama lain. Hari ini terpaksa menyajikan apa adanya.

Zamzam benar-benar sia0 tinggal landas. Living values KerLiP sudah mendarah daging dalam keseharian kami. Insya Allah selalu memegang teguh prinsip tumbuh bersama KerLiP demi kepentingan terbaik anak bangsa.

Selama bekerja Zam…

image

Pendidikan Anak Merdeka

Semangat untuk memulai sekolah berprogram khas bukan dari titik nol membuat kami berkomitmen untuk mendidik anak agar berani gagal. Modal utama dari praktik-praktik baik dari tujuh sekolah berprogram khas baik sekolah berbasis keagamaan maupun sekolah yang diselenggarakan pemerintah dan madrasah kami kemas dalam Pendidikan Anak Merdeka.

Berani Gagal

Saat itu kami belum mengenal Kovenan Hak Anak, namun komitmen kami untuk melakukan aksi nyata dalam pemenuhan hak pendidikan semua anak menuntun kami untuk mengembangkan sekolah berprogram khas yang inklusif dan ramah anak. Siapapun anak dan bagaimana pun keadaannya selalu kami sambut ketika orangtua/wali mendaftarkan ananda sebagai peserta didik baru hanya dengan satu syarat, sudah berusia 6 tahun pada bulan Juli 2000.

Moto agar anak Berani Gagal mengundang hasrat orangtua dengan anak penyandang difable untuk memasukkan putra/putri mereka ke SD Hikmah Teladan. Hal ini terlihat dari 34 formulir yang masuk, alasan 28 orangtua memasukkan anak-anak ke sekolah yang kami dirikan karena tertarik dengan moto yang terpampang di spanduk yang terpasang di gerbang sekolah. Lebih dari 60% peserta didik baru SDHT berasal dari keluarga dengan mata pencaharian sebagai buruh pabrik dan tinggal di sekitar sekolah. 

image

Kekhasan sekolah dengan moto kontroversial ini hanya dapat dipertahankan selama tiga tahun pertama. Namun bagi saya tiga tahun merintis dan mengembangkan konsep Pendidikan Anak Merdeka berbasis sekolah merupakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi di tahun kedua sampai kelima ada 16 sekolah berprogram khas menggunakan jasa Tim Litbang KerLiP sekurang-kurangnya dalam merumuskan RIPP Rencana Induk Pengembangan Pendidikan.

Tumbuh Bersama

Motto yang kontroversial memerlukan dukungan lingkungan yang kondusif dan cepat tanggap terhadap perubahan kebutuhan peserta didik. Prinsip tumbuh bersama dalam pengelolaan keuangan dan SDM kami rumuskan dalam prospektus Perguruan Darul Hikmah. Ada 83 keluarga yang bergabung mendirikan Koperasi Syariah Darul Hikmah sebagai wahana untuk tumbuh bersama atas dasar kepercayaan dan semangat gotong royong demi kepentingan terbaik anak.

Kepala Sekolah dalam dampingan Pak Sandi leluasa menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang Inklusif dan Ramah Anak. Terobosan-terobosan Pak Aripin yang sering tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit guru SAHATE yang berhasil menjadi penulis produktif dan memiliki kompetensi khas Pendidik anak Merdeka terinspirasi oleh Pak Aripin. Laporan keuangan yang dikelola terpisah dengan staf keuangan sebanyak 4 orang sangat membantu saya untuk mendapatkan analisa satuan biaya pendidikan anak merdeka.  Kajian sederhana ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan Bantuan Operasional Sekolah oleh pemerintah melalui kemitraan khas KerLiP dengan Pak Fasli Jalal saat itu sebagai ketua pelaksana harian Forum Koordinasi Nasional Pendidikan Untuk Semua.

Upaya kampanye dan advokasi yang dilaksanakan secara terpisah atas nama Perkumpulan KerLiP tumbuh bersama kematangan konsep Pendidikan Anak Merdeka di SD Hikmah Teladan. Saya sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan tumbuh bersama Tim Litbang KerLiP yang memiliki kekhasan masing-masing. Hingga kini, Litbang KerLiP yerus menumbuhkan badan otonom baru sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi setiap sahabat KerLiP. Ada SMile, Green SMile Inc., GERASHIAGA Institut, Sekolah Mentor Muda, Ibu Institut, SAnDi KerLiP, Rumah KerLiP, dst.