3 Langkah Khas KerLiP Menjadikan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor

Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengundang saya untuk berbagi praktik baik pembelajaran HAM di pendidikan menengah atas rekomendasi bu Ranti.  Sungguh kehormatan bagi saya mendapat kepercayaan tersebut. Saya segera menghubungi beberapa kepala sekolah mitra KerLiP yang penuh semangat menerapkan HAM khususnya prinsip-prinsip hak anak dalam pembelajaran. Alhamdulillah guru dari SMAN 4 dan 8 Pekanbaru yang menjadi piloting Sekolah Panutan sudah mengirimkan RPP-1- PKn-XII-EVA SMAN8 pku-2 dan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TUGAS BIMTEK sesuai permintaan. Strategi pembelajaran sejarah HAM dari Bu Ratna, Presiden AGSI juga sudah diterima Strategi Pembelajaran Materi Sejarah HAM.

Continue reading “3 Langkah Khas KerLiP Menjadikan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor”

Mewujudkan SRA dengan Sehari Belajar diluar Kelas

Indikator Komposit Kesejahteraan Anak yang terkait langsung dg SRA

1. Partisipasi:
% anak balita yg ikut dlm peejalanan wisata
% anak 5-17 tahun yg melakukan gotong royong, olah raga, keagamaan
% anak umur 5-17 tahun yang melakukan perjalanan wisata

Continue reading “Mewujudkan SRA dengan Sehari Belajar diluar Kelas”

Praktik Baik #2 PAIKEM Gembrot a la Ibu Nanik

Saya baru bisa berangkat dari rumah pukul 5.45. Hujan deras mengguyur Kota Bandung sejak dini hari. Pak Asep terlambat bangun dan tidur sebelum melihar pesan jika kami harus berangkat ke Jakarta lebih pagi. Hari ini, Tetty, Bendahara umum DPP FGII mengundang 30 guru, kepala sekolah, orangtua, anak, dan komite sekolah dalam Pelatihan SRA bagi guru yang diselenggarakan Kempppa dengan dukungan SMAN 24, FGII, dan KerLiP.

Banyak hal menarik yang mengemuka selama kegiatan berlangsung. Pengelolaan kelas yang menyenangkan dari Bu Nanik membuat penasaran. Saya menyempatkan menggali lebih dalam tentang PAIKEM Gemnrot dan Tengilnya. Teman-teman mau tahu? Sebentar ya.

Profil bu Nanik

“Ibu, saya ingin sekali mewujudkan SRA di SMAN 24 sebelum pensiun 2016. Bagaimana caranya agar kami bisa melakukannya?”tanya perempuan berbaju merah dengan kerudung pelangi membalut kepalanya. Pertanyaannya mengundang bu Elvy, Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak menunjukkan slide tahap-tahap penerapan SRA.

Pembuatan komitmen tertulis dari semua warga sekolah merupakan langkah pertama yang sangat penting, bahkan khusus untuk guru tak boleh ada seorang pun yang tidak setuju dengan SRA. Langkah perdana ini hanya mungkin dilaksanakan melalui kepemimpinan Kepala Sekolah dan diiringi peningkatan kapasitas guru berkelanjutan mengenai SRA.

image

Aksi Bu Nanik

Pembelajaran yang menyenangkan disampaikan bu Nanik adalah salah satu isi pesan tertulis dari Bu Tetty sebelum kami istirahat makan siang. “Bu Nanik, guru saya yang luar biasa. Kami selalu gembira belajar dalam bimbingan beliau, “ujar Pattrick, peserta didik yang hadir memukau dalam kegiatan Pelatihan SRA.

Rupanya Bu Nanik baru saja naik golongan ke 4C dengan PTK yang menarik berjudul PAIKEM Gembrot. Langkah-langkahnya mulai dengan komitmen untuk mendisiplinkan diri sendiri sebelum MendiSIplinkan orang lain.  Penampilan aktif, inovatif, kreatif, menyenangkan terkait dengan kinerja yang seharusnya ditampilkan  guru dan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.  Kesaksian Pattrick menunjukkan kepiawaian PAIKEM nya Bu Nanik. Gembira dan Bermuti adalah kepanjangan Gembrot. Istilah ini sangat melekat pada keseharian Bu Nanik. Para alumni SMAN 24 pun sangat terkesan katanya.

Selain PAIKEM Gembrot, Bu Nanik juga mengajak anak-anak untuk tidak tengil-takabbur, egois, norak, galak, iri hati, licik, lemes, lesu, lebay. Saya jadi merasa sangat dekat dengan Bu Nanik karena senang membuat akronim untuk kegiatan yang sedang diusung beramaa sahabag-sahabat KerLiP.