Menjalin Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Penanggulangan bencana pasca gempabumi Tasik 2 September 2009 mempererat kemitraan yang kami jalin secara informal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pak Dani, orang tua peserta didik SD Hikmah Teladan membuka kesempatan kepada sahabat KerLiP untuk mendapatkan dukungan dari Jabar-1. Saat itu kami menggiatkan Pekan (Pendidikan Keluarga Teladan) bersama para pegiat pemenuhan hak atas pendidikan di kota Bandung. Pekan yang dilaksanakan pada 6-13 April 2003 terhubung dengan Dialog Komunitas Pendidikan yang diinisiasi oleh CBE sejak 2000 dalam upaya kampanye dan advokasi Pendidikan Untuk Semua.

Continue reading “Menjalin Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat”

Memulai Penerapan SRA di Maluku Utara

Jalan menuju bandara Soetta tanpa hambatan berarti malam itu. Saya tiba di Terminal 2F sebelum pukul 10 malam. Sayang sekali charger HP yang dibawa dari rumah tidak berfungsi sama sekali. “Abdi calik diantawis counter Garuda sareng Gate 4 ya Bu. Batere HP kantun 1% teu nyandak powerbank, “pesan ini terkirim ke Bu Elvi persis sebelum HP mati.

HP yang sudah hampir mati perlahan menghisap energi yang tersisa dari laptop yang saya pangku. Sebelumnya saya minta print tiket di counter Garuda. Tak lama kemudian saya melihat Putri di bangku depan. Bu Elvi, Pak Agus, Pak Soleh datang menyusul. Kami siap terbang pukul 01.40 ke Ternate untuk memfasilitasi Pelatihan SRA bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Ternate dan Halmahera Barat.

Semangat Advokasi

“Teh, langsung dibawa kesana aja ya, Insya Allah ibu pulang membawa materi yang diperlukan”kata saya kepada putri sulung kami tadi siang sambil memeluknya pamit. Saya beruntung mendapat kesempatan emas untuk mengawal pemenuhan hak pendidikan anak sampai ke daerah-daerah tertinggal, terpencil dan terdepan di seluruh pelosok Nusantara.

Kemitraan khas yang terjalin antara Perkumpulan KerLiP dan Kempppa sejak mengawal Sekolah Madrasah Aman Bencana tahun 2011 memungkinkan saya untuk bekerja sambil menikmati indahnya zamrud khatulistiwa. Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas  Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya,  Deputi Tumbuh Kembang Anak Kempppa berkomitmen penuh menjalankan good governance dalam setiap tahap kegiatan. Tak heran jika kami menikmati rasa keberlimpahan tumbuh pesat dalam kampanye dan advokasi sampai sekarang. “Bu Yanti mitra tetap kami untuk mengawal SRA dan RKA menuju KLA, “kalimat ini disampaikan bu Elvi setiap kali mengenalkan saya kepada mitra di daerah.  

Kini sudah ada 912 Sekolah Ramah Anak dari 82 Kota/Kabupaten di 7 Provinsi yang kami fasilitasi bersama Kempppa melalui Sosialisasi dan pelatihan SRA menuju Kabupaten/Kota Layak Anak. Kegiatan ini sudah menjangkau ribuan guru, kepala sekolah, orang tua, peserta didik dan tenaga kependidikan.

Foto: Refleksi 1 tahun kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman, 27 Juli.2011.

Bu Elvi yang Ceria

Penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana dalam Kerangka Gerakan Sekolah Ramah Anak menjadi materi khas Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan. Peserta pelatihan  biasanya kami ajak untuk menyanyikan jingle evakuasi gempa. 

Kalau ada gempa, lindungi kepala

Kalau ada gempa, jauhilah kaca

Kalau ada gempa, bersiaplah antri

Berbaris keluar kumpul di lapangan

Energi kebaikan memancar dari tawa riang  Bu Elvi bersama para peserta pelatihan mendorong semua orang gembira bersama KerLiP menghilangkan rasa lelah dan kecewa melihat ketidaksemangatan pelaksana di daerah. Tidak ada yang menghalangi kami untuk menyemangati 120 peserta pelatihan SRA.

Menuju Jailolo

Speedboat merah bermesin 2 buah itu cukup tangguh menerjang ombak di Laut Ternate. “Ini perahu langganan Pemkab Halmahera Barat, meski ombaknya sedang besar insya Allah tetap aman, “ujar Bu Nona yang duduk di sebelah saya. Cuaca sedang tidak begitu bersahabat saat kami menyeberang ke Jailolo Selatan sore itu. Pengalaman yang cukup menegangkan ini membuat kami jadi lapar.

Air mineral dalam kemasan membasahi kerongkongan kami saat magrib tiba dengan  pisang dan tahu goreng yang dibeli Bu Elvi di seberang Ternate Mall. Ikan bakar  dengan sambal segar khas Jailolo memenuhi perut kami. “Daging ikannya cakial banget, “ujar saya kepada bu Elvi sambil seuseuhah karena cabe rawit yang super pedas tergigit.

Bu Elvi duduk di antara saya dan Asda 1 Pemkab Halmahera Barat. Pelatihan SRA bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Jailolo.adalah tindaklanjut dari Deklarasi KLA yang dilaksanakan Bupati Halmahera Barat yang dihadiri Ibu Meneg PPPA bulan Mei lalu. “Kami sudah menyelenggarakan pertemuan dengan 120 Kepala Sekolah sebagai persiapan pelatihan ini. Piloting di 4 sekolah model siap dilaksanakan bersama 100 sekolah dalam tanggung jawab kami. Kami akan pastikan Gerakan Sekolah Ramah Anak ini dalam penyusunan RKAS 2016-2017, “kata Pak Sony, Kadisdik Halmahera Barat dalam pertemuan semalam di lobby Hotel D’Hoex.

Paparan Kadisdik Kab Halmahera Barat menyampaikan Kerangka Strategis mengadopsi paparan Mendikbud. “Saya sangat mengidolakan Bapak Anies Baswedan yang sangat memahami karakteristik sampai ke desa-desa.”

Halmahera Barat merupakan kabupatem terluar dengan 176 desa. Ada 75 PAUD 175 SD (31 dikelola oleh masyarakat), 66 SMP. Ada 16.000 anak usia dini baru 3.000 anak yang terlayani. Jumpah murid SD 16.000 anak SMP ada 6.000 anak berarti ada 10.000 anak dari keluarga tidak mampu yang belum terlayani. Apakah terlalu mahal atau terlalu kasar cara mendidik kita. Kami akan mereviu RAPBS semua sekolah. 10.000 anak ini akan dicari dan dilayani dengan pendidikan bermutu yang mencerdaskan. Beberapa kata dan slide yang diadopsi oleh Pak Kadis, a.l:

Sekolah Sebagai Taman.

Guru adalah kunci.

Orang tuau pendidik pertama dan utama. Pendidikan sebagai gerakan.

Sudah 2 kali didemo karena pungutan dan putusan komite yang bertentangan dengan publik. Bergerak secara bersama-sama pendidikan murah yang terjangkau.

1. Memberdayakan pekaku pendidikan dan budaya

– Ada beasiswa 1.020 guru untuk peningkatan kualifikasi guru menjadi S1/D4

– Percepatan atau menghitung angka kredit

2. Memberdayakan pelaku budaya masuk ke sekolah melalui seni dan budaya serta mulok.

5. Memperkuat keluarga sebagai pendidik utama dan pertama

6. Memperjelas pembagian kewenangan Daerah dan masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD-Dikmas

Abadikan Ilmu dengan Berbagi

Kutipan dari Permendikbud no 80 tahun 2015 tentang Juknis BOS Dikdas

image

Silakan cantumkan nama dan email Bapak/Ibu jika  berkenan mengajak anak-anak mengisi check list potensi yang dimiliki sekolah guna meningkatkan penggunaan BOS untuk pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan sesuai Juknis BOS 2016 yang diatur dalam Permendikbud 80 tahun 2015.

Silakan tambahkan di bawah ini NO/NAMA/EMAIL
1. Yanti/gembirabersamakerlip@gmail.com
2. Septi / septipeni@gmail.com
3. Rusdoyo/rusdoyopunsu@gmail.com
4. Pak Kudi/ kudi.rukadi@yahoo.com
5. Ambu/ cie.pelangi@yahoo.com
6. Ibu Yusi/yusiriksa@upi.edu
7. Ibu Tissa/tisabossa@gmail.com
8. Kang Ahmad/achmad.mets@gmail.com
9. Irwan Muchtar/ irwansyakti@gmail.com
10. Pak Hary/hary.santoni@yahoo.com
11. Arief Solihin/ ariefsolihin70@yahoo.com
12. Bagus dibyo/bagus_silhat@yahoo.com
13. Bu Ida/ida_widayanti@yahoo.com
14. Nurbaeti/ ibunurbaeti@yahoo.com
15.Balia Munazad
baliamunazad@gmail.com
16. Anne Gracia : annegracia.alc@gmail.com
17. Pak Pri/Supriyono_42@yahoo.com
18. Pak Abad/abadbadrudin4@gmail.com
19. Pak Dede/dede.supendi82@gmail.com
20. Adolf/abtambusai@yahoo.com
21. kakandariki@gmail.com
22. ulyautifasrini@gmail.com
23. Ifa/is_fauqi@yahoo.co.id
24. Harmini/harmini01@gmail.com
25. Pak Muh. Muslimin/adavwoloare@yahoo.co.id
26. delmenita@gmail.com
27. ir.cikgu@yahoo.com
28. dadankoe88@ymail.com
29. muftiahyulismi@gmail.com
30. dianmardiana10@yahoo.com
31. orchidiesus@yahoo.com
32. astimulyana@gmail.com
33. ojiajjah90@yahoo.com
34.dewisigit4@yahoo.com
35. prakoso.ilham88@gmail.com
36. satriana.ben@gmail.com
37. lalu_ria@yahoo.com
38. erlinalenong@gmail.com
39.esutarsih@yahoo.com
40. sonnysanjaya89@gmail.com
41. suharti@muslimaid-id.org
42. cakguruesemka@gmail.com
43. erni.malik@yahoo.com
44. Dedy Hutajulu/gunawanhutajulu@gmail.com
45. Junaidi Malik/komnaspads@gmail.com
46. Patimah Purba/pkbmcendana@yahoo.co.id
47. Widdi R.N/nirvalgia@gmail.com
48. tutisukarni10@gmail.com
49. kang.mpip@gmail.com
50. ysabsc@gmail.com
51. taufan.gurumerdeka@gmail.com
52. ekasari.widati@gmail.com
53. tetysulastri@yahoo.com
54.srilatifahksm@gmail.com

Dst

Kami akan mengirimkan file Check list potensi dan bahan-bahan lain jika Bapak/Ibu membutuhkannya untuk memastikan penggunaan dana BOS 2016-2017

Penyelarasan Program Kemitraan melalui Sekretariat Bersama SeRAI

image

“Sejak bergabung di Kemendikbud baru kali ini saya merasa yakin upaya gotong royong untuk mewujudkan ekosistem dan insan pendidikan yang berbudi pekerti luhur, cerdas dan bertanggung jawab akan menjadi niscaya. Direktorat Pembinaan PKLK siap memperkuat Seknas Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) dan mengaktifkan sekretariat untuk mendukung perluasan Pokja Inklusif…”

Kutipan kalimat yang disampaikan Pak Praptono, Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen dalam acara penutupan Lokakarya yang diselenggarakan di Hotel Atanaya Bali menggembirakan kami. Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan, Bu Rena Direktur Pembinaan PKLK menyampaikan bahwa Sekretariat Bersama SeRAI-Sekolah Ramah Anak, Aman bencana-antikekerasan dan Inklusif sudah siap diaktifkan Kemendikbud dan diperkuat oleh Unicef, Save The Children, KerLiP, Pokja Inklusif, Forum SRA, Gugus Tugas KLA klaster IV, dan lembaga/forum yang menyinergikan gagasan, harapan, dan praktik-praktik baik Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya lainnya.

Lokakarya yang disiapkan Zamzam, Tim Litbang KerLiP yang kini menjadi Tim Teknis Direktorat Pembinaan PKLK bersama Pak Faisal atas nama Direktorat Pembinaan PKLK didukung penuh oleh Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB), Unicef, Forum SRA, dan Pokja Inklusif. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber dan fasilitator serta mitra-mitra pegiat SeRAI dari Kempppa, Kemkes, Kemenag, BNPB dan mitra dari berbagai pelosok nusantara.

Ketegasan Bu Rena gayung bersambut dengan semangat dan kesungguhan para pegiat yang bekerja di lembaga masyarakat, Pokja dan mitra pembangunan jnternasional. Inisiatif ini mempererat persahabatan kami sejak Wamendiknas bersama Wamenpu, Kepala BNPB, Kemenag, Kempppa, Kemdagri, dan masyarakat menginisiasi pembentukan Sekretariat Nasional Sekolah Aman tahun 2011. Sejak saat itu, sebagai Ketua Seknas SA dan Zamzam sebagai Sekjen SA mendapat dukungan penuh dari Bu Rena yang mewakili Kemendikbud untuk piloting SMAB di beberapa provinsi. Konsistensi Bu Rena dalam menegaskan posisi kemendikbud sejak beliau memimpin program dan kerjasama luar negeri di Setdijen Dikdas serta pengalamannya bekerja di pendidikan kejuruan menjadi modal dasar yang sangat bermakna dalam penyelarasan program kemitraan yang terus menguat ini.

Penguatan Budaya Inklusif

image

Ajakan Bu Muftiah Yulismi untuk terbang dari Bandung bersama Teh Yuyun dari Bilic menggembirakan. Semangat perubahan yang dimotori pegiat Pokja Inklusif kota Bandung ini memberikan warna tersendiri. Ia mengajak multipihak untuk bergegas melembagakan inisiatif baik ini di Jawa Barat dan kota Bandung selepas kegiatan.Wa grup PKLK Bali yang dikelola Yanti dari Save the Children pun mulai aktif menjadi wahana berbagi praktik baik sebagai tindak lanjut dari kegiatan di Bali.

image

Semangat ini sudah sangat terasa ketika saya mengajak Bu Mufti untuk hadir dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Disdik Provinsi Jawa Barat pada 22 Desember 2015. Kegiatan ini dilaksanakan setelah peluncuran Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar di SLBN Cicendo oleh Ketua P2TP2A Jabar yang dihadiri Kabid PKLK Disdikprov Jabar, Kadisdik Kota Bandung, Asda I Pemkot Cimahi,GSB Bersinar SMPN 11 dan GSB MeSRA SMAN 15 Bandung didukung penuh oleh Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen. Forum SRA kota Bandung yang kami rintis bersama SMAN 15, SMPN 11, SDN Merdeka di SMKN 3 Bandung pun mulai disinergikan saat saya diundang Pokja Inklusif untuk menyampaikan Gerakan Sekolah Ramah Anak di Universitas Telkom. Sinergi ini terus berlanjut dalam kegiatan Roadshow SMAB yang kami laksanakan bersama WVI, Save The Children Plan, GSB Bersinar SMPN 11, KerLiP Bandung dan SMK Multimedia Telkom di SLBN A Pajajaran tempat bu Muftiah bekerja. Kami bertemu kembali dalam Penutupan Olimpiade Seni dan Desain yang diselenggarakan Art Therapy Widyatama yang dihadiri Mensos serta didukung Pokja Inklusif. Dukungan Bu Mufti dalam pelatihan Sekolah Aman Komprehensif yang dilaksanakan Plan Indonesia dan Tim ASEAN Safe School Innitiative dengan dukungan penuh Dinas Pendidikan Kota Bandung dan KerLiP Bandung makin mengukuhkan sinergi ini. Insya Allah penguatan budaya inklusif di kota Bandung terus menguat seiring dan sejalan dengan kampanye dan advokasi Education for All yang kami usung bersama sahabat-sahabat KerLiP sejak tahun 2002.

Pramuka Madrasah Cinta Bahari

image

Foto dari Bu Ida, Kasubdit Peserta Didik.Ditma Ditjen Pendis Kemenag ini memikat hati. Saya langsung sebar ke berbagai grup.

[28/05 19:29] yanti kerlip: Melepas tukik penyu laut sebanyak  3047
[28/05 19:29] yanti kerlip: Keren ya acaranya bu Ida
[28/05 19:29] yanti kerlip: Cerita disini dong Bu
[28/05 19:29] yanti kerlip: Pramuka madrasah cinta bahari
[28/05 19:33] Bu Ida Xl: Eh  bu Yanti udah pasang dulu
[28/05 19:34] yanti kerlip: Iya…keren banget
[28/05 19:34] yanti kerlip: Saya sebar di wa g yg ada anggota2 komisi VIII
[28/05 19:34] Bu Ida Xl: Terimakasih bu Yanti
[28/05 19:35] Erni Malik Kemendikbud: Dimana neh bu?… rame banget kakak2 pramukanya
[28/05 19:37] Bu Ida Xl: Dalam acara perkemahan pramuka madrasah ( PPMN ) yg kami laksanakan setahun sekali dalam rangka mendukung program cinta bahari. Kami adakan di pantai Liang Maluku tengah
[28/05 19:40] Bu Ida Xl: Dibuka oleh bapak Menteri Agama dan ditutup oleh Menko Maritim dan SD .  Dg pelepasan tukik. Menggalakan ke anak anak untuk makan dg menu banyak ikan.  Pengibaran bendera bendera PPMN dibawah laut kedalaman 20 m. Dqn qpia unggun diatas laut
[28/05 19:42] yanti kerlip: Bu Ida..
Keren abis
[28/05 19:42] yanti kerlip: Praktik2 baik seperti ini harus menyerbu media sosial ya Bu
[28/05 19:44] Bu Ida Xl: Dan Deklarasi Pramuka Madrasah Cinta Bahari.
[28/05 19:45] yanti kerlip: 👍👍👍
[28/05 19:45] yanti kerlip: Alhamdulillah

Abadikan Ilmu dengan Berbagi

Bagi saya praktik baik sekecil apapun adalah pengetahuan baru yang harus disebarluaskan untuk menjadi lembar inspirasi belajar ramah anak. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan menimba ilmu dalam wa grup yang diisi para pelayan publik yang bekerja sepenuh hati demi kepentingan terbaik anak bangsa.

Saya mengenal Bu Ida saat beliau hadir mewakili Kemenag dalam acara yang didukung oleh GFDRR dan Wamendiknas saat itu, Pak Fasli Jalal. Acara perdana setelah Sekretariat Nasional Sekolah Aman terbentuk 25 Agustus 2011 ini menjadi perekat hubungan kami. Bu Ida yang menjabat sebagai Kasubdit Sarpras bergegas menerapkan sekolah madrasah aman dari bencana dalam rehabilitasi madrasah dan pengembangan MAN Insan Cendekia.

Bu Ida yang Sigap

Kesigapan Bu Ida dan komitmennya yang sangat tinggi untuk mengedepankan madrasah mendapat dukungan sahabat-sahabat saya di ITB88. Dr. Susy Fatena, ahli konstruksi, membantu kami menyiapkan Grand Desain Pembangunan dan Pengembangan MAN Insan Cendekia yang menjadi model Pendidikan Ramah Anak.

Bu Ida berhasil meyakinkan saya agar bisa menyertakan Kempu, BPN, BNPB, KLH, Kemkes, dan Kemdagri untuk mendukung rencana piloting di setiap provinsi tersebut. Pada kesempatan tersebut saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan perkembangan kampanye dan penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana yang kami integrasikan ke dalam Pendidikan Ramah Anak yang menjadi prioritas Asdep Pemenuhan hak Pendidikan Anak, Bu Ninin.

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana

Konsultasi Anak adalah tahap pertama dalam aksi Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (MeSRA). Pada tahap ini, sahabat-sahabat KerLiP menjadikan Safari GeMBIRA ke sekolah/madrasah mitra sebagai wahana untuk menyiapkan agen-agen MeSRA. Tujuan kegiatan Safari GeMBIRA mengenalkan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak melalui gerak dan lagu yang dikemas dalam YES for Safer School.

Kemitraan khas KerLiP dengan INGO seperti Plan, WVI, Save the Children dan lembaga UN di Konsorsium Pendidikan Bencana, Kemendikbud, BNPB, Pemprov Jabar dan Pemkot.Bandung memperluas jangkauan Safari GeMBIRA dari sisi jumlah sekolah/madrasah, sebarannya dan penguatannya dalam bentuk pelatihan fasilitator.
image

Manfaat Berjejaring

15/02 14:12] Bevita WVI: Mau nanya… mas amin waktu itu pernah kontak mbak yanti kan yah
[15/02 14:12] Bevita WVI: Soal road show sekolah aman di bandung
[15/02 14:13] yanti kerlip: Oh iya tahun lalu ya
[15/02 14:13] Bevita WVI: Rencana aku mau follow up itu mbak
[15/02 14:13] yanti kerlip: Siap
[15/02 14:13] Bevita WVI: Kapan yah kita bisa ngomongin secara detail

Kami bertemu pertama kali di ruang-ruang pembelajaran yang dilaksanakan KPB. Saat itu Bevita masih mewakili PMI. Saya belajar banyak dari PMI dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana di Pendidikan di KPB. Pendidikan Kesiapsiagaan di PMR menjadi rujukan penting dalam Konsep Sekolah Siaga Bencana yang kami susun dalam gugus tugas khusus yang dibentuk KPB. Ragam materi KIE PMI pun menghiasi dinding rumah kerlip termasuk putri kami. Tak heran jika ananda Icha yang sekarang duduk di kelas 8 SMPN 35 Bandung memilih PMR sebagai ekstrakurikuler, bahkan memenangkan lomba-lomba antar sekolah dengan Asincan (Ayo Siaga Bencana) bersama timnya.

Mentoring Sebaya dalam Safari GeMBIRA

Bulan aksi MeSRA tahun ini ditandai dengan aksi-aksi nyata dari sahabat-sahabat KerLiP. Bu Sari menyediakan diri untuk menindaklanjuti obrolan saya dengan Bevita yang kini mewakili WVI.

image

Sertifikat ini diberikan kepada 16 SD dan 3 SLB yang mengikuti kegiatan roadshow ASEAN Safe School Initiative yang kami kemas dalam bentuk Safari GeMBIRA di 2 SD dan 1 SLB. Gerakan Siswa Bersatu (GSB) Bersinar dari kelas digital 7-11 binaan Bu Nia menjadi mentor sebaya. Bu Nia menjadi narasumber dalam pelatihan singkat bagi guru-guru pendamping. “Bu Yanti, kolase anak-anak SLB saya kumpulkan untuk dipamerkan ya. Ada banyak hal yang menakjubkan dalam karya anak-anak tersebut. Mentoring sebaya di SLBN Pajajaran terbukti ampuh untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak disabilitas yang mengikuti kegiatan tersebut, “kata Bu Muftiah dari Pokja Inklusi Kota Bandung yang mengajar di SLBN A Pajajaran. Bu Nia dan GSB Bersinar yang dipimpin Sahlan menjadi daya tarik yang penting dalam Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana melalui model Mentoring Sebaya.

Kerja Hebat Bu Sari

image

Kepiawaian Bu Sari dalam menghubungkan antar pihak didukung oleh putri sulungnya, Syahna yang juga ketua Forum Anak Jawa Barat membuat Safari GeMBIRA 2016 makin sarat makna. Atas rekomendasi Bu Sari, SMK Multimedia Telkom dipercaya WVI mendokumentasikan roadshow di 2 SD dan 1 SLB tersebut. Dinas Pendidikan kota Bandung mendukung penuh dengan merekomendasikan sekolah-sekolah yang perlu diundang secara tertulis. Amanat Pak Elih, Kadisdik Kota Bandung untuk mengaktualkan model-model pembelajaran dengan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana menjadi catatan penting dalam proses yang difasilitasi WVI, STC, Plan, ASSI, Disdik Kota Bandung, SMK Multimedia dan KerLiP Bandung.

Pelatihan fasilitator Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana diikuti oleh perwakilan guru dan pengawas di 20 SD serta 3 SLB dilaksanakan oleh Plan dengan dukungan ASSI, BNPB, Kemdikbud, Disdik Kota Bandung dan KerLiP. Saya mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan dalam pembukaan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Amarossa tanggal 8 Mei 2016 pagi. Sayang sekali Bu Rena, Direktur Pembinaan PKLK tidak jadi hadir karena terjadwal kegiatan Harmoni Bersama Masyarakat di Jakarta. Pak Harta-Kabid TK SD Disdik Kota Bandung menggarisbawahi pentingnya pengarusutamaan Sekolah Aman Bencana dalam menyiapkan Bandung Masagi yang akan dilaksanakan serentak pada awal tahun pelajaran baru. Mbak Ngurah dari Plan menyampaikan apresiasinya terhadap kerja hebat Bu Sari dan memperkenalkan para inisiator ASSI.

Teriring doa untuk kesungguhan para fasilitator dalam menerapkan dan mempromosikan praktik baik sekolah/madrasah aman bencana di Kota Bandung.

image

Safari GeMBIRA di SDN Cirateun Kulon

“Ada yang gangguin, tapi seneng koq. Bisa jadi mentor buat adik-adik keren, “kata Anggi dengan senyum manisnya memulai evaluasi siang tadi. Kegembiraan anak-anak GSB Bersinar Kelas Digital binaan Bu Nia mendapatkan kesempatan untuk memfasilitasi Roadshow Sekolah Aman di SDN Cirateun Kulon terpancar selama evaluasi dilaksanakan. “Aku juga seneng. Ini pertama kalinya aku mengajar anak-anak SD, “kata anak lainnya.

image

Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah

Tidak perlu menunggu tong cantik warna warni memikat hati untuk memulai pengelolaan sampah berbasis sekolah. Sahlan dan kawan-kawan dari GSB Bersinar menyiapkan 4 plastik sampah hitam berukuran besar yang ditandai dengan kertas bertuliskan jenis sampah.

Sampahku ada dua
Organik an organik
Organik sampah busuk
An organik tidak busuk

Bait pertama lagu pemilahan sampah yang Dina lantunkan memulai kegiatan memilah sampah pada Safari GeMBiRA kali ini. Yunita menjelaskan jenis-jenis sampah dilengkapi Cika dan kawan-kawannya. “Lihat! Anak itu sampai bergegas menghabiskan air minum dalam kemasan plastik agar bisa memilah sampah dengan  kakak mentor keren-keren dari GSB Bersinar SMPN 11 Bandung, “kataku kepada Tahan dari Wahana Visi setengah berseru. Keasyikan anak-anak memilah sampah jadi kegiatan primadona. Bahkan anak-anak yang terlihat menyendiri pun terlihat aktif memilah sampah.

image

Sekolah Aman Komprehensif

Maulina dari Save The Children yang menjadi salah satu anggota Tim ASEAN Safe School Innitiative, mengingatkan pentingnya 3 pilar sekolah aman. Penjelasan Bu Sari sebagai koordinator Roadshow Sekolah Aman dari Bencana dari KerLiP Kota Bandung saya perkuat berdasarkan pengalaman roadshow GERA SHIAGA yang melengkapi penerapan Sekolah/Madrasah Aman dafi Bemcana dalam DAK Pendidikan 2011-2012.

Kali ini kami memutuskan menyederhanakan kegiatan penilaian fisik sekolah oleh-anak-anak dan guru serta memperkuat inisiatif pengintegrasian pendidikan pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah dan pentingnya manajemen kebencanaan sesuai rekomendasi Kadisdik Kota Bandung. SDN Cirateun Kulon adalah piloting sekolah aman gempa dari LIPI dan PMB iTB 2007. Bu Euis Nani, Kepala sekolah menyampaikan informasi tersebut dalam sambutannya. Beliau juga meminta bantuan fisik untuk menambah ruang kelas baru bagi 4 kelas yang dibuka siang hari. Kegiatan simulasi dari bencana pun sudah rutin dilaksanakan. Namun demikian, tak ada dokumentasi apapun yang dapat menunjukkan praktik-praktik baik mereka. Kami mengingatkan pentingnya menerbitkan surat keputisan Kepala Sekolah tentang Tim/Satgas PB di SDN Cirateun Kulon lengkap dengan protap, peta, jalur dan rambu evakuasi dan penggalangan sumber daya untuk menerapkan sekolah aman bencana.

image

Pendidikan PRB dalam kerangka Gerakan KerLiP Bersinar

image

Adik-adik peserta roadshow menyimak penjelasan kakak mentor sambil membuka brosur YES for Safer School karya Fitry dari Green SMile Inc. Alhamdulillah, WVI dengan dukungan ASSI memfasilitasi kegiatan roadshow yang melibatkan 17 SDN dan 3 SLB yang direkomendasikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.

GSB Bersinar dibantu Dina dari SeKAM melakukan mentoring sebaya untuk membuat kolase sekolah idaman anak. Di tempat lain Bu Nia memfasilitasi perwakilan guru dari SDN Cirateun Cirateun Kulon, Cibeureum, dan Komara Budi untuk menyusun rencana aksi sekolah aman dari bencana di sekolah masing-masing. Menarik menyimak rencana aksi sekolah ABG (Aman Bencana Gempa) dari Komara Budi lengkap dengan dukungan sumber daya sari KerLiP dan Save the Children. SDN Cibeureum merancang Gesit menuju sekolah aman, gerakan sehat dan bersih yang menarik dijalin dengan pendidikan karakter berhiber. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan inti dari roadshow sekolah aman bencana ini.

image

image

image

image