Bu Nia Membuka Ruang Kreativitas Anak di Kelas Digital 7-11 SMPN 11 Bandung

Alhamdulillah proses pemilahan sampah ala GSB Bersinar perlahan tp pasti mulai terlihat kemana arahnya. Ada peluang ke arah penggunaan teknologi tepat guna & inovasi sederhana. Hari ini ada 4 desain tempat sampah inovatif karya anak2 keren hebat. Mohon doanya ya bu..

Kabar gembira dari Bu Nia Kurniati, guru para pembaharu muda yang selalu semangat dan ikhlas menemani tumbuh kembang para juara di SMPN 11 ini sudah saya terima beberapa minggu yang lalu. Kreativitas Bu Nia untuk bergiat dalam pengelolaan sampah berbasis sekolah makin keren. Anak-anak bimbingannya berhasil merintis GSB Bersinar selalu gembira belajar bersama di kelas digital 7-11 mendapatkan ruang kreativitas yang tanpa batas.

image

image

Alhamdulillah, saya diijinkan untuk menunjukkan beberapa bagian dari proses pengembangan kreativitas anak dalam kerangka aksi pengelolaan sampah berbasis kelas yang luar biasa. Sungguh menakjubkan melihat bu Nia guru PNS di SMPN 11 ini tak berhenti berkreasi di tengah segala tantangan yang harus dihadapinya setiap hari.

Selamat berkarya dan menjadi pemenang sejati menggiatkan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersih, Sehat, Hijau,Inklusif, Aman, AntiKekerasan, dan Ramah Anak (KerLiP Bersinar)

Mengenal Metode Jigsaw-nya Bu Nia

Hari ini kami janjian di depan Smansa tempat forum anak Jawa Barat memperingati Hari Gizi bersama ibu Nety Heryawan. Alhamdulillah anak-anak terlihat gembira menyimak paparan Ketua P2TP2A Jabar yang istri Pak Gubernur ini. Anak-anak juga membuka layanan konsultasi gizi di dalam halaman SMANSA. Ami, saya dan Ksatria asyik mengobrolkan proses pendampingan dan mentoring sebaya di SLB Baleendah. Fitry menyusul tak lama kemudian. Rencananya kami akan mematangkan agenda sosialisasi Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar di SMPN 11 atas undangan Pak Raya, Kepala Sekolahnya. Obrolan pun makin seru.

Bu Nia ijin terlambat hadir menunggu mamih merestuinya pergi di Hari Minggu. Kami meneruskan OPeRA di Kantin Salman sambil menikmati minuman dingin murah meriah.  Strategi untuk CACT nya. Hal yang perlu diperbaiki. Jadi fasilitator harus sabar melayani

Materi per bab
1. Mindmap 7-11 dan 7-12
2. Apa yang paling ingin dipelajari
3. Bagaimana cara mendapatkan ilmu

Biotik dan abiotik: perlu mikroskop
CD pembelajaran tentang pencemaran dimanfaatkan untuk pendidikan  kebencanaan
4. Klasifikasi mendorong anak memahami alasan mengapa perlu pergi ke Bogor

Yes for safer school dlm kerangka bersinar

Saran perbaikan ekosistem dari kelas 7 menarik untuk dianalisa.
Kelompok penari bahkan menyampaikan saya ingin tahu berapa besar pengaruh kelahiran kematian dalam kehidupan. Ada anak yang mengatakan, “Saya akan survey di kampung sekitar rumah.”

Pertanyaan produktif disampaikan mengerahkan ide untuk produksi.
Buku diberikan per orang, anak-anak memilih mana yg plg dikuasai mana yg belum.
Wahyu baru paham tentang bab yg menjadi ahlinya. Ada anak yang menjadi  tutor sebaya dengan edmundo dst. Hari Kamis saya akan memberi soal 4 Bab biologi untuk pemetaan untuk soal midtest dan kenaikan kelas, semampunya.

Guru mengukur keberhasilan pemahaman pengetahuan dengan metode menerangkan dan mencatat. Guru menggunakan ceramah ketika daya serap anak belum melebih kkm.

Harapan Bu Nia, bulan Maret beres materi, anak2 kelas 7-11 akan kembali bertugas sebagai GSB Bersinar setelah setelah guru menuntaskan semua materi.

Beban yg belum dikuasai oleh setiap kelompok yang tersulit dibuat list. Bagian itu yang akan diperkuat. Loncatan belajar anak akan tampak keren diuji dengan soal dan orang tua melihat keberhasilan.

Istilah sebagai peneliti muda, ahlinya di bidang apa, jika fokus di bidang itu. Akan lebih nyaman mengajar di biologi. Ibu Nia merasa harus belajar fisika dan kimia, jadi anak-anak diminta jangan segan2 untuk mengoreksi. Kimia adalah keahlian Dimas dan Tasya.

Saat praktikum jangka sorong, alatnya beda-beda. Anak-anakenyampaikan bahwa yang esensial adalah penggunaan jangka sorong. Di belakangnya ada table kalibrasi.

Kelas 7-12 anaknya tidak terlalu hati-hati sedangkan, kelas 7-11 jadi sangat hati-hati, tampak diam, pasif, dan terlihat lepas saat kegiatan GSB. Sahlan ternyata menjadi standar yang membuat teman-teman sekelasnya lebih berhati-hati.