Sekolah Sehat

Saya bersentuhan langsung dengan Sekolah Sehat saat menyusun panduan penerapan sekolah aman bersama Pak Pancawidi dari Biro Yansos Setdaprov Jabar. Dokumen penilaian sekolah sehat dari Tim Pembina UKS Jawa Barat menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan dukungan multipihak memastikan anak-anak tumbuh kembang di lingkungan belajar yang sehat lengkap dengan ruang UKS dan Dokter Cilik serta Kelompok Kesehatan Remaja.

Kami mendukung SMAN 2 Bandung untuk dipersiapkan menjadi Sekolah Sehat Nasional. Dalam praktik di lapangan, sekolah sehat dan sekolah adiwiyata tidak berbeda jauh. Hal ini menyadarkan kami untuk mempromosikan integrasi sekolah sehat dan adiwiyata dalam panduan sekolah aman. Dan terbukti saat pendampingan di DAS Citarum dengan menjangkau SMPN 11 Bandung atas rekomendasi Kadisdik Kota Bandung, proses integrasi tersebut sebuah keniscayaan. Saat itu SMPN 11 sednag bersiap mengikutiLomba Sekolah Sehat dan Bandung Green School. Tidak lama kemudian mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata danenjadi percontohan Sekolah Aman dan Sekolah Ramah Anak.

Sekolah sehat diatur dalanSKB 4 menteri (Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri) tahun 1984 yang diperbaharui pada tahun 2003.

SKB 4 Menteri tersebut menyatakan bahwa UKS Sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, indah dan rindang, peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, baik fisik, mental, sosial maupun lingkungan dilaksanakan dengan cara:

1. Pelaksanaan 7K (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan, Kerapihan, Kekeluargaan);

2. Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan;

3. Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid dan masyarakat sekitar).

image

Sekolah sehat memiliki 10 indikator kunci ditambah dengan tersedianya Pojok UKS. Indikator tersebut adalah:

1. Kepadatan ruang kelas minimal 1,75 m2/anak;
2. Tingkat kebisingan ≤ 45 db
3. Memiliki lapangan/halaman/aula untuk pendidikan jasmani
4. Memiliki lingkungan sekolah yang bersih, rindang dan nyaman.
5. Memiliki sumber air bersih yang memadai (jarak sumber air bersih dan septic tank minimal 10 m)
6. Ventilasi kelas yang memadai
7. Pencahayaan kelas yang memadai (terang)
8. Memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan
9. Memiliki kamar mandi/WC yang cukup jumlahnya (memenuhi rasio terhadap siswa laki = 1:40, dan perempuan 1:25)
10. Menerapkan kawasan tanpa rokok.

Sumber: Buku Pedoman Pendidikan Ramah Anak dari Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Mimpi untuk menjadikan 75% sekolah lebih sehat, hijau, aman, inklusif, dan ramah anak kini kami.kemas dalam gerakan Indonesia Bersinar. Semoga tidak terjebak dalam lomba-lomba insidentil, tapi memastijan anak dengan dukungan keluarga mitra dalam mewujudkan sekolah lebih Bersih, Sehat,Inklusif, Aman, dan Ramah Anak.

SRA a la Plan Internasional

Sebuah Sekolah Ramah Anak semestinya memiliki sembilan (9) tujuan berikut ini:
1. Mendorong peran serta anak-anak baik di sekolah maupun dalam masyarakat;

2. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak;

3. Menjamin tempat yang aman dan terlindungi bagi anak-anak;

4. Menggalakkan pendaftaran dan penyelesaian;

5. Menjamin keberhasilan dan prestasi akademik anak yang tinggi;

6. Meningkatkan motivasi dan moral para guru;

7. Mengerahkan dukungan masyarakat untuk pendidikan;

8..Menjamin keselamatan dari bencana;

9. Menerapkan pembelajaran yang aktif-kreatif-menyenangkan-ramah anak

Ciri-Ciri

Tujuh ciri sekolah yang ramah anak:

1. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat inklusif, peka terhadap gender dan tidak mendiskriminasi;

2. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat efektif terhadap anak-anak;

3. Sebuah sekolah ’ramah anak’ mengutamakan kesehatan bagi anak-anak;

4. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat melindungi dan penuh perhatian terhadap seluruh anak;

5. Sebuah sekolah ’ramah anak’ akan melibatkan keluarga si anak beserta masyarakat sekitar;

6. Sebuah sekolah ’ramah anak’ mengutamakan keselamatan dari bencana;

7. Sebuah sekolah ’ramah anak’ menerapkan pembelajaran yang aktif-kreatif-menyenangkan-ramah anak

Sumber: Buku Pedoman Pendidikan Ramah Anak dari Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kota Bandung pancarkan Sinar GeMBIRA di sekolah

Bu saur pa Asep, keg.kangge sabtu tea pelatihan penggunaan dana bos utk penyelenggaraan sklh sehat, aman, indklusi, ramah anak, menyenangkan. Aya 60 sekolah (termasuk SLB & sklh Autis) terdiri dari kepsek, komite sklh & bendahara sklh. Mugi2 ibu tiasa sumping nya bu…

Alhamdulillah kabar GeMBIRA dari Bu Nia ini menumbuhkan harapan adanya keberlanjutan Gerakan Sekolah Sehat, Inklusi, Aman, Ramah Anak dan Menyenangkan. Saya langsung menyerukan kabar tersebut ke Jamjam dan Mas Amin dari Plan. Bu Rikka datang menghampiri. Kita semua gembira menyambut era baru dalam pemenuhan hak pendidikan anak khususnya di Kota Bandung.

Pak Asep adalah Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Bandung. Kerjasama kami bertiga dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan selamat dimulai saat Pak Asep menjadi Kepala SMPN 11 Bandung. Allah menjaga semangat pembaharuan tetap menyala di hati kami meski bekerja di tempat masing-masing dan jarang berinteraksi. Saya dengar dari bu Rikka, bahwa Pak Asep mendapat penghargaan pada gelar senam SLB se Jabar.

Kabar ini juga mendaoat sambutan gembira dari Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Deputi TKA KPPPA.

12/11 18:00] yanti kerlip: Alhamdulillah pemodelan SRA di kota Bandung
[12/11 18:02] yanti kerlip: Pak Asep pengawas SMP kota Bandung
[12/11 18:02] yanti kerlip: Dulu kepala SMPN 11 saat kami mendampingi upaga mewujudkan lingkungan aman, sehat, selamat, hijau
[12/11 18:44] Bu Elvy Asdep PhPA: Duh lebar pisan nya Bu Yanti. Sabtu teh aya acara nikahan alo.. salam we kanggo Pak Asep mudah2an lain waktu tiasa sumping
[12/11 18:55] yanti kerlip: Bu Elvy, muhun Bu. Saya sampai nego waktu dg Pak Kamsol. Besok pagi terbang ke Riau latih relawan berkarakter untuk Indonesia. Pintar mulai dg TamPAN taman Pendidikan Anak Negeri. Insya Allah kembali ke Bandung semalam apapun…ngejar kabar Gembira dr SMPN 11

Kawal Pendidikan

Pak Eko, Pak Iwan, Kang Dan adalah tiga pegiat yang gigih mengawal pemenuhan hak pendidikan anak di Kota Bandung. Saya beruntung dapat mengasah kesadaran kritis bersama sobat-sobat muda KerLiP dari aksi-aksi bersama ketiganya. Mulai dari Diskusi Pendidikan untuk Rakyat Miskin Kota dalam rangkaian Sepekan Aksi Pendidikan Untuk Semua 2003, lobby akbar anak tentang Pendidikan Untuk Semua, sampai yang terkini mendukung GMPP Indonesia yang dirintis orang tua wali peserta didik SMAN 20. Group kawal Indonesia Pintar yang dibuka selepas diskusi Revolusi Karakter Bangsa melalui Literasi Sejarah di Kemdikbud 10 Juli 2015 menjadi salah satu upaya kami untuk melanjutkan perjuangan di pendidikan..

Portal kawalpendidikan.org yang diluncurkan Pak Fasli bulan lalu menjadi penanda baru bagi para pegiat pendidikan untuk menyampaikan harapan kepada para kandidat pemimpin di 10 kabupaten/kota. Ide brillian yang tak boleh terlewatkan. Berbagai harapan yang terpampang di portal tersebut perlu dukungan multipihak. Saya sudah teruskan ke GMPP, namun belum melihat perkembangan terakhir.

Sinar

Belajar akan lebih menyenangkan jika sekolah benar-benar bersih, sehat, inklusi, aman, dan ramah anak. Kota Bandung memancarkan Sinar GeMBIRA melalui pelatihan yang akan menjangkau 60 sekolah termasuk SLB ini pada hari Sabtu pagi di SMPN 11. Saya langsung meminta Pak Kamsol untuk membantu mencarikan tiket pulang Jum’at malam besok agar dapat menghadiri undangan Pak Asep melalui Bu Nia. Saatnya sahabat-sahabat KerLiP meramaikan kawalpendidikan.org dengan harapan-harapan yang memperkuat Sinar GeMBIRA di Sekolah ini.

Inisiasi Jamjam mendorong Plan melalui Mas Amin untuk melakukan pemetaan lengkap dengan sistem informasi yang handal terkait baseline untuk Sinar GeMBIRA di sekolah perlu diperkuat juga. Mudah-mudahan bisa dilakukan melalui pintu yang lain sih. Penting bagi saya untuk tetap semangat bekerja dan menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Insya Allah Dia, rasulNya dan orang-orang beriman bekerja mewujudkan impian kita. Amin ya