SRA a la Plan Internasional

Sebuah Sekolah Ramah Anak semestinya memiliki sembilan (9) tujuan berikut ini:
1. Mendorong peran serta anak-anak baik di sekolah maupun dalam masyarakat;

2. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak;

3. Menjamin tempat yang aman dan terlindungi bagi anak-anak;

4. Menggalakkan pendaftaran dan penyelesaian;

5. Menjamin keberhasilan dan prestasi akademik anak yang tinggi;

6. Meningkatkan motivasi dan moral para guru;

7. Mengerahkan dukungan masyarakat untuk pendidikan;

8..Menjamin keselamatan dari bencana;

9. Menerapkan pembelajaran yang aktif-kreatif-menyenangkan-ramah anak

Ciri-Ciri

Tujuh ciri sekolah yang ramah anak:

1. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat inklusif, peka terhadap gender dan tidak mendiskriminasi;

2. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat efektif terhadap anak-anak;

3. Sebuah sekolah ’ramah anak’ mengutamakan kesehatan bagi anak-anak;

4. Sebuah sekolah ’ramah anak’ bersifat melindungi dan penuh perhatian terhadap seluruh anak;

5. Sebuah sekolah ’ramah anak’ akan melibatkan keluarga si anak beserta masyarakat sekitar;

6. Sebuah sekolah ’ramah anak’ mengutamakan keselamatan dari bencana;

7. Sebuah sekolah ’ramah anak’ menerapkan pembelajaran yang aktif-kreatif-menyenangkan-ramah anak

Sumber: Buku Pedoman Pendidikan Ramah Anak dari Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Advertisements

Children Learning Actively in Supportive School Environments (CLASSE)

Children Learning Actively in Supportive School Environments (CLASSE) – anak belajar secara aktif di lingkungan sekolah yang mendukung, terbentuk dari empat komponen utama, dengan elemen yang mendasari dan intervensi kunci yang teridentifikasi bagi setiap komponen. Komponen dan elemen ini digunakan oleh Child Fund secara global.

Komponen 1: Lingkungan Belajar yang Berpusat pada Anak

Sekolah CLASSE yang ramah anak adalah sekolah dimana anak-anak memiliki hak untuk belajar hingga potensi mereka terpenuhi di dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Sekolah CLASSE mengijinkan anak untuk belajar dengan cara berperan dalam kegiatan bersama dalam bentuk yang nyata, dimana belajar tidaklah kompetitif melainkan kooperatif.

Komponen 2: Pengajaran dan Pembelajaran Aktif yang Bermakna

Menjadi ramah anak merupakan hal yang sangat penting, namun itu bukanlah tujuannya. Anak-anak membutuhkan kurikulum dan bahan ajar yang berkualitas dan relevan; kurikulum yang diperkaya pengalaman lokal; dan kegiatan belajar yang didukung oleh bahan yang sesuai untuk membantu mereka membangun pemahaman dan pengetahuan. Serupa dengan hal ini, guru membutuhkan pelatihan dan alat mereka untuk memfasilitasi pembangunan pemahaman dan pengetahuan tersebut.

Komponen 3: Keluarga dan Masyarakat yang Terlibat

Saat keluarga dan masyarakat terlibat dengan baik di sekolah, mereka menjadi cara untuk menyediakan dukungan, juga demi memastikan akuntabilitas. Sistem/jejaring ini memberi jalan untuk advokasi; untuk perubahan kebijakan dan dukungan’ dan kesadaran sosial. Masyarakat setempat seyogyanya memandang dan memperlakukan sekolah sebagai bagian dari mereka, bukan sebagai institusi milik pemerintah, Child Fund, atau LSM lainnya yang bekerja sama dengan sekolah. Oleh karena itu, menciptakan rasa kepemilikan dan kebanggaan yang kuat akan sekolah mereka merupakan hal yang penting untuk keberhasilan sekolah.

Komponen 4: Kemitraan dan Aliansi Strategis

Child Fund menghargai dukungan di seluruh tingkat: lokal, nasional dan internasional, tetapi juga mempertahankan pentingnya bekerja dengan mitra lokal yang sadar akan konteks budaya dan lingkungan dimana Child Fund beroperasi. Dua dari kekuatan utama organisasi ini adalah kemitraan yang kuat dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, orangtua, anak, staf sekolah, dan lembaga masyarakat lokal, juga dalam dukungan yang diberikan untuk membangun hubungan yang kuat antara sekolah dan mitra lokal.

Sumber: Buku Pedoman Pendidikan Ramah Anak dari Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak