Mengenal Metode Jigsaw-nya Bu Nia

Hari ini kami janjian di depan Smansa tempat forum anak Jawa Barat memperingati Hari Gizi bersama ibu Nety Heryawan. Alhamdulillah anak-anak terlihat gembira menyimak paparan Ketua P2TP2A Jabar yang istri Pak Gubernur ini. Anak-anak juga membuka layanan konsultasi gizi di dalam halaman SMANSA. Ami, saya dan Ksatria asyik mengobrolkan proses pendampingan dan mentoring sebaya di SLB Baleendah. Fitry menyusul tak lama kemudian. Rencananya kami akan mematangkan agenda sosialisasi Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar di SMPN 11 atas undangan Pak Raya, Kepala Sekolahnya. Obrolan pun makin seru.

Bu Nia ijin terlambat hadir menunggu mamih merestuinya pergi di Hari Minggu. Kami meneruskan OPeRA di Kantin Salman sambil menikmati minuman dingin murah meriah.  Strategi untuk CACT nya. Hal yang perlu diperbaiki. Jadi fasilitator harus sabar melayani

Materi per bab
1. Mindmap 7-11 dan 7-12
2. Apa yang paling ingin dipelajari
3. Bagaimana cara mendapatkan ilmu

Biotik dan abiotik: perlu mikroskop
CD pembelajaran tentang pencemaran dimanfaatkan untuk pendidikan  kebencanaan
4. Klasifikasi mendorong anak memahami alasan mengapa perlu pergi ke Bogor

Yes for safer school dlm kerangka bersinar

Saran perbaikan ekosistem dari kelas 7 menarik untuk dianalisa.
Kelompok penari bahkan menyampaikan saya ingin tahu berapa besar pengaruh kelahiran kematian dalam kehidupan. Ada anak yang mengatakan, “Saya akan survey di kampung sekitar rumah.”

Pertanyaan produktif disampaikan mengerahkan ide untuk produksi.
Buku diberikan per orang, anak-anak memilih mana yg plg dikuasai mana yg belum.
Wahyu baru paham tentang bab yg menjadi ahlinya. Ada anak yang menjadi  tutor sebaya dengan edmundo dst. Hari Kamis saya akan memberi soal 4 Bab biologi untuk pemetaan untuk soal midtest dan kenaikan kelas, semampunya.

Guru mengukur keberhasilan pemahaman pengetahuan dengan metode menerangkan dan mencatat. Guru menggunakan ceramah ketika daya serap anak belum melebih kkm.

Harapan Bu Nia, bulan Maret beres materi, anak2 kelas 7-11 akan kembali bertugas sebagai GSB Bersinar setelah setelah guru menuntaskan semua materi.

Beban yg belum dikuasai oleh setiap kelompok yang tersulit dibuat list. Bagian itu yang akan diperkuat. Loncatan belajar anak akan tampak keren diuji dengan soal dan orang tua melihat keberhasilan.

Istilah sebagai peneliti muda, ahlinya di bidang apa, jika fokus di bidang itu. Akan lebih nyaman mengajar di biologi. Ibu Nia merasa harus belajar fisika dan kimia, jadi anak-anak diminta jangan segan2 untuk mengoreksi. Kimia adalah keahlian Dimas dan Tasya.

Saat praktikum jangka sorong, alatnya beda-beda. Anak-anakenyampaikan bahwa yang esensial adalah penggunaan jangka sorong. Di belakangnya ada table kalibrasi.

Kelas 7-12 anaknya tidak terlalu hati-hati sedangkan, kelas 7-11 jadi sangat hati-hati, tampak diam, pasif, dan terlihat lepas saat kegiatan GSB. Sahlan ternyata menjadi standar yang membuat teman-teman sekelasnya lebih berhati-hati.

“Tetaplah Anak Inspirasiku” by Nur Afiatin

Bayangkan, saat kamu merasakan kangen dengan moment masa lalu, saat terbaik dimana kamu mampu menghasilkan banyak hal untuk diri kamu sendiri atau bahkan untuk orang di sekelilingmu. Terlepas apapun niat yang mendorong kamu melakukan semua itu. Itulah yang saat ini saya alami, yahhh kangennn moment duluu…dan salah satu dari semua itu adalah  “menulis”.

Menulis yang bukan diberi patokan ilmiah, menulis yang bukan ditunjang dengan tumpukan buku, atau menulis karena dikejar deadline tugas perkuliahan. Tetapi menulis bebas yang hanya saya saja yang memiliki kepentingan, tidak terpengaruh secara langsung oleh buku yang sedang saya baca. Melainkan tulisan hasil kontemplasi, sintesis dan analysis dari proses perjalanan kehidupan yang kemudian dikemas menjadi satu hikmah.

Tepatnya, takdir Alloh melalui silaturahmi kembali saya dengan bu Yanti Kerlip di kegiatan IHT di SMP dan SMK Parawisata IT Nurul Imam pada hari Jumat tanggal 8 Januari 2016 dan berlanjut silaturahmi ke SMPN 11 Bandung pada hari senin, tanggal 11 Januari 2016 menyaksikan 30 anak CB sedang melakukan tahapan praktek dampingan GSB BERSINAR. Terbersit banyak hal yang ingin saya tuangkan dalam sebuah tulisan tentang apa yang saya pikirkan, saksikan dan dengarkan.

Seperti biasa karena sudah lama jari ini absent dari aktifitas tulis menulis walhasil sedikit kebingungan memilih gagasan awal yang harus dituangkan kedalam tulisan ini. Meskipun secara teori tahu bahwa membuat outline tulisan terlebih dulu akan lebih mempermudah dalam  proses penulisan. Tetapi saya tidak mau melakukan itu, ingin memanjakkan jari tangan ini menuliskan apapun yang secara spontan terpikirkan untuk ditulis.

Oh ya, hal yang paling menarik dari dua moment silaturahmi di atas adalah “anak”. Meskipun secara biologis saya belum memiliki anak, namun secara fitrah perempuan dan calon ibu saya sudah diperjalankan berinteraksi intensif dengan anak dan terbangun kesadaran untuk berbagi apapun yang Alloh berikan kepada saya. Anak yang lebih sering membuat saya menangis daripada diputuskan oleh kekasih hati.. Hehehe, Anak yang menyadarkan  kalau kesabaran saya menghadapi beragam dinamika hidup masih lemah, anak yang membangun kesadaran kalau saya masih banyak ketidaktahuan, anak yang membuat saya faham untuk APA dan harus BAGAIMANA sebenarnya TUJUAN hidup says.

Oleh karena itu saat menyaksikan kepolosan, ketulusan dan kecerdasan  peserta didik disekolah yang saya pimpin dan 30 anak CB di SMP 11 Bandung. Semakin menyadarkan saya untuk terus memeriksa optimalisasi peran dan tanggungjawab sebagai guru, semakin tersadarkan kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas dan performance saya sebagai guru yang BENAR dan MULIA dihadapan Alloh. Saya tidak mau terjebak dengan beragam metode dan kreativitas mengajar atau mendampingi anak yang tidak tersambung kepada nilai-nilai Ilahiyah. Kreativitas yang tidak sama sama diikhtiarkan menjadikan kita semua tumbuh kembang bersama semakin ma’rifat kepada Alloh dan Rosulnya.

image

Takjub dengan keunikan, kecerdasan dan ketulusan dari 30 anak CB ini, dari rencana aksi yang akan dilakukan ada yang akan membuat lampu evakuasi bencana khusus untuk Tuna rungu, Ada anak perempuan yg diikat rambutnya berencana akan mengajarkan simulasi bencana di sekolah, dan ada Fina yang dengan dramatisnya yang tidak ingin pintar tetapi ingin cerdas dan baik hati. Fina pun menyampaikan sambil menangis tidak mau seperti “KORUPTOR” yang pintar dan pintar tetapi tidak punya hati. Bagian yang paling menyentuh adalah saat Fina memohon kepada guru-guru untuk mengajar menggunakan hati, jangan sampai nilai atau skor angka yang dikejar dan dipaksakan. Tetapi ajarkan kami “KEBAIKAN” tuturnya, bukannya kami tidak mau kami pumya skor 100 tetapi ada hal pain yang ada di hati ini dan guru pun tidak mengetahuinya.

Wooww…. It was incredible moment, I will not forget it and I am waiting next amazing moment. Terimakasih Banyak Alloh yang maha baik, terimakasih banyak anak-anakku, terimakasih banyak bu Yanti Kerlip, teh Fitri, Teh Aas, Bu direktris Ekasari ;), Bu Nia guru inspiratif, Akmal, Angga dari komunitas peduli bangsa, Pak Usep manajer Nurul Omam yg mengijinkan saya belajar keluar,  bu Ruri dan bu Nurul yang berkenan menghandle tugas-tugas saya di hari ini dan all crew big family Nurul Imam. Ada tanggung jawab besar hari ini dan kedepan, Mudah2an kita adalah Yang pantas dan layak untuk terus mendapat pertolongan dari Alloh dalam menjalankan semua aksi baiknya. Amiin yra