Penumbuhan Budi Pekerti dengan Membaca Nyaring Sastra Indonesia

Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar menjadi tema Workshop Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan di aula RSUD Deli Serdang pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2016. Untaian pantun nan indah dari pembawa acara memberikan penanda baru dalam upaya penumbuhan budi pekerti melalui Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan oleh Komnas PA Deli Serdang pimpinan Junaidi bersama KerLiP. Alhamdulillah usulan pembacaan sastra dengan nyaring kepada Junaidi disambut antusias. Heri dan 2 kawannya membaca puisi antikekerasan dengan suara lantang diiringi petikan gitar sebelum Kepala Badan KB PP, ibu Rabiah Adawiyah membuka Workshop mewakili Bupati Deli Serdang. Suara emas perwakilan komunitas muda Cendana binaan PKBM Cendana menyanyikan lagu “Ini Tubuhku” karya Rumah Cita Kita melengkapi penampilan komunitas yang dipimpin perempuan hebat, Patimah, dalam dampingan sang suami, Junaidi. Suara anak pun diperdengarkan dalam penampilan yang memikat.

image

Kegiatan 15 menit membaca adalah bagian pembuka dari Penumbuhan Budi Pekerti yang diatur dalam Permendikbud No 23 tahun 2015. Seperti kata Chozin, staf khusus Mendikbud dalam pertemuan kami dengan Deputi Tumbuh Kembang Anak Kempppa, upaya ini untuk memanfaatkan waktu luang di sekolah dengan kegiatan-kegiatan yang memperkuat Gerakan Literasi Sekolah dan menumbuhkan karakter kebangsaan dengan membiasakan menyanyikan lagi-lagu kebangsaan sebelum memulai kegiatan belajar.

image

Kabar yang saya peroleh bahwa Staf Ahli Regulasi Kemendikbud bersikeras menyatakan upaya pencegahan dan penanganam kekerasan terhadap anak di sekolah yang diatur dalam Permendikbud 82 tahun 2015 terpisah dari upaya untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak masih menyisakan pertanyaan besar. Menurut saya pernyataan ini jauh dari visi Kemendikbud untuk menciptakan ekosistem dan insan pendidikan berdasarkan gotong royong. Sudah tidak pada tempatnya ego sektoral menghalangi upaya harmonisasi dalam kebijakan yang bermuara pada kepentingan terbaik anak.

image

Membaca Sastra Memperhalus Jiwa

Semua negara mewajibkan siswanya untuk membaca sejumlah buku karya sastra, KECUALI INDONESIA. Siswa SMA Indonesia TIDAK WAJIB MEMBACA BUKU SASTRA SAMA SEKALI (atau nol buku) sehingga dianggap sebagai siswa yang BERSEKOLAH TANPA KEWAJIBAN MEMBACA..

Kalimat di atas saya kutip dari Pak Satria Dharma penggiat Gerakan Literasi Sekolah. Membaca karya sastra negeri sendiri berarti membaca lintasan sejarah berbangsa dan bernegara melalui jalinan kata-kata nan indah dari penulisnya. Tim penulis Binar menghadirkan sejarah kebangkitan bangsa dalam bentuk narasi 100 kata dilengkapi fakta minor dalam Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual. Kata pengantar dari Mendikbud mengukuhkan upaya ini dengan jalinan kata-katanya yang selalu memukau.

image

Karya-karya sastra sarat akan nilai kehidupan. Membaca sastra berarti membaca kehidupan. Mengakrabi sastra sebuah keniscayaan dalam penumbuhan budi pekerti. Hal ini sejalan dengan salah satu filsuf, Horace, sastra berfungsi mentransformasikan nilai-nilai moral dengan menyenangkan dan bermanfaat (dulce et utille). Jiwa yang terasah dengan kehalusan budi akan jauh dari kekerasan namun tetap tangguh dan tegas terhadap segala penyimpangan perilaku.

Mari singkirkan ego diri dan ego sektoral dengan melakukan harmonisasi kebijakan yang mendukung upaya pencegahan terhadap kekerasan melalui penghayatan terhadap karya-karya sastra negeri sendiri dalam upaya penumbuhan budii pekerti anak-anak bangsa.

Belajar dari Guru Profesional yang Ramah Anak

Untuk kesekian kalinya aku kagum dengan cara Tety mengelola kelas. Ia sangat piawai berbicara di depan kolega sesama guru. “Jawaban fasilitator sangat cerdas, Teh. Banyak yang perlu di highlight, caranya memfasilitasi sangat cerdas, “kata Mas Nanang di sebelahku mengomentari Tety, guru profesional yang ramah anak. Kesaksian guru yang juga pengurus PGRI itu sempat mengusik kegelisahanku. Hampir saja aku tak dapat menguasai diri. Mas Nanang, sahabat lama pegiat perlindungan anak yang juga Tim Penilai KLA menahanku untuk merespon. “Kita biarkan dinamika kelompoknya bekerja saling mengisi, “ujarnya perlahan.

image

“Disiplin bagi anak sangat perlu, tapi tak perlu main fisik seperti militer, “kata Bapak berpakaian hitam yang mewakili orangtua/wali. Ia berkali-kali menyampaikan teori Freud tentang tumbuh kembang anak dan pentingnya menerapkan SRA sesuai usia anak. Tety, guru SMAN 24 Jakarta yang kini menjabat Bendahara DPP FGII menunjukkan kepiawaiannya mengelola kelas. Ia makin apresiatif merespon kesaksian koleganya dari PGRI. “Idealisme guru yang menggebu di waktu muda dan terus melembut seiring dengan bertambahnya usia, benarkah Bapak/Ibu? Tak perlu menyangkal, saya juga mengalaminya. Organisasi profesi seperti FGII dan PGRI harus segera mengambil peran untuk menjadi tempat bertanya bagi anggotanya. FGII sudah memulai Klinik Guru di Way Kanan Lampung. Jangan-jangan yang perlu diterapi kita sendiri ya, “ujarnya sambil berjalan ke bagian belakang.

DPD FGII Jatim Keren

Pelatihan SRA bagi Guru dan Pendidik Jawa Timur ini terselenggara berkat kolaborasi yang dilakukan DPP FGII, Pak Bambang dengan Bu Bekti dari SD KITA yang bergegas menerima peluang yang kami giatkan bersama sahabat-sahabat KerLiP, GENTaskin, dan Gerakan Indonesia Pintar. Kemitraan KerLiP dengan Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreativitas dan Budaya Deputi Tumbuh Kembang Anak Kempppa dan DPP FGII sangat kondusif untuk menjangkau guru, kepala sekolah, dan para pendidik.

image

Pak Bambang, guru SMKN di Sampang yang juga DPP FGII memperkuat DPD FGII Jatim menjelamg kongres FGII pertengahan Mei nanti. “Ada tiga guru di sekolah kami yang bergabung dengan DPD FGII Jatim, Bu, “ujar salah seorang peserta. Peserta lainnya menyampaikan gagasannya untuk menindaklanjuti pelatihan ini dengan Forum Guru Ramah Anak Jatim. Alhamdulillah, keputusan yang sangat tepat mengajak Tety hadir sebagai Narasumber pelatihan SRA di Edotel SMKN Buduran Sidoarjo. Pelatihan ini diikuti 40 guru, pendidik, orang tua/wali dari Kabupaten Malang, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Surabaya. Seluruh pendanaan disediakan oleh Kempppa melalui Bu Elvi, Asdep yang merakyat dan baik hati.

Generasi Pemberantas Kemiskinan

Pertemuan para perintis Generasi Pemberantas Kemiskinan (GENTaskin) malam itu terasa istimewa dengan kehadiran bendahara FGII, Tety Sulastri. Beberapa pertanyaan produktif terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diajukan Sukma, dijawab Tety dengan lugas.

image

Ada 2 hal yang kami siapkan untuk mengaktifkan GENTaskin mulai 2016:
1. Perluasan SM3T menjadi Bela Negara untuk Indonesia Sejahtera

image

2. Penelitian terkait KKS

[08/03 11:04] Sukma 88 Relawan: tujuan penelitian :
1.melakukan evaluasi atas basis data (termasuk mekanisme veri vali) kpd calon penerima kip anak yg berada diluar sekolah, anak panti dan anak yg berkebutuhan khusus
2. Mengidentifikasi ketepatan sasaran program kip u kelompok2 tersebut
3. memberikan rekomendasi untuk perbaikan ke depan

[08/03 11:06] Sukma 88 Relawan: Metode : kuantitatif dan kualitatif

Sampel : penerima kip dibedakan berdasarkan kelompok, masing2 100 orang (?) atau cukup informan saja, yg mewakili seluruh stakeholder
[08/03 11:07] Sukma 88 Relawan: Lokasi :  di perkotaan dan perdesaan, jawa – luar jawa
[08/03 11:07] Sukma 88 Relawan: Waktu : minimal 4 bulan

image

Bansos untuk Guru Honorer

Pertemuan semalam menjadi bahan diskusi saat makan siang bersama Komisi VIII dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin. Kami sepakat untuk memasukkan guru honorer dalam sasaran PBI terutama yang berpenghasilan di bawah 300 ribu rupiah/bulan. Honorarium 10 ribu/jam tatap muka yang diperoleh guru honorer yang bekerja di sekolah yang diselenggarakan masyarakat peduli pendidikan menjadi alasan utama.

Informasi ini disampaikan Pak Samsuniang dari Komisi VIII kepada ibu Tety. DPP FGII langsung menyebarluaskan kabar gembira ini. Tety didukung Cak Bambang, Wakil Sekjen DPP FGII untuk membuka posko bantuan sosial untuk guru honorer. Kehormatan bagi saya mendukung upaya advokasi ini sebagai bagian dari pemberantasan kemiskinan. Wa grup baru pun dibuka untuk menampung aspirasi secepatnya agar terkumpul data 1 juta guru honorer yang berpenghasilan di bawah 300 ribu rupiah sebelum tanggal 20 Maret 2016.

Kawal Indonesia Pintar

Konsistensi jurnalis keren dari Harian Analisa Medan dalam mengawal Indonesia Pintar sungguh mengagumkan. Saya kembali tergerak untuk menanggapi dengan sungguh-sungguh setelah memenuhi undangan diskusi Sekolah Aman-Anti Kekerasan atas nama Gerakan Indonesia Pintar. Tidak sedikit sahabat pegiat pemenuhan hak pendidikan anak yang bertanya mengapa nama saya tidak tercantum dalam lampiran undangan tersebut. Padahal nama lengkapnya ada mewakili Gerakan Indonesia Pintar dan Nurasiah Jamil mewakili KerLiP.

Waktu menunggu saya manfaatkan untuk berfoto bersama Prof. Arif dan kawan-kawan.

image

Gerakan Indonesia Pintar

Sejak didirikan tahun 2014 lalu, Gerakan Indonesia Pintar saya serahkan sepenuhnya kepada Sekjen dan wasekjen terpilih. Sayang sekali kesibukan Sekjen GIP yang bergiat di CDCC, GIM, MUI, Siaga Bumi, dst membuat gerakan ini berputar di sekeliling kami. Upaya Raka Pare dan SeKAM di Jabar dan Jateng dan rintisan Tampan di Riau sudah menjangkau ribuan anak putus sekolah. Namun demikian, temuan-temuan dari jurnalis Medan yang pernah menjadi koordinator program kami pasca erupsi Sinabung menggugah kesadaran baru. Saya share beberapa link yang sudah tersedia di website resmi.

image

Diperlukan gerakan untuk membantu peningkatan literasi kelompok miskin perkotaan dan pedesaan terhadap program Indonesia Pintar. Pemerintah sudah menyediakan berbagai situs terkait Program Indonesia Pintar, tapi belum menjangkau masyarakat termasuk para jurnalis peduli pendidikan di daerah.

Ayo kembalikan anak-anak kita ke sekolah. Sekolah yang mencerdaskan. Sekolah kehidupan. Sekolahnya manusia yang Bersinar Menyenangkan.

image

OPeRA Sahabat KerLiP di Akhir Pekan

Kabar GeMBIRA dari SeKAM

[10/01 16:05] Ksatria Stks: Satria sedang diskusi dengan save the children terkait pelatihan yg akan dilaksanakan untuk anak2 putus sekolah dan anak yg merjinal lainnya di kota Bandung

[10/01 16:12] Ksatria Stks: Pelatihannya rencananya akan di adakan selama 3 bulan mencakup: 1. Life skills training. 2. Vocational training 3. Kewirausahaan. Dari ke 3 tsb sasaran diminta untuk memilih 1 pilihan antara 2 & 3. Sedangkan life skills wajib

[10/01 16:14] Zamzam Muzaki SM: Life skill nya apa?

[10/01 16:21] Ksatria Stks: Motivation class, menganalisis kebutuhan diri, dan proses pembelajaran membuat cv dan wawancara kerja

Gerakan Indonesia Pintar (GIP) TamPAN Riau

[07/01 21:55] Haryono Orang Laut: Rapat materi ajar tampan untuk kelas ajar perdana 9 dan 10 januari.

[07/01 21:56] yanti kerlip: Keren

[07/01 21:57] Haryono Orang Laut: Materi
Hari 1. Gotong Royong.
Hari 2. Wawasan kebangsaan

[07/01 21:57] yanti kerlip: Saran nih: Peduli diri dulu

[07/01 21:58] yanti kerlip: Zamzam ada satuan pembelajaran yg dulu disusun untuk ABH

[07/01 21:59] yanti kerlip: Saya dan bu Nia fasilitasi Kawah Kepemimpinan Pelajar3 jam

[07/01 21:59] yanti kerlip: Kita ajak anak2 ADEM papua untuk membuat book of me

[07/01 21:59] yanti kerlip: Mengenal Mandala diri, Iklan Diri, Dreams board

[07/01 22:00] yanti kerlip: Materi ini kita jadikan modul di Pendidikan Layanan Khusus untuk penyintas anak di SMAN 1 Simpang Empat Tanah Karo

[07/01 22:01] Haryono Orang Laut: Wah,,,keren,,,izin adopsi ya kak.

[07/01 22:01] yanti kerlip: Silakan

[07/01 22:05] yanti kerlip: Dikelompokkan
Diminta gambar lingkaran
Bagi empat 4 untuk membantu setiap anak dapat menemukan potensi dirinya:

1. Ceritakan tentang lagu yang sangat menginspirasi kalian dan menggambarkan perasaan kalian saat ini.

2. Ceritakan hal sangat membanggakan kalian dalam 6 bulam terakhir tetapi bukan prestasi akademik maupun tentang kejuaraan.

3. Ceritakan tentang keinginanmu yang sampai hari ini belum tercapai.

4. Ceritakan tentang rencana kalian dalam 6 bulan kedepan, baik sebagai peserta didik Tampan

[07/01 22:10] Haryono Orang Laut: Ok. Klop kak yanti.

[07/01 22:32] Rizki Saputra: Wah..mantap juga tu usulan kak yanti, speertiny hri pertama semua relawan yg bertugas mesti menggali potensi siswa dulu…

[07/01 22:34] yanti kerlip: 1 siklus antara 3-6 jam tergantung peserta
[07/01 22:36] yanti kerlip: Setiap bagian 2 menit/orang dan bergantian. Jika 5 orang/kelompok = 2 mnt x 5 org x 4 bag= 40 menit
[07/01 22:37] yanti kerlip: Susun iklan diri 15 menit
Susun dreams board dari 3 potensi terpilih 45.menit
[07/01 22:37] yanti kerlip: Presentasi 5 menit/orang
[07/01 22:38] yanti kerlip: 30 orang/kelas  = 150 menit
[07/01 22:40] yanti kerlip: Susun narasi 20 menit: total 4,5 jam

[07/01 22:41] yanti kerlip: Alat dan bahan
1. Majalah/koran bekas
2. Gunting
3. Lem
4. Spidol
5. Buku gambar keci
6. Recorder/video cam
7. Mikrofon

[07/01 22:50] yanti kerlip: MANFAATKAN Potensimu (vision board)
Pilih gambar/huruf/kalimat dair majalah/koran bekas, gunting dan tempel dengan alur
awal:
1. apa yang akan dilakukan?
2. potensi apa saja yang akan mendukung?
3. Bantuan apa yang diperlukan?

berproses:
1. akan dilakukan dimana?
2. apa saja yang bisa dilakukan?
3. siapa saja yang akan melakukannya?
4. kapan harus dilakukannya?

hasil:
1. berapa lama dapat dicapainya?
2. Prediksi hambatan?
apa solusinya?
3. Target akhirnya berupa apa?

[07/01 23:39] Imam Indosat: Mbak Yanti emang keren…selalu menginspirasi! Benar2 pejuang pendidikan…

[07/01 23:41] yanti kerlip: Alhamdulillah…mudah2an bermanfaat ya

[08/01 00:57] Zamzam Muzaki SM: Mantaaaap

Praktik Baik Zamzam dengan ABH

[08/01 05:52] Zamzam Muzaki SM: Saat mendampingi anak2 ABH, bikin peta hidup sbg dasar utk pengembangan softskill dan hardskill anak. Pelaksanaan dari peta hidup mirip2 yang bu yanti sampaikan cuma menggunakan games, dan wawancara dengan pendekatan apresiatif inquiry

[08/01 05:53] Zamzam Muzaki SM: Hasilnya adalah peta hidup yang menunjukan siapa diri anak dan nilai-nilai serta pengalaman apa yang selama ini sudah berjalan baik

[08/01 05:57] Zamzam Muzaki SM: Dilanjut dengan pemetaan minat dan bakat, karena kami sepakat proses selanjutnya adalah pendidikan softskill melalui media ekspresi sesuai dengan minat bakat anak melalui musik, kriya, drama, sastra dan literasi dasar.

[08/01 06:01] Zamzam Muzaki SM: Muncul literasi dasar karena banyak ABH yg belum bisa baca tulis hitung meski usia sudah belasan tahun, ini dilakukan krn penekanan kami pada pengembangan softskill utk mengeluarkan mereka dari stigma negatif agar tumbuh semangat, kepercayaan diri dan optimisme anak bahwa mereka masih dapat bermimpi dan kehidupan mereka ke depan akan mereka usahakan utk mewujudkan mimpi2.

[08/01 06:10] Zamzam Muzaki SM: Proses pengembangan softskill melalui media ekspresi mengikuti pola 4D (discovery, dreaming, design dan delivery/destiny) sehingga saat mereka keluar dari penjara, anak-anak2 sudah memiliki spirit positif, mimpi dan langkah2 nyata dalam mewujudkan mimpi mereka. Apresiatif inquiry dilakukan utk muncul perubahan pisitif dalam diri anak. Pengembangannya berbeda kalau nanti arah pengembangannya pada pendidikan kesetaraan (paket A, B, C) atau pengembangan sekolah terbuka, sekolah kecil dst.
[08/01 06:13] Zamzam Muzaki SM: Pekanbaru kalau gak salah menjadi percontohan juga utk pengembangan LPSA/LKSA utk pendidikan anak2 yang berkonflik dengan hukum

Praktik baik Tampan Riau

[08/01 06:28] Rizki Saputra: Betul mas zam zam..untuk di Pekanbaru ini 2 bulan pertama ini kita coba menggali potensi diri anak, yang pada akhirnya nanti kita dapat menginventrisir bakat dan minat anak sehingga memudahkan kita dalam pembimbingan sofskillnya….

[08/01 06:30] Tampan Miko: Pola2 yg dari mbak yanti “mandala diri”.., jg perlu di adopsi tu pak sekjen..

[08/01 06:35] Rizki Saputra: Betul bang mik, jika sofskill sudah terbimbing dg baik potensi anak sudah tergali, maka pembimbingan hardskillny jadi semakin lebih mantap..

[08/01 06:40] Rizki Saputra: Sambil berjalan nanti, kompetensi para relawan juga harus kita kembangkan supaya meiliki persepsi yang sama terkait pendekatan pembimbingan yang akan kita terapakan….

[08/01 06:44] Rizki Saputra: Untuk relawan yang akan bekerja minggu ini, semua sudah kami infokan dan diskusikan secara umum pada rapat tadi malm agar dalam pembimbingan bisa menerapkan pendekatan dan metode sbagaimana yang kak yanti dan mas zam ceritakan di atas, semog bisa terlaksana…

[08/01 06:47] Rizki Saputra: Pada angkatan pertama ini sepertinya kita sambil berjalan sambil menemukan pola yang cocok dg karateristik peserta didik tampan supa proses pembimbingan juga enjoy full learning and teaching by doing….

[08/01 07:07] yanti kerlip: Alhamdulillah…jum’at barokah untuk semua anak bangsa dan kita…insya Allah

[08/01 07:16] Zamzam Muzaki SM: Alhamdulillah, insyaallah lancar dan sukses… saluuut💪💪

[08/01 20:19] Haryono Orang Laut: Besok Mulai Sekolah Tampan Perdana,,,,Deg…deg..an seperti saya yg mau masuk sekolah,,,perasaan senang ini sama ketika saya mau masuk SD kelas 1 (catatan orang laut masa saya tak pakai TK)

[08/01 20:25] Rizki Saputra: Mmm…besok kita akan berbaur dg adek2 siswa tampan generasi muda penerus bangsa..

[09/01 02:13] Zamzam Muzaki SM: Semoga suksees kelas pertama nya

[09/01 04:20] yanti kerlip: Selamat belajar bersama anak-anak negeri tercinta

[09/01 07:34] Rizki Saputra: 👍👍

[09/01 07:41] Tampan Miko: Selamat bertugas temen2 relawan tampan.., saya yakin Dan percaya.., sekecil apapun kita berbuat kebaikan.., insha Allah.., Allah SWT akan membalas nya dengan sebuah kebaikan.., mari kita Bantu anak bangsa yg membutuhkan layanan pendidikan, khususnya “anak putus sekolah”. Bravo tampan riau..✊🏻✊🏻👍
[09/01 08:27] Zamzam Muzaki SM: Mantaap TAMPAN riau semakin tampan 👍👍💪💪

[09/01 08:29] Rizki Saputra: Pak yon, jangan lupa nanti kegiatan pembimbingan hari ini di kedua kelas kampus panam didokumentasikan ketua..

[09/01 08:57] Haryono Orang Laut: Hari ini saya pergi beli sarapan berjumpa dg seorang anak bernama Aziz
Dengan lesu berjalan sambil membawa raport ditangan.
Saya panggil.
Saya : Azis, sini lihat rapornya.
Sambil berjalan kearah saya dan menyerahkan rapornya.
Saya baca ternyata nilainya tdk begiti buruk.
Saya : Azis kamu ranking 28 dari 35 siswa. Kamu hebat.
Saya lalu menepuk pipi imut anak kelas 1 SD tsb.
Dengan muka berkaca dia kembali bangkit dan melompat pulang kerumah sambil berteriak…
Azis : hore,,,saya ranking 28.
Menurut saya anak tidak peduli angka rapor, ia hanya butuh kepedulian dari kita.
Sampai jumpa di masa depan azis dan sayapun berlalu.

Gerakan Indonesia Pintar Riau Sudah Dimulai

[29/12 21:04] Rizki Saputra: Info terkini: Klasifikasi siswa TAMPAN rayon Rumbai:
1. Berdasarkan kelompok pendidikan: — paket A 9 orang
paket B 16 orang
paket C 36 orang.

2. Berdasarkan kelompok peminatan:
otomotif 24 orang,
komputer 6 orang,
jahit 6 orang,
wirausaha 2 orang,
desain grafis 2 org,
tataboga 3 orang,
musik 2 org,
salon 1 orang,
olahraga 3 org,
11 orang blum menentukan peminatan…
ayo kita eksekusi….

[29/12 21:10] Zamzam Muzaki SM: Mantaaaap

[29/12 21:13] Rizki Saputra: 🙏

[29/12 21:16] Tampan Miko: 👍

[29/12 21:16] Tampan Miko: Baik pak sekjen..

[29/12 21:26] Rizki Saputra: Oke bang miko, itu data kita untuk rumbai…

[29/12 21:29] Tampan Miko: Mantaap pak sekjen.., kemudian akan kita tambah lg utk yang di panam kec tampan..

[29/12 21:31] Tampan Miko: Kemudian kita lanjutkan utk Tenayan Raya.., kira-kira bagaimana?

[29/12 21:36] Rizki Saputra: Oke bang Miko. Jika dewan pembina, ketua umum, ketua harian berkenan, bang miko. bagusnya kita ada merapat untuk membicarakan rencana kegiatan tgl 4 Kanuari, skaligus Tenayan Raya….

[29/12 21:38] Haryono Orang Laut: Boleh, setuju👍:mrgreen:

[29/12 21:42] Rizki Saputra: Posisi terkini ketua harian sudah di pekanbaru kah?

[29/12 21:44] Haryono Orang Laut: Belum pak sekjen masih di Padang besok masih urusan ke puskom dan bank nagari, lusa ke pembimbing, mohon do’a ya.

[29/12 21:45] Rizki Saputra: Oh..gtu, oke semoga sukses…

[29/12 21:52] Haryono Orang Laut: Amin…saya sdh merasa bagaimana pedih dan susahnya mau putus sekolah jadi tidak boleh lagi ada yg merasa perih yang sama krn hampir atau telah putus sekolah. Bersyukur ada Tampan yang peduli,
Saya Master Pertama Produk Tampan. Thanks to
1. Pembina Tampan
    DR.Kamsol, MM
2. Penasehat Tampan
     Udo Tampan
3. Ketum Tampan
    DR. Adolf.B.T, M.Pd
4. Kabid Tampan
    Miko Lesmana
5. Sekjen Tampan
    Riki.Z, M.Pd

[29/12 22:13] Zamzam Muzaki SM: 👍👍👍

[29/12 22:35] Bang Alpha: mantap sekali 👍👍👍👍

[29/12 23:36] Widhe TAMPAN RIAU: Tenayan raya camat dan lurah sedang mendata pemuda yang putus sekolah semoga dengan prlgram ini bisa meningkatkan kereatifitas dan skill pemuda. Mantap bravo

[29/12 23:38] Widhe TAMPAN RIAU: Karang taruna kelurahan Rejosari kec Tenayan Raya siap bantu menjadi instruktur bengkel motor dan modif, silahkaan kunjungi facebook karang taruna kelurahan rejosari kecamatan tenayan raya kota pekanbaru semoga bisa bekerjasama. Amin

[30/12 00:38] yanti kerlip: Wah keren banget nih Tampan…kerja dalam senyap pastikan GIP di Riau menggeliat dan puluhan, ratusan, ribuan anak muda Riau tumbuh mandiri cerdas trampil berakhlak mulia. Ketua Pelaksana Harian bisa bantu pemilahan berdasarkan usia dan L/P?

Alhamdulillah, para pengurus Tampan Riau berkomitmen penuh untuk terus bekerja  menggiatkan Gerakan Indonesia Pintar agar tak ada seorang pun anak yang putus sekolah.

Pemetaan anak putus sekolah dan peminatan keterampilan hidup ini digagas dan dikawal langsung oleh Pak Kamsol Ketua dan Pendiri Gerakan Indonesia Pintar yang kini menjadi Kepala Dinas Pendidikan Riau. Pak Adolf, menjadi Ketua Umum Tampan menggerakkan ratusan mahasiswa menjadi relawan berkarakter dan memelopori kegiatan peduli pendidikan dengan melakukan pemetaan langsung ke berbagai pelosok.

Pendidikan keterampilan hidup di SMK terdekat menjadi prioritas untuk menarik minat anak-anak putus sekolah kembali menikmati pendidikan.

image

Para Pelopor Peduli Pendidikan

Teriakan Pak Polisi diikuti suara lantang 250 relawan Tampan masih terngiang di telinga. Senang, haru, dan bangga menyaksikan Gerakan Indonesia Pintar tang digiatkan para pengurus Tampan Riau. 

image

[22/12 19:09] Pak KAMSOL lg: Selamat bergubung wide ( TVRI )di Taman pendidikan anak negeri , dibawah wadah gerakan indonesia pintar kita majukan anak bangsa
[22/12 19:17] ‪+62 821-7114-1117‬: Mari bersama sama majukan pendidikan diriau
[22/12 21:21] Tampan Miko: Mencari informasi ttg mengapa alasan putus sekolah, kapan putus sekolah, dimana sekolah sblm nya Dan keterampilan apa yg di inginkan
[22/12 21:29] Tampan Miko: Kalau saat ini dilakukan rumbai…, maka minggu depan akan ada sosialisasi dan pendataan anak putus sekolah di wilayah kec. Tampan pekanbari
[22/12 21:36] Pak KAMSOL lg: Selamat datang dan selamat bergabung Mokhtiar dari Riau terkini.com
[22/12 21:36] Pak KAMSOL lg: Bergabung di taman pendidikan anak nederi
[22/12 21:37] Pak KAMSOL lg: Kalau saat ini dilakukan rumbai…, maka minggu depan akan ada sosialisasi dan pendataan anak putus sekolah di wilayah kec. Tampan pekanbari
[22/12 21:44] Adolf GiP Tampan Riau: Tampan akan buka di tampan
[22/12 21:44] Haryono Orang Laut: Dan dihadiri oleh orang orang tampan.
[22/12 21:58] Zamzam Muzaki SM: Mantaaaap
[22/12 22:15] yanti kerlip: Tampan Riau makin keren
[23/12 12:37] Tampan Miko: Terimakasih  PR 2 UR Bpk. Prof. Dr. Sujianto M.Si Dan Dekan Fkip-UR Bpk. Prof. Dr. M. Nur Mustafa dan temen2 UR lainnya..
[23/12 12:40] Tampan Miko: Atas dukungan yg diberikan kpd ketua harian Tampan Tampan Riau agar bisa segera menggelar tesis S2 nya…
[23/12 22:29] Haryono Orang Laut: Pahlawan itu disekitar kita thanks DR.H.Kamsol, DR.Adolf Tambusai, Udo Tampan dan Pak Menkes Lesmana Miko.
[24/12 15:23] Rizki Saputra: Bagaimana kalo malam ini kita meeting di ruang rapat klinik ketum Dr. Adolf untuk evaluasi acara rumbai dan persiapan acara pengenalan akademik bagi siswa baru TAMPAN wilayah panam. Adakah yang berkesempatan. Pak ketum gimana?
[24/12 15:24] Adolf GiP Tampan Riau: Ketua harian merantu ke padang berangkat hari ini. Tunggulah dia balik dulu
[24/12 18:31] yanti kerlip: Relawan GIP Tampan Riau keren…maju terus utk pendidikan anak2 negeri tercinta ya
[24/12 18:32] Haryono Orang Laut: Selalu bu yanti…😄

image

Sampai hari ini sebanyak 61 anak putus sekolah sudah terdata dan siap menikmati kembali hak atas pendidikan melalui GIP-Tampan Riau.

Alhamdulillah, Pak Kamsol mendapat dukungan dari berbagai kalangan dalam pengelolaan Pak Adolf dan Haryono. Mereka para pelopor pendidikan yang sebenarnya.

image