Tety Sulastri: Pejuang Perbaikan Kondisi Kerja Guru Tanpa Jeda

“Aku jongkok berjam-jam di depan pintu mobil Pak xxxxx. Akhirnya Ia membuka pintu dan memelukku sambul mengajak masuk, “Tety berkata sambil memeragakan kembali perjuangannya menemukan rasa keadilan. Sonny memperkuat kisah mereka saat memperjuangkan perbaikan kondisi kerja bagi guru PNS melalui Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP). Saya bertemu keduanya tahun 2005 saat bergabung dengan Koalisi Pendidikan mengawal UU Guru dan Dosen. Tety, Sony, Bambang, Pak Amir, Pak Suparman, Pak Gino, Pak Iwan, Pak Hartono, Pak Samsunyang adalah beberapa pelopor perbaikan sistem pendidikan nasional yang mendirikan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).

image

Ijin share ya

Kabar gembira bagi guru dan pendidik honorer.

Hasil pertemuan dengan Ditjen Penanganan Fakir Miskin dan anggota Komisi VIII DPR RI disepakati, bahwa Kemensos akan menyiapkan perlindungan dan jaminan sosial bagi 1 juta guru dan pendidik honorer yang memiliki pendapatan <300 rb/bulan.

DPP FGII membuka posko bantuan guru independen sampai 20 Mei 2016 dengan dukungan dari anggota Tim Pokja TPPO dan KTPA Kemensos dari GENTaskin dan KerLiP.

Sila japri ke wa no 085695432311 Tety Sulastri, guru SMAN 24 Jakarta, bendahara DPP FGII ya

Mohon berkenan menyebarkannya

Silakan Bapak dan Ibu kumpulkan teman teman untuk mendaftar dengancara:
1.  Buat  daftar dalam format MS exel, kolomnya no, nama, nama sekolah/madrasah/satuan pendidikan, alamat sekolah/madrasah/satuan pendidikan, besarnya gaji/honorarium bulanan, nomor tlp dan HP
2. kirim ke email tetysulastri@yahoo.com 
syarat lain menyusul ktp, kk, bukti terima honor/gaji dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan baik yg diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat
….
[29/03 01:10] Sgj Tetty: saat ini dibutuhkan orang2 bijak yang berfikir cerdas dan logika yg tangguh untuk melakukan sesuatu terkait dengan tumpukan persoalan
[29/03 01:10] Sgj Tetty: kepribadian yang utuh dan tangguh saja yg dapat bertahan untuk melanjutkan perjuangan yg abadi
[29/03 01:10] Sgj Tetty: Butuh proses panjang untuk mendapatkan kepribadian yang utuh.
……
[29/03 01:10] Sgj Tetty: semoga masih ada kesempatan untuk menyelesaikannya, agar kita menjadi orang-orang dewasa dalam pikir ,rasa, dan karsa….

Suara Tety yang menggelegar mengisi semua lorong SMAN 24 Jakarta . Integritasnya sebagai guru kritis tak perlu diragukan. Tety sebenarnya bisa duduk manis menikmati pemandangan alam Nusantara nan permai bercengekerama dengan sahabat dengan statusnya sebagai Guru PNS di Jakarta. Pejuang tangguh ini selalu hadir di sekolah tempatnya mengajar sebelum bel berbunyi. Anak-anak selalu mengerumuninya di Pepustakaan Sekolah. Kata-katanya yang spontan dan kasar tidak menghilangkan kewibawaannya sebagai guru profesional yang ramah anak.

Memperjuangkan Linjamsos Pendidik Honorer

Tahap pertama pengumpulan data guru dan pendidik honorer dari seluruh pelosok NKRI sedang disiapkan tim handal yang direkrut Tety dengan biaya mandiri. “Keluargaku benar-benar mendukung, Teh. Allah Maha Mendengar. Telpon Pak Juri saat kita makan siang dengan Bambang dan Sony di kantin Kemdikbud menunjukkan bahwa aku tidak bohong. Aku diundang sebagai perwakilan FGII. Pak Juri mengenalku saat menyiapkan Simposium di Hari Guru Nasional 2015, “kata bendahara FGII ini dengan berapi-api.

Tekadnya untuk memperjuangkan perlindungan dan jaminan sosial bagi guru honorer dan pendidik di sekolah/madrasah/satuan pendidikan lainnya sudah bulat. Saya mendukung penuh dengan mengaktifkan semua jejaring pendukung KerLiP. Saya juga menyediakan kedudukan terhormat di Perkumpulan KerLiP jika Tety memerlukan untuk wadah perjuangan pendidikan tanpa jeda yang dilakukannya bahkan sebelum saya pindah ke Jakarta tahun 2005 lalu.

Selamat bekerja demi kepentingan terbaik anak bangsa, sahabatku

Advertisements

Generasi Pemberantas Kemiskinan

Pertemuan para perintis Generasi Pemberantas Kemiskinan (GENTaskin) malam itu terasa istimewa dengan kehadiran bendahara FGII, Tety Sulastri. Beberapa pertanyaan produktif terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diajukan Sukma, dijawab Tety dengan lugas.

image

Ada 2 hal yang kami siapkan untuk mengaktifkan GENTaskin mulai 2016:
1. Perluasan SM3T menjadi Bela Negara untuk Indonesia Sejahtera

image

2. Penelitian terkait KKS

[08/03 11:04] Sukma 88 Relawan: tujuan penelitian :
1.melakukan evaluasi atas basis data (termasuk mekanisme veri vali) kpd calon penerima kip anak yg berada diluar sekolah, anak panti dan anak yg berkebutuhan khusus
2. Mengidentifikasi ketepatan sasaran program kip u kelompok2 tersebut
3. memberikan rekomendasi untuk perbaikan ke depan

[08/03 11:06] Sukma 88 Relawan: Metode : kuantitatif dan kualitatif

Sampel : penerima kip dibedakan berdasarkan kelompok, masing2 100 orang (?) atau cukup informan saja, yg mewakili seluruh stakeholder
[08/03 11:07] Sukma 88 Relawan: Lokasi :  di perkotaan dan perdesaan, jawa – luar jawa
[08/03 11:07] Sukma 88 Relawan: Waktu : minimal 4 bulan

image

Bansos untuk Guru Honorer

Pertemuan semalam menjadi bahan diskusi saat makan siang bersama Komisi VIII dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin. Kami sepakat untuk memasukkan guru honorer dalam sasaran PBI terutama yang berpenghasilan di bawah 300 ribu rupiah/bulan. Honorarium 10 ribu/jam tatap muka yang diperoleh guru honorer yang bekerja di sekolah yang diselenggarakan masyarakat peduli pendidikan menjadi alasan utama.

Informasi ini disampaikan Pak Samsuniang dari Komisi VIII kepada ibu Tety. DPP FGII langsung menyebarluaskan kabar gembira ini. Tety didukung Cak Bambang, Wakil Sekjen DPP FGII untuk membuka posko bantuan sosial untuk guru honorer. Kehormatan bagi saya mendukung upaya advokasi ini sebagai bagian dari pemberantasan kemiskinan. Wa grup baru pun dibuka untuk menampung aspirasi secepatnya agar terkumpul data 1 juta guru honorer yang berpenghasilan di bawah 300 ribu rupiah sebelum tanggal 20 Maret 2016.

Guru, Perempuan dan Anak Didik dalam Federasi Guru Independen Indonesia

Inspirasi bincang 3 wanita# catatan musywil DPD FGII Jabar, @ 04.am 28 February 2016

Oleh: Nur Afiatin, Kepala SMK Nurul Imam

Menunggu Adzan subuh, hasratku untuk berbagi apa yg diperoleh dari aktivitas hati kemarin dan semalam kedalam tulisan INI adalah pilihan yg ingin terus dibiasakan. Musyawarah wilayah DPD FGII yang berlangsung hari Rabu tanggal 27 Februari 2016 di SMKN 2 Bandung, berlanjut menjenguk istri pak Taufan demisioner Ketua DPD FGII jabar dan  berakhir di meja makan Restoran Glosis Ciliwung bersama 2 angels FGII Mba teti dan Bu Lise.

Ada banyak hal menarik dan pembelajaran dari ketiga kegiatan tersebut. Musywil berakhir dengan terpilihnya Pak Iwan Hermawan sebagai ketua DPD FGII Jabar, dan saya sendiri sebagai sekretarisnya. FGII dengan keunikan, kedinamisan dan Problematikanya :), menjadi salah satu jalan yang Alloh berikan untuk belajar memahami peran guru yang sesungguhnya.

Bahwasanya organisasi profesi guru hadir, bukan hanya melulu berbicara persoalan kesejahteraan dan advokasi terkait perlindungan guru tetapi lebih jauhnya menjadi tempat tumbuh kembang bergerak memiliki kompetensi, wawasan Dan kesadaran membimbing dan memfasilitasi anak didik menemukan konsep diri yang benar  dihadapan Alloh. Wacana ini nyaris hilang di dalan kajian forum guru seperti ini, padahal posisi guru hampir sama dengan misi KENABIAN.

image

Wacana dominan uang dan ketidakadilan ke guru yang dimutasi, seragam guru, Jam beban kerja guru, KKG, DLL menjadi perbincangan seksi di sebagian besar aktivis profesi guru. Hal ini bukan sebuah kesalahan, tetapi alangkah baiknya kita bergerak ke wacna yg tidak jauh pentingnya yaitu Anak didik, kita sering lupa bahwa tidak akan ada guru kalau tanpa anak didik. Karena mereka sejatinya adalah subjek dari adanya sebutan guru.

image

Saya sebagai guru dan perempuan ingin menyampaikan bahwa keberadaan anak sering mali terlupakan menjadi bagian penting untuk diadvokasi pemenuhan HAK Terbaiknya, disadari ataupun tidak kita sering atau pernah menjadi bagian pelaku dari kekerasan kepada anak sehingga terganggu bahkan hilangnya pemenuhan hak anak. Praktek belajar mengajar kita didominasi oleh egoisme guru sebagai orang dewasa, salah satu indikasinya adalah keinginan atau target kita ke anak yg kuat untuk memahami pengetahuan atau pelajaran yg disampaikan. Anak juga dituntut untuk memperoleh nilai akademis yang memenuhi standar, terlebih kita punya keyakinan sudah menggunakan metode dan cara mengajar yang terbaik.

Arghhh…. Sering kita lupa bahwa yang memahamkan, memintarkan dan membuka pintu hati  Anak didik sejatinya adalah bukan kita tetapi yang Maha Pemilik yaitu Alloh swt. Sehingga marah, kecewa dan alhasil menjadi warna emosi kita saat menyaksikan anak didik kita belum memenuhi target pembelajaran. Andaikan saja Alloh menjadi orientasi dan ibadah menjadi niat saat kita melangkahkan kaki menuju sekolah dan kelas, tentunya hati ini tidak akan lepas berdoa supaya Alloh memberikan pertolongan kepada kita agar dapat mendampingi anak didik dengan lancar, menyampaika ilmu dengan lisan yg mudah terpahami oleh Anak dan mendoakan anak- anak didik kita bahagia selalu belajar ditemani kita.

Yayaayaa….sesi berbagi bagaimana nikmatnya berinteraksi dengan beragam keunikan anak dikuatkan dimoment makan malam santai di Glosis cafe bersama bu Tety dan bu Lise. Bu Tety dengan semangatnya berbagi bagaimana beliau menemukan pola terbaik memfasilitasi tumbuh kembang anak didiknya, masih dengan gayanya yang nyeplos tetapi renyah membawa kita sering kali tertawa bersama. Bu Lise yang berkali-kali mengelus dada karena tersadarkan dengan rekam jejak beliau bagaimana memperlakukan anak didiknya selama INI :).

Alhamdulillah, hanya dengan Rahman dan Rahim Alloh lah saya dan kedua sahabat pejuang guru ini dapat ditakdirkan bersilaturahmi dan mendapatkan banyak pembelajaran dan hikmah. Akhirnya kita menyadari bahwa FGII sebagai organisasi profesi punya tanggung jawab berkontribusi dan berikhtiar mendorong kesadaran guru guru untuk menemukan prinsip dan pola terbaik mendampingi tumbuh kembang anak didik kita. Hal  lain yang taj kalah penting ternyata perempuan lah yang harus memulai bahwa kepentingan terbaik  anak menjadi mainstream dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak guru guru Indonesia baik dalam ruang gerak individu ataupun organisasai. Hidup Guru Perempuan,, Hidup FGII, #eeeehhhh tetaaap:)

image