Menuju Jawa Barat Provinsi Layak Anak

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BP3AKB Jabar, Ibu Dian, benar-benar cekatan. Rencana pendampingan percepatan KLA di 5 wilayah Jawa Barat diselesaikan dalam waktu singkat. Saya mendapat kehormatan menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan beliau di Cirebon bersamaan dengan peresmian Pendopo Ramah Anak di Kota Cirebon. Saya juga menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan Rapat Koordinasi di Karawang, Bogor dan terakhir di Cimahi tanggal 31 Mei 2016. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten masing-masing wilayah. Sayang sekali untuk yang terakhir ini saya sudah konfirmasi hadir dalam pertemuan perdana Tim Pokja TPPO KTPA tahun 2016 dengan Mensos.

image

image

image

Sebagai tanda persahabatan, saya mempersembahkan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual yang diterbitkan Binar Pustaka kepada Bu Dian. Sumber inspirasi belajar bagi penumbuhan budi karakter ini ternyata membawa berkah dalam penguatan materi KIE terkait perlindungan anak di Jawa Barat.

image

Gerakan Perlawanan Jabar terhadap.Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Selain pendampingan dalam rangka menyiapkan anugerah Gubernur untuk pemerintah Kab/kota Layak Anak, Bu Dian juga melaksanakan pendampingan langsung kepada pemerintah kota/kabupaten melengkapi indikator KLA untuk diajukan dalam penilaian 2017 secara nasional. Upaya ini juga dilengkapi dengan beberapa gerakan pendukung. Gerakan Jabar memerangi  Kejahatan Seksual Anak adalah salah satu di antara sekian banyak aksi BP3AKB Jabar. Diskusi terfokus perdana dilaksanakan di Bappeda Jabar dengan mengundang multipihak.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Kepala BP3AKB Jabar menyampaikan beberapa hal penting terkait pengasuhan antikekerasan yang disampaikan Ketua P2TP2A Jabar dalam Rapat Terbatas sebelum FGD ini dilaksanakan Bappeda. Saya, Bu Rini, Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan Kempppa dan Profesor dari IPB diminta menjadi penyaji dengan moderator Profesor dari Unisba. Saya menyajikan beberapa materi KIE yang sudah kami susun bersama multipihak, antara lain:

1. Buku saku, Inilah Tubuhku yang disusun Tim Literasi Binar dari bahan yang disiapkan Rumah Cita Kita, KerLiP,  GENTaskin, FGII, dan GIP

image

2. Karaoke Ini Tubuhku yang dibuat Tim Aves, sahabatnya Azizah dari sumber yang sama

3. ELSI, Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual

image

4. Boardgame hak anak, sekolah ramah anak, dst.
5. Film sekolah aman hak anak bangsa bermartabat.

image

Dalam kesempatan kali ini saya meminta Fitry mendampingi dengan harapan kepiawaian Fitry dalam literasi visual makin terasah. Kesempatan emas bagi saya untuk menyampaikan bahwa anak-anak jadi sumber belajar yang penting dalam mewujudkan KLA, apalagi terkait materi KIE untuk pencegahan dan penanganan kejahatan seksual terhadap anak. Paparan singkat perwakilan Forum Anak Jawa Barat yang memukau, memperkuat usulan tersebut. Semoga percepatan KLA di Jabar menjadi niscaya dan menjangkau anak-anak yang.memerlukan perlindungan khusus.

image

Riau Menuju Panutan

image

Kehadiran Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemdikbud RI menandai dimulainya Gerakan PANUTAN di Provinsi Riau. Istilah PANUTAN adalah ide Bu Ekasari dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Bindikel yang baru dibuka Mendikbud, Mas Anies Baswedan. Saya meminta Bu Sari untuk menunjukkan praktik-praktik baik pengasuhan di keluarganya yang mendorong kesadaran kritis 2 putrinya menjadi aktivis Forum Anak di Kota Bandung dan Jawa Barat dalam pertemuan Bindikel.atas nama KerLiP.

Awalnya istilah Panutan adalah akronim dari Pendidikan Anak Merdeka, Bermutu dan Bebas Pungutan. Visi sekaligus aksi yang menjadi penanda baru dalam Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan. Secara khusus kami ingin menunjukkan dukungan penuh kepada guru dan tenaga kependidikan untuk menjadi Guru Panutan. Secara umum terbersit harapan kami akan terselenggaranya Wajib Belajar 12 Tahun Bebas Pungutan yang dijanjikan Pemerintahan Jokowi-JK

Pak Kamsol Memulai Panutan di Riau

Perjalanan panjang KerLiP melakukan kampanye dan advokasi Pemenuhan Hak Hidup Bermartabat terutama Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Hak-Hak Anak menghubungkan kami dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Gerakan Indonesia Pintar. “Bu Yanti ini rekan lama saya di Rumah Transisi yang selalu siap berdiskusi sampai dini hari bersama para profesional dan relawan yang peduli pendidikan dan menggiatkan GIP setelah Pak Jokowi dilantik menjadi Presiden, “jelas Pak Kamsol dalam pembukaan Sosialisasi Lokakarya dan Orientasi PANUTAN tanggal 31 Maret 2016 malam.

image

Pak Kamsol adalah salah satu relawan pendukung setia Pak Jokowi dari unsur Jo-Man yang merumuskan pembumian Nawacita melalui perbaikan pendidikan sesuai RPJPN ketiga, Memperkuat Daya Saing Regional. Doktor lulusan Universitas Malang ini membukukan Disertasinya terkait ekonomi pendidikan di era otonomi daerah. Pak Kamsol intensif memfasilitasi relawan-relawan lainnya yang dulu bertemu dan bekerja di Pokja Pendidikan seperti Dr. Imam Nashrudin yang kini menjadi Eselon 1a sebagai anggota BRTI Kemkominfo, Alpha Amirrachman, PhD dosen Untirta ahli antropologi pendidikan yang menggiatkan Religion for Peace bersama Prof Dien Samsudin di CDCC, Feber Suhendra, M.Sc dan saya melembagakan Gerakan Indonesia Pintar. Jamjam Muzaky, Master Kebijakan Publik yang tumbuh bersama saya di Perkumpulan KerLiP menjadi wakil Sekjen GIP yang dapat diandalkan Pak Kamsol untuk merumuskan Renja Disdikprov Riau dan menyiapkan acara yang diikuti perwakilan 12 Kabupaten/Kota se-provinsi Riau.

Bu Dian yang membantu Bu Dewi Kabid PAUDNI Disdikprov Riau intensif menghubungi kami untuk memastikan KerLiP dan GIP bersama narasumber dari Kemdikbud, Kemensos, Kempppa, hadir memfasilitasi acara yang doikuti 298 peserta dari Bappeda, Disdik, Dinkes, BP3AKB, Dinsos, Dewan Pendidikan, Tampan, Forum Anak, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan dari setiap Kab/kota dan provinsi Riau. Acara dibuka dengan tarian sekapur sirih yang menawan hati

image

Ada 5 kabupaten di Riau yang dipandang sudah memulai PANUTAN dengan memberikan Bosda ke semua sekolah dan honorarium bagi guru non PNS. Siak, Bengkalis, Pelalawan, Kampar, dan Dumai. Kelima Kabupaten ini membuat Riau layak menjadi inisiator gerakan Panutan. Apalagi Pak Kamsol sebagai Kepala Dinas Pendidikan berhasil menggalang ratusan relawan dari Perguruan Tinggi untuk memulai Gerakan Indonesia Pintar dengan membuka Tampan, Taman Pendidikan Anak Negeri. Ketidakhadiran Direktur K3S Kemensos dan Direktur Pembinaan PKLK Kemendikbud kami alihkan untuk menunjukkan inisiatif Tampan melalui testimoni ketianya dan anak-anak binaannya yang hebat. Pak Adolf, Ridlo dkk dari Tampan menunjukkan bahwa Riau siap menuju Panutan.

Sesi Menarik

Tampan disajikan melengkapi fasilitasi atraktif dari Guru Profesional dari SMAN 24 Jakarta yang juga Bendahara FGII, Ibu Tety Sulastri. Pada sesi tersebut keduanya memukau peserta dengan kekhasan masing-masing. Pengelolaan kelas yang profesional dan partisipatif berhasil disajikan dalam praktik oleh Bu Tety. Peserta yang berasal dari Dewan Pendidikan Riau akhirnya dapat menyampaikan kekecewaannya pada sesi ini. Ada polisi yang begitu hormat pada guru dan tak segan menyampaikan ragam laporan kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak di sekolah. Pertanyaan dari Forum Anak dijawab Kepala SD yang hadir dengan penuh semangat.

image

Testimoni Ridho, anak putus sekolah dari SMK.yang sudah bekerja dan bersiap mengikuti UNBK bersama peserta didik Tampan lainnya membuat saya terharu dan bangga. Gerakan Indonesia Pintar yang diinisiasi relawan Tampan berhasil menjangkau ratusan anak putus sekolah di Pekanbaru. Pak Adolf berkali-kali menawarkan kepada para peserta yang berminat untuk mengembangkan Tampan di Kota/Kabupaten masing-masing.

image

Sesi menarik ini sengaja saya tuliskan di awal catatan proses sosialisasi dan orientasi untuk menunjukkan Riau siap.menerapkan Panutan.

Bersambung…

Mengawal Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana

Penataan kelembagaan Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) nampaknya makin intens dilaksanakan Dear dan kawan-kawan. Form pendaftaran ulang KerLiP yang diisi Nurasiah Jamil, bendahara kami sudah siap.dikirim jelang deadline. Ada beberapa jenis kegiatan penting di dalam Profil KerLiP 2014 lalu yang belum dimasukkan. Beberapa kegiatan lainnya yang saya laksanakan pada tahun 2014-2016 penting juga untuk melengkapi profil KerLiP di KPB.

image

Alhamdulillah ini beberapa kegiatan terkait Pengurangan Risiko Bencana dalam kerangka Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersih, Sehat, Hijau Inklusif, Aman, Anti Kekerasan dan Ramah Anak 2014-2016:

1. Fasilitasi Penyusunan Pedoman Sekolah Darurat di Dikmen dan Dikdasmen
2. Pengintegrasian SMAB ke dalam kebijakan dan implementasi SRA
a. Permenegpppa no 8 tahun 2014 ttg kebijakan penerapan SRA
b. Penyusunan juknis bansos pendidikan PRB untuk 170 SLB dan Sekolah Menengah di 28 provinsi
c. Pendampingan pelaksanaan YES for Safer School di SLB YPAC Kota Bandung, Satria Galdin Kab Bdg, Asih Putera Padang Panjang, SLB Pembina NTB
d. Penobatan Duta Anak untuk Sekolah Aman dari inisiatif YES4SaferSchool : SMPN 35, SMPN 11, SMPN 7 Bandung
e. Pengawalan penyusunan draft Perpres SRA oleh Dirjen Dikdasmen dan lampiran yg diminta bersama KPPPA,Bappenas, multipihak:
– modul ToT SRA
– juknis SRA
f. Pendampingan penguntegrasian gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak dna menyenangkan dalam penyusunan RKAS bersama pengawas kora Bandung diikuti 48 SMP di Bandung Selatan
g. Advokasi sekolah aman dalam penilaian tingkat lerusakan 148 ribu kelas yang akan direhab di tahun 2016-2017 kepada subdit lembaga dan sarpras PSMK
h. Pendampingan penyusunan Panduan SRA pada rakor PSMA, PSD, Pembinaan PKLK
i. Penyusunan bahan sosialisasi Sekolah Aman Anti Kekerasan terintegrasi dalam Gerakan KerLiP Bersinar di PSMP
j. Pengarusutamaan PRB dalam gerakan keluarga panutan (pendidikan ramah anak bermutu bebas pungutan) dan penyusunan renja disdikprov Riau 2015-2019
k. Sosialisasi dan lokakarya Sekolah Bersinar di Makasar bersama Kempppa, Kemdikbud, Kemenag, BNPB, Kemensos
l. Pelatihan SRA bagi guru dg FGII dan KPPPA:
– se jabodetabek di SMAN 24 Jakarta
– Jawa Timur
– Indonesia di Bandung
– Makasar
– Bengkulu
– Lampung
– Semarang
– Deli Serdang
– Maluku Utara
– Manado
– NTB
– Papua
m. Pengarusutamaan PRB dalam Kajian Perencanaan dan Penganggaran Responsif Anak di Bappenas
n. Penguatan PRB dalam Aktivasi Gugus Tugas KLA kluster 4 dan 5 bersama BP3AKB Jabar
o. Sosialisasi  YES for Safer School di stand Kemendikbud dalam peringatan PRB oleh BNPB di Surakarta
p. Pengarusutamaan PRB dlm Kajian dan penyusunan panduan Ruang Kreativitas Anak bersama KPPPA
q. Pengintegrasian PRB dalam Penyusunan Naskah Akademik Percepatan Penerapan Kab/Kota Layak Anak di Jabar
r. Perluasan inisiatif pelembagaan seknas sekolah aman dalam pelembagaan Sekretariat Bersama Sekolah Ramah Anak, Aman Anti Kekerasan, dan Inklusif (SeRAI) di Direktorat Pembinaan PKLK
s. Pendampingan GSB MANSABA,GSB MeSRA SMAN 15, GSB Bersinar SMPN 11 melalui penerapan YESfor Safer School yang inklusi
t. Pengarusutamaan PRB dalam penyusunan quick win pokja
u. Pengarusutamaan PRB dalam review  draft RPJMD Kota Bandung 2014-2019 dan Renstra Disdikprov Riau
v. Koordinasi persiapan School Roadshow for ASSI di 15 SF dan SLB dengan Kadisdik Kota Bandung, Plan Internasional Indonesia dan WVI
w. Pengarusutamaan PRB dalam roadmap pembinaan pendidikan keluarga dan pelatihan 5000 fasilitator se-Indonesia
3. Cetak materi KIE terkait YES for Safer School Innitiatives (YESSI): brosur, kaos, USB, kalender
4. Pengarusutamaan PRB dan sekolah madrasah aman dari bencama dalam penyusunan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual yang diterbitkan oleh Binar Cahaya Semesta
5. Pendampingan penyusunan buku saku PRB di SLB bersama Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen Kemendikbud
6. Pengintegrasian prinsip-prinsip SRA dan standar2 minimum pendidikan  dr INEE dalam penyelenggaraan Sekolah Darurat
7. Penerapan sekolah aman dari bencana dalam perencanaan pembangunan SLB, Sekolah Garis Depan dan Sekolah Keberbakatan Olah Raga di daerah rawan gempabumi tsunami
8. Pengarusutamaan PRB dalam penguatan Karang Taruna dengan komunitas literasi sejarah ekologi sosial budaya di desa-desa piloting
9. Advokasi PRB berbasis komunitas dan dasawisma dalam penyusunan perencanaan Restorasi Sosial
10. Pengawalan harmonisasi dragt perpres Gerakan SRA dlaam inisiatif penyusunan draft perpres perluasan permendikbud 82/2015 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah
11. Pelatihan modul untuk guru tentang pendidikan PRB  bagi 72 sekolah penerima DAK Pendidikan di Kota Bandung
12. Pengawalan YES for Safer School dalam penguatan Pendisikan inklusif di Jawa Barat bersama Kabid PKLK Disdikprov Jabar
13. Pengarusutamaan PRB dalam penyusunan profil pendidikan, kreativitas, dan kegiatan budaya anak Indonesia
14. Pengarusutamaan PRB dalam penyusunan indikator KLA di Jabar
15. Pelatihan YES for Safer School untuk Agen-Agen MeSRA/GSB bersinar
a. 363 ketua OSIS anggota Fokus Jawa Barat
b. 50 peserta didik ADEM Papua dalam KKP 2015
c. 27 anggota GSB Bersinar SMPN 11
d. Ratusan anak di sekolah Semesta Hati,Nurul Imam, SLBN Citeureup, SLBN Baleendah, SMPN 35, SD Plus Marhas
e. 70 fasilitator muda dari SMAN 20, ITB, STKS, Unisba
f. Forum Anak di 5 wilayah Jawa Barat
16. Pendidikan PRB bagi Anak Usia Dini di BKB KerLiP
17. Fasilitasi penyusunan Obras Bencana oleh Forum Anak Kota Bandung
18. SpeAKnACT saya pelajar anti kekerasan dan amat cinta tanah air dan teman di Bandung dan Deli Serdang
19. Bimtek untuk 50 SLB penerima bantuan PRB 2015
20. Bimtek untuk 34 SLB penerima bantuan PRB 2016
21. Sosialisasi YES for Safer School kepada seluruh kepala SD Kota Bandung terintegrasi dalam kegiatan Pokja Inklusif Kota Bandung

Duta Anak Jawa Barat Siap Wujudkan Sekolah Bersinar

image

Sahlan, kandidat Duta Anak #YES4SaferSchool dari kelas digital SMPN 11 tiba di Aula Dikmenti Disdik Provinsi Jawa Barat ditemani ayah dan bunda. Anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa asuhan Ibu Nia ini memenuhi undangan kami untuk menyusun Rencana Aksi SLB Bersinar pada Rapat Koordinasi Pembentukan Sekretariat Bersama Pemenuhan Hak Pendidikan Anak. “Putranya sudah berangkat mandiri ke sekolah, Bu?”tanya Kang Aden kepada Bunda Sahlan. “Rumah kami cukup jauh dari sekolah, jadi Sahlan masih kami antar ke sekolah, “jawab Bunda Sahlan sebelum pamit meninggalkan putranya. Kang Aden membuka Obrolan Pendidikan Ramah Anak dengan Sahlan, Yunika, Allisa, saya, dan Pak Teguh dari Diskominfo Jabar.

“Bu para pemateri akan datang jam 9, “pesan dari Aas masuk jam 7.44 bersamaan dengan kehadiran Bu Dian dari BP3AKB Jabar. Kami masih asyik menyimak beragam pengetahuan baru dari Kang Aden dan Bu Dian menyiapkan bahan presentasi.

Duta Anak YES4SaferSchool

Peserta Rakor di Disdik Provinsi Jawa Barat menyimak beningnya suara anak yang disajikan Yunika, Sahlan, dan Allisa. Yunika, Sahlan, Allisa berturut-turut menyampaikan praktik-praktik baik YES4SaferSchool yang sudah dan sedang dijalankan di sekolah masing-masing.

image

Bu Nia mendokumentasikan seluruh penuturan anak-anak hebat ini. Berkali-kali nama Bu Nia sebagai guru yang inspiratif disebut Yunika. Model mentor sebaya yang dilaksanakan Fina, Duta Anak YES4SaferSchool SMPN 11 Bandung, dalam dampingan Ibu Nia sangat berharga untuk dipelajari. Yunika dan Sahlan menjelaskan rencana evakuasi yang mereka siapkan dengan mempertimbangkan kekhususan para penyandang tuna netra, tuna rungu, dan lamban belajar. “Awalnya kami akan menyiapkan simulasi evakuasi gempa bumi serempak, namun rencana ini diundur dan kami diminta untuk mendampingi salah satu SLB untuk menerapkan Bersinar, “Yunika memilai paparannya.

Sahlan menjelaskan beberapa temuan dalam mentoring sebaya yang dilakukan Fina bersama 26 temannya sejak Hari Disabilitas 2015. Kemudian Allisa Duta Anak dari SMPN 35 Bandung menjelaskan proses pembelajaran bersama bunda tercinta sejak duduk di Sekolah Dasar. “Saya mulai belajar simulasi evakuasi waktu ibu dan kakak-kakak dari KerLiP melaksanakan roadshow di SDN Coblong 4. Kami belajar mengenal zona aman, hati-hati, dan zona bahaya jika ada gempa. Kemudian saya mengajak teman-teman anggota PMR SMPN 35 untuk belajar melakukan simulasi kecil di sekolah. Saya beruntung mendapatkan kehormatan untuk mengikuti WCDRR di Sendai Jepang dengan dukungan dari Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud RI. Nabila dan saya bertemu dengan Profesor Ishami serta mengunjungi tempat anak-anak Sendai beraktivitas.”

Kilau Anak-Anak Jabar

image

Saya mempersilakan Rifqi Duta Anak Jawa Barat yang diminta Bu Dian tampil ke depan mewakili teman-temannya menyampaikan informasi tentang Forum Anak. Rifqi menyampaikan bahwa Forum Anak ditetapkan dalam SK Gubernur tempat anak-anak Jabar beraktivitas memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Jawa Barat.

image

Selain Rifqi ada Kemas, Nabila, Naretta, Zahwa dan pengurus Forum Anak sebelumnya  yang sudah mahasiswa ITB. Mereka bergantian menjelaskan komitmennya untuk menjangkau anak-anak penyandang disabilitas. Beberapa informasi menarik yang disampaikan Nabila dan Naretta tentang senior mereka yang menjadi Duta Anak Nasional untuk Perlindungan Khusus menunjukkan inklusivitas Forum Anak Jawa Barat.

Nabila dan Zahwa menjadi fasilitator anak dalam penyusunan Rencana Aksi SLB Bersinar. Rifqi dan kawan-kawan berangkat ke kantor BP3AKB Jabar untuk menyampaikan hadiah bagi bunda-bunda mereka. Duta anak Jabar ino memukau peserta Rapat Koordinasi dengan beragam pengetahuan dan praktik baik mereka. Tidak heran jika guru-guru SD Plus Marhas bergantian mendokumentasikan momen berharga saat mempresentasikan Rencana Aksi Sekolah Bersinar mereka dengan Nabila.

image

Praktik Baik: #1. Cafe Ilmu GeMBIRA

Cafe Ilmu GeMBIRA menjadi salah satu praktik baik yang masuk ke dalam kajian pengembangan kreativitas Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia.

Studi kasus tersebut disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Zamzam sebagai peneliti ahli. Mari kita simak hasilnya.

image

Menurut pendapat dan pengalaman bapak/ibu, apa yang dimaksud dengan kreativitas dan ruang kreativitas?

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide , pemikiran dan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, sesama, dan semesta bahkan daribarang bekas atau sampah yang dipandang tak berguna menjadi lebih bermanfaat, dapat digunakan kembali.

Ruang Kreativitas adalah wahana yang dapat diakses semua pihak termasuk anak penyandang difable, suku masyarakat adat terpencil, dan kelompok yang terpinggirkan untuk mengembangkan ide baru, pemikiran dan terobosan baru, serta karya yang bermanfaat.

Bisa tolong diceritakan bagaimana pengalaman bapak/ibu memulai aktivitas/program yang berkaitan dengan penumbuhan kreativitas anak?

Kami memanfaatkan ruang terbuka di depan SMANSA Dago setiap waktu Car Free Day hari Minggu pukul 06.00-10.00 WIB. Café Ilmu dibuka Iyen, mahasiswi UIN dengan dukungan anak, sobat muda, dan keluarga mitra Perkumpulan KerLiP:

1. KerLiP menyediakan ragam pustaka untuk para pengunjung Café Ilmu GeMBIRA disediakan untuk membaca buku setelah mengisi daftar pengunjung yang sudah disediakan.

2. Setelah mereka membaca buku, lalu membuat 100 kata sinopsis buku favorit anak dan keluarga yang sudah dibaca dan memilih belajar 1 stand kursus 1 jam idaman anak dan keluarga.

3. Sinopsis diserahkan kepada panitia penjaga stand Pengumpulan Data (IYEN)

4. Lalu mereka bisa menukarkan sinopsis yang telah dibuat dengan stand kursus yang mereka sukai.

5. Pengunjung mendaftar terlebih dahulu ke setiap stand yang mereka pilih

6. Setelah mereka mengikuti kegiatan belajar di stand yang mereka pilih lalu mereka membuat narasi asyik mengikuti Cafe Ilmu

7. Narasi dikumpulkan ke stand pilihan masing-masing

Kegiatan Café Ilmu GeMBIRA dipilih sebagai wahana pengembangan minat baca dan kreativitas anak. Sebelum Café Ilmu GeMBIRA dibuka, teh Iwang, Sahabat setia KerLiP membuka stand GERASHIAGA untuk kampanye Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusif, Ramah Anak, dengan dukungan Keluarga di lapangan parkir Bank Muamalat. Sumber belajar GERASHIAGA terus disajikan bahkan setelah Bapusipda Kota Bandung menyediakan mobil perpustakaan keliling di Cafe Ilmu GeMBIRA.

Bagaimana dampaknya terhadap anak? Terhadap lingkungan atau yang lain?

Kegiatan 3R merupakan primadona yang diminati anak dan keluarga, juga ular tangga hak anak dan kesiapsiagaan bencana. Kampanye Sajam Ameng di luar kelas menggunakan tali dari jalinan karet gelang, congklak, dan permainan beklen menambah keramaian café Ilmu GeMBIRA pada 2 tahun pertama.

Beberapa kegiatan kampanye Sekolah Ramah Anak memanfaatkan café Ilmu GeMBIRA yang dilanjutkan teh Iwang, setelah Iyen mengundurkan diri dari KerLiP. Penganugerahan Komunitas Ramah Anak hasil aksi CDEF Nabila di SMPN 7 Bandung, Deklarasi Gerakan Siswa Bersatu Mewujudkan Sekolah Ramah Anak SMAN SRA Khazanah SMAN 15 Bandung, kampanye Hari Pengurangan Risiko Bencana se-dunia bersama anak-anak SMP Terbuka GAPURA, Peluncuran SPeAKnACT: Saya Pelajar Anti kekerasan dan Amat Cinta Teman, tanah Air, dan Keluarga adalah beberapa kegiatan penting yang dilaksanakan bersama Forum Anak Jawa Barat, Fokab, dst di Cafe Ilmu GeMBIRA. Inisiatif Nareta dengan dukungan Ksatria dari SeKAm untuk membuka pojok Sahabat Anak menjadi wahana curhat dan konseling sebaya yang menarik.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam mensukseskan program/aktivitas? Apa saja peran dari masing-masing pihak tersebut? Bagaimana hubungan diantara para pihak tersebut?

GSSI oleh Dina dan IbuTini
FOKAB oleh Nabila dkk,
Bahasa Jepang oleh Teh Fitry, dari Green SMile
Planet Sains oleh Pak Hari,
SILAT oleh  Joko
Pojok Sahabat Anak oleh Naretta
SPeAKnAct oleh Bilqis, Nirwan, Sendra, Faridz dkk Forum Anak
Mobil perpustakaan kelililing oleh Bapusipda Jabar
SMAN 15 bandung
BP3AKB Jabar
SMAN 1
Bank Muamalat
Yayasan GAPURA
SeKAM
Papita
Disdik Kota Bandung
BdgCleanAction

Apa saja faktor-faktor yang mensukseskan program tersebut?

1. Adanya relawan yang memfasilitasi pembukaan, pelaksanaan, dokumentasi, hubungan masyarakat.
2. Kemitraan khas KerLiP dengan multi pihak
3. Kesempatan memanfaatkan ruang publik terbuka selama Car Free Day event

Apa saja hambatan dalam penyelenggaraan program tersebut?

1. Konsistensi relawan
2. Kemitraan yang belum terprogram dengan Forum Anak

Dukungan yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan program/aktivitas tsb? Termasuk infrastruktur sarana prasarana

1. Komitmen dan dukungan untuk relawan
2. Dana stimulan untuk event tertentu seperti Bulan Aksi MeSRA, Bulan Anti kekerasan, dst
3. Ijin penggunaan pinggir jalan untuk menyajikan pustaka keliling dan gelar tikar lengkap dengan stand-stand kreasi anak dan kawula muda

Kalau pemerintah mau mendukung dan atau membuat program dalam upaya meningkatkan kreativitas anak, program dan dukungan seperti apa yang dibutuhkan?

1. Perpustakaan keliling dengan BBM dan Sopir
2. Kursi dan meja portable ringan lengkap dengan payung untuk setiap stan unjuk kreasi dan inovasi anak
3. Doorprize mingguan
4. Transport dan konsumsi relawan
5. Alat dan bahan pengembangan kreativitas 3R, menulis, seni bela diri, dst

Zamzam: Makin Jeli Mengawal Sekolah Ramah Anak dalam Raker Kesiswaan

Alhamdulillah kami bersyukur dapat menyapa guru dari berbagai pelosok nusantara di Hari Guru Nasional dengan berbagai hadiah kecil dari Binar. Stand FGII di Istora dalam kegiatan Simposium Guru Nasional dikerumui guru-guru yang ingin mendapatkan merchandise. Mereka mengisi kartu nama kosong yang kami sediakan untuk ditukar dengan pulpen, gantungan kunci, stiker, goodybag, dan brosur. Stand BNI, Mandiri, dan beberapa stand di seberang kami menjadi saksi antusiasme guru-guru.

image

Sebenarnya acara ini sudah disampaikan jauh-jauh hari oleh Tety dkk pengurus FGII. Sayang sekali saya benar-benar lupa dan telpon daei Tety berkali-kali sulit dijawab karena alasan teknis. Syukurlah ada Zamzam dan Pak Didin yang bergegas menyiapkan pengisi stand FGII. Didin msmbantu menyalin seluruh kartu nama melengkapi data basis Binar.

Kepiawaian Zamzam

Saya mengandalkan Zamzam untuk semua inisiatif kampanye dan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak sejak ia diajak Ova bergabung dengan KerLiP pada tahun 2005. Tak terasa sudah lewat 10 tahun tumbuh bersama Zamzam memperluas jangkauan pemenuhan hak pendidikan anak dalam berbagai inisiatif. Obrolan dengan Zamzam di bawah ini menunjukkan salah satu kepiawaian Zamzam mengawal Gerakan Sekolah Ramah Anak dalam program rutin di Direktorat PSMA.

[10/11 17:00] Zamzam Muzaki SM: Zamzam udah janji sama psma persiapan raker guru BK dan wakasek kesiswaan
[10/11 17:01] yanti kerlip: Iby fokus tuntaskan NA sekolah darurat setiba di Bandung besok malam ya
[10/11 17:01] Zamzam Muzaki SM: Mau uji coba bbrp modul tot SRA juga terutama yg pas mekanisme pengaduan
[10/11 17:01] yanti kerlip: Siip
[10/11 17:01] Zamzam Muzaki SM: Iyaa bu
[10/11 17:02] yanti kerlip: Libatkan peksos dan p2tp2a
[10/11 17:02] Zamzam Muzaki SM: Nanti kerlip ngisi di panel awal yaa
[10/11 17:03] Zamzam Muzaki SM: Uji coba di keg mereka, mrk undang guru BK dari seluruh indo di bandung 23-27 nov
[10/11 17:03] yanti kerlip: Wah keren
[10/11 17:03] yanti kerlip: Pas banget tuh
[10/11 17:03] Zamzam Muzaki SM: Yup, sama wakasek kesiawaan
[10/11 17:03] yanti kerlip: Undang p2tp2a, dinsos, dan Sekam
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Ok
[10/11 17:04] yanti kerlip: Sama stks
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Tadinya mau revitalisasi peran BK…
[10/11 17:04] yanti kerlip: Terapi musiknya menarik
[10/11 17:04] Zamzam Muzaki SM: Peran keaiswaan juga
[10/11 17:04] yanti kerlip: Ngga mungkin hanya BK
[10/11 17:05] yanti kerlip: Harus ada peran peksos dan p2tp2a
[10/11 17:41] Zamzam Muzaki SM: Itu rencana utk tgl 23 -27
[10/11 17:42] Zamzam Muzaki SM: Baru panel awal yg zamzam kasih masukan
[10/11 17:43] Zamzam Muzaki SM: Istilah2nya masih harus siaesuaikan. Itu draft awal yg dibikin psma berdasarkan diskusi awal minggu lalu
[10/11 17:49] Zamzam Muzaki SM: 24-28 nov di hotel haris Ciumbuleuiy

image

Tadi malam kami berangkat ke Bandung bersama Dr. Susi Fitry, ketua ABKIN DKI Jakarta. Sufit, begitu kami memanggilnya, berbagi beragam pengalaman membimbing mahasiswa tentang konseling selama dalam perjalanan. Alhamdulillah. Kami tiba di Hotel Haris di penghujung paparan Mas Chozin, SKM Mendikbud. Sufit langsung ke kamar dan Fitry pulang ke rumah diantar Pak Asep. Saya sempat menyampaikan sekilas tentang Indonesia Bersinar: Bersih, Sehat, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak saat menyapa SKM Mendikbud ini. “Wah akronim yang barunya keren, Bu. Kemana aja? Lama tidak bertemu, “kata Mas Chozin saat kami bersalaman. Saya dan Zamzam langsung menuju lift setelah Mas Chozin kembali ke Jakarta. Kami akan melanjutkan review naskah akademik usulan perubahan UU Penanggulangan Bencana yang diberikan Mbak Siti Planas tadi sore.

Skenario Zamzam

Saya lihat dari kejauhan guru-guru yang mengikuti raker kesiswaan bergantian berpose dengan Syahna. Presentasi ketua Forum Anak Jawa Barat ini berjudul Dengarkan Suara Kami begitu memukau. Direktorat PSMA mengundangnya mewakili suara anak yang menjadi penerima manfaat langsung Gerakan Sekolah Ramah Anak ini. Inisiatif Zamzam ternyata diterima sepenuhnya oleh Direktorat. Ia menjadi moderator dalam Diskusi Panel hari ini. Bu Elvi, Asdep PHPA KPPPA, Mas Santoso wakil ketua KPAI, dan saya menemani syahna menjadi panelis.

image

[25/11 14:44] Zamzam Muzaki SM: Bu, gmn yaa? Di bappenas besok gak bisa dipindah lg. Besok Zamzam diminta paparan laporan ppra.
[25/11 14:48] Zamzam Muzaki SM: Sbnrnya bu yosi gpp, mereka akan bahas hasil laporannya, tapi gak enak juga kalau gak dateng, krn lasti banyak pertanyaan
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Ibu sama teteh atau tmn2 bisa terlibat dlm kelompok besok?
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Krn dagingnya ada di kegiatan kelompok besok
[25/11 14:49] Zamzam Muzaki SM: Kelompok 1. Mekanisme penanganan penyimpangan prilaku, nanti zamzam kirim email
[25/11 14:50] Zamzam Muzaki SM: Kelompok 2. Revitalisasi fungsi BK.
[25/11 14:50] Zamzam Muzaki SM: 3. Rencana aksi kesiswaan nasional
[25/11 14:57] Zamzam Muzaki SM: 4. Panduan sekolah ramah anak di sma

image

Terima kasih Zam…
Ibu dan Fitry dengan senang hati akan memfasilitasi diskusi kelompok.
Kita pastikan Indonesia Bersinar dari semua SMA ya.

Advokasi a la KerLiP

[19/11 14:14] Bu Sari KerLiP Bandung: Assalamualikum ibu… Ibu mohon masukannya untuk syahna bu
[19/11 15:25] Bu Sari KerLiP Bandung: Direktorat yg undang ..wah tersanjung bgt
[19/11 15:32] yanti kerlip: Hehe iya Bu
[19/11 15:32] yanti kerlip: Model advokasi KerLiP seperti itu
[19/11 15:33] yanti kerlip: Mendorong reformasi kebijakan…
[19/11 15:33] yanti kerlip: Bu Sari terima emailnya dari Jamjam juga kan?
[19/11 15:33] Bu Sari KerLiP Bandung: Ya undangan yg diatas itu kan bu
[19/11 15:34] yanti kerlip: Iya
[19/11 15:35] Bu Sari KerLiP Bandung: Bu malam ini syahna hrs buat presentasi dan dikirim ke direktorat
[19/11 15:35] yanti kerlip: Syahna pasti bisa
[19/11 15:35] yanti kerlip: Presentasi Nabila di Bali juga bagus koq
[19/11 15:36] Bu Sari KerLiP Bandung: Partisipasi dan penghargaan terhadap anak ya bu
[19/11 15:38] yanti kerlip: Iya Bu

Obrolan di atas salah satu dari sekian dokumentasi kegiatan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak yang dilaksanakan sahabat-sahabat KerLiP.

Memperkuat Reformasi Birokrasi

Keterlibatan KerLiP dalam kampanye dan advokasi education for all pada tahun 2002 tanpa rencana. Tim Litbang KerLiP baru saja “mengambil alih” proses penataan manajemen berbasis sekolah dan pengembangan pendidikan anak merdeka di SD Hikmah Teladan Cimindi. Pada saat bersamaan Mas Herry sedang merintis dialog komunitas pendidikan dengan CBE di Jakarta. Kami pun kemudian terhubung dengan Pak Fasli, saat itu Dirjen PLS Kemdiknas, ketua pelaksana Forum Koordinasi Nasional Pendidikan Untuk Semua.

Kegiatan kampanye dan advokasi EFA yang kami laksanakan berdasarkan prinsip tumbuh bersama demi kepentingan terbaik anak membawa gerakan KerLiP pada era baru. Lobby akbar anak yang kami laksanakan di Bandung pada rangkaian Sepekan Aksi Pendidikan Untuk Semja mendapat dukungan multipihak. Sejak saat itulah kami membawa gerakan KerLiP ke ranah advokasi khas dengan memperkuat reformasi birokrasi.

Gerakan Amal Pendidikan Rakyat (GAPURA) pun dirintis bersama Disdik Kota Bandung difasilitasi teh Evi yang kini menjadi Kepala BKD Pemkot Bandung. Tadi pagi saya mampir ke kantor BKD untuk mengantarkan ELSI pesanan beliau melalui inbox. Hubungan baik kami dengan pemkot Bandung khususnya Disdik Bandung dan Kemdikbud terus tumbuh seiring dengan aneka ragam kampanye dan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak.

Beningnya Nurani Anak

Presentasi Hafiyyan, kelas 4 SD Hikmah Teladan saat lobby akbar bersama calon presiden Amien Rais tahun 2004 menjadi awal baru dalam perjalanan KerLiP. Kami belajar dari kesalahan tahun 2003 ketika anak-anak diajak untuk membawa dan membacakan siaran pers yang disusun oleh orang tua dan guru. Komitmen pemerintah untuk mengalokasikan anggaran sekurang-kurangnya 20% untuk pendidikan terus kami kawal dengan memperdengarkan suara anak.

image

Kampanye dan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana yang diluncurkan tahun 2010 serta refleksi setahun 1 MSSHC membuat kami makin yakin memilih untuk memastikan suara anak selalu menjadi prioritas dalam kegiatan KerLiP termasuk dalam memperkuat reformasi birokrasi agar dapat memberikan pelayanan psima dalam pemenuhan hak pendidikan anak.

Dalam kampanye sekolah aman kami sangat terbantu dengan kemitraan khas yang tumbuh bersama Arlian dan kawan-kawan yang membentuk Gerakan Siswa Bersatu Mewujudkan Sekolah Aman. Kini ada Syahna, Nabila,  Allisa, Fina yang menjadi mitra anak dalam upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Saya yakin upaya yang dilaksanakan Zamzam untuk memfasilitasi Direktorat Pembunaan SMA dalam meningkatkan kompetensi guru BK terkait mekanisme pengaduan yang menjadi ciri penting Sekolah Ramah Anak dapat segera disinergikan dengan upaya penguatan  P2TP2A dan Direktorat Rehabilitasi Sosial yang sedang saya lakukan di Kemsos dan BP3AKB Jabar.

Insya Allah seluruhnya demi kepentingan terbaik anak.

image