Penyelarasan Program Kemitraan melalui Sekretariat Bersama SeRAI

image

“Sejak bergabung di Kemendikbud baru kali ini saya merasa yakin upaya gotong royong untuk mewujudkan ekosistem dan insan pendidikan yang berbudi pekerti luhur, cerdas dan bertanggung jawab akan menjadi niscaya. Direktorat Pembinaan PKLK siap memperkuat Seknas Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) dan mengaktifkan sekretariat untuk mendukung perluasan Pokja Inklusif…”

Kutipan kalimat yang disampaikan Pak Praptono, Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen dalam acara penutupan Lokakarya yang diselenggarakan di Hotel Atanaya Bali menggembirakan kami. Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan, Bu Rena Direktur Pembinaan PKLK menyampaikan bahwa Sekretariat Bersama SeRAI-Sekolah Ramah Anak, Aman bencana-antikekerasan dan Inklusif sudah siap diaktifkan Kemendikbud dan diperkuat oleh Unicef, Save The Children, KerLiP, Pokja Inklusif, Forum SRA, Gugus Tugas KLA klaster IV, dan lembaga/forum yang menyinergikan gagasan, harapan, dan praktik-praktik baik Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya lainnya.

Lokakarya yang disiapkan Zamzam, Tim Litbang KerLiP yang kini menjadi Tim Teknis Direktorat Pembinaan PKLK bersama Pak Faisal atas nama Direktorat Pembinaan PKLK didukung penuh oleh Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB), Unicef, Forum SRA, dan Pokja Inklusif. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber dan fasilitator serta mitra-mitra pegiat SeRAI dari Kempppa, Kemkes, Kemenag, BNPB dan mitra dari berbagai pelosok nusantara.

Ketegasan Bu Rena gayung bersambut dengan semangat dan kesungguhan para pegiat yang bekerja di lembaga masyarakat, Pokja dan mitra pembangunan jnternasional. Inisiatif ini mempererat persahabatan kami sejak Wamendiknas bersama Wamenpu, Kepala BNPB, Kemenag, Kempppa, Kemdagri, dan masyarakat menginisiasi pembentukan Sekretariat Nasional Sekolah Aman tahun 2011. Sejak saat itu, sebagai Ketua Seknas SA dan Zamzam sebagai Sekjen SA mendapat dukungan penuh dari Bu Rena yang mewakili Kemendikbud untuk piloting SMAB di beberapa provinsi. Konsistensi Bu Rena dalam menegaskan posisi kemendikbud sejak beliau memimpin program dan kerjasama luar negeri di Setdijen Dikdas serta pengalamannya bekerja di pendidikan kejuruan menjadi modal dasar yang sangat bermakna dalam penyelarasan program kemitraan yang terus menguat ini.

Penguatan Budaya Inklusif

image

Ajakan Bu Muftiah Yulismi untuk terbang dari Bandung bersama Teh Yuyun dari Bilic menggembirakan. Semangat perubahan yang dimotori pegiat Pokja Inklusif kota Bandung ini memberikan warna tersendiri. Ia mengajak multipihak untuk bergegas melembagakan inisiatif baik ini di Jawa Barat dan kota Bandung selepas kegiatan.Wa grup PKLK Bali yang dikelola Yanti dari Save the Children pun mulai aktif menjadi wahana berbagi praktik baik sebagai tindak lanjut dari kegiatan di Bali.

image

Semangat ini sudah sangat terasa ketika saya mengajak Bu Mufti untuk hadir dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Disdik Provinsi Jawa Barat pada 22 Desember 2015. Kegiatan ini dilaksanakan setelah peluncuran Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersinar di SLBN Cicendo oleh Ketua P2TP2A Jabar yang dihadiri Kabid PKLK Disdikprov Jabar, Kadisdik Kota Bandung, Asda I Pemkot Cimahi,GSB Bersinar SMPN 11 dan GSB MeSRA SMAN 15 Bandung didukung penuh oleh Direktorat Pembinaan PKLK Dikdasmen. Forum SRA kota Bandung yang kami rintis bersama SMAN 15, SMPN 11, SDN Merdeka di SMKN 3 Bandung pun mulai disinergikan saat saya diundang Pokja Inklusif untuk menyampaikan Gerakan Sekolah Ramah Anak di Universitas Telkom. Sinergi ini terus berlanjut dalam kegiatan Roadshow SMAB yang kami laksanakan bersama WVI, Save The Children Plan, GSB Bersinar SMPN 11, KerLiP Bandung dan SMK Multimedia Telkom di SLBN A Pajajaran tempat bu Muftiah bekerja. Kami bertemu kembali dalam Penutupan Olimpiade Seni dan Desain yang diselenggarakan Art Therapy Widyatama yang dihadiri Mensos serta didukung Pokja Inklusif. Dukungan Bu Mufti dalam pelatihan Sekolah Aman Komprehensif yang dilaksanakan Plan Indonesia dan Tim ASEAN Safe School Innitiative dengan dukungan penuh Dinas Pendidikan Kota Bandung dan KerLiP Bandung makin mengukuhkan sinergi ini. Insya Allah penguatan budaya inklusif di kota Bandung terus menguat seiring dan sejalan dengan kampanye dan advokasi Education for All yang kami usung bersama sahabat-sahabat KerLiP sejak tahun 2002.

Safari GeMBIRA di SDN Cirateun Kulon

“Ada yang gangguin, tapi seneng koq. Bisa jadi mentor buat adik-adik keren, “kata Anggi dengan senyum manisnya memulai evaluasi siang tadi. Kegembiraan anak-anak GSB Bersinar Kelas Digital binaan Bu Nia mendapatkan kesempatan untuk memfasilitasi Roadshow Sekolah Aman di SDN Cirateun Kulon terpancar selama evaluasi dilaksanakan. “Aku juga seneng. Ini pertama kalinya aku mengajar anak-anak SD, “kata anak lainnya.

image

Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah

Tidak perlu menunggu tong cantik warna warni memikat hati untuk memulai pengelolaan sampah berbasis sekolah. Sahlan dan kawan-kawan dari GSB Bersinar menyiapkan 4 plastik sampah hitam berukuran besar yang ditandai dengan kertas bertuliskan jenis sampah.

Sampahku ada dua
Organik an organik
Organik sampah busuk
An organik tidak busuk

Bait pertama lagu pemilahan sampah yang Dina lantunkan memulai kegiatan memilah sampah pada Safari GeMBiRA kali ini. Yunita menjelaskan jenis-jenis sampah dilengkapi Cika dan kawan-kawannya. “Lihat! Anak itu sampai bergegas menghabiskan air minum dalam kemasan plastik agar bisa memilah sampah dengan  kakak mentor keren-keren dari GSB Bersinar SMPN 11 Bandung, “kataku kepada Tahan dari Wahana Visi setengah berseru. Keasyikan anak-anak memilah sampah jadi kegiatan primadona. Bahkan anak-anak yang terlihat menyendiri pun terlihat aktif memilah sampah.

image

Sekolah Aman Komprehensif

Maulina dari Save The Children yang menjadi salah satu anggota Tim ASEAN Safe School Innitiative, mengingatkan pentingnya 3 pilar sekolah aman. Penjelasan Bu Sari sebagai koordinator Roadshow Sekolah Aman dari Bencana dari KerLiP Kota Bandung saya perkuat berdasarkan pengalaman roadshow GERA SHIAGA yang melengkapi penerapan Sekolah/Madrasah Aman dafi Bemcana dalam DAK Pendidikan 2011-2012.

Kali ini kami memutuskan menyederhanakan kegiatan penilaian fisik sekolah oleh-anak-anak dan guru serta memperkuat inisiatif pengintegrasian pendidikan pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah dan pentingnya manajemen kebencanaan sesuai rekomendasi Kadisdik Kota Bandung. SDN Cirateun Kulon adalah piloting sekolah aman gempa dari LIPI dan PMB iTB 2007. Bu Euis Nani, Kepala sekolah menyampaikan informasi tersebut dalam sambutannya. Beliau juga meminta bantuan fisik untuk menambah ruang kelas baru bagi 4 kelas yang dibuka siang hari. Kegiatan simulasi dari bencana pun sudah rutin dilaksanakan. Namun demikian, tak ada dokumentasi apapun yang dapat menunjukkan praktik-praktik baik mereka. Kami mengingatkan pentingnya menerbitkan surat keputisan Kepala Sekolah tentang Tim/Satgas PB di SDN Cirateun Kulon lengkap dengan protap, peta, jalur dan rambu evakuasi dan penggalangan sumber daya untuk menerapkan sekolah aman bencana.

image

Pendidikan PRB dalam kerangka Gerakan KerLiP Bersinar

image

Adik-adik peserta roadshow menyimak penjelasan kakak mentor sambil membuka brosur YES for Safer School karya Fitry dari Green SMile Inc. Alhamdulillah, WVI dengan dukungan ASSI memfasilitasi kegiatan roadshow yang melibatkan 17 SDN dan 3 SLB yang direkomendasikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.

GSB Bersinar dibantu Dina dari SeKAM melakukan mentoring sebaya untuk membuat kolase sekolah idaman anak. Di tempat lain Bu Nia memfasilitasi perwakilan guru dari SDN Cirateun Cirateun Kulon, Cibeureum, dan Komara Budi untuk menyusun rencana aksi sekolah aman dari bencana di sekolah masing-masing. Menarik menyimak rencana aksi sekolah ABG (Aman Bencana Gempa) dari Komara Budi lengkap dengan dukungan sumber daya sari KerLiP dan Save the Children. SDN Cibeureum merancang Gesit menuju sekolah aman, gerakan sehat dan bersih yang menarik dijalin dengan pendidikan karakter berhiber. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan inti dari roadshow sekolah aman bencana ini.

image

image

image

image

Mengawal Bantuan Sosial PRB di SLB

image

“Pemindahan kegiatan dari Batam ke Pekanbaru dilaksanakan atas instruksi Bu Direktur untuk melihat langsung penerapan Sekolah Aman dari Asap di Riau, “ujar salah satu staf Bu Rena. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Agenda sosialisasi dan lokakarya PANUTAN oleh Dinas Pendidikan Riau sudah diagendakan berkali-kali dan disepakati tanggal 31 Maret sampai 2 April 2016. Saya juga sudah janji untuk mempresentasikan Konsep dan Implementasi Sekolah Darurat dalam Rakor Forum Komunikasi PKLK yang dilaksanakan Subdit Program dan Evaluasi dan memfasilitasi menghasilkan buku kerja Pendidikan PRB di SLB di akhir Maret. Sungguh, nikmat Allah yang mana yang bisa kamu dustakan? Alhamdulillah kegiatan tersebut dilaksanakan di Pekanbaru tanggal 28-31 Maret 2016. Pertemuan dengan Puslitjaknov bersama IGI, FSGI,dan FGII atas prakarsa bu Yendri pada tanggal 28 Maret di Jakarta pun mengawali kesibukan saya dan sahabat KerLiP di minggu terakhir bulan Maret 2016.

Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan

Nurasiah Jamil sebagai bendahara KerLiP menunjukkan komitmen penuh untuk menuntaskan laporan pajak Perkumpulan yang.saya dirikan pada Hari Natal tahun 1999 bersama sahabat-sahabat yang pernah bergiat di KARISMA ITB. Aas juga membantu melengkapi formulir pendaftaran anggota KPB sekaligus pemutakhiran profil KerLiP yang bergiat di PRB pasca gempa tsunami Aceh 2004 lalu. Penyusunan profil hak anak atas pendidikan, kreativitas, dan budaya juga dimulai Aas dengan mengumpulkan data dari jendela pendidikan dan neraca pendidikan. Rencananya hari minggu pagi, kami akan bertemu dengan Joko yang baru pulang dari Jepang untuk membentuk tim penyusun profil yang akan diterbitkan Bu Elvy. Aas juga menyiapkan rencana audiensi kami denvan Dirjen Dikdasmen dan Dirjen PAUDIKMAS.

Secara paralel persiapan school roadshow di Bandung dilaksanakan oleh Bu Ekasari atas permintaan WVI dan Plan dengan dukungan dari Pak Siroj Disdik Kota Bandung. Berikut daftar sekolah yang direkomendasikan akan menjadi peserta sosialisasi Sekolah Aman komprehensif yang diinisiasi Plan bersama UNICEF, WVI, UNESCO, dan Save the Children dengan dukungan penuh dari KPB dan Biro PKLN Setjen Kemendikbud RI.
image

Di tempat lain, Zamzam intens mendampingi Kadisdik Provinsi Riau untuk merevisi Renja Disdik Riau dan menyiapkan Sosialisasi Lokakarya Panutan yang diinisiasi Perkumpulan KerLiP dan Gerakan Indonesia Pintar serta dilaksanakan Bu Dian dari PAUDNI Disdikprov Riau. Kami menghadirkan narasumber eselon 2 dari Kemendikbud, Kempppa, dan Kemensos memperkuat inisiatif pembentukan Sekretariat Bersama untuk mengaktifkan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak kluster IV dan V di Riau. Inisiatif ini dilaksanakan setelah KPPPA membentuk Forum SRA Nasional yang didukung oleh 13 Kementerian/Lembaga bersama Perkumpulan KerLiP.

Kemitraan khas KerLiP dengan FGII juga memungkinkan persiapan peluncuran Sekolah Bersinar di Makasar dilaksanakan pada saat yang bersamaan. Kami bermaksud menghadirkan Meneg PPPA, Dirjen Dikdasmen Dirjen Pendis, Kepala BNPB dan beberpa eselon 2 di Kempppa Kemdikbud, BNPB, Kemenag, dan Kemensos untuk memulai Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersih Sehat, Hijau, Inklusif, Aman, AntiKekerasan, dan Ramah Anak (Bersinar) di Indonesia Timur lalu ke Jabar, Jatim, Lampung, NTB, NTT, Papua, Maluku Utara, Palu, Deli Serdang, Jakarta, Kaltim, Sumbar, Jateng. Upaya untuk mengadvokasi perlindungan dan jaminan sosial serta persiapan pengintegrasian Gerakan Bersinar dalam Kongres FGII terus dilaksanakan Tety Sulastri, bendahara DPP FGII secara profesional.

Kemitraan di KPB

Senang sekali melihat foto pembukaan rakor yang dishare Bang Iskandar di wa grup KPB. Sinergi dengan KPB insya Allah lebih baik melalui kegiatan yang difasilitasi Kemendikbud. Saya memutuskan untuk mengawal kegiatan penyusunan buku kerja ini sampai tuntas. Ternyata Yusra yang baru digantikan Wahyu dari Plan Internasional Indonesia menghadirkan 2 fasilitator nasional sekolah madrasah aman dari bencana yang diangkat BNPB.

Foto-foto di bawah ini saya hadirkan untuk menunjukkan semangat gotong royong yang dilaksanakan multipihak untuk menghadirkan Negara bagi anak-anak yang terpinggirkan.

image

image

image

image

Bu Nia Membuka Ruang Kreativitas Anak di Kelas Digital 7-11 SMPN 11 Bandung

Alhamdulillah proses pemilahan sampah ala GSB Bersinar perlahan tp pasti mulai terlihat kemana arahnya. Ada peluang ke arah penggunaan teknologi tepat guna & inovasi sederhana. Hari ini ada 4 desain tempat sampah inovatif karya anak2 keren hebat. Mohon doanya ya bu..

Kabar gembira dari Bu Nia Kurniati, guru para pembaharu muda yang selalu semangat dan ikhlas menemani tumbuh kembang para juara di SMPN 11 ini sudah saya terima beberapa minggu yang lalu. Kreativitas Bu Nia untuk bergiat dalam pengelolaan sampah berbasis sekolah makin keren. Anak-anak bimbingannya berhasil merintis GSB Bersinar selalu gembira belajar bersama di kelas digital 7-11 mendapatkan ruang kreativitas yang tanpa batas.

image

image

Alhamdulillah, saya diijinkan untuk menunjukkan beberapa bagian dari proses pengembangan kreativitas anak dalam kerangka aksi pengelolaan sampah berbasis kelas yang luar biasa. Sungguh menakjubkan melihat bu Nia guru PNS di SMPN 11 ini tak berhenti berkreasi di tengah segala tantangan yang harus dihadapinya setiap hari.

Selamat berkarya dan menjadi pemenang sejati menggiatkan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Bersih, Sehat, Hijau,Inklusif, Aman, AntiKekerasan, dan Ramah Anak (KerLiP Bersinar)

Menikahkan Politik, Ekonomi, dan Pendidikan

image

[23/03 00:20] Dan Satriana: Sebenarnya ideologi dan prespektif pendidikan s23endiri bisa ditelusuri jelas meski memang rumit dan panjang. Tetapi ketika pendidikan dicampuri kepentingan politik dan ekonomi jadi kelihatan seperti benang kusut. Kenapa? Karena yang membuat kusut adalah kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi yang menutupi warna indah pendidikan sebenarnya.

[23/03 00:27] yanti kerlip: Politik-ekonomi-pendidikan sudah lama menikah Kang Dan. Sulit menceraikannya. Kita perlu cari solusi agar jadi “keluarga” harmonis

[23/03 00:34] Dan Satriana: Betul ibu @yanti. Saya sih optimis karena banyak sekolah yang berhasil menikah dengan lebih sehat. Di salatiga, di Blitar, di Bandung sudah cukup. Jika kita belum siap merubah persepsi kita, cukup negara memberi ruang bagi eksperimen seperti itu tanpa tuntutan kesergaman. Bukankah Pa Anies punya jargon mencari Champion, mengoleksi best practise….ini….di sini

[23/03 00:38] yanti kerlip: Kita dorong buat semacam festivalnya yuk…mulai dari pelatihan menulis praktik2 baik. Dulu kayaknya pernah dilakukan untuk wapik.

http://jendela.data.kemdikbud.go.id/jendela/ ini dibuat anak2 muda Paska yg bisa dimanfaatkan disdik kota Bandung untuk exposure best practices ya

[23/03 04:15] Taufan fgii: Kang Ben, siswa sekolah favorit baik Swasta pun negeri mulai sd – sma, yg saya tahu umum nya mrk ikut bimbel, OK jgan dilihat sekolah negeri, kita lihat sekolah Swasta yg umumnya Gurunya msh muda enerjik, kreatifitas, selalu dlm pantauan yayasan, jika cara mengajar Dan kinerja buruk ada sangsi yg merugikan dirinya, Dan akhirnya terkondisi bagus pelayanannya, namun tetap saja anak2 didik nya bimbel

[23/03 04:19] Taufan fgii: Bener Kang Dan, di sekolah ada proses yg menyenangkan ada nilai silaturahmi siswanya ktk praktik apapun di sekolah lebih menyenangkan, apalagi berdasarkan kurikulum nasional, penilaian siswa lebih kpd prosesnya bukan hasilnya, guru harus melihat kesungguhan siswa ktk mengerjakan tugas atau lembar kerja bukan pd hasil

Mas eko, seandainya  kembali spt orang tua kita dulu ktk menyekolahkan kita orientasinya ke sekolah yg terdekat mulai SD- SMA, Dan saat itu belum muncul sekolah favorit, buktinya orang sukses yg kita lihat skrg tidak lahir dari sekolah dan PTN favorit, krn kunci sukses adalah kesungguhannya dlm meraih mimpi, hal inilah yg harus secara masif ditanamkan kepada anak Dan ortu siswa.

OPeRA di wa grup GMPP Indonesia selalu menarik untuk disebarluaskan. Kang Dan adalah pegiat pendidikan yang sudah kawakan dan jadi mentor bagi sahabat-sahabat KerLiP seperti Zamzam, Ova, Nur juga Ilah, Okha, dan anak-anak muda yang bergiat di Kalyanamandira. Satuan Aksi Pembelajaran yang mereka susun untuk anak-anak berhadapan hukum di LPKA Kebonwaru lengkap dengan berbagai praktik baiknya. Setahu saya sekolah-sekolah yang disebutkan berhasil menikahkan politik, ekonomi, dan pendidikan secara sehat seperti Qoryah Thoyibah, Hikmah Teladan, SMA PGRI Cibinong, Sekolah Alam beberapa kali diliput jurnalis Kompas.

Mediator Aktif
image

Pertemuan saya dengan FGII dan para pegiat hak atas pendidikan di Jakarta tahun 2005 mendorong kamk untuk menggiatkan gerakan keluarga peduli pendidikan di ranah advokasi non litigasi menjadi litigasi. Advokasi korban UN 2006 menyadarkan saya tentang pentingnya kerja sebagai mediator aktif untuk mengubah wajah sekolah/madrasah lebih ramah anak. Kampanye dan advokasi Education for All yang kami usung sejak 2003 untuk memastikan tersedianya anggaran yang memadai dalam pemenuhan hak konstitusional rakyat atas pendidikan mendapatkan penguatan. Praktik-praktik baik pendidikan anak merdeka di sekolah berprogram khas dengan bangunan fisik seperti sekolah “negeri” serta kemitraan khas dengan Pak Fasli Jalal yang memimpin perubahan di Kementerian Pendidikan Nasional membuka jalan baru sebagai mediator aktif dalam pemenuhan hak atas pendidikan. Apalagi dengan dukungan sahabat-sahabat KerLiP dari UPI Bandung dan guru-guru kritis di FGII.

“Mbak, banyak yang bilang lu tuh murahan banget, tanpa dibayar pun bisa, “kata Susi Fitri saat kami bertemu kembali setelah bertahun-tahun saya meninggalkan keramaian advokasi di Jakarta. Kata-katanya menyadarkan saya untuk mempertimbangkan kegelisahan Zamzam. Posisi mediator aktif dalam pemenuhan hak atas pendidikan mempercepat upaya advokasi yang kami buka melalui pelembagaan Sekretariat Nasional Sekolah Aman. Saya memutuskan untuk bergeser memperkuat advokasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setelah berkenalan dengan Bu Ninin, Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak. Kampanye dan penerapan sekolah aman pun kami rangkai dengan praktik-praktik baik lainnya yang sudah diusung ribuan bahkan ratusan ribu sekolah. Penyusunan direktori sekolah aman 2013 bersama BNPB menjadi media penting dalam pengumpulan praktik-praktik baik tersebut.

Saya dan Zamzam tetap menjalankan mediasi antar kementerian dan lembaga sampai ke pemerintah kota/kabupaten. Sosialisasi Pedoman Pendidikan Ramah Anak ke 17 provinsi pada tahun 2012 membuka kesempatan untuk menjangkau mitra KerLiP di daerah. Kesempatan emas untuk menikahkan politik, ekonomi dan pendidikan makin terbuka saat Bu Ida, kasubdit sarpras Ditme Ditjen Pendis Kemenag mengajak kami untuj mengarusutamakan sekolah/madrasah aman dari bencana dalam rehabilitasi 7 ribu madrasah pada tahun 2011-2012 lalu perluasan MAN Insan Cendekia ke 20 provinsi sebagai model penerapan pendidikan ramah anak yang diusung 7 kementerian/lembaga.

Alhamdulillah, upaya harmonisasi dan perluasan jangkauan pemenuhan hak anak atas pendidikan mulai diperkuat dengan penyediaan Ruang Kreativitas Anak untuk pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. Bu Elvi, asdep pemenuhan hak anak atas pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya menjadi penanda penguatan reformasi birokrasi dalam pemenuhan hak atas pendidikan ini. Kemitraan khas yang kami jalankan memungkinkan percepatan penerapan Sekolah Ramah Anak sebagai salah satu indikator Kota/Kabupaten Layak Anak di Kemdikbud. Direktorat Pembinaan SMP sudah menerbitkan panduan Gerakan Sekolah Sehat, Aman, Ramah Anak, dan Menyenangkan selama proses advokasi yang kami jalankan bersama Bu Elvi 2014 lalu. Saat ini Direktorat Pembinaan SMA dan Pembinaan SD sudah menuntaskan Panduan Sekolah Ramah Anak dalam dampingan Zamzam dan Susi Fitri.

Keputusan saya untuk mendampingi Bu Rena, Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus memungkinkan isu lintas sektor untuk memperkuat kemitraan yang dulu diusung melalui Seknas Sekolah Aman. Istilah Anak Berkebutuhan Khusus Bersih, Sehat, Ramah Anak, dan inklusif (Berseri) dikeluarkan Bu Ning, Kasubdit Peserta Didik Bina PKLK. Gerakan KerLiP Bersinar (Bersih, Sehat,Hijau, Inklusif, Aman, Antikekerasan dan Ramah Anak) pun mendapatkan momentumnya. Hasil Rakor Bina PKLK memunculkan SeRAI sekolah Ramah Anak dan Inklusif serta SeMAI 3T menggantikan ADEM 3T. Penanda-penanda baru ini melengkapi kegiatan GeMBIRA bersama KerLiP di sekolah yang kami sebarluaskan melalui kitabisa.com.

Intimacy, passion dan commitment adalah tiga elemen tringular theory of love dari Sternberg. Intimacy merupakan elemen emosi yang berhubungan dengan kedekatan yang mengarah pada hubungan, kepercayaan dan kehangatan, passion merupakan elemen motivasi dan commitment merupakan elemen kognitif yang mendasari untuk saling menyayangi dan mempertahankan hubungan. Ketiganya merupakan elemen penting dalam pernikahan. Kami jalin dalam upaya tumbuh bersama mewujudkan Pendidikan Ramah Anak, Bermutu, dan Bebas Pungutan (Panutan).

Membangun Kesadaran Kritis yang Responsif Anak

FGII-Federasi Guru Independen Indonesia, menjadi rumah saya ketika memilih advokasi kritis mendoring perbaikan layanan pemenuhan hak atas pendidikan di tingkat nasional. Kesadaran kritis sebagai warga negara mulai tumbuh saat diperkenalkan dengan Education for All yang disepakati NKRI di Dakkar bersama 100 an kepala negara sedunia. Namun demikian, pertemuan dengan FGII lah yang membuat motto Berani Gagal.yang kami usung dari Cimahi mendapatkan penguatannya.

Berani Berkata Benar

Ini bukan B3 limbah beracun ya. Berani berkata benar atau B3 yang inj perlu perjuangan untuk out of the box dan keluar dari zona nyaman. Waktu itu tanpa sengaja bertemu dengan para pendirinya di ICW. Ada hal yang menggelitik pikiran saya dalam dialog-dialog saling belajar yang saya ikuti dengan antusias di Koalisi Pendidikan. Saya merasa sangat tertinggal jauh karena menganggap cukup dengan membantu menyediakan pendidikan alternatif untuk kelompok menengah kaya di Indonesia khususnya di Jawa Barat.

Kampanye Education for All pun akhirnya dilengkapi dengan advokasi litigasi untuk korban Ujuan Nasional. Kesadaran kritis saya sebagai warga negara benar-benar terasah di Jakarta. Analisa berita pendidikan di Kompas mendorong saya untuk melakukan B3 dengan menulis artikel. Sata jadi mudah geram melihat ketimpangan dan indikasi pelanggaran hak anak atas pendidikan. Rasa geram,  gemat membaca dan kebiasaan menggunakan bahasa halus sejak kecil, bermuara pada tulisan-tulisan kritis di harian umum nasional. Tidak tanggung-tanggung. Semua tulisan saya yang dimuat Kompas setia0 2.minggu sekali sejak 15 Januari sampai Mei itu dibukukan bersama tulisan-tulisan jurnalis keren Kompas. Bahkan sampai dicetak ulang saat 2 tulisan terakhir saya kembali dimuat paa bulan Juli.

Para Pelayan Publik Responsif Anak di Kemenag

Saya memutuskan berhenti menulis di Harian Umum elit itu setelah mempelajari kemudahan-kemudahan menulis di blog. Beberapa blog terkait tema kampanye dan advokasi EFA yang sedang kami usung pun terbit. Blog ini salah satu media untuk menghadirkan wacana mikro ke ranah publik. Perlu keberanian ekstra untuk memilih jalan senyap setelah gegap gempita didukung para jurnalis independen dalam kerja advokasi litigasi.

[

15/03 19:27] Bu Ida Xl: Bu Yanti u tahun ini PPDB Man IC siap menerima siswa 1728 pada 17 propinsi
[15/03 19:27] yanti kerlip: Alhamdulillah…1.728 anak
[15/03 19:28] yanti kerlip: Jadi seperti MAN IC Serpong ya Bu?
[15/03 19:28] yanti kerlip: Dibiayai penuh oleh Kemenag
[15/03 19:30] Litbang Kerlip Diana: Salut dengan perjuangan bu Yanti…
[15/03 19:31] yanti kerlip: Bu Diana…memperluas dampak mimpi kita dulu… di Kota Cimahi Bu
[15/03 19:31] Litbang Kerlip Diana: Iya..kereeennn…
[15/03 19:31] yanti kerlip: Kl buat sekolah sendiri terbatas jangkauannya
[15/03 19:32] yanti kerlip: Dg ibu2 dan bapak2 hebat di birokrasi pelayanannya bisa se nusantara
[15/03 19:32] yanti kerlip: Alhamdulillah birokrat2 kita peduli anak
[15/03 19:33] Litbang Kerlip Diana: Betul… kl kebijakan bisa menjangkau rakyat banyak pasti memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan warga
[15/03 19:33] Ibu Dr. Sowiyah Unila: Bu Yanti. Sy sdh sosialisasi SRA dan Kerlib. Peserta antosias
[15/03 19:36] Bu Ida Xl: Iya bu. Hanya biaya kita bebankan u biaya personal ke siswa
[15/03 19:37] Litbang Kerlip Diana: Sekarang sy akan coba membantu TPQ di rumah menjadi TPQ ramah anak
[15/03 19:38] yanti kerlip: Alhamdulillah
[15/03 19:38] Litbang Kerlip Diana: Nanti di share indikatornya ya bu Yanti
[15/03 19:38] yanti kerlip: Mau dong Bu ceritanya
[15/03 19:38] yanti kerlip: Saya boarding dulu ya
[15/03 21:13] yanti kerlip: Siap Bu

Obrolan di wa grup Gerakan Sekolah Ramah Anak ini adalah salah satu bentuk appresiative inquiries yang kami lakukan bersama para pelayan publik yang responsif anak. Saya sangat beruntung bisa tumbuh bersama Pak Fasli Jalal mengawal kampanye dan advokasi EFA dalam beragam judulnya.

Bu Ida kini menjabat Kasubdit Kesiswaa Ditma Ditjen Pendis. Saya bertemu dengan pelayan publik yang berani memastikan madrasah dinyatakan tegas dalam kebijakan-kebijakan pendidikan pada saat memimpin Sekretariat Nasional Sekolah Aman. Saat itu Bu Ida menjadi Kasubdit Sarpras di Direktorat yang sama. Hubungan kami.makin intensif ketika memperluas MAN Insan Cendekia ke seluruh Indonesia. Saya mendapat kehormatan menyiapkan Grand Design nya bersama Pak Abu Ammar dari ITI Serpong. Secara paralel saya juga menyiapkan instrumen monev bersama konsultan arsitek dan bangunan madrasah.

MAN IC menjadi model Madrasah Bersinar lengkap di Indonesia yang diusung sekretaris Jenderal dari berbagai kementerian dengan diterbitkannya Nota Kesepahaman pada tanggal 20 Agustus 2012. Pedoman Pendidikan Ramah Anak yang kami susun bersama Bu Ninin, Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan anak di bawah Deputi Tumbuh Kembang Anak yang dijabat Pak Wahyu, menjadi rujukan utama. Instrumen monev yang menjadi lampiran Perka BNPB no 4 tahun 2012 tentablng Pedoman Peneraoan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana disesuaikan dengan rencana pengembangan dan pembangunan MAN IC.

Alhamdulillah inisiatif baik ini sudah mulai menjangkau  ribuan anak di Indonesia.

Kabar GeMBIRA dari Kemdikbud: Forum Komunikasi Multi Pihak Siap Kawal Sekolah Aman Anti Kekerasan

Alhamdulillah kabar gembira, baru saja ditelpon Pak Ono, direktur PSMP, beliau diminta Pak Dirjen sediakan panduan dan materi presentasi kawal sekolah aman-anti kekerasan dalam pelatihan Kurikulum 2013. Pak Direktur meminta saya untuk menyiapkannya terintegrasi dalam Gerakan Sekolah Ramah Anak dg dukungan keluarga peduli pendidikan bersinar untuk SD, SMP, SMA, SMK dan PKLK

Mari kita bergegas menyambut fajar perubahan yang merekah

image

Insya Allah mulai Kamis besok, FGII-IGI-FSGI siapkan usulan kolaborasi untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Guru Ramah Anak ya. Tadi disepakati memperkuat kompetensi kepribadian dan sosial guru terkait sekolah aman-anti kekerasan dalam kerangka gerakan SRA.

image

[29/02 16:25] Nur Afiatin: Mantaap…
[29/02 16:26] Nur Afiatin: Bismillah.. Akhirnya ada isu yg sama untuk menyatukan organisasi profesi guru
[29/02 16:28] yanti kerlip: Alhamdulillah
[29/02 16:28] yanti kerlip: Demi kepentingan terbaik anak
[29/02 16:29] yanti kerlip: Guru-guru bergegas menjadi pionir dalam penghapusan kekerasan terhadap anak
[29/02 16:29] Nur Afiatin: Yuup exactly….
[29/02 16:31] yanti kerlip: Hasil survey Bu Elvy thd sekolah yg sudah menyatakan SRA juga menggembirakan
[29/02 16:31] yanti kerlip: Guru sdh makin sedikit yg dipandang anak melakukan KTA di sekolah
[29/02 16:55] yanti kerlip: Modul TOT SRA utk multi pihak sudah disiapkam bu Elvi dan tim, perlu 38,5 jam
[29/02 16:56] yanti kerlip: Senang sekali jika di Lampung bisa segera dimulai
[29/02 16:57] yanti kerlip: Sekaligus membentuk sekretariat bersama aktifkan Gugus Tugas KLA kluster 4 pendidikan, waktu luang, keg budaya di disdikprov spt di Jabar dan Riau

image