Menghadirkan Praktik Terbaik Penanganan Perdagangan Orang dari Jawa Barat

image

Senang dan bangga menyimak paparan Ibu Kepala BP3AKB Jabar yang juga pelaksana Gugus Tugas Trafficking Provinsi Jawa Barat. Berbagai kebijakan yang mendukung upaya untuk memutus mata rantai perdagangan orang di Jawa Barat seperti Perda Ketahanan Keluarga menunjukkan komitmen pemerintah Jawa Barat. Kerjasama gugus tugas di Jabat dengan masyarakat sipil, yakni Pekka juga merupakan praktik baik untuk perluasan dampak. “Perlu komitmen dari semua anggota gugus tugas untuk mengalokasikan anggaran yang memadai agar kebijakan yang sudah baik seperti di Jawa Barat diimplementasikan dengan baik pula, “kata Ibu Nenny.

image

Ratna dan Carla memoderasi diskusi panel yang menghadirkan Gugus Tugas Trafficking Jabar, perwakilan dari Kemenlu, dan Bareskrim sebagai narasumber. Terungkap data-data penanganan penyintas perdagangan orang yang dilaksanakan Kemenlu, Kemensos, Gugus Tugas Trafficking Jabar dan Polri. Tanggapan dan pertanyaan peserta serta paparan narasumber menunjukkan bahwa Kemenlu dan Kemensos berkomitmen penuh dengan menyediakan alokasi anggaran untuk program rehabilitasi sosial dan mitigasi dampak perdagangan orang termasuk dengan kekerasan seksual.

Mekanisme Rujukan

“Pemerintah Daerah perlu didorong untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk memperkuat dan mempercepat penghapusan trafficking di Indonesia, “bisikan Pak Sony di sebelah saya menambah daftar panjang rekomendasi yang perlu dirumuskan Tim Pokja PPO KTPA. Ketersediaan mekanisme rujukan yang jelas juga dikemukakan oleh narasumber dari Polri. Peraturan Presiden tentang trafficking sudah mengatur dengan jelas tugas, wewenang, dan tanggung jawab 19 kementerian/lembaga. Gugus tugas trafficking juga sudah terbentuk di semua provinsi namun belum semua kota/kabupaten membentuk gufus tugas tersebut.

Melayani Tanpa Diskriminasi Termasuk dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah

Alhamdulillah, saya merasa sangat beruntung bisa mengawal mekanisme penanganan penyintas anak korban kekerasan, trafficking, dan perlakuan salah lainnya dari sekolah ke Rumah Perlindungan Sosial Anak dan Rumah Perlindungan Trauma Center yang segera diperbanyak Kementerian Sosial.
Pagi ini saya bekerja untuk jadi moderator sesi pertama Pertemuan Nasional Gugus Tugas Penanganan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

image

Saya memilih bekerja bersama para aktivis perempuan dan pegiat hak anak dalam naungan Menteri Sosial dengan harapan guru, tenaga kependidikan orang tua, keluarga, dan masyarakat mendapatkan layanan rehabilitasi sosial saat anak-anak memerlukan penanganan.

Melayani Tanpa Diskriminasi

Kalimat di bawah tema Pertemuan Nasional yang kami siapkan bersama Direktorat Rehabilitasi Tuna Susila ini sangat inspiratif. Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Susila bekerja dengan arahan Tim Pokja Penanganan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bekerja keras untuk menghadirkan tema, “meningkatkan Koordinasi Pelaksanaan Mitigasi Dampak dan Rehabilitasi Sosiak Bagi Penyintas Perdagangan Manusia dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Kami mengundang seluruh stakeholder utama yang bekerja melayani penyintas perempuan dan anak untuk berkoordinasi menyiapkan kebijakan yang mendukung agar “melayani tanpa diskriminasi” menjadi komitmen semua pihak. Secara khusus Gugus Trafficking Jawa Barat kami hadirkan untuk berbagi praktik baik dalam Pertemuan Nasional ini.

Semoga berjalan lancar ya…

Semangat Tim Pokja PPO KTPA

Alhamdulillah kami tiba di Kemensos pukul 8.15. Masih cukup lama untuk menyelesaikan beberapa agenda kerja sebelum Rapat Pleno tim Pokja dimulai.

[16/11 09:35] yanti kerlip: Feby wah yg punya hajat nih…didelegasikan ke siapa di kelompoknya?
[16/11 09:35] yanti kerlip: Saya sdh di ruangan ya
[16/11 09:41] Pokja CARLA: ruangan mana Yanti..rapatnya di lt 7, ruang rapat
[16/11 10:07] Pokja CARLA: Ruby: tlg email draft rencana kerja Pokja 2016-2019 ke Ajeng ya krn dia mau perbanyak skrg.tks
[16/11 10:08] yanti kerlip: Hasil telaah kebijakan draft 0 dari bidang 1 udah diperbanyak di pertemuan sebelumnya ya
[16/11 10:09] Pokja CARLA: Ajeng: tlg alamat email ke Ruby lagi dong…dia mau kirim
[16/11 10:10] Pokja CARLA: ya sudah diperbanyak n skrg diperbanyak utk revisinya
[16/11 10:23] Pokja RATNA: Ya ampuun macet berat mulai condet ada perbaikan jalan, tp msh bs diatasi dng muter jalan kampung, taunya kena macet parah sepanjang otista..🙈 maaf klw telat atw malah g bs ikut rapat…pasrah aja deh…gak biasa kyk gini biasa lancar ja, gak ngerti ada apa ya…😨
[16/11 10:26] Feby Lintang: Aku stag di Tol.. baru mulai bergerak nih…ada  accident rupanya…

Obrolan di wa grup yang tak pernah sepi sejak Mensos meresmikan kami sebagai anggota Tim Pokja PPO KTPA sampai saat ini menjadi wahana SiMPHONi Bangsa yang dilaksanakan KerLiP bersama pegiat kemanusiaan yang bekerja dalam penanganan trafficking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak..

Responsibilitas Pak Sonny

Direktur Rehabilitasi Tuna Susila selaku ketua Tim Pokja PPO-KTPA tak pernah lupa mentampaikan bahwa rekomendasi-rekomendasi Tim Pokja masuk ke dalam program-program direktorat RTS yang dipimpinnya. Sikap tanggap Pak Sony membuat para aktivis pegiat kemanusiaan dari Migrant Care, LBH Apik, KPI, Keppak, SAPA Indonesia, Sekolah Noah, Pekka, Aisyiyyah, Muslimat NU, Seknas Perempuan Jokowi, Rumpub, dan Gentaskin nyaman berkoordinasi menyusun berbagai rekomendasi yang ditetapkan dalam SK Mensos tersebut.

Masukan Bu Kencana untuk mengundang beberapa lembaga sempat menjadi bahan diskusi yang cukup alot. Namun demikian, semua anggota berlapang dada mengikuti arahan Ketua Tim untuk mengakomodir semua kepentingan. Alhamdulillah, setelah daftar undangan disepakati, kami membahas agenda Pertemuan Nasional yang akan dilaksaklnakan oada tanggal 26 November 2015.

Rencana Kerja Tim Pokja PPO KTPA

image

Ruby dari AMAN Indonesia membantu kami menyusun draft rencana kerja yang dibagi menjadi 4 kelompok. Saya bersama Uli, Sulis dan Carla mempertajam bagian ketiga terkait unit-unit layanan dasar. Kami mengelaborasi model-model penyusunan base line. Saya sepakat dengan rencana lobby Mensos untuk mengadakan coffeemorning dengan kementerian terkait yang dapat memperkuat baseline mitigasi korban trafficking dan ktpa.

Teman-teman di 3 kelompok lainnya terlihat antusias merumuskan perbaikan rencana kerja yang disusun Ruby.