Menyelami Inti Keberadaan Kita dari Nama

In the name of Allah, most gracious and most merciful

Your name is so sweet. Like music to repeat. It makes you feel full with joy.

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Bersama Orangtua dan Sekolah (MeSRA Bertuah) yang diusung para pegiat SRA di Kabupaten Deli Serdang menambah perbendaharaan kata yang mengikat gerakan keluarga peduli pendidikan dalam nama. Ya. Sejak memilih KerLiP sebagai akronim dari gerakan yang diusung bersama keluarga-keluarga muda di Bandung Raya, Yanti KerLiP terus mengenalkan nama sebagai penanda kampanye dan advokasi yang sedang digiatkannya bersama sahabat-sahabat KerLiP.

LIBRA Sumber Belajar Bersama

Apa arti namamu? Banyak, demikian menurut Justin Kaplan dan Anne Bernays, penulis buku yang berjudul The Language of Names (Bahasa Nama). “Nama menyelami inti keberadaan kita.”

Dalam salah satu bab yang membahas tentang nama-nama dalam kesusasteraan, Justin Kaplan dan Anne Bernays menyatakan bahwa Charles Dickens, seorang novelis ternama yang berasal dari Inggris, adalah seorang pengarang yang ahli dalam menamai semua tokoh dalam karya-karyanya. Setiap nama yang ia berikan pada tokoh-tokohnya benar-benar merefleksikan karakter diri mereka masing-masing.

Apa arti namamu? Yakinlah bahwa anugerah Allah dalam namamu mengandung hal-hal khusus, yang hanya diberikan padamu; serta tak ada pada siapa pun.

Namamu, juga menunjukkan potensi serta kualitas holistik dirimu. .

Kini, dengan anugerah yang ada di balik namamu, isilah hidup dan kehidupanmu dengan baik dan benar.

Tulisan sahabat KerLiP tersebut seolah meneguhkan perjalanan Ketua Umum DPP KerLiP ini untuk mengemas gerakan dalam sebuah akronim yang bermakna. Sebuah nama yang menyiratkan upaya tumbuh bersama yang diusung gerakan keluarga peduli pendidikan di seluruh Indonesia.

Ragam Nama Gerakan

Pernyataan Thomas Amstrong sebagaimana dikutip Pak Zulfikri Anas dalam bukunya, “Kejeniusan dilahirkan dari Kegembiraan”  membuat akronim GeMBIRA terasa bermakna. Gerakan Membangun Indonesia Ramah Anak atau GeMBIRA menyiratkan sebuah gerakan yang berupaya mengembalikan kegembiraan anak untuk melahirkan kejeniusan-kejeniusan baru dalam sejarah kemanusiaan.

MeSRA mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Tingginya kekerasan sesama anak dalam bentuk perundungan mendorong perluasan pelembagaan Gerakan Siswa Bersatu (GSB) Mewujudkan Sekolah Aman menjadi GSB MeSRA. Kata MeSRA menyiratkan kasih sayang yang perlu dipupuk bersama. Senyum Sapa Salam Adik Kelas Tersayang (S3ASTers) yang dirintis Allisa pada saat belajar di SMPN 35 Bandung, melekatkan Aksi MeSRA nya dengan persaudaraan antar anak perempuan  tanpa mengenal sekat, senior dan yunior.

Panutan atau Pendidikan Anak Merdeka, Bermutu, Bebas Pungutan dicetuskan oleh Ibu Ekasari, Ketua DPD KerLiP Jabar. Sekolah Panutan diangkat oleh Pak Kamsol, Kadisdikprov Riau sebagai strategi perubahan dalam Diklat PIM II yang diselesaikannya dengan hasil gemilang. BIS Panutan pun menggantikan Bulan Aksi MeSRA yang diusung KerLiP sejak bulan April-Mei sejak 2013. Bulan Inovasi Sekolah Panutan diharapkan akan dilaksanakan serempak oleh semua DPC KerLiP pada 2018.

Kolaborasi akronim dari Konferensi anak, remaja,dan kawuLa muda bantu Orangtua Rayakan Literasi akan digelar Fitry, campaign manager KerLiP pada rangkaian BIS Panutan 2018 mulai dari Timur ke Barat,  dari Maros-Halmahera Barat- Bandung- Metro-Pangkalan Bun-Deli Serdang.

Bersinar (Bersih, Sehat, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak) diluncurkan di SLBN B Cicendo  oleh Ibu Netty Heryawan menandai aksi GSB MeSRA SMPN 11 Bandung dalam.asuhan Bu Nia Kurniati bersama SLB-SLB mitra. Kini kata Bersinar dilekatkan oleh Kemenag menjadi Madrasah Bersinar dan menjadi prioritas ketiga dalam mengintegrasikan Islam Moderat di Madrasah.

IMG-20170831-WA0154

To be continued

 

 

 

 

Advertisements

Fokus Pada Tujuan

Oleh: Junaidi Malik,Ketua DPD KerLiP Sumut

20170824_171030.jpg

Seeorang perempuan berbincang dengan seorang ustadzah:
“Ustadzah, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi”
“Apa alasannya?”, tanya ustadzah.
“Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, cara hidup pengurusnya tidak benar, jama’ahnya sibuk dengan hpnya, dsb”

“Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu.”
“Itu mudah sekali!” Jawab perempuan itu

Dia pun melakukan apa yang diminta ustadzah, sementara pengajian sedang berlangsung. Setelah selesai, dia berkata kepada ustadzah, bahwa dia siap untuk pergi.

“Sebelum kau pergi, ada 1 pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk deng hpnya?”
“Tidak”, jawabnya cepat.

“Engkau tahu mengapa?” Tanya Ustadzah
“Tidak”  jawabnya lagi

“Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpah.”
Begitupun dengan kehidupan kita. Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Allah SWT yang kita imani, maka :
• Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain.
• Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai ridhoNya.”

Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.

FOKUS PADA TUJUAN ITU KUNCINYA

Renungan Pagi di Akhir Pekan

SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ???!

Haji Usman, Pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

IMG-20170830-WA0044

Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan, jingga seperti haji Usman, bersedekah terasa ringan”.
“Wah”, sahut Haji Usman tertawa, “Antum salah alamat!”
“Lho?”…

“Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah…. Lha saya ini SANGAT SAYANG JUGA MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki “.
“Lho?”..

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. AKAN SAYA BAWA MATI SAYA INGIN DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..

Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu…

TITIP kepada anak yatim,
TITIP kepada fakir miskin,
TITIP kepada Masjid
TITIP kepada madrasah,
TITIP kepada orang yang berhutang dan kesulitan melunasi
TITIP kepada pesantren,
TITIP kepada pejuang fii sabilillah.
TITIP kepada Ibnu Sabiil
TITIP kepada karyawan yang rajin Ibadah
TITIP kepada saudara dan karyawan yang perlu perawatan,

Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi,  saya senang sekali.

Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL TITIPAN SAYA

Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat”.

“Jadi..!”

Siapa bilang harta tidak dibawa mati….?
Harta itu dibawa mati….!!!

Caranya ? …

JANGAN BAWA SENDIRI…

Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin,….dll… .dll
karena anak dan keluarga saya hanya bisa memberi kain kafan putih

Sahabat KerLiP yang dirahmati Allah, Selamat berakhir pekan, selamat menikmati hari libur bersama keluarga ytc dan jangan lupa untuk beramal kepada siapa pun kaum papa yang memerlukan uluran tangan kita.