Kelas Ramah Anak A la bu Nia Kurniati

MENEMUKAN KEUNIKAN ANAK MELALUI KELAS RAMAH ANAK

MEMBANGUN KELAS RAMAH ANAK, SEMUA ANAK JUARA!!!

 

Catatan ini dibuat seminggu  setelah pertemuan  dengan bu Yanti dan diskusi tentang bagaimana memulai kembali gerakan sekolah ramah anak yang bisa dilakukan berbasis kelas…dimulai dari kelas yang kita ajar saja…ya…kenapa tidak? Saat itu saya sampaikan mungkin proses ini sudah saya lakukan sejak tahun2012. Lalu saya mulai membuka-buka kembali file foto dan jurnal harian saya saat proses pembelajaran.  Semoga catatan ini dapat mewarnai perjalanan 15 tahun KerLiP dalam upayanya memenuhi hak-hak mereka sebagai anak, paling tidak 4 hak anak dapat terlayani dengan baik yaitu (1) hak hidup (2) tumbuh kembang (3) perlindungan (4) partisipasi dalam prose pembelajaran maupun dalam pembangunan negeri tercintanya INDONESIA.

Perasaan haru, takjub, kagum dan yang pasti sangat  menyenangkan…itulah gambaran perasaan saya   saat  melakukan ini. Piloting yang dilakukan sejak tahun 2012 yaitu pada tahun pelajaran 2012-2013, kemudian diperbaiki prosesnya pada tahun 2013-2014 dan 2014-2015. Ditambah dan dikurangi pada beberapa point, tetapi lebih difokuskan pada proses pembelajaran yang berdampak pada minat, motivasi, dan hasil belajar. Catatan saya mulai dari tahun 2012. Saat itu saya mulai dengan mengajak anak2 membuat dream board yang berisi tentang keinginan mereka saat belajar Biologi, keadaan kelas seperti apa yang mereka inginkan, dan apa harapannya  saat proses tsb dilakukan (misal berapa nilai yang mereka inginkan, dsb). Kegiatan tsb dilakukan oleh setiap orang kemudian masing2 akan bercerita dalam kelompok. Setiap kelompok akan menentukan dan memilih cerita yang paling menarik dan akan mewakili kelompoknya saat presentasi di forum kelas.  Pada tahap ini, belum ada analisis apapun tetapi saya sebagai guru mulai belajar mendengarkan apa yang menjadi keinginan mereka.

Pada tahun berikutnya yaitu tahun 2013 prosesnya mulai diperbaiki, setiap kelompok membuat tema masing2 tentang apa yang menjadi keinginannya saat dia belajar Biologi. kemudian pada tahun 2014 mulai fokus pada implementasi  5M dan penilaian otentik.  Ternyata banyak temuan2 penting karena siswa banyak memberikan usulan sekaligus solusinya apa yang harus guru (saya) lakukan saat menyampaikan pelajaran IPA. Misalnya:

  1. Saat mereka berharap belajar biologi lebih banyak melakukan kegiatan praktikum di lab IPA maupun melakukan pengamatan di kebun sekolah, mereka kemudian mengusulkan apa yang harus dilakukan guru dan sekolah dalam memenuhi kebutuhan ini. Jika mereka menemukan bahwa saprasnya tidak memadai, misalnya peralatan lab yang tidak mencukupi, ternyata mereka tidak serta merta meminta pihak sekolah menyediakan, tetapi yang sangat membanggakan adalah mereka mengusulkan membuat peralatan sederhana karya mereka sendiri, sehingga mereka mendapat pengalaman membuat alat sekaligus ujicoba kegiatan praktikumnya (temuan ini diimplementasikan pada K-13 dalam bentuk tugas tantangan) . Jika ada yang sulit dibuat, barulah mereka mengusulkan meminta pihak sekolah menyediakan. Jika biayanya tidak ada, maka merekapun menyarankan untuk mengkomunikasikannya dengan para ortu.
  2. Tentang penilaian terutama penilaian otentik yang harus dilakukan pada K-13 yaitu guru menganggap begitu banyak pekerjaan dengan seabreg proses penilaian yang mengharuskan guru lebih banyak melakukan observasi secara personal. Saya mencoba mengimplementasikan pengalaman belajar saya saat mengikuti kegiatan LS yaitu melakukan observasi dan fokus pada siswa dengan panduan beberapa pertanyaan yang membantu saya dapat melakukan pengamatan dengan baik. Pertanyaan tsb adalah:
  1. bagaimana cara siswa melakukan proses pembelajarannya hari itu?

  2. adakah siswa yang mengalami kesulitan belajar?

  3. bagaimana cara siswa menyelesaikan masalah yang dia hadapi saat mengalami kesulitan belajar?

  4. adakah siswa yang memiliki empati saat melihat temannya memiliki kesulitan? (5) bagaimana cara melakukannya?

  5. stategi apakah yang dilakukan oleh saya sebagai guru saat menemukan hambatan terutama dalam mengatasi kesuliatan belajar dari siswa yang terdapat di kelas yang bersangkutan?

  6. apa yang sebenarnya saya harapkan dalam proses pembelajaran yang terjadi saat itu?

  7. adakah target akhir dari guru tentang proses pembelajaran yang dilakukannya?

Saya berharap, proses belajar dan pembelajaran pada tahun 2014-2015 akan menjadi lebih baik, semakin jelas bahwa penerima manfaat terbanyak adalah siswa selaku peserta didik. Saya coba tuliskan beberapa temuan penting nya diantaranya :

  1. Di awal proses pembelajaran saya coba paparkan apa yang akan kita (saya dan anak2) lakukan dalam pelajaran IPA. Misalnya berapa bab yang akan dipelajari, bagaimana prosesnya, apa yang bisa mereka lakukan agar mendapatkan hasil sesuai harapan mereka, termasuk menjelaskan sistem peniaian yang berlaku saat itu (sesuai K-13) yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. saya juga jelaskan bahwa nilai sikap yang akan saya “latihkan” adalah mengarah pada penilaian sikap ilmiah, yaitu sikap jujur, rasa ingin tahu, kreatif, bekerjasama,berpikir kritis danpeduli lingkungan/empati. Sedangkan nilai pengetahuan dapat mereka dapatkan dari hasil ulangan harian, kuis, tugas pribadi maupun tugas kelompok. Dan nilai keterampilan bisa mereka dapatkan dari kegiatan pengamatan, penelitian, dan kegiatan praktikum.
  2. Dalam memperoleh nilai2 tsb mereka bisa menentukan sendiri bagaimana caranya, misalnya untuk nilai pengetahuan dan keterampilan saya terapkan sistem kompetisi dalam bentuk tugas tantangan. sedangkan dalam penilaian sikap saya mencoba menggunakan angket dan mempertajam pengamatan/ observasi saat proses pembelajaran berlangsung.
  3. Ternyata hasilnya sangat luar biasa, saya menemukan banyak kejutan dan segudang potensi dari mereka. Ada beberapa yang sudah bisa saya ukur tentang potensi yang mereka miliki dan bagaimana cara saya sebagai guru melakukan pendampingan padanya agar kemampuan sesuai potensinya dapat berkembang dengan baik.
  4. semua data yang saya peroleh dalam setiap proses pembelajaran saya rekam dalam bentuk foto, video, maupun dituliskan dalam jurnal harian.
  5. Di akhir semester tepatnya sebelum UAS , saya meminta mereka membuat rekapitulasi hasil proses belajar yang sudah mereka lakukan bersama dengan saya. Rekap tsb ditulis dalam bentuk tabel ang harus mereka tandai dan kemudian diserahkan ke guru disertai dengan bukti pendukungnya. tahapan ini saya namakan sebagai portofolio hasil belajar. Selain itu, saya juga meminta mereka membuat tabel kesiapan mereka dalam menghadapi UAS, dari 6 bab yang dipelajari, berapa % yang sudah mereka kuasai dan apa alasannya.

Inilah beberapa foto yang mendukung. Semoga bermanfaat.

Ibu Nia Kurniati

Advertisements

One thought on “Kelas Ramah Anak A la bu Nia Kurniati

  1. Pingback: Bermain dan Belajar Diluar Kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s