Nia Kurniati dan Inisiatif Kelas Ramah Anak

19059082_10209122928737344_8352989031836567696_nNia Kurniati adalah guru PNS di SMPN 11 Bandung  yang telah berhasil melahirkan tiga orang pembaharu muda Ashoka. Ia mulai mengembangkan kelas ramah anak menyiasati segala pembatasan yang dialaminya setelah pergantian kepemimpinan.

Pendampingan sekolah aman di daerah aliran sungai Citarum yang dilaksanakan sahabat KerLiP atas dukungan multipihak mempertemukan gagasan, harapan,dan praktik baik yang dilakukan sahabat-sahabat KerLiP dengan bu Nia. Perjalanan panjang melembagakan Gerakan Siswa Bersatu (GSB) di tempat bu Nia mengajar itu akhirnya sampai pada GSB MeSRA lalu GSB Bersinar dengan Kelas Ramah Anaknya yang keren sekali.

Beruntung

Bu Nia, begitu kami memanggilnya, mengaku sangat sensitif. Suaranya selalu bergetar menahan isak tangis setiap kali menyampaikan haru biru perjuangannya untuk keluar dari kebiasaan lama. Guru IPA yang gemar belajar ini sangat dicintai murid-muridnya. Ketekunannya untuk menemukenali potensi peserta didik di serta menuliskan prosesnya dengan cara yang khas selalu memperkaya OPeRA kami di wa. Saya sering tak sabar menyebarluaskannya dalam narasi-narasi panjang di blog ini. Tidaklah mengherankan jika bu Nia selalu mengingatkan saya untuk tidak memublikasikan catatan yang belum rampung.

Ragam metode yang dikenalkan bu Nia, yakni Book of me, dreamsboard, T R U S T, champion-change-connect memperkaya pendampingan terhadap anak, guru, kawula muda, orang tua yang kami laksanakan di berbagai tingkatan. Sahabat-sahabat KerLiP yang mendapatkan ilmu dari bu Nia makin banyak. Bu Nia yang tak pernah berhenti berkreasi menjadi sumber inspirasi utama dalam upaya kami mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Indonesia.

 

3 Langkah Khas KerLiP Menjadikan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor

Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengundang saya untuk berbagi praktik baik pembelajaran HAM di pendidikan menengah atas rekomendasi bu Ranti.  Sungguh kehormatan bagi saya mendapat kepercayaan tersebut. Saya segera menghubungi beberapa kepala sekolah mitra KerLiP yang penuh semangat menerapkan HAM khususnya prinsip-prinsip hak anak dalam pembelajaran. Alhamdulillah guru dari SMAN 4 dan 8 Pekanbaru yang menjadi piloting Sekolah Panutan sudah mengirimkan RPP-1- PKn-XII-EVA SMAN8 pku-2 dan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TUGAS BIMTEK sesuai permintaan. Strategi pembelajaran sejarah HAM dari Bu Ratna, Presiden AGSI juga sudah diterima Strategi Pembelajaran Materi Sejarah HAM.

Continue reading “3 Langkah Khas KerLiP Menjadikan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor”

Tenaga Kesehatan Jabar Cerdas dan Berakhlak Mulia

“Undang Bu Dokter Yuni ke depan ya Bu. Pengabdiannya kepada anak-anak Cirebon sangat membanggakan, “kata Bu Ike setelah bersalaman dengan perempuan cantik yang ramah dan ramping di barisan kanan. Kami berjalan menuju ruang tunggu VIP. Saya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas persiapan anugerah GIP 2017 yang akan dilaksanakan pada 1 Juni 2017.

Bahan presentasi Konvensi Hak Anak sudah ditayangkan Kang Irwan. Staf yang setia ini selalu siapsiaga melayani kami dalam setiap pelatihan yang dilaksanakan oleh DP3AKB Jabar. Pelatihan KHA bagi tenaga kesehatan Jabar dilaksanakan di Hotel Grand Paradise Lembang pada 22-23 Mei 2017. Tenaga kesehatan dari Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Bekasi, dan Karawang serta kota Cirebon dan Bekasi sudah antri sejam sebelum acara dimulai. Sebanyak 85 orang dokter dan perawat dari puskesmas terpilih bersama staf dinas kesehatan, Dpppa, dan Bappeda memenuhi ruang pertemuan menyaksikan sajian film terkait SRA, PRA, dst.

Continue reading “Tenaga Kesehatan Jabar Cerdas dan Berakhlak Mulia”

Thomas dan Kebangkitan Pendidikan Inklusif

Rencana penganugerahan Gerakan Indonesia Pintar 2017 pada Hari Kebangkitan Nasional terpaksa ditunda karena masalah eksternal yang tak mungkin diabaikan. Dua dari lima penerima Anugerah GIP 2017 yang menyatakan kesiapannya untuk hadir meyakinkan saya bahwa gagasan ini dibutuhkan. Insya Allah kami alihkan menjadi 1 Juni 2017. Saya alihkan untuk mengikuti kegiatan warga Bandung memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Indonesia Menggugat (GIM).

“Ayo ke GIM, Dek! Saudara-saudara kita penyandang disabilitas akan tampil memeriahkan #temaninklusi yang menandai Hari Kebangkitan Pendidikan Nasional kita, “seru saya dari ruang keluarga sambil membaca status teman-teman di fb.  Icha, putri bungsu kami terlihat membuka selimut dengan enggan. Tanpa sepatah kata pun ia beringsut pergi ke kamar mandi. “Mau kan, Dek, antar ibu ke GIM?” imbuh saya saat melihatnya melangkah menuju lemari pakaian kami.  Icha mengangguk sambil tersenyum.

Continue reading “Thomas dan Kebangkitan Pendidikan Inklusif”

Memperbanyak Sekutu dalam Menyiapkan Kampanye Belajar Di luar Kelas

Mendidik anak mengembangkan sistem berpikir kritis, peduli, dan kreatif sudah lama menjadi fokus Litbang KerLiP dalam mengembangkan konsep Pendidikan Anak Merdeka. Keberadaan Pak Aripin, pembelajar mandiri yang kami pindahkan dari Darussalam Bekasi ke  Perguruan Darul Hikmah menunjukkan keseriusan kami dalam penerapan Pendidikan Anak Merseka di tingkat kelas. Tidak mengherankan jika penanda-penanda Anak Merdeka yang tertangkap langsung pada kunjungan wartawan Kompas di SD Hikmah Teladan 11 tahun yang lalu menghasilkan tulisan yang sangat inspiratif. Sebanyak 3 artikel terkait konsep dan penerapan Pendidikan Anak Merdeka serta liputan khusus mengenai Pak Aripin yang disajikan Mas Bambang Wisudo memperkaya gerakan advokasi hak atas pendidikan di Indonesia pada 11, 12, 13, dan 17 Oktober 2006.

Keluarga-keluarga peduli pendidikan dan para pegiat hak atas pendidikan pun berdatangan ke SD Hikmah Teladan, laboratorium Pendidikan Anak Merdeka yang kami dirikan pertama kali di kota Cimahi. Kekhasan kami untuk mengembalikan hak prerogratif orang tua sebagai pendidik utama dan pertama anak tercinta dengan menyerahkan pendidikan spiritualitas keagamaan anak kepada keluarga dan menggantikannya dengan pendidikan karakter saya angkat dalam tulisan pesanan yang dipublikasikan dalam jurnal ANU.

Keputusan saya untuk pindah ke ibukota membawa praktik-praktik baik KerLiP di Jawa Barat mendapatkan tempat di hati banyak pihak. Kampanye dan avokasi Pendidikan Untuk Semua di Indonesia pun makin membahana. Komitmen Mendikbud untuk fokus pada penguatan pendidikan karakter setelah gerakan literasi sekolah tumbuh dan berkembang dalam kerangka penumbuhan budi pekerti memperkaya makna pendidikan bermutu dan bebas pungutan yang kami usung sejak menjalankan kampanye dan advokasi.

Dokter Sisca Pegiat KHA di Cirebon

Obrolan pendidikan ramah anak dengan Dr. Sisca saat menunggu kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mempertemukan saya dengan para penggerak Cirebon Literasi Community. “Pak Yudi harus segera kesini, dech! Di depan saya ada perempuan hebat yang memiliki semangat luar biasa untuk memperkaya gerakan literasi yang Bapak pimpin. Ia berulang kali menegaskan bahwa Gerakan Literasi Sekolah masih belum menyentuh Penumbuhan Budi Pekerti, “kata Bu Sisca saat menelpon mitranya. “Ibu sediakan waktu khusus untuk mengobrol dengan Pak Yudi ya, “imbuhnya lagi sambil menatap mata saya lekat sekali.

Saya mengenal Dokter Sisca melalui wag forum peduli anak Jabar yang kami kelola atas permintaan Kabid PA DP3AKB Jabar. Suaranya yang khas mempertegas keberpihakannya dalam mendorong Pemerintah Cirebon untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak anak. Beragam praktik baik yang disajikannya pada sesi terakhir Pelatihan KHA bagi pendidik Jabar mengundang decak kagum Kabid PA dan semua peserta pelatihan. Berkali-kali paparannya didokumentasikan bu Kabid yang duduk di depan saya. Saya sangat beruntung memutuskan hadir memenuhi undangan DP3AKB Jabar dan bertemu dengan pegiat KHA Cirebon yang luar biasa ini.

Para Pelopor Cirebon Literacy Community

“Saya langsung mendaftarkan diri mengikuti OCD, Bu. Tapi baru untuk kelas saya saja, “bisik Pak Kartino saat kami antri makan siang. Dua buku karya Pak Kartino siap dipamerkan pada Pekan Pendidikan di Kemdikbud 20-21 Mei 2017. Pak Kartino, Bu Elva, dan Pak Agus adalah para pelopor Cirebon Literasi Community yang diajak Pak Yudi bertemu saya di Hotel Prima Cirebon. Obrolan Pendidikan Ramah Anak di  lobby hotel tersebut benar-benat kaya. “Saya terpikir untuk mengubah lomba penulisan novel dengan lomba RPP Belajar Di Luar Kelas yang ibu tawarkan, “kata Pak Yudi.

IMG-20170520-WA0079

Cirebon Literacy Community diluncurkan pada 2 Mei 2016. Bu Elva dam Pak Agus bergantian menjelaskan tekad kuat para pelopor literasi tersebut. Dengan bangga mereka menyampaikan bahwa gerakan literasi di Cirebon sampai mengadakan teleconference dengan Gubernur. Mereka akan memberikan anugerah literasi kepada anak-anak yang sudah menyelesaikan membaca 24 buku dalam 8 bulan pada 23 Mei 2017.

Bukan Sekolah Namanya Jika Tidak Ramah Anak

Fenomena kekerasan, bullying, dan perilaku salah lainnya  terhadap anak (KTA) di sekolah sudah lama menjadi viral. Baru-baru ini beredar video rekaman kekerasan yang dilakukan seorang pendidik di Indonesia Timur. Sebelumnya masyarakat kita juga dikagetkan dengan berita seorang kepala sekolah di Malang menyetrum beberapa peserta didik. “Tadi rekan-rekan menjawab bahwa sekolah kami aman. Namun kecenderungan korban KTA  terus meningkat. Pelapor dari Kabupaten Cirebon pada 2016 sebanyak 47 anak dan pada tahun ini di semester 1 saja kami sudah menangani 41 korban, dan hampir semuanya KTA bahkan dalam bentuk kejahatan seksual di sekolah, “ujar Dr. Sisca, perintis Pusat Pelayanan Terpadu RS Gunung Jati pada kegiatan Pelatihan Konvensi Hak Anak untuk Tenaga Pendidik yang dilaksanakan oleh DP3AKB Jabar di Cirebon, 18-19 Mei 2017.

Continue reading “Bukan Sekolah Namanya Jika Tidak Ramah Anak”

Pelatihan KHA bagi Pendidik Jabar

Tepat pukul 03.15 sopir siap mengantar saya ke rest area Pasteur. “Kita sholat subuh di rest area Pasteur saja ya. Kasihan ibu kalau kumpul di Soekarno Hatta, “pesan dari ibu Kabid masuk setelah telpon beberapa kali. Kami berangkat dari mushola bercat hijau itu bada sholat subuh dan menikmati sambal segar dan sedap Ciganea di KM 72.

Alhamdulillah Pelatihan KHA bagi tenaga pendidik yang diselenggarakan DP3AKB Jabar di Hotel Prima Cirebon dihadiri para pemangku kepentingan  dalam pemenuhan hak anak atas pengasuhan, pendidikan,dan budaya.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada pukul 09.30 oleh Ibu Tintin. Bu Kabid memberi sambutan dan membuka kegiatan dengan menyampaikan ringkasan materi KHA.

Pelatihan diikuti oleh ketua dan wakil ketua Himpaudi Kota Cirebon, Kabid PA kota dan kabupaten Cirebon, Kepala SDN 2 Weru Kidul, SMPN 2, SMPN 5, SMKN 2, ketua gerakan literasi kota Cirebon, disnaker, dinsos, GOW, PKK, dkk. Bahan presentasi KHA yang saya ramu dari berbagai sumber disajikan dengan model Cara Asyik Cari Tahu (CACT).

Continue reading “Pelatihan KHA bagi Pendidik Jabar”