Gerashiaga pada Sepekan Aksi MeSRA

Haru

Bangga

Bahagia

Campur aduk menyuntikkan semangat baru. Meme yang dibagikan Ibu Enny dari BNPB ini langsung menggantikan video bumper opdning Hari Kesiapsiagaan Bencana. Saya viralkan ke seluruh wag yang saya ikuti. Ini di meme cantiknya

Perempuan Guru Siaga Bencana dan Rumah Jadi Sekolahnya

Perjalanan kampanye dan advokasi yang saya laksanakan bersama keluarga peduli pendidikan mengajarkan saya akan pentingnya pelembagaan sebagai center of excellent. Saya memilih menggelar Sepkan Aksi MeSRA di Bulan Inovasi Sekolah Panutan dengan memulai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Menjadikan anak mitra dalam penguatan trisentra pendidikan dalam upaya mewujudkan SPAB mendorong saya untuk mendesain ulang Gerashiaga menjadi Giat Edukasi Ramah Anak, Sehat, Hijau, Inklusi, dan Aman Bencana di Keluarga.

Meme cantik dari BNPB di atas membantu saya untuk menghubungkan Gerashiaga dengan fokus BNPB untuk mendorong perempuan menjadi guru siaga bencana. Anak, keluarga, dan sekolah/madrasah ada 3 pilar Sekolah Ramah Anak. Guru menugaskan anak untuk memulai Gerashiaga pada Sepekan Aksi MeSRA dengan mengajak ibunda melaksanakan giat #SiapUntukSelamat di rumah sepulang dari sekolah. Kemudian anak-anak menyajikan aksi tersebut dalam bentuk karya kreatif pada pertemuan orang tua kelas di Hari Pendidikan Nasional. Orang tua bersama guru dan anak menyusun Rencana Aksi MeSRA dan membentuk Paguyuban Orangtua Kelas untuk Anak Lebih Cerdas Berkarakter (Potluck).

Anak belajar menjadi pelopor kebaikan yang sesungguhnya di sekolah dan rumah. Ibunda menjadi guru siaga bencana di rumah. Guru pun memiliki bahan untuk menilai portofolio anak. Mudah bukan? Semua beraksi Gembira bersama KerLiP

Ayo gembira di sekolah dan siaga di rumah bersama SigapKerLiPIndonesia

LIBRA dari Tiga Buku Favorit

#MembacaMenenangkan #MembacaMenyenangkan

  1. Membaca  buku-buku Agatha Christie selalu mengasyikkan.  Buku berjudul Sepuluh Anak Negro adalah edisi bahasa Indonesia dari buku And There Were None yang terjual sebanyak 100 juta eksemplar. Judul buku mengambil tema utama lagu anak-anak  yang menceritakan 10 anak negro yang hilang satu persatu serta proses menghilangnya anak-anak tersebut. Lagu anak-anak merupakan ciri khas Agatha Christie. Tertarik membacanya?  Ini cover bukunya ya

and_then_there_were_none-pb-c

2. Entah sudah berapa kali saya membaca buku ini. Bahkan menonton filmnya pun tak pernah bosan. The Da Vinci Code adalah sebuah novel karangan Dan Brown yang diterbitkan pada 2003. Teori konspirasi yang berjalin kelindan dengan detektif serta thriller yang cukup menegangkan, membuat saya mengenal legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen. Buku ini ternyata bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, namun saya justrui mengenal karakter Robert Langdon mulai dari buku ini. Mau cari inspirasi dari buku ini? Silakan lihat covernya ya.

416866-dan-brown-vandt-plagiat-sag-

3. Novel fiksi karya Poulo Coelho berjudul The Alchemist memang top. Alur ceritanya mendorong kita untuk mengejar mimpi seperti kisah perjalanan gembala yang mencari harta karun yang muncul dari mimpinya. Hal ini mengingatkan saya akan obrolan dengan sputri sulung kami yang gemar membaca, ia begitu yakin selalu bisa menggali inspirasi dari mimpi. Sementara itu, saya selalu terkagum-kagum dengan  mimpi-mimpi yang sudah dituliskan dan tumbuh bersama  keluarga-keluarga peduli pendidikan, anak kandung yang membawa kami terus bermimpi. Apalagi yang kalian tunggu? Ayo kita cari lagi bukunya…Ini covernya yathe-alchemist-1

Safari GeMBIRA di bulan November

Perjalanan dini hari ke Kota Tasik 28 November 2016 memenuhi undangan untuk menjadi salah satu fasilitator Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kabar GeMBIRA dari Raja Ampat diterima dari Bagus, Ketua DPC KerLiP Maros yang melaksanakan kegiatan serupa atas undangan Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Kempppa. Safari GeMBIRA menutup Bulan November dengan memperbanyak guru dan tenaga kependidikan yang terlatih SRA. Di sela-sela pelatihan, sahabat KerLiP melaksanakan pembinaan pendidikan keluarga di Jabar dan Riau. Penyusunan juknis Kartu Riau Panutan dan pelembagaan SMAB di SLBN B Garut melengkapi Gerakan Mewujudkan SRA.

Rasa berkelimpahan atas rahmat Allah SWT berkesempatan tumbuh bersama menghimpun dan menebarkan praktik-praktik baik menambah semangat. Sesekali menyimak semangat bela Islam dari para yunior di ITBMotherhood dan pemberitaan mengenai longmarch kaum muslimin dari Ciamis ke Jakarta untuk berdoa bersama di Monas.

Tetap fokus bekerja demi kepentingan terbaik anak mulai dengan tepuk hak anak lalu kata anak tentang sekolah/madrasah masing-masing. Irama lagu pelangi-pelangi menjadi selingan yang menggembirakan peserta pelatihan. Lirik lagu pengganti untuk menggugah kesadaran pentingnya pencegahan kejahatan seksual anak, evakuasi gempa tanpa masuk ke kolong bangku, dan cuci tangan pakai sabun. Kepala sekolah, guru BK, komite sekolah diajak untuk mendengarkan kata anak-anak saat menyusun praktik-praktik baik pemenuhan hak pendidikan anak yang sedang berjalan.

Kejeniusan dilahirkan dari kegembiraan bukan sekadar paparan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kelompok. Setiap sekolah diberi kesempatan untuk.mempresentasikan hasil apreciative inquiries masing-masing. Penilaian mandiri pun dilaksanakan untuk menetapkan sekolah piloting yang paling siap menjadi rujukan Sekolah Ramah Anak.

Kunjungan ke sekolah terpilih menambah kegembiraan tersendiri. Insya Allah Jawa Barat siap untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak.