Model-Model Pembelajaran diluar Kelas yang Kekinian

Pak Yunan masih yang terajin berbagi di wag Forum SeRAI DKI. Kali ini permintaan berbagi praktik baik pembelajaran diluar kelas disambutnya dengan puluhan foto. Rencananya sahabat KerLiP akan menyiapkan Bulan Aksi Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (MeSRA) dengan beragam model pembelajaran diluar kelas. Tujuan utamanya membuka ruang apresiasi bagi guru untuk menunjukkan praktik-praktik baik pembelajaran yang menyenangkan dalam kerangka Gerakan Sekolah Ramah Anak. Kampanye outdoor classroomday akan diluncurkan secara serempak di seluruh dunia pada tanggal 18 Mei 2017. Seluruh dokumentasi kegiatan pembelajaran diluarkelas selama Bulan Aksi MeSRA akan dikumpulkan dan ditunjukkan pada kegiatan Outdoor Classroom Day di Jakarta.

Pembelajaran IPS dan PKN 

Kompetensi IPS terkait pemilihan umum ditingkatkan dengan langsung praktek pemilihan ketua Osis. Teori disampaikan hanya sebentar. Semua TPS  didampingi oleh guru IPS dan PKN sebagai koordinator. Sederhana namun bisa jadi bekal peserta didik saat dewasa. Pak Yunan waktu di SMP 101 DKI Jakarta sudah kekinian ya?

Hari ini putri kami membersihkan rumah bersiap menerima 8 temannya belajar bersama di rumah. Kali ini mengkaji Pilkada dari siaran langsung di Televisi. Jadi ingat saat menyusun rencana pelaksanaan Tugas Akhir Pekan di SD Hikmah Teladan dulu. TV tidak diharamkan justru dijadikan sumber belajar  rutin setiap.akhir pekan dan disarankan didampingi ayah bunda. Membangun kelekatan hubungan orang tua dan anak sambil.memanfaatkan teknologi untuk membiasakan kasmaran belajar bersama.

Menjaga Kebersihan

Kebersihan sebagian dari iman. Kegiatan Jumsih (Jum’at Bersih) sudah menjadi kebiasaan di sekolah tempat Pak Yunan mengajar. Model pembelajaran diluar kelas yang satu ini sangat bermanfaat.

Kegiatan 1 jam jumat bersih bersama warga sekolah. Mushola, kantin, halaman parkir, ruang Osis, taman sekolah.  Minggu pertama peserta didik kls 7 dan kls 8 melaksanakan pengenalan lingkungan dengan jalan-jalan di sekitar sekolah. Sementara itu,  kls 9 berolahraga lalu bergantian tiap minggu. Minggu terakhir peserta didik yang muslim  Yasinan dan shalat Dhuha. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah SMPN 101 Jakarta.

Kata Pak Yunan, “paling bahagia kalau jalan-jalan bareng keliling kampung bareng anak-anak. Setiap kelas didampingi oleh wali kelas. Kegiatan pengenalan lingkungan sekitar jadi lebih menyenangkan.

Menabung Sampah

Lho, sampah kok ditabung? Harusnya dibuang pada tempatnya ya. Ternyata setiap kecamatan di DKI Jakarta sudah membuka Bank Sampah. Pak Yunan memanfaatkannya dengan mengajak anak-anak membiasakan memilah sampah organik dan anorganik.  Setor sampah ya ke Bank sampah. Kelas bersih dapat uang kas lagi. Khusus sampah anorganik ditampung di Kecamatan. “Ayo bu, berlomba-lomba agar bersih dan dapat uang tabungan. Ada timnya, Bu. Pengurus kelas bagian pengelola sampah kelas, “kata Pak Yunan dengan gembira.

Bagaimana dengan sampah organik? Praktik membuat kompos di aula juga menyenangkan anak-anak.

Bagaimana pencatatan tabungannya? Kita simak foto-foto di bawah ini. Bulan aksi MeSRA 2017 bakal seru dan penuh cerita dari aksi-aksi Gembira di Sekolah ya.

17 langkah Cara Asyik Cari Tahu Sekolah Ramah Anak

17 Langkah Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Madrasah

  1. Silakan pelajari  Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No.8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak
  2. Siapkan kertas plano dan spidol sebanyak 7 paket
  3. Hadirkan perwakilan peserta didik perempuan dan laki-laki serta penyandang disabilitas dan kelompok yang terkena labelling tertentu
  4. Lakukan TEPUK HAK ANAK bersama semua perwakilan anak Tepuk hak anak//Hak hidup//Tumbuh kembang//Perlindungan//Partisipasi
  5. Minta setiap anak untuk menyampaikan bukti-bukti yang mereka lihat, dengar, rasakan: AKU TAHU, “Sekolahku/madrasahku sudah menerapkan Sekolah Ramah Anak.”
  6. Buat kelompok untuk setiap kelompok untuk mendiskusikan  definisi dan ciri-ciri SRA ( Alhamdulillah AKU TAHU) dan  Sekarang AKU INGIN TAHU
  7. Presentasi hasil diskusi 5 menit per kelompok
  8. Merumuskan Bersama:  Gerakan Siswa Bersatu Mewujudkan Madrasah BERSINAR (Bersih, Sehat, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak
  9. Ice breaking: Lagu dan Gerak  dengan nada pelangi-pelangi untuk a)Pencegahan Kejahatan Seksual: Inilah tubuhku//kan kujaga slalu//tak boleh disentuh//tak boleh diganggu//hanyalah ibuku//dan juga diriku//yang boleh melihat//atau menyentuh; b)Evakuasi gempa: Kalau ada gempa//lindungi kepala//kalau ada gempa//jauhilah kaca//kalau ada gempa//bersiaplah antri//berbaris keluar//kumpul di lapangan; c)Cuci Tangan Pakai Sabun:Ada 6 langkah cara cuci tangan//mulai dari depan//sampai ke belakang//sela-sela jari//buku-buku jari//jempolnya//kukunya//slalu dibersihkan
  10. Cari Tahu: potensi SRA sekolahku/madrasahku dengan mengisi check list potensi bersama-sama
  11. Penilaian hasil presentasi oleh setiap peserta dengan skala 1-5 yang mendekati pengertian dan indikator  SRA
  12. Studi Kasus: (Praktik Konsultasi Anak dan Mekanisme Pengaduan)
  13. Penyusunan Rencana Aksi Mewujudkan Sekolah Ramah Anak berdasarkan hasil identifikasi langkah 12.
  14. Presentasi Rencana Aksi MeSRA per kelompok
  15. Apresiasi dan rekomendasi
  16. Penandatanganan komitmen untuk melaksanakan aksi MesRA
  17. Foto bersama

Selamat mencoba!

Ditunggu kabar GeMBIRA dari aksi-aksi MeSRA  yang sudah dilaksanakan untuk kami sebar di blog ini ke semesta.

 

 

Sekolah Aman dari Bencana

Kawal Sekolah Aman

Jadilah sahabat Siswa dengan melaporkan tindak kekerasan, pelecehan, perpeloncoan, atau berbagai bentuk kekerasan lainnya di sekolah Anda.

Kutipan di atas muncul dalam beranda sekolahaman.kemdikbud.go.id yang diposting Ninil dalam grup KPB. Saya langsung teringat akan kekhawatiran yang disampaikan Pak Praptono dalam pertemuan perdana kami di Hotel Aston. Seingat saya beliau menyampaikan bahwa kita harus mengawal agar pengertian sekolah aman terkait pengurangan risiko bencana.

Mari kita lihat kembali pengertian sekolah aman dalam Peraturan Kepala BNPB No 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Ada tiga pengertian yang berhasil disusun BNPB bersama Kemendikbud, Kemenag, Kemdagri, Kempu, Kempppa, BPPT/Kemristek, Lembaga Masyarakat, Perwakilan PBB, dan mitra pembangunan lainnya termasuk anak dan kawula muda, antara lain

  1. Pengertian Umum

Sekolah aman adalah sekolah yang mengakui dan melindungi hak-hak anak dengan menyediakan suasana dan lingkungan yang menjamin proses pembel­ajaran, kesehatan, keselamatan, dan keamanan siswanya terjamin setiap saat.

    2. Pengertian Definisi Khusus

Sekolah aman dari bencana adalah sekolah yang menerapkan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dan budaya sekolah yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.

   3. Pengertian terkait PRB

Sekolah aman adalah komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah bencana, dan selalu siap untuk merespons pada saat darurat dan bencana. Dalam pedoman ini, definisi yang digunakan adalah Sekolah Menengah aman adalah Sekolah Menengah yang menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.

Inisiasi Sekolah Aman dari Bencana di Sekolah Nurul Imam

Saya memutuskan hadir memenuhi undangan pembukaan Nurul Imam Creativity Day untuk memperkuat inisiatif Sekolah Aman dari Bencana yang dimulai Nur Afiatin, Sahabat KerLiP yang menjadi Kepala SMK Nurul Imam. Sekolah yang baru berdiri tahun kedua ini terlihat semarak dengan berbagai piala bergilir yang berhasil diperoleh panitia penyelenggara NICD, antara lain Piala Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung Barat, Amanda Brownies, dan Yayasan Nur Imam. Acara diawali dengan defile Anak-anak SMP dari Kota Cimahi, Bandung Barat, Purwakarta, Kabupaten Bandung yang hadir untuk mengikuti berbagai lomba di bidang olah raga, seni, dan keagamaan.

Nur mengenalkan saya dengan Bu Rita, pembina yayasan yang juga dosen PKK UPI Bandung. Beliau merespon positif saat saya menunjukkan beberapa hal yang perlu diperkuat terkait aksesibilitas fisik dan fasilitas aman di sekolah inklusif ini. “S3 saya di bidang kurikulum, Bu. saran perkuatan fisik akan saya sampaikan kepada suami saya yang ahli teknik sipil dan menjadi pembina sarana prasarana di Yayasan Nur Imam,”kata Bu Rita sebelum beranjak dari tempatnya menyambut tamu dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat.  Saya melanjutkan obrolan pendidikan ramah anak dengan ibu-ibu yang mewakili Komite Sekolah khususnya mengenai seruan Ibu Gubernur Jawa Barat yang mengajak ayah bunda menyediakan waktu 20 menit setiap bada magrib untuk bercengkerama dengan anak-anak tercinta.

Semesta Hati Makin Bersinar

“Pak Asep, kita mampir di Semesta Hati ya. Rencana rapat internal di Jakarta sudah Ibu alihkan melalui email, “ujar saya setelah pamit dari Nurul Imam. Lokasi Sekolah Semesta Hati dekat dengan Nurul Imam. Rintisan Labschool Bersinar Semesta Hati sangat penting karena kekhasannya dalam mengembangkan pendidikan khusus, pendidikan inklusif, dan pendidikan layanan khusus. Tawaran Nurul Imam untuk latihan angklung bersama untuk menyiapkan KerLiP Bersinar Happening Art di Graha Manggala Siliwangi bulan Maret 2016 perlu segera ditindaklanjuti.

“Kebetulan sekali Bu, plafon ruang tengah rubuh. Anak-anak jadi makin antusias belajar tentang sekolah aman dari bencana. Keriuhan anak-anak kelas 9 di lantai atas saja bisa menyebabkan sebagian atap kami rubuh, apalagi gempa bumi, “kata bu Ninuk menyambut kehadiran saya. OPeRA dengan Bu Ninuk dan Pak Rian makin hangat dengan berbagai inisiasi terkait Gerakan KerLiP Bersinar, antara lain: Individual Education Program dengan kategorisasi tumbuh, kembang, mandiri yang didefinisikan Zakky saat menjalankan homeschooling di tingkat Sekolah dasar, ragam 20 menit yang memukau, deteksi warna untuk memulai konsultasi anak sebagai bagian terpenting dalam inisiatif Sekolah Ramah Anak, dan penambahan kata hijau dalam kepanjangan Bersinar. Bu Ninuk juga menunjukkan 100 kebiasaan baik, tempat sampah terpilah karya anak-anak dan rencana pembibitan yang akan segera dilaksanakan anak-anak Semesta Hati.

Pak Rian mengajak saya untuk meninjau Pesantren Inklusif Kampung Qur’an Cendekia yang diintegrasikan dengan pendidikan layanan khusus Semesta Hati. Lokasi Pesentren ini lebih dekat ke Nurul Imam. Lansekapnya dan keramahan santri serta ustadz dan ustadzah di pesantren binaan Pak Rian ini memikat hati saya. “Ibu akan menjadwalkan rutin ke sini ya, “kata saya saat berpamitan dengan santri-santri dari berbagai daerah itu. Saya sempat shalat zhuhur berjamaah di saung tempat mereka belajar. Beberapa inisiatif untuk memanfaatkan sarana prasarana di Kampung Qur’ani Cendekia disambut antusias oleh Pak Rian. Saya pulang membawa 2 bungkus keripik takong yang dikemas apik. Insya Allah Semesta Hati makin bersinar ya.

YES for Safer School Innitiative (YESSI) 

Green SMile Inc. adalah badan otonom Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan yang dipimpin Nurul Fitry Azizah merancang dan menyelenggarakan YESSI sejak 2012. YESSI 2016 dilaksanakan dalam rangka Hari Peringatan  Pengurangan Risiko Bencana. Allisa Putri Maryam, Fina, Kamil adalah beberapa duta anak YESSI 2016 yang terus menggiatkan YESSI dalam kerangka Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Bersih, Sehat, Hijau, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak (Bersinar). Dukungan dan kerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemdikbud memperluas jangkauan KerLiP bersinar ke Sekolah Luar Biasa di Jawa Barat. Kami mengemasnya dengan model sister school melalui mentoring sebaya antara sekolah dan sekolah luar biasa.

Gerakan Siswa Bersatu (GSB) Bersinar SMPN 11 Kota Bandung dalam dampingan Ibu Nia Kurniati memperkuat YESSI di SLB Baleendah Kabupaten Bandung dalam dampingan Ksatria Ratu Dewa. Fitry dan Dina membantu memfasilitasi pemodelan sister school ini  sampai bulan Februari 2016. Kehadiran Amilia Agustin, Ratu Sampah alumni SMPN 11 Bandung memperkuat YESSI menuju SLB Bersinar di SMPN 11 dan SLB Baleendah.

“Kalau ada neng Amilia Agustin memilah sampah menjadi hal penting, demikian juga disela-sela kegiatan YES4SS dalam kegiatan SLB Bersinar. Ajakan memilah sampah tidak harus berupa “perintah”, maka dengan senang hati sahabat muda dari SLB Baleendah pun mampu melakukannya dalam hitungan jari. Semoga mereka tetap ingat cara melakukannya dan orang dewasa disekitarnya termasuk guru dan orang tua membantunya. SayangArlian Puri dan Ria Putri Primadanty tidak bisa hadir,”kata Bu Nia dalam statusnya di fb setelah kegiatan SLB Bersinar.