Deasy Muslimah dengan Multitalenta yang Rendah Hati

“Bisa ditunggu koq, Bu. 30 menit. Oh ya tadi hanya contoh. Jadi 1 muka seperti rencana semula, “kata Deasy. Jam sudah menunjukkan pukul 22.21. Deasy masih harus menempuh perjalanan pulang ke Padasuka Bandung Barat. Ia sedang menyiapkan bahan untuk kegiatan kami di Pekanbaru. Semoga Allah melindungi perempuan muda multitalenta ini.

Kami baru bertemu beberapa hari yang lalu di acara Halal Bi Halal Masjid Salman ITB. Ibu Tien mempertemukan saya dengan Deasy, dosen Polban dengan pengalaman kerja seabreg. Ia lulus dari komputer UPI dan melanjutkan S2 nya ke STEI ITB. Semangat kerjanya yang luar biasa dan kesedrrhanaannya memikat hati kami. Keahliannya di bidang digital sangat membantu Fitry  yang tengah menyiapkan buku saku Sekolah Ramah Anak. Kehadirannya di tengah kesepakatan para alumni Salman ITB yang menggiatkan pendidikan di berbagai lembaga untuk merintis Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa menjadi anugerah. Kami akan membagikan buku saku yang berisi tahapan belajar di luar kelas guna mewujudkan Sekolah Ramah Anak dalam kegiatan Anugerah Gerakan Indonesia Pintar pada  29 Juli 2017.

Pemanfaatan Multimedia

Gagasan Mas Nashir, Dewan Pembina YPM Salman ITB untuk menyiapkan SMA Terbuka yang dapat membuka jalan baru untuk mengatasi digital divide dalam menyejahterakan bangsa menjadi pemicu obrolan tentang keahlian Deasy. “Tesis saya tentang pembuatan Augmented Reality di Museum Geologi Bandung. Dosen pembimbing saya memimpin museum tersebut dan berharap dapat menarik minat anak-anak ke museum., “penjelasan Deasy membuat kami: saya, Zamzam, dan Fitry berdecak kagum. “Saya beruntung memiliki investor jangka pendek untuk proyek-proyek pemerintah senilai 700 juta sampai 10M. Pak S ini benar-benar baik. Saya tinggal menunjukkan SPK yang saya miliki,Pak S akan.segera mengucurkan dananya, “imbuhnya lagi. Alhamdulillah, akhirnya Allah mempertemukan kami dengan perempuan muda yang gemar belajar dengan keahlian di bidang IT yang luar biasa. Fitry dan saya sepakat memintanya untuk menyiapkan kemandirian para pesekolahrumah yang bermitra di SandiKerLiP menjadi youth ecosocpreneur yang handal.

“Saya membranding AN pada tahap awal, Bu! Kalau ibu mau saya bisa menjadi EO bagi ibu dan KerLiP untuk mewujudkan mimpi 100 keluarga peduli pendidikan pada 2019, “ujarnya tanpa mengetahui betapa bersyukurnya saya bertemu dengan gadis dengan multitalenta yang rendah hati ini. Saya menunjukkan informasi lengkap tentang Arisan Keluarga Peduli Pendidikan di youtube. Kami pun memutuskan untuk  mengantarkan undangan 29 Juli 2017 kepada Gubernur Riau dan Walikota Bandung pada peringatan HAN di Pekanbaru esok hari. Besar harapan tersedia kesempatan dapat meyakinkan para pemimpin daerah yang mendapatkan anugerah KLA 2017 memperluas gerakan Sekolah Ramah Anak dengan kampanye Belajar di Luar Kelas pada 7 Septemner 2017.

Deasy merevisi brosur di bawah ini dalam waktu singkat. Kami sepakat untuk memeriahkan Hari Anak Nasional di Pekanbaru dengan membuka Arisan Keluarga Peduli Pendidikan. Insya Allah mewujudkan niat hati untuk melunasi seluruh kewajiban kepada pihak lain dan menyiapkan dana abadi untuk gerakan keluarga peduli pendidikan yang akan digiatkan 100 fellow KerLiP pada 2019

Brosur Arisan

 

 

3 Langkah Bersiap Mengikuti PPDB Jalur Nonakademik ke SMA Pilihan Ananda di Bandung

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat dan kota Bandung 2014 kembali mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Sejak dibentuk 2014 lalu, GMPP Indonesia yang dipimpin Pak Hary  Santoni terus mengawal pemenuhan hak atas pendidikan di kota Bandung.  Jalur nonakademik disediakan sebanyak-banyaknya 40% untuk anak-anak RMP, Prestasi, dan MoU.

Surat Keputusan Bersama antara Mendikbud dan Menag untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20% bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi dan RMP (rawan melanjutkan pendidikan) membuka akses bagi semua anak untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi namun dalam pelaksanaannya masih perlu dicermati bersama. Pendampingan yang dilaksanakan sahabat-sahabat KerLiP menunjukkan kecenderungan anak dari jalur nonakademik ini berhasil dengan bimbingan khusus terutama dari teman sebaya.

Bagaimana dengan jalur prestasi?

Putri termasuk salah satu dari anak-anak yang beruntung memasuki sekolah pilihannya melalui jalur prestasi yang dialokasikan 5% dari jumlah kursi yang tersedia di sekolah/madrasah yang diselenggarakan pemerintah tersebut.

Langkah pertama dan utama yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan proses PPDB nonakademik jalur prestasi adalah memperhatikan minat, bakat, dan kemampuan anak dan kepentingan terbaiknya untuk tumbuh bersama teman sebaya di sekolah pilihan Ananda.

Kedua, mèncari informasi sekolah/madrasah kuota PPDB untuk prestasi yang akan diajukan Ananda dalam PPDB. SMAN 3 Bandung misalnya, tidak menyediakan kuota bagi jalur prestasi selain olah raga, seni,dan sain. SMAN 5 Bandung membuka kesempatan kepada semua peserta didik berprestasi yang lulus dari SMP/MTs/Paket B. Konsultasi anak penting dilaksanakan selama proses    cari tahu untuk mempertimbangkan sekolah/madrasah terdekat dari rumah.

Ketiga, memastikan semua bukti tertulis dari lembaga penyelenggara lomba lengkap dengan surat pertanggungjawabannya sudah discan bersama berkas penting lainnya.

Jika sudah siap, temani Ananda untuk survei ke sekolah-sekolah pilihannya, diskusikan dengan cara yang menyenangkan, dan mendaftar daring. Proses peralihan PPDB 2017 setelah pemberlakuan otonomi daerah terbaru memerlukan pengawalan intensif. Terhubung dengan jejaring pegiat pendidikan, seperti GMPP Indonesia lebih memudahkan para orang tua selama PPDB berlangsung.

Alhamdulillah prestasi yang diraih Putri mengantarkannya masuk ke SMAN 2 Bandung. Kini saatnya bergegas memperkuat jejaring bersama alumni Salman ITB di berbagai lembaga masyarakat yang bergiat di pendidikan. Kami sepakat untuk menyukseskan percepatan pendidikan menengah universal di Bandung mulai dengan membentuk Kolase Bangsa untuk Memperkuat Masjid Sebagai Pusat Peradaban.

 

 

 

Perkenalan Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak (SRA) adalah satuan pendidikan aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai SRA, simak Rujukan Gerakan SRA.

Mengembalikan Jiwa Guru Kita kepada Fitrah

Umat Islam baru saja menyelesaikan ibadah shaum bulan Ramadhan. Ucapan selamat idul fitri 2017 pun bertebaran di media sosial. Lebih dari 100 sms dan wa masuk sejak H-2 sampai H+2 Idul Fitri 2017. Alhamdulillah harapan untuk bisa kembali kepada fitrah kita yang suci makin bermakna sejak kembali terhubung melalui media sosial. Semangat yang sama juga muncul pada saat yang bersamaan untuk mengembalikan jiwa guru kepada fitrah anak bangsa yang penuh rasa ingin tahu dan tak ragu mengekspresikan kegembiraannya bermain dan belajar bersama teman sebaya di sekolah/madrasah.

Pesan terusan dari sahabat guru di SMAN 8 Bandung saya abadikan disini dengan beberapa penyesuaian untuk menggugah kembali kesadaran kritis kita tentang hal terpenting dalam mendidik anak bangsa.

Continue reading “Mengembalikan Jiwa Guru Kita kepada Fitrah”

Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa Segera Hadir

Tulisan Herry “Ugie” Sugiharto,  Ketua Pengawas Perkumpulan KerLiP  FGD – Telaah Konstitusi (Pengantar).pdf ini menawarkan penyegaran dalam upaya penguatan pendidikan karakter bangsa. Kami akan menjadikannya kado ulang tahun kemerdekaan NKRI yang ke-71. Setelah 3 tahun merumuskan gagasan untuk menggali kembali mata air kecemerlangan bangsa dari puluhan ribu kampung, tulisan ini memberikan artikulasi  keseluruhan upaya sadar untuk meng-Indonesia dari kampung.

Upaya segelintir relawan yang berharap kebaikan benar-benar memimpin negeri ini gayung bersambut dengan kegelisahan masyarakat melihat perkembangan terkini. Mimpi akan melahirkan sejuta Generasi Pemberantas Kemiskinan (GenTaskin) melalui pelembagaan Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa bersama anak-anak muda yang tidak sekolah lagi atau putus sekolah sebelum lulus SMA/SMK mulai mendapatkan titik terang. Kali ini dalam upaya pencegahan radikalisme dan disintegrasi bangsa.

QW Kolase Bangsa

Apakah mimpi ini bisa diwujudkan?

Kampanye #HariBelajarDiluarKelas pada 7 September akan menandai  para peserta didik SMA/SMK/MA bergegas pelopor Kolase Bangsa

menjadi pelopor Kolase Bangsa

Nia Kurniati dan Inisiatif Kelas Ramah Anak

19059082_10209122928737344_8352989031836567696_nNia Kurniati adalah guru PNS di SMPN 11 Bandung  yang telah berhasil melahirkan tiga orang pembaharu muda Ashoka. Ia mulai mengembangkan kelas ramah anak menyiasati segala pembatasan yang dialaminya setelah pergantian kepemimpinan.

Pendampingan sekolah aman di daerah aliran sungai Citarum yang dilaksanakan sahabat KerLiP atas dukungan multipihak mempertemukan gagasan, harapan,dan praktik baik yang dilakukan sahabat-sahabat KerLiP dengan bu Nia. Perjalanan panjang melembagakan Gerakan Siswa Bersatu (GSB) di tempat bu Nia mengajar itu akhirnya sampai pada GSB MeSRA lalu GSB Bersinar dengan Kelas Ramah Anaknya yang keren sekali.

Beruntung

Bu Nia, begitu kami memanggilnya, mengaku sangat sensitif. Suaranya selalu bergetar menahan isak tangis setiap kali menyampaikan haru biru perjuangannya untuk keluar dari kebiasaan lama. Guru IPA yang gemar belajar ini sangat dicintai murid-muridnya. Ketekunannya untuk menemukenali potensi peserta didik di serta menuliskan prosesnya dengan cara yang khas selalu memperkaya OPeRA kami di wa. Saya sering tak sabar menyebarluaskannya dalam narasi-narasi panjang di blog ini. Tidaklah mengherankan jika bu Nia selalu mengingatkan saya untuk tidak memublikasikan catatan yang belum rampung.

Ragam metode yang dikenalkan bu Nia, yakni Book of me, dreamsboard, T R U S T, champion-change-connect memperkaya pendampingan terhadap anak, guru, kawula muda, orang tua yang kami laksanakan di berbagai tingkatan. Sahabat-sahabat KerLiP yang mendapatkan ilmu dari bu Nia makin banyak. Bu Nia yang tak pernah berhenti berkreasi menjadi sumber inspirasi utama dalam upaya kami mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Indonesia.

 

6 Cara Tawassul

Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar do’a atau ibadahnya dapat lebih diterima dan dikabulkan. Al-wasilah menurut bahasa berarti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu. Bentuk jamaknya adalah wasaa-il (An-Nihayah fil Gharibil Hadiit wal Atsar :v/185 Ibnul Atsir). Sedang menurut istilah syari’at, al-wasilah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala, yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari IV/567 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103)

Continue reading “6 Cara Tawassul”