SDN 2 Tanjung Lombok Utara Membiasakan Belajar Di Luar Kelas dalam Upaya PPK melalui MeSRA Bertuah

Pendampingan melalui Whatsapp Group (wag) pasca sosialisasi dan pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) menumbuhkan semangat untuk mengabadikan ilmu dengan  berbagi praktik-praktik baik. “Sampai saat ini lebih dari 600 satuan pendidikan di Deli Serdang tak pernah berhenti membagikan dokumentasi dan narasi praktik baik mereka di wag. Apalagi Sekdisdik dan staf terus memberikan apresiasi dan membuka ruang untuk menunjukkan semuanya bahkan dalam kegiatan nasional seperti Festival Literasi Sekolah di Kemdikbud. Hari ini saya menyaksikan semangat yang sama dari NTB. Praktik baik yang dibagikan SDN 2 Tanjung Lombok Utara langsung saya bagikan ke semua wag termasuk Pak Menteri dan Pak Dirjen Dikdasmen. Respon positif dari Lanny,  staf Direktorat PSD Kemdikbud dan pihak-pihak lainnnya membuat saya makin semangat, “kata YantiKerLiP dalam penjelasan tertulisnya. Ia mengaku menginvestasikan waktu 5-6 jam setiap hari untuk memelihara suasana belajar yang menggembirakan melalui wag dan media sosial lainnya.

PPK dan OCD MeSRA

IMG-20171114-WA0000.jpg

Belajar di luar kelas 90 menit setiap pagi diyakini dapat melakukan pencegahan defisiensi vit D sejak usia anak-anak. Para fasilitatir SRA motra KerLiP berhasil mendorong 1.619 sekolah/madrasah/PAUD mengikuti kampanye OCD (outdoorclassroomday) 7 September 2017. Pendampingan melalui wag mendorong satuan pendidikan tersebut membiasakan aktivitas fisik di bawah sinar mentari pagi dalam upaya PPK melalui OCD MeSRA. Kepala SDN 2 Tanjung Lombok Utara mengemas belajar di luar kelas dengan pembiasaan sebagai bagian penting dari PPK sambil menggiatkan Germas ya..
Hari Senin: hari upacara
Hari Selasa : hari seni
Hari rabu: hari olahraga
Hari Kamis: hari sehat Hari Jum’at: hari imtaq
Hari Sabtu: hari gotong royong
Sebulan sekali melaksanakan sarapan pagi bersama..

Advertisements

Keluarga Peduli Pendidikan Jalan Gembira di Hari Ayah dan Hari Kesehatan Nasional

“Hadiah pustaka keluarga ini kami persembahkan kepada  keluarga-keluarga peduli pendidikan yang mengikuti seluruh rangkaian festival keluarga peduli pendidikan yang kami kemas dengan jalan Gembira sejak pukul 6.30 WIB,”ujar pembawa acara, Ocha dengan penuh canda saat YantiKerLiP menyerahkan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual sebagai pustaka keluarga  kepada 6 ayah dan anak yang mengikuti Jalan Gembira di Dago Car Free Day.

IMG_3447

Sajian perkusi dari SMK Nasional menjadi pembuka kegiatan yang diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru, Wakil Kepala Sekolah, Orangtua, dan peserta didik SMA Nasional, SMK Nasional, SMAN 2, SMAN 18, SMAN 20, mahasiswa STKS, anggota SeKAM, tamu undangan beserta keluarga, dan mitra pengisi serta penyelenggara kegiatan yang berbagi panggung di halaman parkir SMAN 1 Bandung.  Sambutan dari Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan dan Kepala Badan Penanaman Nilai Budaya terdengar di sela-sela kemeriahan aneka acara yang meramaikan Dago Car Free Day pada Hari Ayah yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, 12 November 2017.

Literasi Sejarah dengan Kekinian

Rangkaian kegiatan Festival Keluarga Peduli Pendidikan di Dago Car Free Day dikemas untuk memanfaatkan Jalan Juanda sebagai sumber belajar literasi sejarah dengan gaya kekinian. “Kita perlu menyajikan ragam kegiatan yang menarik agar bisa diterima kawula muda dan remaja #KidsZamanNow. Mengemas Jalan Gembira dengan pentas musik, pembuatan papan visi, menyimak penjelasan Juanda di pos pemberhentian selama jalan Gembira ayah dan anak dilaksanakan di tengah keriuhan Dago Car Free Day adalah salah satu model kegiatan literasi sejarah berbasis keluarga dan komunitas, Terasa lebih menarik karena sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan pada Hari Ayah yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Para pelopor Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa di Bandung pun mendapatkan pengalaman belajar yang inspiratif, “ujar YantiKerLiP. Sambutan antusias juga disampaikan oleh Iim, ahli sejarah yang menjadi narasumber dalam diskusi terpumpun di SMP Nasional, 13 Agustus 2017. Ia hadir bersama istri dan anak-anaknya mengikuti kegiatan dengan gembira.

“Kami mengundang Ibu dan Bu Juju hadir dalam kegiatan di Hotel De Java Kamis, 16 November 2017. Ide augmented reality #PahlawanKita nya menarik untuk ditindaklanjuti, Bu, “ujar Jumhari, Kepala BNPB kepada YantiKerLiP saat mendengar penjelasan tentang inisiatif kawula muda sahabat KerLiP untuk mendukung Literasi Sejarah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Keduanya sepakat untuk bekerjasama memperluas gerakan literasi sejarah berbasis komunitas dan keluarga di Indonesia khususnya di kota Bandung.

 

 

Pelopor Kolase Bangsa Bandung Menggiatkan Literasi Sejarah dengan Redesain Jalan Dewi Sartika dan Juanda

Pertama kalinya keluarga peduli pendidikan mempeleringati Hari Pahlawan di Hari Ayah yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November dengan Jalan GeMBIRA. Lebih dari 200 ayah dan anak sudah tercatat siap merayakan kegembiraan di Dago Car Free Day besok pagi.

IMG-20171110-WA0052.jpg

Backdrop sudah siap dipasang bergantian dengan milik IKA SMANSA Bandung. Ya. Rencana peresmian signage Jalan Dewi Sartika dan Juanda yang dikemas dalam festival keluarga peduli pendidikan ini mendapatkan momentum yang tepat guna meningkatkan kelekatan hubungan ayah dan anak. Hastag #ayahkupahlawanku dipilih untuk memeriahkan 3 hari bersejarah tersebut. Hasil belajar di luar kelas bersama SMAN 18 dan SMK Nasional dalam dampingan para pengurus SeKAM dalam bentuk desain signage yang disajikan menarik oleh kawula muda kota Bandung siap diluncurkan.

Redesain Jalan Juanda dan Dewi Sartika

Pelatihan dan pendampingan agen MeSRA dari SMK Nasional mulai kajian kepahlawanan dilaksanakan 29.Juli 2017 dilanjutkan dengan diskusi terpumpun bersama BPNB, belajar di luar kelas dengan naik bandros menyusuri jalan-jalan dengan nama pahlawan di sekitar sekolah, sampai pendampingan pembuatan augmented reality dan poster Juanda, berhasil menyepakati desain signage yang cukup menarik.

IMG-20171110-WA0182.jpg

Rancangan alpha AR untuk Juanda akhirnya dibuat oleh Ricky Cahyadi dan Chandra,  kawula muda yang bergerak di ekonomi kreatif membuat aplikasi berbasis android.

Khusus bagi 13 perwakilan MPK SMAN 18 proses pembelajaran mulai dengan pelatihan dan pendampingan agen MeSRA dengan alur berikut:

Screenshot_2017-10-24-15-00-24-1

Dina, ketua SeKAM mendampingi anak-anak menyusuri jalan Muhamad Toha dan Dewi Sartika sampai Masjid Agung Bandung. Mereka menggantikan anak-anak SMAN 5 setelah Pak Sugiarto menjdi Kepala Sekolah  di SMAN 18. Kemitraan khas KerLiP dengan  Pak Toto di SMAN 15 sebagai pelopor Sekolah Ramah Anak di Jawa Barat menjadi pertimbangam utama pengalihan proses pendampingan tersebut. Hasilnya sangat memuaskan. Setiap anak berpartisipasi membuat desaim poster untuk mengisi signage yang akan diluncurkan pada esok hari.

Peresmian signage kedua jalan dengan nama pahlawan tersebut terpaksa ditunda karena belum mendapatkan kesempatan bertemu dan mendapatkan ijin Walikota Bandung.

Persiapan Teknis Jalan Gembira

“Ini kolaborasi multi stakeholders pertama yang kami laksanakan. Sebagai Kepala Sekolah, saya merasa gembira menyambut gagasan dan praktik-praktik baik yang akan dilaksanakan oleh peserta didik SMA Nasional bersama SMK Nasional, STKS, KerLiP, dengan dukungan dan kerjasama dari Direktorat Sejarah,  PSMA,  PKLK dan Bindikel Kemdikbud, “ujar Yudi, Kepala SMA Nasional merespon sambutan Yanti KerLiP.  Hari ini lebih dari 20 peserta didik SMK Nasional, SMA Nasional, SeKAM, KerLiP, STKS, bertemu di kampus SMA Nasional menyiapkan kegiatan Festival Keluarga Peduli Pendidikan esok pagi di SMAN 1 Kota Bandung pukul 06.00-11.00 WIB.

Dina SeKAM dan Yayuk dari KerLiP, Hilmi STKS, dan Ari SMK Nasional sebagai Time Keeper memimpin pembahasan agenda  permenit kegiatan yang dirangkai dengan kegiatan ikatan Alumni SMAN 1 Bandung. Kepala sekolah, guru,  tata usaha SMK Nasional dan SMA Nasional, YantiKerLiP, Yayasan Nasional, bersama mahasiswa STKS dan teman-teman Ari mengikuti rapat dengan antusias.