Dirgahayu NKRI ke-73: Kerja Kita Prestasi Bangsa

Tagar HUT NKRI ke-73 maknyuss…

Tak ada aku, kamu, kami, kalian, atau mereka. Kita-lah yang dituntut untuk kerja, kerja, kerja dengan sepenuh hati meraih prestasi bangsa.

Merdeka bangsaku, merdeka lahir, batun, pikiran, tenaga dengan Sekolah Ramah Anak

Advertisements

Mendorong SRA di Desa Nanggerang Menuju Desa Layak Anak

“Alhamdulillah, persahabatan kami dengan Desi yang bekerja di Yayasan GNI setelah lulus dari STKS berlanjut pada upaya untuk mendorong SRA menuju Desa Layak Anak, “ujar Yanti Sriyulianti, Ketua KerLiP, di sela-sela kesibukannya memfasilitasi workhop yang diselenggarakan GNI di aula resto Rairaka pada 26-27 Juli 2018. Bapak/Ibu kepala sekolah dan madrasah terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Pembelajaran bermakna yang dikemas dalam suasana belajar yang dialogis membuat peserta aktif menunjukkan praktik-praktik baik dan beragam isu terkait.

Merintis POTLUCK

Perempuan yang akrab disapa dengan panggilan YantiKerLiP ini mengenalkan istilah quick win dalam penyusunan rencana tindak lanjut. Aksi seratus hari mulai dari sekarang disusun dalam format khusus yang sudah tersedia. Isu-isu yang mengemuka selama workshop berlangsung mengisi kolom masalah. Praktik baik yang diungkapkan oleh Unang, Sekretaris Desa Nanggerang menjadi modal utama. Apalagi Sekdes juga menawarkan kesempatan pertemuan para peserta workshop dengan perangkat desa dalam waktu dekat.

Para peserta sepakat untuk memeriahkan kampanye global belajar di luar kelas 1 November 2018 dalam upaya peecepatan SRA. Target 100% satuan pendidikan di Desa Nanggerang sudah MAU menuju SRA bukan hal yang muluk-muluk. para kepala sekolah juga menunjukkan komitmennya untuk memastikan setiap kelaa membentuk Potluck Paguyuban Orang Tua Lahirkan Anak Cerdas dan Berkarakter. Keprihatinan mereka mengenai kebiasaan anak jajan sembarangan akan menjadi agenda prioritas. potluck juga akan mendorong ayah bunda membantu Ananda mengerjakan tugas menemukenali teman sebaya mereka yang tidak sekolah.

Semoga komitmen Desa Nanggerang menuju Desa Layak Anak benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua anak disana ya.

Madrasah Ramah Anak Idaman Kita

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus berupaya menggalang dukungan multipihak dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) pada peringatan Hari Anak Nasional merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan komitmen multipihak tersebut sampai di tingkat desa. Salah satu indikator KLA adalah Sekolah Ramah Anak. Sebanyak 7 Madrasah Ramah Anak Terbaik 2018 menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama yang diwakili oleh Direktur KSKK Madrasah, “Ibu, segera ajukan proposal, kami akan memberikan bantuan sebesar 5 Milyar kepada MAN 1 Kotamobago untuk mendukung peningkatan sarana prasarana yang ramah anak, “ujar Ahmad Umar Direktur KSKK Madrasah kepada Kepala MAN 1 Kotamobago setelah foto bersama Walikota, Kepala Dinas P3A, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan, dan para ustadz-ustadzah.

Percepatan Madrasah Ramah Anak

Kabar gembira dari pertemuan kami dengam Direktur KSKK Madrasah tidak sekadar isapan jempol. “Kami juga semangat, Bu! Memastikan semua RA dan Madraaah MAU menuju Madrasah Ramah Anak,” tegas Abdullah Faqih, Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah di sela-sela pertemuan informal kami jelang Hari Anak Nasional. Dua hari kemudian draft Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tentang Madrasah Ramah Anak lengkap dengan lampirannya sudah disiapkan Pak Faqih dalam dampingan KerLiP. Sebelumnya Direktur KSKK Madrasah menunjukkan berita dari Kemenag tentang penganugerahan Madrasah Ramah Anak oleh Kempppa.

“Alhamdulillah, Kemenag berkomitmen penuh menjadi pelopor percepatan Sekolah Ramah Anak. Kami siap bergegas tumbuh bersama KSKK dan GTK Madrasah untuk memperluas jangkauan setidaknya 80% madrasah MAU menuju SRA pasca kampanye belajar di luar kelas 1 Nov 2018, “kata Yanti Sriyulianti, Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan.

Jejaring Pendukung

Pelembagaan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Ramah Anak adalah salah satu strategi percepatan SRA yang diusung Asdep PHAAPKB, Elvi Hendrani.  Secara paralel, KerLiP menyiapkan jejaring pendukung untuk meningkatkan kemampuan satuan pendidikan menuju SRA. “Kami siap merintis Asosiasi Satuan Pendisikan Inklusi dan Ramah Anak Seluruh Indonesia (Aspirasi), “ujar Kentar Budhoyo, pegiat Sekolah Garasi di MI Turen di sela-sela kegiatan Pusparagam Anak Indonesia 22 Juli 2018. Bagus Dibyo Sumantri fasilitator nasional SRA, koordinator KerLiP Indonesia Timur menegaskan pentingnya Lembaga Sertifikasi Profesi Pendidik (LSP) Ramah Anak.

Mari GeMBIRA bersama KerLiP Menuju SRA Bertuah