Temu MeSRA Komunitas Pendidikan Keluarga,Homeschooling, dan PAUD

“Belajar untuk melepas sambil main. Multisensori membantu anak belajar. Cita-cita memiliki sekolah dengan multi sensori, “kata Astrid dari Rumah Dandelion menjadi pembuka catatan saya untuk #JumatBarokah ini.

Kesempatan bergerak bagi anak di perkotaan makin sulit, padahal bergerak motorik kasar sangat diperlukan untuk perkembangan anak. Minimnya lahan terbuka sebenarnya bisa disiasati dengan kemampuan keluarga untuk memanfaatkan sumber belajar di sekitar tempat tinggal anak. Diperlukan upaya sungguh-sungguh dari para pegiat pendidikan keluarga untuk mendorong peningkata kemampuan ayah bunda dalam mendidik dan mengasuh anak-anak.

Menyinergikan Harapan

Semua Murid Semua Guru telah menghimpun 600 komunitas organisasi pendidikan di Indonesia melalui kegiatan Pesta Pendidikan. Temu MeSRA di Chil in cafe 25 jaringan pendidikan keluarga, homeschooling, dan PAUD pada #JumatBarokah ini membuka lembaran baru Setiap anggota berharap bisa lebih tahu lagi mengenai data dari masing-masing komunitas agar bisa proaktif berkolaborasi.

Selain data, anggota merasa perlu menetapkan isu-isu penting yang bisa diakses dari SMSG. Proses kurasi oleh SMSG sangat penting terutama untuk menjangkau mereka yang sevisi bergabung dalam jaringan ini. Pendidikan keluarga menjadi sangat penting karena memiliki peran yang snagat mendasar dalam mengubah paradigma pendidikan terutama mengembalikan orangtua sebagai pendidik pertama dan utama anak. Untuk itu, SMSG memandamg perlu mengajak pendidik dan orangtua untuk duduk bersama menyelaraskan harapan dan visi terkait pendidikan anak.

Orangtua sebenarnya mau mendidik anak dengan baik, tapi masih kebingungan mencari sumber belajar. Kami percaya orangtua mau diberdayakan dan memerlukan pemdekatan yang lebih manusiawi. Orangtua yang bahagia akan mampu mengasuh anak dengan gembira. Komunitas Ibu Profesional.misalnya, memulai program pendampingan meeeka untuk mengajak ibu-ibu mengenal pola belajar untuk dirinya sendiri. Ibu profesional yakin bahwa setiap keluarga memiliki perencanaan strategis yang khas dirinya. Kelas bunda sayang dibuka termasuk untuk meninfkatkan pemahaman ibu dalan mengembangkan fitrah seksualitas anak. Ibu tertantang untuk mencari sumber belajar yang berlimpah di internet. Anggota ibu profesional sebanyak 21.000 anggota berencana memperluas impact sampai sekuta ibu di seluruh Indonesia. Komunitas ibu profesional ada di 57 regional di seluruh Indonesia

Banyak hal yang dilakukan anggota SMSG di berbagai daerah. Pengelompokan jaringan diharapkan dapat menumbuhkembangkan kolaborasi di setiap daerah tanpa.meninggalkan fokus internal komunitas masing-masing.

Homeschooling adalah model pendidikan informal dengan beragam issu. Kehadiran SMSG membuat anak-anak homeschooler melihat banyak cara berpartisipasi ke masyarakat. Anak magang sebagai voluntir masih jarang di Indonesia. Anak-anak homeschooling terutama usia di bawah 17 tahun jadi mengetahui beragam jenis belajar setelah mengikuti pesta pendidikan. Semangat belajar anak-anak pun makin menggebu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s