Mendiskusikan Pedoman Aksi Guru dalam Mewujudkan Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kerangka Gerakan SRA

Inspirasi menetes dari atas (Anies Baswedan, 2015)

 

IMG-20180307-WA0001

Guru sangat menentukan keberhasilan dan keberlangsungan pemenuhan hak pendidikan anak. Ia menjadi sumber inspirasi tiada henti bagi para peserta didik ketika mendidik menjadi panggilan jiwa. Guru yang mendidik sepenuh hati dengan memegang teguh prinsip kepentingan terbaik anak memerlukan kondisi kerja yang baik dan terlindungi. Perlindungan guru tanpa mengorbankan perlindungan anak menjadi tantangan besar dalam Penguatan Pendidikan Karakter dengan gerakan Sekolah Ramah Anak. Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah bergegas menjawab tantangan ini dengan menggelar Diskusi Terpumpun “Menyusun Pedoman Aksi Guru dalan Mewujudkan Penguatan Pendidikan Karakter pada 5-7 Maret 2018 di Jakarta.

 

Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) mendapat kehormatan untuk duduk bersama Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Asdep Perlindungan Anak atas Kekerasan dan Eksploitasi dan Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya KPPPA serta perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMA,  SMK,  guru SMKN 13 Bandung, SLBN A Pajajaran, SMKN 7 Jakarta, SMK Widya Nusantara Maros. “Kami menyiapkan outline ini merujuk pada kebijakan dan pedoman yang sudah disusun oleh KPPPA  berdasarkan praktik-praktik baik pemenuhan hak pendidikan anak. Pada diskusi terpumpun ini, Bapak/Ibu akan merumuskan aksi guru dalam mewujudkan PPK dengan gerakan SRA di intra dan ko-kurikuler, ekstrakurikuler, dan keberlangsungan gerakan di dalam proses pembelajaran, “kata Jamjam Muzaki dari KerLiP  setelah Sri Renani, Direktur Guru Dikmen memberikan arahan dan meminta peserta diskusi memperkenalkan diri.

 

Yanti Sriyulianti, Ketua Umum KerLiP yang mengawal gerakan SRA sejak 2010 mulai dengan Sekolah/Madrasah Aman Bencana menyampaikan rasa syukurnya, “Bagi saya pertemuan ini menandai advokasi puncak sahabat-sahabat KerLiP. Kami mendedikasikan diri untuk menyerahkan seluruh praktik baik dalam pemenuhan hak pendidikan anak untuk memastikan  tersedianya pedoman yang renyah dan mudah dicerna guru di seluruh nusantara, “ujar Yanti. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan Sri Renani sejak kampanye dan implementasi SMAB 2011 sampai pembentukan Seknas SPAB melanjutkan Seknas Sekolah Aman yang dipimpinnya bersama Jamjam pada 2011-2013.

 

Merumuskan Rencana Aksi Menyiapkan  Gerakan

 

Amanat Sri Renani untuk menyepakati Rencana Aksi menjadi agenda pertama. Asep dari Direktorat PSMA menyampaikan praktik baik bersama Jamjam dan tekad kuat PSMA untuk mewujudkan PPK dalam ekstrakurikuler. Rencana aksi-1

mewujudkan PPK dengan gerakan SRA mengintegrasikan percepatan SRA yang disiapkan Sekber SRA berdasarkan hasil pertemuan koordinasi di Bandung bersama Kemdikbud,  Kemenag, dan Kemdagri pada 2017.  Seluruhnya dibawa Asep ke Bandung dalam penyusunan panduan pelaksanaan Kawah Kepemimpinan Pelajar SMA.

 

Guru Pun Gembira

 

Ungkapan kegembiraan dari Muftiah Yulismi, guru BK di SLBNA Pajajaran yang aktif sebagai psikolog KerLiP di Jawa Barat mendapat sambutan dari teman-teman facebooknya. Tety Sulastri guru SMAN 7 Jakarta menghidupkan dialog saling belajar selama diskusi berlangsung. Istilah pengalaman bernilai sebagai pengganti praktik baik disampaikan Endang dari Direktorat PSMK dalam paparan hasil diskusi di kelompok keberlangsungan gerakan. Tety dan Bagus dari SMK Widya Nusantara adalah fasilitator SRA nasional yang mengikuti pelatihan fasilitator yang dilaksanakan KPPPA di Bekasi.

 

Kehadiran Rini Handayani, Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi memberikan gambaran mengenai 6 Strategi Nasional untuk Penghapusan Kekerasan. Hal ini sejalan dengan Permendikbud 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Agus, Kasubdit Pemenuhan Hak Pendidikan Anak menyampaikan hasil kajian dampak penerapan SRA. Saat ini sebanyak 3.000 sekolah/madrasah sudah mendeklarasikan SRA. Deputi Tumbuh Kembang Anak berencana menyusunan N, S,P, K  pemenuhan hak pendidikan Anak. Agus juga menyampaikan kiprah tim fasilitator SRA Nasional. Rini dan Agus menyampaikan kesiapan untuk berkoordinasi dalam pelatihan fasilitator SRA dan disiplin positif yang akan dilaksanakan pada 15-19 Maret 2018.

 

Rohayati guru dan manajer SDM SMKN 13 memberikan gambaran lengkap tentang kekhasan SMK yang menyiapkan anak dengan pendidikan vokasi dan revitalisasinya pada pemerintahan sekarang. Tantangan terbesar dalam PPK dengan  gerakan SRA di SMK menjadi pembahasan yang menarik.

 

“Draft Pedoman  hasil diskusi terpumpun akan dijahit  Pak Jamjam dan Bu Yanti bersama kami sepulang bu Direktur dari Vietnam. Bapak/Ibu diminta untuk menyampaikan usulan resep, suplemen, kontrasepsi untuk melengkapi pedoman tersebut, “ujar Tina, Kasubdit Program dan Evaluasi sebelum menutup diskusi. Tina juga menyampaikan ucapan terima kasih bertemu dengan orang-orang yang tepat yang menunjukka  komitmen dan semangat kerjasama untuk menyediakan pedoman yang mudah diterapkan oleh guru di seluruh Indonesia.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s