SMKN 13 Bandung: Mewujudkan SRA dalam Kerangka Penguatan Pendidikan Karakter

Kabar gembira dari SMKN 13 Bandung.
Kepala sekolah dan 6 wakaseknya benar-benar mendukung penuh persiapan konsultasi anak yang kami fasilitasi untuk mewujudkan SRA dalam kerangka Penguatan Pendidikan Karakter.

20180224_145148

Sabtu pagi jam 9 sd 16 saya mengajak Allisa Putri Maryam (Icha) memfasilitasi 50 anak perwakilan kelas dan pengurus OSIS atas undangan Kepala SMKN 13,  Ino Soprano. Icha adalah peserta didik SMAN 2 Bandung yang pernah mendapat dukungan Kemdikbud untuk hadir di WCDRR Sendai Jepang pada 2016 sebagai duta YES for Safer School.

 

Menjadi Pelopor SRA

Pelatihan persiapan konsultasi anak diawali dengan menonton Vlog “Priceless Stones” yang kami terima dari Ketua Pengawas KerLiP, Herry Sugiharto sesaat sebelum berangkat ke SMKN 13.

 

LIBRA yang menarik untuk menggugah kesadaran diri anak-anak; menemukan “diamond in you” masing-masing dengan cara sederhana.

 

Anak-anak merumuskan pengertian SRA sendiri setelah mempraktikkan tepuk hak anak dipimpin Fikri salah seorang peserta yang ternyata anggota Fokab (forum anak kota Bandung)

 

Kemudian anak-anak dikelompokkan sesuai 7 jilid dalam Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi visual (ELSI) yang kami siapkan untuk LIBRA berikutnya.
Hasilnya, mereka lebih banyak memilih Habibie dan Soekarno sebagai sosok pelopor panutan.

Ini materi yang saya sampaikan…

Mewujudkan SRA di SMKN 13 Bdg

90% praktik…jadi baru sampai slide langkah ketiga.
Tema karya sastra yang dibuat anak-anak “Menjadi Pelopor SRA”. Tiga anak maju membacakan puisi karya mereka. Karya sastra mereka  membuat kami terharu dan bangga. Mereka berhasil menerima “kerlip” pada sesi pertama. Rosya dengan puisi berjudul Cahaya, Kayla dengan Sinar, dan Fikri (teman Nabila di Fokab) dengan Pejuang Hak Anak.
Saya benar-benar terharu menyimak puisi anak-anak. Cahaya ilahi yang memancar dari jiwa mereka mengingatkan saya  pada ayat suci yang menjadi sumber inspirasi GeMBIRA bersama KerLiP. Dan..saya pun menyampaikannya kepada anak-anak dengan menahan haru di dada. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30). Sekaligus  menjadi momen yang pas untuk mengenalkan anak-anak dangan GeMBIRA bersama KerLiP.

Sesi pertama saya tutup dengan testimoni dan harapan bu Een dan Pak Rukmana sebelum Icha menyampaikan testimoninya sebagai duta YEs for Safer School.

 

Mengenal Potensi Sekolah

 

Rupanya kamis lalu BPBD Jabar sudah melaksanakan sosialisasi PRB  di SMKN 13, jadi di sesi kedua ini saya mereview beberapa istilah terkait YES for Safer School. Mulai dengan brainstorming kata-kata  yang terhubung dengan bencana. Akibat bencana untuk mengenalkan pentagon aset.  Lalu mengajak anak-anak mempelajari keterhubungan PRB dengan kapasitas, ancaman, dan kerentanan.

Setiap kelompok dibagi 2: sebagian keliling sekolah mengisi LIBRA YESforSaferSchool dan sebagian lagi mengisi instrumen Gembira di sekolah. Lalu membuat poster sekolah ramah anak idaman kita. Yang menakjubkan  ketika saya melihat kegembiraan mereka belajar bersama. Ketika saya ingatkan agar cepat selesai dan pulang menikmati libur akhir pekan, anak-anak malah menjawab riang. “Lho ibu ngga tahu ya? Kami kan sedang berlibur dengan keluarga peduli pendidikan!” Seru ya Kelompok lainnya mengisi deteksi warna. Mereka menuangkan hasil deteksi warna “Gembirakah Aku di Sekolah?” ke dalam poster sederhana per kelompok ini. Kepala sekolahnya, Pak Ino mengikuti proses pembelajaran sampai selesai. Bahkan sempat mengingatkan saya bahwa 6 wakasek diminta hadir untuk menjadi cofasilitator.
Saya kutip ya pantun karya anak-anak hebat.

 

Indahnya warna pelangi
Kurang puas kalau dilihat saja
Kalau anak bisa dilindungi
Kenapa.kita diam saja
Ke Jakarta beli telor
Pulangnya jangan lupa ke laut
Menjadi pelopor
Siapa takut

Malam-malam ada kuntilanak
Kuntil anaknya ketawa-ketawa
Ayo jadikan Sekolah Ramah Anak
Agar anak hidup bahagia

Ada orang pakai motor
Di tengah-tengah ada kucjng ambasador
Kalau kita punya ilmunya
Kenapa tidak menjadi pelopor

Jalan-jalan manjat pohon aren
Nyampe atas ketemu kuntil Anak
Jangan ngaku anak keren
Kalau belum jadi pelopor sekolah ramah anak

Jalan-jala ke Sukajadi beli makanan
Di jalannya jangan ngebut-ngebut
Jangan hanya menikmati kemerdekaan
Tapi juga bantu.mempertahankan kemerdekaan tersebut.
Bunga Kemboja
Dipetik sinanak
Saya Reja
Siap menjadi pelopor ramah anak.

 

Ada 3 tugas pembelajaran mandiri yang akan diselesaikan oleh setiap kelompok:

Minggu pertama: menelaah koran dan media online merumuskan mekanisme penanganan kasus di SMKN 13

Minggu kedua: Menyusun rencana aksi kolaborasi mewujudkan SRA Idaman masing-masing kelompok

Minggu ketiga: Membuat peta evakuasi bencana untuk 7 ancaman

 

Pak Oman siap memfasilitasi para pelopor SRA untuk menuntaskan tugas tersebut tepat waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s