Berita Nyata bukan HOAX

Bagus Dibyo Sumantri
Mantan Ka. SMK Widya Nusantara

bagus

 

Kami SMK Widya Nusantara Maros menerapkan Sekolah Ramah Anak pertengahan 2016, setelah sebelumnya saya menjadi “penumpang gelap” adanya pelatihan sekolah ramah anak di Bojonegoro. Kenapa penumpang gelap? Karena saya bukanlah peserta yang diundang. Waktu itu Bu Tety yang berjasa terhadap saya mengenalkan SRA, yang akhirnya mengenalkan saya dengan Bu Elvi dan Bu Yanti. (Terima kasih Bu Tety).

 

Sepulang dari Bojonegoro, dengan meraba-raba apa maksudnya SRA, saya mencoba menerapkan konsep SRA padahal belum tahu persis bagaimana penerapan SRA. Modal nekad saja.

Untuk mencoba lebih mengetahui SRA, pada akhir 2016 saya mencoba menyelenggarakan seminar di Maros tentang SRA dengan mengundang Bu Elvi dan Bu Yanti sebagai narasumber.

 

Waktu berjalan dengan perubahan SRA menjadi “ruh” di SMK Widya Nusantara Maros. Pembelajaran berjalan biasa saja, tapi model pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.

 

Ini Karena SRA
Sekolah yang kecil, fasilitas minim,  dan sama sekali tidak diperhitungkan.  SMK Widya Nusantara di kabupaten, apalagi di Maros. Namun lama kelamaan sedikit demi sedikit terangkat dengan banyaknya orang melihat “kehebatan” anak-anak didiknya.

Apanya yang hebat??
Awalnya dianggap hebat, kontingen Sulawesi Selatan utk kawah kepemimpinan yang berjumlah 9 orang, 2 dari anak saya waktu itu ke istana negara. Langsung tatap muka dengan Presiden dan Mendikbud. Selain SMK Widya Nusantara, sekolah yang ikut adalah sekolah yg bonafide dan sudah terkenal di seluruh antero Sulawesi Selatan, Apriansyah anak saya waktu itu yg terpilih sebagai ketua KPP Sulawesi Selatan.

 

Ada yang bilang, sekolah yang maju dilihat dari lulusannya.
Alhamdulillah, Ujian Nasional yang pertama kalinya menggunakan sistem UNBK,  SMK Widya Nusantara yang bukan sekolah apa-apa di Maros mendapat hasil peringkat ke-2 untuk nilai ujian nasional.

Di dunia SMK, memandang lulusan dengan nilai bukanlah indikator yang utama. Namun keterserapan lulusan dapat diterima kerja atau kuliah lah yang lebih penting.

Anak saya: 4 orang daftar di Dinas Kehutanan Prov. NTB. Dari 90 orang yang lulus berkas, dan bersaing dengan SMK dan sarjana kehutanan lainnya diambil 14 orang, dari Lulusan SMK dan Sarjana. Bukannya sok pamer, tapi 5 besar terbaik nomor urut 1 sd 4 adalah anak-anak saya.

SRA adalah jawaban bagaimana karakter, kemampuan dan kemandirian serta prestasi anak bisa diwujudkan.

Mohon maaf, saya benar bangga dengan penerapan SRA yang terbukti membuat sekolah saya yang awalnya bukan apa-apa menjadi apa.

Terima kasih bu Elvi, bu Yanti atas bimbingannya.

 

Salam

Note:

Lulusan smk widya nusantara tidak ada 1 orang pun yang menjadi pengangguran. Daerah yang menerima anak-anak kami mulai dari Sulsel, Halmahera, NTB (Dompu, Sumbawa dan Mataram), Kaltim, Kendari dan 2 orang lanjut kuliah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s