Memperkuat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang di Kabupaten Sukabumi

Keputusan YantiKerLiP untuk mewakili Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan dalam pelembagaan Tim Pokja Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Tim Pokja TPPO KTPA) yang dibentuk dan ditetapkan oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa sejak 2015 memperluas jejaring pengaman di tingkat nasional.  Tim Pokja TPPO KTPA menjadi wahana yang tepat bagi para pegiat HAM untuk sinergikan gagasan, harapan, dan aksi  khususnya dalam penghapusan tindak pidana perdagangan orang dan kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak. “Kami berangkat pukul 7 dari Kemensos menuju Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Kabid rehsos menerima kami bersama kasi perdagangan orang dan tuna susila serta anak dan lanjut usia. Informasi tentang tingginya jumlah KPO dan KTPA di Kabupaten ini ternyata benar. Belum lagi penanganan bagi 11.000 disabilitas yang sudah terdata sejak 2011. Upaya sahabat KerLiP untuk membantu anak tuna grahita yang sedang hamil 8 bulan sebagaimana disampaikan oleh guru SLB yang mengikuti pelatihan SRA di Kecamatan Cicurug saya sampaikan dalam pertemuan tersebut, “ujar YantiKerLiP dalam pernyataan tertulisnya. Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya, Tim Pokja juga menjangkau KPO dan KTPA di Indramayu dan Kabupaten Bandung. Secara paralel ia juga mendampingi dua orang komisioner KPAI bertemu dengan P2TP2A dan Dinsos Jabar serta Kanit PPA Polda Jabar .

“Sahabat-sahabat KerLiP di berbagai daerah bekerja di basis sampai di tingkat kebijakan untuk mendukung percepatan gerakan Sekolah Ramah Anak. Hal-hal yang mengancam kelangsungan hidup anak, yakni kekerasan, kejahatan seksual dan perlakuan salah lainnya, bencana alam, Napza, HIV AIDS, pornografi dan perdagangan orang menjadi perhatian khusus dalam gerakan ini. KerLiP Cianjur, Bandung, Pangkalan Bun mendapat dukungan Direktorat Bindikel Kemdikbud untuk menyosialisasikan pendidikan pencegahan TPPO. KerLiP Bandung menyosialisasikan peran serta masyarakat dalam pendidikan, penguatan pendidikan karakter di keluarga dan komite sekolah, serta literasi sejarah dengan meredesain jalan dengan nama pahlawan nasional. Sebelumnya KerLiP Jabar mendampingi SLBN B Garut untuk menerapkan sekolah aman bencana. Kami juga mengampanyekan belajar di luar kelas untuk penguatan pendidikan karakter melalui MeSRA Bertuah di Indonesia. Sebanyak 1.619 satuan pendidikan mengikuti kampanye yang diprakarsai dan dibawa Deputi Tumbuh kembang Anak ini pada 7 September 2017. Sebanyak 450 satuan pendidikan di Deli Serdang berkomitmen mewujudkan SRA bersama masyarakat, orangtua, dan sekolah. Sedangkan di SUkabumi lebih dari 300 RA dan Madrasah mendeklarasikan MRA di penghujung kampanye tersebut “ujar YantiKerLiP

Kecepatan Media Sosial

Lalu, mengapa ketika satuan pendidikan yang berkomitmen mewujudkan SRA makin banyak, Kecamatan Layak Anak pun mulai digelar di 13 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada saat bersamaan kekerasan di sekolah pun meningkat? Pertanyaan ini muncul pada pertemuan Tim Pokja TPPO KTPA Kemensos di P2TP2A Kabupaten Sukabumi, 8 November 2017. “Sosialisasi UU PTPPO dan Perlindungan Anak yang begitu massif di seluruh Indonesia termasuk Sukabumi serta meningkatnya penggunaan smartphone menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat termasuk perempuan dan anak yang menjadi korban untuk melaporkan peristiwa tersebut melalui media sosial. Sayangnya, masyarakat kita belum mempercayakan masalahnya kepada lembaga-lembaga resmi yang dibentuk Pemerintah dan Pemerintah Daerah  meskipun pembentukannya secara partisipatif. P2TP2A Kabupaten Sukabumi dengan pengurus lebih dari 60% terdiri dari lembaga masyarakat menerima pengaduan 34 kasus  pada triwulan pertama tahun ini. Bulan ini baru masuk 3 kasus. Sebagian besar kasus kejahatan seksual anak. Masih tergopoh-gopoh untuk mengimbangi kecepatan penyebaran informasi kekerasan, kejahatan seksual, dan perdagangan orang yang beredar di media sosal, “kata Yani Marwan, ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi. Pernyataan istri Bupati Sukabumi ini juga diamini oleh para pengurus P2TP2A. “Kami sangat memerlukan dukungan pekerja sosial yang siap mendampingi Anak Berhadapan Masalah Hukum (ABH). Kesigapan Ibu Ketua bersama tim untuk merespon pengaduan dari masyarakat termasuk informasi dari media sosial serta wilayah Sukabumi yang sangat luas perlu didukung oleh semua pihak termasuk Dinas Sosial sebagai pemangku kepentingan utama dalam rehabilitasi sosial sampai pemulihan korban. Dua anak berkebutuhan khusus dari Sukabumi yang Bu Yanti temui di P2TP2A Jabar masih memerlukan pendampingan psikolog klinis di sana. kedua adik kakak tersebut tidak mungkin dikembalikan kepada keluarganya setelah menjadi korban kejahatan seksual bertahun-tahun, “ujar Heny, pemegang nomor wa dan telpon saluran khusus pengaduan di P2TP2A Sukabumi.

Sekretaris P2TP2A Kabupaten Sukabumi, Ani dari DP3A Kabupaten Sukabumi, dan Jejen dari SBMI juga pengurus P2TP2A Kabupaten Sukabumi menunjukkan berbagai kemajuan dan praktik baik dalam pelembagaan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Sukabumi.

Kunjungan Tim Pokja ke Kabupaten Sukabumi

Tujuan kunjungan Tim Pokja TPPO KTPA ke daerah adalah untuk melihat
1. penanganan kpo dan ktk di daerah sesuai dengan kebijakan
2. Jumlah  kasus dan  penanganannya,
3. perangkat pendukung dan koordinasinya
4. Peran instansi terkait dalan penanganan kasus kpo dan ktk.

Menurut Pak Nanang, Kasi Anak dan LU Dinsos Kab Sukabumi ada banyak kasus KTA di Kab Sukabumi, antara lain:

1. Kasus Ciambar anak 14 tahun sejak kelas 3-6 tahun berhubungan badan dengan kakeknya. Ketahuannya pas pendarahan di sekolah. Ditangani kepolisian kemudian ditangani dinsos. Sekarang dititip di RPSA Bambu Apus. Masalahnya dianggap aib jadi setelah 6 bulan di RPSA tidak ada keluarga yg mau menerima anak itu kembali

2. Kecamatan Surade anak perempuan kelas 2 SD menjadi korban pelecehan oleh tukang roti. Saat ini masih dengan ibunya

3. Di Warung kiara ada laki2 “gagah” usia 62 tahun punya istri 9. Tiga istri disatu rumahkan. 2 diantaranya adik kakak. Istri pertama punya anak usia 18 tahun. Istri ketiga punya anak juga usia 16 tahun dan hamil. Dihamili sejak usia 10 tahun. Lebih parah lagi istri2 nya dipaksa melihat selama laki2 tsb menggauli anaknya. Pelaku sudah masuk tahanan. Keluarganya kebingungan karena tinggal di rumah sewa dan tak ada uang untuk perpanjangan sewa.

4. Di Cisarua usia 9 tahun berat badan 5,6 kg retardasi mental selama 3 tahun diikat ibunya, kalau lepas membentur2kan kepalanya. Srkarang dibantu box. Dinsos berkoordinasi dengan dinkes. Makanan yg masuk srlama 4 tahun ini hanya chiki

5m  Cikidang ada anak yang diperkosa 20 orang di perkebunan kelapa sawit. Dijangkau TKSK dan PKH

6. Penanganan 5 anak jadi korban penjaga sekolah di Cicurug

Menurut Kabid Rehsos,hanya 2 sakti peksos di kabupaten Sukabumi tanpa kendaraan operasional untuk menjangkau korban. Ada orang dengan gangguan jiwa di rumah kosong di kebon pedes melakukan hubung badan. Kabupaten Sukabumi tertinggi kedua TPPO dan KTA di Jabar. Sudah ada 20 LKSA yang berhubungan deng  pesantren.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s