Sekretaris Camat Cicurug Kabupaten Sukabumi Siap Memperluas Dukungan MeSRA Bertuah

Diseminasi dan Pelatihan Sekolah Ramah Anak pada hari kedua terasa berbeda. Kepala UPTD dan Sekretaris Camat tertegun menyaksikan 90 peserta dari Himpaudi, IGRA, dan IGTKI bergembira menyimak paparan YantiKerLiP pada sesi pertama. Keduanya tak segan mengikuti Tepuk Hak Anak, cara asyik membuka gerbang pengetahuan tentang Konvensi Hak Anak. Ya. Hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi adahal hak yang paling mendasar dari 31 hak anak yang diadopsi bangsa Indonesia dari Konvensi Hak Anak ke dalam UU Perlindungan Anak. Dua belas tahun setelah pemerintah meratifikasi KHA, UU No.23/2002 tentang perlindungan anak terbit sebelum UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan nasional.

“Bu, Pak Sekcam mengajak kita bertemu Bupati Sukabumi. Katanya ini penting untuk disebarluaskan, “ujar Ekasari saat rehat minum kopi. Alhamdulillah, rupanya kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) ini menarik perhatian Sekcam Cicurug. “Kalau bisa sediakan waktu sebelum pulang untuk bertemu Pak Giri ya Mbak. Beliau sangat antusias dan berharap dapat bekerjasama membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak di Kecamatan Cicuru, “ujar Mira, CBDM GNI. Tentu saja YantiKerLiP menyambutnya dengan gembira.

Menyiapkan Exit Plan GNI

Desy, education and health officer GNI menyampaikan kabar miring tentang keputusan manajemen GNI untuk bekerja di 1 desa saja pada 2018. “Masih ada 2 kali lagi support dari kami untuk menghadirkan Ibu ke Sukabumi sekaligus menyiapkan exit plan GNI bersama ratusan guru yang begitu semangat mengikuti pelatihan, “ujar Desy dalam sesi evaluasi jelang magrib. Ia juga meminta saran untuk memperkuat rencana tindak lanjut pelatihan  agar inisiatif ini berkelanjutan. Pendampingan melalui wag yang dikelola YantiKerLiP adalah cara termudah yang terbukti efektif dalam menyiasati keterbatasan. “Lebih dari 1.619 sekolah/madrasah/PAUD menggelar OCD di satuan pendidikan masing=masing. 450 di antaranya mendeklarasikan diri #MeSRABertuah di Deli Serdang,”ujar YantiKerLiP

Kehadiran Giri, Kabid Sarana Prasarana Kantor Kecamatan Cicurug dalam evaluasi memperkuat  rencana GNI melepaskan dampingan dengan pembentukan Satuag Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPPA). “Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan cukup tinggi di wilayah kami. Saat saya masih di pemberdayaan ada kasus 4-5 anak laki-laki korban kejahatan seksual anak yang tidak dapat diusut karena terlambat penanganan sehingga hasil visum tidak mendukung. Satgas PPPA sudah mendesak dibutuhkan masyarakat Cicurug. Beberapa waktu yang lalu, saya berbincang dengan salah satu anggota Komis VIII DPR, Ibu Renny. Beliau berencana melaksanakan pembentukan satgas ini pada masa reses,”kata Giri menanggapi usul YantiKerLiP untuk memperkuat Kecamatan Cicurug Layak Anak dengan pembentukan P2TP2A dan secara bersamaan membentuk Sekber SRA dan Satgas PPPA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s