79 SD/MI/TK/RA Cicurug Bergembira dengan MeSRA Bertuah

“Bagasi citicar sudah penuh oleh tiga dus berisi majalah, tabloid, dan koran bekas berkualitas pemberian Inong, sahabat sejati di SMA sejak 32 tahun yang lalu. Masih ada puluhan majalah dari rumah orang tua Bu Sari. Alhamdulillah, saatnya berangkat memenuhi undangan GNI di Cicurug Sukabumi,”kata YantiKerLiP dalam perjalanan ke Sukabumi. Mobil kecil yang ditumpanginya berjalan merayap pada kecepatan di bawah 40 Km/jam. OPeRA on Citicar kali ini tentang anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus yang sedang ditangani Ekasari, Ketua DPD KerLiP Jabar. Seru dan Asyik menemani sopir di sepanjang perjalanan. Estimasi 3,5 jam ternyata keliru. Mereka berangkat pukul 15.30 dari Bandung dan tiba di Iscalton Cicurug pukul 21.30 WIB. Bandung-Cicurug padat merayap.

MeSRA Bertuah Memperkuat KLA di Cicurug

20171103_165246

Aning, DP3A Kabupaten Sukabumi menyerahkan prasasti deklarasi KLA di Cicurug kepada Sekretaris Camat setelah memaparkan komitmen pemkab Sukabumi dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Ia hadir bersama UPTD, Penilik PAUDikmas, dan 150 an kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, dan guru atas undangan Yayasan GNI. Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) didirikan pada 1991 di Korea Selatan dan bekerja membantu warga Sukabumi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sejak 7 tahun yang lalu. GNI mengundang YantiKerLiP dan Ekasari  sebagai fasilitator diseminasi dan pelatihan MeSRA Bertuah bagi satuan pendidikan di daerah binaan.

Bapak/Ibu guru  mengikuti setiap sesi  dengan gembira. Cara  Asyik Cari Tahu YantiKerLiP untuk persepsi mereka tentang anak diiringi dengan tepuk hak anak membuat kegiatan diseminasi dan pelatihan singkat ini terlihat berbeda. Apalagi ketika masuk pada materi kebijakan Sekolah Ramah Anak dari Kementerian PPPA. “Tenang saja Bapak, Ibu. Hampir semua pendidik yang mengikuti pelatihan SRA belum menjadikan peraturan perundang-undangan sebagai sumber belajar. Kita hanya perlu membiasakannya ya, “kata YantiKerLiP saat mendengar jawaban beragam mengenai pengertian anak dan pendidikan serta tak ada seorang pun yang mengetahui pengertian dai UUPerlindungan Anak dan UU Sistem Pendidikan Nasional. Waktu dua jam terasa sangat singkat dengan metode pembelajaran yang partisipatif. Peserta diseminasi hanya bisa menyajikan 1-2 contoh praktis terkait 4 prinsip hak anak, 5 kluster hak anak dalam Konvensi Hak Anak dan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak, 5 prinsip SRA serta 6 komponen utamanya. Penekanan pada perubahan pradigma orang dewasa tentang anak dan harapan gerakan SRA untuk menumbuhkembangkan kepekaan serta sikap tanggap terhadap perubahan kebutuhan anak dalam belajar disambut dengan pertanyaan klasik: mengedepankan hak nanti melupakan kewajiban dan ramah anak tidak memberikan efek jera. Kedua pertanyaan klasik ini menjadi pintu masuk bagi YantiKerLiP untuk menunjukkan pentingnya keteladanan sehingga kemitraan antara sekolah dan rumah tempat tinggal anak perlu diperkuat berdasarkan prinsip kepentingan terbaik anak.

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Bersama Masyarakat, Orang tua dan Sekolah/Madrasah atau MeSRA Bertuah adalah gerakan yang dinisiasi ketua pokja pendidikan keluarga, Miska di Deli Serdang bersama para pegiat hak anak dan keluarga peduli pendidikan di Sumatera Utara. Lebih dari 500 satuan pendidikan di Deli Serdang sudah mendeklarasikan SRA, memiliki tim pelaksana SRA, dan mendapatkan SK penetapan SRA dari Kadisdik Kab Deli Serdang setelah mengikuti kampanye belajar di luar kelas pada 7 September 2017 serentak di Asia Pasifik. Keberhasilan Deli Serdang dengan MeSRA Bertuahnya mendorong para kepala sekolah Mau menerapkan SRA mendorong YantiKerLiP untuk menyebarluaskan gerakan tersebut ke seluruh pelosok Indonesia. Kekhasan MeSRA Bertuah yang mendorong Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat menjadi pertimbangan utama YantiKerLiP meminta Desy dari GNI agar menghadirkan fasilitator SRA sekaligus fasilitator pendidikan keluarga dan PPK di komite sekolah/keluarga, Ekasari Widyati, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 2-3 November 2017.

Partisipasi orang tua/wali adalah komponen utama keenam yang mendapatkan perhatian khusus pada pemerintahan Pak Jokowi-JK. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemdikbud pun berdiri dan menghimpun serta melatih para fasilitator yang handal termasuk dari KerLiP. Tidaklah mengherankan jika diseminasi dan pelatihan SRA yang difasilitasi duo srikandi KerLiP ini mendorong penguatan pendidikan karakter di keluarga dan sekolah/madsrasah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s