Menyiapkan Konferensi Keluarga Peduli Pendidikan Mendukung T3Mu MeSRA Bertuah

Hujan deras mengguyur kota Bandung sejak Adzan Ashar berkumandang. “Saya berkali-kali menelpon Ibu dari Nomor A-17, maaf ya, Bu. Baju saya basah kuyup,”kata Endah sambil melongokkan kepalanya di pintu. YantiKerLiP yang menghadap ke luar bergegas mengambil baju ganti, sedangkan Retno Wulandari mempersilakan Endah dan suaminya masuk. Keduanya sedang membahas beberapa hal terkait masa depan gerakan keluarga peduli pendidikan menunggu sahabat-sahabat yang sudah konfirmasi hadir sore ini.

Melepas Masa Anak dengan Gembira

Merayakan kegembiraan dengan cara sederhana namun memikat untuk melepas masa “anak” perkumpulan keluarga peduli pendidikan yang didirikan 25 Desember 2017 ternyata tidak sulit. Jalan berliku selama 17 tahun terasa sangat singkat ketika menerima semangat berkumpul yang luar biasa dari sahabat-sahabat baru. Hujan deras dan jarak jauh tidak menjadi hambatan untuk Endah dari SDN Ujungberung, Lina dan Neneng dari SMAN 18 hadir dalam rapat persiapan Konferensi Keluarga Peduli Pendidikan.

“Ada 3 hal istimewa yang perlu disikapi bersama dalam bentuk rencana aksi: 1)Menghidupkan gotong royong melalui pembukaan Arisan dan Kopsya keluarga peduli pendidikan ; 1)Praktik-praktik baik pembelajaran melalui kelas ramah anak, belajar di luar kelas, dan YES for Safer School ; 3)Isu-isu terpenting untuk mendukung T3Mu MeSRA Bertuah,”kata YantiKerLiP dalam pernyataan tertulisnya. Perlu meretas jalan baru menghadapi kegelisahan kepala sekolah, guru, maupun orang tua terkait Saber Pungli. Sumbangan, iuran, pungutan menjadi kata sakti yang selalu hangat diperdebatkan dalam obrolan para pegiat hak atas pendidikan. Keluarga-keluarga peduli pendidikan, tanpa sekat profesi yang melekat pada setiap individu akan membahas 3 hal istimewa tersebut dalam Konferensi Sehari Keluarga Peduli Pendidikan. “Yang namanya ibu. Jika berkumpul dan peduli pendidikan jadinya yaa aktifis KerLip, dengan penggeraknya Yanti Kerlip yang dibahas apa lagi kalau bukan Pendidikan, berbagai latar belakang ibu berkumpul disini,”tulis Retno Wulandari dalam status facebooknya kemarin.

 

Inisiatif sahabat-sahabat muda KerLiP untuk menggelar Jalan Gembira pada Hari Ayah dan Hari Kesehatan Nasional, 12 November 2017 menjadi LIBRA dalam rapat persiapan tersebut. Semangat untuk mempererat tali asih ayah dan anak dengan penuh rasa hormat dan syukur satu sama lain melalui rangkaian kegiatan sederhana terungkap dari binar mata para peserta rapat. “Kami siap untuk menyiapkan kegiatan yang menggembirakan selama Konferensi berlangsung, “ujar Endah. Rapat Persiapan berlangsung penuh kekeluargaan dan tak luput dari selfie di beberapa sudut Rumah KerLiP. Pembahasan lebih rinci sepakat dilaksanakan melalui wag melengkapi  pertemuan rutin di Dago Car Free Day mulai 29 Oktober 2017. Alhamdulillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s