Fasilitator Muda KerLiP Memulai Pelembagaan GSB MeSRA Bertuah di Bandung dari Taman Tongkeng

Cuaca kota Bandung cukup cerah saat puluhan peserta didik SMA mengikuti pelatihan Agen MeSRA Bertuah yang dilaksanakan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan. “Kemitraan khas kami dengan mantan Kepala SMAN 15 yang kini memimpin SMAN 18 kota Bandung mempermudah proses untuk mengundang peserta didiknya pada pelatihan Agen MeSRA Bertuah,”kata Yanti, ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan sekaligus fasilitator utama pelatihan tersebut. YantiKerLiP menyatakan bahwa Sahabat Muda KerLiP mulai melaksanakan pelatihan Agen MeSRA  secara terprogram ini bersamanya pada penanganan psikososial penyintas anak SMAN Simpang Empat pasca erupsi Gunung Sinabung. Tujuan utama pelatihan ini adalah menjadikan anak, remaja, dan kawula muda mitra dalam mewujudkan sekolah ramah anak bersama masyarakat,  orangtua dan sekolah/madrasah.

Dina dan Ksatria baru saja menyelesaikan studi mereka di STKS. Keduanya membantu menyiapkan pelatihan dan menjadi fasilitator muda pada pelatihan Agen MeSRA Bertuah bagi peserta didik SMA di Kota Bandung. “Saya diminta Bapak Kepala Sekolah untuk menyampaikan rencana tindak lanjut kami mengundang Ibu dalam sosialisasi dan pelatihan SRA bagi guru-guru di SMAN 18, “kata Herlina, pembantu kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 18. Menurut Herlina, Soegiarto menyambut gembira kedatangan Dina dan Ksatria  ke SMAN 18 mengirimkan undangan pelatihan Agen MeSRA. Sebanyak sembilan peserta didik yang aktif sebagai ketua dan anggota MPK SMAN 18 Bandung belajar bersama 10.anak SMK Nasional. Selain SMAN 18, SMK Nasional dalam asuhan Retno Wulandari kembali mengirimkan perwakilan peserta didiknya.

Sahabat Muda KerLiP Beraksi

Menjadikan anak, remaja, dan kawula muda mitra merupakan komitmen Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan sejak mulai kampanye dan advokasi Sekolah/Madrasah Aman Bencana 2010. Pelatihan fasilitator muda pun dilaksanakan secara bertahap. Dina dan Ksatria merupakan fasilitator muda yang berbakat dan tak pernah mengeluh. Keduanya bahkan berhasil merekrut puluhan mahasiswa dari beberapa universitas terkemuka di kota Bandung untuk membina  di Bina Keluarga Balita KerLiP dan SeKAM (Sekolah Kecil Anak Merdeka).

Pada saat ini,  Dina dan Ksatria mendapat amanah dari Rumah Amal Salman dan mitra untuk mendidik anak-anak di Mekar Wangi, Kabupaten Bandung. Sementara itu pendampingan terprogram juga dilaksanakan SeKAM di Kebon Pisang. “Ternyata Lurah Kebon Pisang dan Merdeka bertukar tempat.  Kita beruntung mendapatkan ijin untuk menggunakan fasilitas taman Tongkeng dan aula di kelurahan Merdeka untuk pelatihan ini, “kata Dina. Konsistensi Dina sebagai pekerja sosial tak perlu diragukan lagi. Ia lulus dari SMKN 15 Bandung, satu-satunya sekolah penyelenggara pendidikan vokasi untuk pekerja sosial.  Demikian juga dengan Ksatria. Keduanya aktif menjadi sahabat keluarga peduli pendidikan sejak 2014. Keduanya melanjutkan pelatihan dengan melaksanakan pendampingan kepada peserta didik SMAN 18 dan SMK Nasional.

Selain menyiapkan tempat dan mengirimkan undangan ke SMA/SMK di kota Bandung, keduanya juga memfasilitasi setiap tahap pelaksanaan pelatihan yang dimulai dengan perkenalan diri berulang dan berantai, membaca senyap buku Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia selama 15 menit, cara asyik cari tahu karakter pelopor, perintis dan pahlawan sejati, menyusun mandala diri dalam kelompok, menyusun kartu nama diri berdasarkan hasil kegiatan sebelumnya, menyusun rencana aksi MeSRA Bertuah dan menyusun vision board. Secara keseluruhan waktu 5 jam efektif hanya bisa pada tahap pengenalan.

Inisiatif icebreaking a la Dina membantu menyegarkan kembali para peserta pelatihan sebelum menuntaskan rencana aksi dan vision board yang dibuat dalam kelompok terpisah. Setiap peserta mendapatkan titipan dana untuk modal menjalankan rencana aksi MeSRA Bertuah terpilih untuk menemukenali anak muda tidak sekolah (amtis)selama berjalan menyusuri jalan Muhammad Toha. Menetapkan Masjid Jami  terdekat untuk merintis pembentukan Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa bersama Amtis yang ditemukan. Bersama-sama menelusuri sejarah Masjid Jami dan melaksanakan 6 jam pelatihan Agen MeSRA Bertuah secara mandiri dalam Kolase Bangsa.  Menyiapkan kegiatan Festival Keluarga Peduli Pendidikan dengan merancang signage Dewi Sartika. Secara terpisah, sebagian peserta didik juga melaksanakan langkah-langkah Youth Evacuation Simulaton (YES) for Safer School.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s