Memulai Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan di SMA Negeri

“Kereeen Bu. Selama ini sekolah (terutama negeri) gak ada yg kontrol sehingga cenderung semaunya. Alhamdullilah, semoga kolaborasi orang tua dan sekolah akan membawa kemajuan sekolah dan capaian siswanya. Terimakasih 👍, “kata Sukiman,  menanggapi kabar mengenai  rintisan Paguyuban Orang tua kelas X di SMAN 2 Bandung. Direktur Pembunaan Pendidikan Keluarga ini berhasil mengawal penerbitan Permendikbud No.30 Tahun 2017 tentang Keterlibatan Keluarga Satuan Pendidikan. Dokumentasi,  liputan dan praktik-praktik baik terkait penguatan kolaborasi orang tua dan sekolah serta partisipasi anak di satuan pendisikan dosajikan dengan apik  dalam website  sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. para pegiat pendidikan keluarga meramaikan diskusi harian melalui wag Sahabat Keluarga tempat Sukiman dan semua jajaran Ditjen Paudikmas berbagi informasi dan menunjukkan apresiaai.

Keluarga-keluarga peduli pendidikan di kota Bandung yang menyekolahkan putra-putri mereka di SMAN 2 mulai aktif membicarakan keselamatan,  keamanan, dan kesejahteraan anak-anak di sekolah di wag. “Bunda Safitri mengundang saya masuk ke dalam wag kelas dan sekolah. Obrolan keselamatan Chilva  menjadi pembuka dalam WAG kelas yang didominasi perempuan tersebut. Saya berusaha menahan diri agar  dapat belajar mengalir keluarga-keluarga pendidikan di SMAN 2. Harapan saya dapat tumbuh kesadaran kritis pentingnya mempererat sinergi antara orang tua/wali dengan sekolah secara perlahan dan mengakar, “ujar YantiKerLiP. Ia menyampaikan bahwa putrinya bertekad memasuki SMAN rujukan ini sejak menjadi kelas 7 di SMPN dekat rumah karena lingkungannya yang aman, sehat,  rindang, dan indah.

 

OrK3STRA di Grup Kelas MIPA 4

Orang tua/wali.kelas XMIPA 4 sangat terbantu dengan adanya Grup WA Kelas. Obrolan keselamatan, kesejahteraan, kesiapsiagaan terpadu ramah anak (OrK3STRA) menghidupkan komunikasi di grup wa kelas

16/09, 19:14] ‪Mama Chilva‬: Assalammualaikum… Maaf bunda bunda mau tanya ada anandanya yg ikut kegiatan yg menginap malem ini di sekolah, ikut seni….. ? Katanya besok pulangnya, bener yaa bun…..? Mohon info.nya
[16/09, 19:17] Ibunda Allisa: Kata putri saya, benar, Bu. Anak-anak yang mengikuti ekstra kurikuler rumah seni, menginap di sekolah
[16/09, 19:18] ‪Mama Chilva : Iya ya …ada surat edaran nya yaa… Hatur nuhun bun
[16/09, 20:10] Bunda Safitri: Betuul ada surat edarannya Mama Chilva
[16/09, 21:07] ‪Mama Chilva‬: Iya bu saya baca juga, nuhun😊

[27/09, 18:42] Mama Nauval: Mam, barangkali ada yang tahu, anak saya belum pulang
[27/09, 18:44] ‪Ibunda Haris‬: Haris ditanya katanya gak tau bu 😬
[27/09, 18:44] Bu Yayu SMAN 2 Bdg: Alhamdulillah udh plg
[27/09, 18:45] Bunda Safitri: Alhamdulillah
[27/09, 18:45] Bunda Safitri: Ada ekskul ya Bun
[27/09, 18:54] Bu Yayu SMAN 2 Bdg: Nggak mam, main sm rayhan di sekolah
[27/09, 18:59] Bunda Safitri: Oalaaa…
[27/09, 19:00] Bunda Safitri: Kadang anak anak itu ya.. .. suka susah diingetin. Padahal ortunya di rumah khawatir.
[27/09, 19:00] Mama Nauval: Katanya ada ketemuan eskul guardian dengan SMAN 20, yang pergi rayhan
[27/09, 19:01] Mama Nauval: Iya betul, ngerasa dirinya udah gede nggak usah dikhawatirin
[27/09, 19:37] Bunda Safitri: Padahal apa susahnya nya ya Bu, wa ngabarin
[28/09, 07:39] Mama Nauval: Iya itu mam, udah sering saya ingetin

[18/10, 17:03] Bunda Safitri: Dapat Info dari temen, ada pengumuman dari organda. Besok angkot seluruh bandung mogok katanya.
[18/10, 17:56] Bunda Safitri: Assalamualaikum Bu Suryati, besok anak anak ada pelajaran tidak ya?
[18/10, 17:57] Bunda Safitri: Kalau tidak ada pelajaran, terkait rencana angkutan yg akan mogok Safitri ijin tidak masuk Bu.
[18/10, 17:58] Bunda Safitri: Dan apakah pengambilan rapot bisa fiambil hari jumat, mengingat besok transportasi umum yang akan mogok🙏
[18/10, 18:27] Ibunda Allisa: Wah antisipasi yang baik @⁨Bunda Safitri⁩ …saya juga mengandalkan transportasi umum
[18/10, 18:51] Bunda Safitri: Betul Bu..
bingung saya, apalagi saya jauh di pharmindo rumahnya
[18/10, 18:56] Bunda Safitri: Sebaiknya besok hindari dulu transportasi ol mama icha. Krn tadi info temen ada dricer grab yg diintimidasi supir angkot didaerah pajajaran
[18/10, 18:58] Bunda Safitri: Iya saya aja bingung mau pergi ke sekolah.. Kalau pagi masih bisa, tapi pulangnya😅😅
[18/10, 18:59] Bunda Safitri: Mudah mudahan saja ambil rapotnya boleh jumat.
[18/10, 18:59] Bunda Safitri: Kalau tadi ada mobil satpol pp yg angkut penumpang Bu
[18/10, 19:02] Bunda Safitri: Adik saya bilang di Cimahi sama juga ada driver grab yang diintimidasi juga.

Tidak hanya di grup wa. Orang tua/wali juga aktif menyampaikan be erapa hal penting seputar keselamatan dan kesejahteraan anak dalam pertemuan dengan pengurus komite sekolah dan manajemen sekolah. Pentingnya integritas, apresiasi terhadap kemajuan kompetensu di luar bidang akademik, penambahan alokasi waktu untuk istirahat, dan pengurangan tumpukan pekerjaan rumah menjadi perhatian bersama. Kepala sekolah menyambut baik gagasan untuk menerapkan MeSRA Bertuah dari YantiKerLiP di SMAN 2.

Perkembangan pembelajaran anak-anak makin sering dibicarakan, tidak hanya sekelas bahkan dalam grup wa orangtua kelas X terutama setelah pembagian raport tengah semester pada Kamis, 18 Oktober 2017.
[04/10, 04:55] Bunda Safitri: Ibu ibu.. barusan saya tanya Safitri, hari ini betul ada remed Fisika. Katanya Sebenarnya remed ditujukan untuk yg nilainya kurang, tapi biar adil semua ikut remed. Jadi Safitri dan temannya juga ikutan remed. Assalamualaikum Bu Suryati. Mohon konfirmasi saya dengarbdari Safitri katanya minggu ini ada pembagian raport 3 semester?
[16/10, 14:55] Bu Suryati Walas XIPA4: Waalaikumusalam … iya bu, pembagian Raport tengah semester ganjil kamis 19 oktober jam 10.00 undangan menyusu

[19/10, 18:32] Bunda Safitri: Bu Yanti matematika nya yang kolom A apa yg kolom C. Sepertinya yang jeblok kebanyakan yang di kolom C peminatan. Krn yang kolom A nilai matematika Safitri juga sedikit diatas kkm
[19/10, 18:32] Bunda Safitri: Bedanya apa ya matematika yg kolom A dan kolom C
[19/10, 19:41] Ibunda Allisa: Ayo Bapak/Ibu kita rumuskan rekomendasinya untuk dibawa senin
[19/10, 19:42] Ibunda……: mangga dicatat sadayana keluahan anak2 Bapak… mudah2an ada solusi
[19/10, 19:57] Ibunda…: Saya pesan sih hal2 yang kurang atau ga penting di penting dikurangi atau di tiadakan krn lumayan menyita wktu belajar anak, les aja jd terbengkalai.
[19/10, 21:37] Mama Nauval: Sebenarnya kita tdk bs menyalahkan guru sepenuhnya, anak2 skr mmg pd males bljr, smp jam segini aj msh chatiingan, boro2 inget ngaji abis magrib
[19/10, 21:38] Mama Nauval: Bagaimana klu kita sbg ortu kompak melrg anak2 chatingan di malam hari
[19/10, 22:50] Ayah ..: Mungkin yang bapak/Ibu maksud matematika wajib? Menurut saya seyogyanya ortu minta penjelasan kepada guru yang bersangkutan (dengan cara yang bijak). Kalau kita serahkan ke anak (umumnya anak gak berani dan kita khawatirkan belum dapat menggunakan kata2 yang bijak sehingga kurang ditanggapi dengan baik oleh gurunya). Hatur nuhun
[19/10, 23:05] Ayah …: Sehingga tujuan kita bertabayyun bisa tercapai.
[20/10, 05:10] Ibunda Allisa: Rekomendasinya mengikat kita juga bu sebagai orangtua. Hanya saja secara akademik, guru anak-anak kita dituntut memberikan layanan yang profesional dengan sepenuh hati. Kita duduk bersama untuk menyelaraskan agar anak-anak tumbuh kembang mandiri.
[20/10, 05:12] Ibunda Allisa: Ayo Pak kita obrolkan bersama cara yang bijak dan membuka kanal komunikasi yang lebih baik untuk bergotong royong membangun ekosistem pendidikan yang baik bagi tumbuh kembang anak2 kita, di rumah dan di sekolah
[20/10, 05:15] Mama Nauval: Sy udh nge wa ke guru matematika, kebetulan walikelas anak sy, tp blm dijwb smp skr
[20/10, 06:17] Bunda Safitri: Ayo Pak Sudono besok hadir ya pak. Yuk kita bareng bareng duduk dan sampaikan ini semua secara bijak ke pihak sekolah. Kita yg aktif aja bangun komunikasi dg sekolah. Karena kalau kita nunggu pihak sekolah saya ko ngga yakin. Kita dobrak dan bantu perbaiki sistem yg ada, kita bantu mengubah mindset nya mereka demi masa depan anak anak kita demi kemajuan bangsa juga.

 

Pertemuan yang Bermakna
[20/10, 13:25] Bunda Safitri: Assalamualaikum Ayah Bunda..
Mau memastikan , untuk besok yang bisa dan mau ikut bergabung merumuskan permasalahan yg akan disampaikan ke pihak sekolah siapa saja ya.
Waktunya jam 10 , kita bertemu di lobby saja ya.
Mangga didata:
1. Bu Yanti_Mama Icha IPA 4
2. Rini Genas_ Bunda Safitri IPA 4
3. pak Andry_ Ayah Ara IPA 7
4.

Mangga dilanjut.
[20/10, 14:01] Bunda Safitri: Ketemu kepsek waktunya kita putuskan besok ya.. Mengingat pak Andry harus mengajar dan waktunya bu Yanti.
[20/10, 22:28] Ayah…: Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya belum dapat berpartisipasi ngumpul, Kebetulan besok saya sudah ada jadwal yang tidak dapat ditinggalkan.Sekedar usul saja, semoga dapat menjadi pertimbangan diskusi besok (berdasarkan keterangan yg saya minta dari anak saya), sbb.: 1). Ada nilai prakarya anak saya yang di bawah KKM, setelah anak saya menanyakan kepada guru yang bersangkutan(hari Jumat 20 Oktober 2017), kemudian dijelaskan dengan baik oleh Sang Guru. Cerita singkatnya : nilai anak saya dibawah KKM karena seharusnya ulangan 2 kali, dan anak saya hanya ikut sekali karena yang ujian ke-2 kebetulan saat itu sakit dan tidak masuk sekolah. Padahal anak saya sudah mengikuti ulangan susulan.Kemudian anak saya menanyakan mengapa nilainya dibawah KKM? Sang guru menjelaskan bahwa nilai dibawah KKM karena ulangan yg sekali itu nilainya dibagi dua. Tetapi sang guru kemudian menjelaskan bahwa pada NILAI AKHIR SEMESTER nanti akan dimasukkan kedua nilai ulangan tersebut. Alasan utama mengapa terjadi seperti itu karena sudah terlanjur diinput satu nilainya saja dan nanti akan diperbaiki. 2). Kemudian yang lain menurut anak saya sampai saat ini belum ada masalah berarti. Mungkin itu saja informasi yang dapat saya tangkap dari cerita anak saya. Semoga acara besok dapat berjalan lancar dan Tuhan YME memberikan kerkahan kepada kita semua. Aaamiin, Matur nuwun 🙏🏽
[20/10, 23:01] Ayah…: Kemudian saya mendengar keluhan dari beberapa orang tua murid pada saat menerima raport (terutama matematika wajib). Saya berprasangka baik bahwa materi yang berikan adalah materi baru, yaitu nilai mutlak (persamaan mutlak, pertidaksamaan mutlak, dll.). Materi yang baru untuk anak2 ditambah lagi disampaikan oleh pengajar yang sangat serius, saking seriusnya hingga tidak pernah tersenyum untuk muridnya. Padahal barangkali senyuman sang guru dibutuhkan oleh murid yang sedang kesulitan menerima materi pelajaran tersebut. Yang ini seyogyanya juga dicarikan solusi yang adil untuk guru dan anak2 kita. Tetapi saya berfikir bahwa pendidik ada yang menggunakan cara curahan kasih sayang dalam menyampaikan pendidikannya, ada yang menggunakan cara serius (cenderung kurang menyenangkan murid), dll. Semuanya akan membentuk anak-anak kita memiliki pribadi yang tangguh dan tahan banting. Paling tidak melatih anak-anak kita nanti di bangku kuliah dan di kehidupan nyata. Pada saat kita sekolah/kuliah dahulu juga banyak guru/dosen yang nyebelin….ketika kita bertanya hanya dijawab dengan “gak tahu”., dan jawaban lain yang kurang mengenakkan😀😀😀. Sehingga kalau pun kita akan membuat usulan2 tertentu perihal perilaku guru…kita juga berusaha menjelaskan kepada anak2 kita bahwa hidup itu tidak selalu enak. Mohon maaf apabila kurang berkenan.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
[21/10, 04:46] Ibunda….: Sy sependapat dgn bapak sudono…kalau sy pribadi sy menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak saya di sekolah…anak saya juga selalu cerita apapun yg terjadi di sklh..dan kami selaku orang tua selalu support anak kami…dan memberi pengertian bhw tdk semua akan sesuai keinginan kita..sy yakin pendidik di sklh punya style masing2 dlm mengajar..wajar sj sih kalo mnrt saya.
[21/10, 05:28] Bunda Safitri: Setuju pak Sudono..
Dunia nyata memang tidak selalu nyaman, bahkan cenderung keras dan pahit. Bisa dibilang kawah candradimuka mungkin ya, sebagai tantangan dan waktu pembelajaran anak anak bagaimana harus bersikap. Dan tentunya tidak lepas dari bimbingan dan pengarahan orang tua secara bijak.
Namun terlepas dari itu semua juga tetap akan lebih baik kita komunikasikan hal tsb kepada pihak sekolah sebagai bahan masukan agar sekolah juga bisa memperbaiki kualitas pembelajaran lebih baik lagi. Tentunya agar anak anak juga bisa jauh lebih siap mengahadapi tantangan kedepannya di luar sana.
Semoga saja niat baik kita semua, mendapat respon yg baik dari pihak sekolah.
Terimakasih masukannya pak Sudono
[21/10, 07:26] Ayah Ara: poin ini saya setuju. semoga nanti pak kepsek juga menjawab demikian, sehingga kita bisa sepaham ..
[21/10, 07:40] ‪Ibunda…‬: Kalo dari segi anak2 biarlah anak2 mengalami dinamika yg beragam selama proses pembelajaran untuk mendewasakan cara berfikir , interaksi sosial…dll di lingkungan sklh. Dan belajar yg sungguh2 u menjadi yg terbaik.sy yakin dan percaya sma 2 adalah pilihan terbaik
[21/10, 07:52] Ibunda Allisa: Bapak/Ibu..
Salah satu alasan kuat mengapa direktorat pembinaan pendidikan keluarga dibentuk Mendikbud dan terbitnya permendikbud 30 terkait peran serta orang tua/keluarga di satuan pendidikan adalah mewujudkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan memperkuat. Banyak penelitian yang menunjukkan ketika orang tua terlibat dalam pendidikan, anak-anak akan lebih berhasil meraih prestasi yang tinggi dalam kehidupannya.

Mengapa UU guru dan Dosen memberikan otoritas akademik kepada guru dan tidak kepada guru? Menurut saya disinilah letak penyelarasan gagasan dan harapan peningkatan mutu layanan pendidikan anak diletakkan.

Jika kita, selaku orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada guru terkait kemajuan akademik anak-anak kita, saya khawatir pendidikan anak-anak kita tidak beranjak maju. Konon kabarnya guru-guru kita kebanyakan berhenti belajar ketika memulai mengajar. Setidaknya dengan menjalin simphoni dalam pembelajaran anak-anak, kita bisa turut mendorong guru-guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan tetap belajar sepanjang hayat. Belajar tanggap terhadap perubahan kebutuhan belajar anak-anak, menyisihkan skeurang-kurangnya 20% dari tunjangan profesi untuk meningkatkan kompetensi, dst.

Mari Bapak/Ibu kita manfaatkan kesempatan untuk.mengukuhkan trisentra pendidikan yang digagas Bapak Pendidikan Nasional.

Orangtua adalah pendidikan utama dan pertama anak.
[21/10, 12:17] Ayah Ara: nanti hasil pertemuan tadi dan rekomendasinya di share bu yanti di grup ..


[21/10, 14:53] Bunda Safitri: Pak Andry, Mama Icha, dan ayah bunda yg lain. Barusan anak saya cerita kenapa matematiknya dapat jelek. Dia gunakan cara praktis yg diajarkan uanya, tidak menggunakan cara gurunya.
[21/10, 15:02] Ibunda Putri: Apakah d kls selain ipa 7 ada yg sama guru pengajarnya,,, info dong
[21/10, 16:30] Ayah Ara.. mungkin cara praktisnya salah bu ?, walaupun hasilnya betul
[21/10, 16:43] ‪Ibunda…‬: Bu sy tanya anak sy jg klo ada yg bilang blm jelas ibu guru nya ga mau ngejelasin lg langsung dilanjutkan
[21/10, 16:46] Ibunda Putri: Gpp bu g pernah ngajar jg yg penting ngasih nilainya bagus
Kl udah g pernah ngajar ngasih nilai jeblok itu keterlaluan bu,,,😬😬
[21/10, 16:47] Ibunda Putri: Iy bu guru” skrg cara belajar nya cbsa,,, siswa belajar sendiri,😁😁
[21/10, 16:50] Ibunda…: Pdhl guru mat itu hrsnya.lbh sabar dan telaten krn matematika kan pengertian bkn hapalan.
[21/10, 16:50] Bunda Safitri Teman Allisa: Siswa bljr sendiri tanpa dikasih kisi kisi ya😄😄😄
[21/10, 16:52] Ibunda Putri: Memang sih mom kesuksesan tidak semata” ditentukan dr nilai akademik anak selalu juara kls,, pengalaman adalah pelajaran yg paling berharga,,,
[21/10, 16:55] Ibunda Putri: Apalagi kl nilai anak” kita jelek trus mayoritas jelek dr pada bagus
Kesalahan bukan pada anak” kita,,,
@ngupahananjeun,,,😬😬😬
[21/10, 16:58] ‪Ibunda…‬: Ya betul Krn rata2 sm masalah nya😁😁

IMG-20171021-WA0059

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s