Makin MeSRA dengan Berkebun

“Benar saja, tuan rumah hanya ditemani seorang sahabat menyiapkan makan siang istimewa,”ujar YantiKerLiP selepas mengucapkan salam memasuki kediaman Sri Renani, Direktur Pembinaan Guru Dikmen. Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) dan perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan adalah mitra Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) yang didirikan oleh Rena sebagai DirekturPembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dikdasmen Kemdikbud. Mutasi jabatan di Kemdikbud membuat Ketua Seknas SPAB ini harus menyerahkan jabatannya kepada Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) yang baru. Namun, Rena tetap menjaga hubungan kekeluargaan yang tumbuh bersama pelembagaan Seknas SPAB tersebut. Ia berhasil melembagakan Seknas SPAB yang dikukuhkan melalui SK Mendikbud dengan dukungan penuh BNPB khususnya Direktorat PRB, Unicef, STCI, KerLiP, KPB, Unesco, dst. Keberhasilan ini melengkapi keberhasilannya sebagai focal point yang ditunjuk Wamendiknas, Musliar Kasim, untuk merintis Seknas Sekolah Aman atas prakarsa Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB bersama Wamendiknas, Wamenpu, Kemenag, Kemkes, Kempppa, KerLiP, dan mitra pembangunan lainnya pada 25 Agustus 2011. YantiKerLiP memimpin Seknas Sekolah Aman bersama Jamjam Muzaki, juga dari KerLiP, sebagai Sekjen. Sampai saat ini, Jamjam, masih diamanati sebagai tenaga ahli yang membantu Kasubdit Program dan Evaluasi Ditbina PKLK Dikdasmen untuk menjalankan Road Map Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Hobi berkebun Rena menambah daya tarik tersendiri setelah perut semuanya kenyang menikmati makan nasi liwet dengan aneka lauk, tumis genjer, pindang tongkol cabe gendot  di atas alas daun yang dipetik dari pekarangan rumahnya.  Semua anggota KPB yang hadir belajar membuat polibag dari kertas bekas dan menanam benih pada media tanah organik dengan gembira. “Sampai kerumah hampir jam 23.00…teringat punya bibit 2 kecil yang di berikan Bu Rena yang belum sempat dilihat sejak di taburkan hari sabtu lalu….,Alhamdulillah senangnya melihat tunas-tunas kecil tumbuh di polybag kertasku…”Yayah Ruchyati, ketua LPBI NU meng-update status facebooknya 10 Oktober 2017.

polibag kertas

Rena langsung memberikan apresiasi. Perbincangan ini mendorong mitra Seknas SPAB lainnya untuk menunjukkan hasil belajar masing-masing. YantiKerLiP pun tidak ketinggalan. “Saya mulai menyemai benih cabe rawit dalam polibag kertas dan pipiti keesokan harinya. Kesibukan menata usaha keluarga sambil menyiapkan proses alih manajemen Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan tidak menghalangi saya untuk mengembangkan hobi baru yang mengasyikkan ini, “ujar YantiKerLiP.

Tips Praktis Menyemai Benih Memanfaatkan Kertas Bekas 

Ketertarikan YantiKerLiP menanam untuk memanfaatkan kertas bekas serta tanaman cabe rawit dalam pot di balkon rumahnya yang tumbuh subur dan berbuah lebat. Ia membagikan cara menyiapkan dan menyemai benih untuk semua pegiat MeSRA Bertuah.

Tahap Pertama: Menyiapkan Benih

  1. Pilih cabe rawit yang sudah matang; buahnya terlihat penuh berisi dengan warna merah dan segar.
  2. Sediakan air bersih secukupnya
  3. Keluarkan bijinya dengan menggunakan pisau kecil ke dalam wadah berisi air bersih. Pastikan tangan Anda sudah menggunakan sarung tangan karet atau diolesi minyak goreng.
  4. Buang semua biji yang terapung
  5. Siapkan pipiti
  6. Simpan seluruh biji yang terendam di dalam pipiti
  7. Keringkan biji di bawah naungan yang tidak terkena sinar matahari
  8. biji siap di semai

Tahap Kedua: Membuat Polibag Kertas

  1. Sediakan kertas bekas ukuran A-4
  2. Lipat 2 bagian memanjang dengan rapi
  3. Lipat 2 lagi bagian memanjang hasil lipatan sebelumnya
  4. Pertemukan kedua ujung atas membentuk segitiga sama kaki
  5. Buka setiap bagian dan pertemukan kembali untuk membentuk segitiga sama kaki berongga
  6. Pertemukan kedua ujung segitiga
  7. Lipat sisanya
  8. buka hingga membentuk polibag kertas

Tahap Ketiga: Menyemai Benih 

  1. sediakan air hangat secukupnya
  2. rendam benih cabai rawit dalam air hangat selama 6 jam
  3. siapkan media tanam organik dalam polibag kertas dan pipiti beralas agar mudah dipindahkan
  4. tabur benih pada media tanam dan tutup dengan sisanya
  5. simpan polibag dna pipiti di bawah naungan
  6. pastikan media tanam dalam polibag tetap lembab dan tidak langsung terkena sinar matahari
  7. daun-daun kecil sudah terlihat tumbuh pada hari ke-tiga
  8. semai benih selama 25-30 hari sampai tanaman cukup kuat untuk dipindahkan ke dalam pot.

Ayo ajak anak-anak kita berkebun di dalam polibag kertas memperkuat kedaulatan pangan dalam kerangka pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s