11 MAN Insan Cendekia Bersiap Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Pengembangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN)  Insan Cendekia di Indonesia sebagai model Pendidikan Ramah Anak ditandai dengan penandatanganan Nota Kedepakatan Bersama antara Sekretaris Jenderal/Utama dari Kemenag,  Kempu,  KLH, Kemkes, BNPB,  Kemdagri, dan BPN.  Deputi Tumbuh Kembang Anak Kempppa hadir dalam penandatanganan yang dilaksanakan di Kemenag pada 20 Agustus 2012. Tidak mengherankan jika sambutan para Kamad sangat antusias saat bergabung di Forum SRA/MRA Nasional.

“Bu Ida adalah orang di balik pengembangan model Pendidikan Ramah Anak melalui pembangunan MAN Insan Cendekia di setiap provinsi. Saat itu saya mendapat amanah untuk memimpin Sekretariat Nasional (Seknas)  Sekolah Aman terkait penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana hasil simphoni 6 kementerian/lembaga. Secara bersamaan, Tim Litbang KerLiP mendampingi Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Ninin Nirawaty, untuk memperluas pemenuhan hak dan perlindungan anak di sekolah/madrasah. Ida Noor Qosim sebagai Kasubdit Sarpras Ditma menerapkan pedoman SMAB tersebut dalam rehabilitasi 7.000 madrasah. Saya bersama Abu Ammar dari ITI membantu Ditma untuk menyusun Grand Desain Pembangunan MAN Insan Cendekia, “kata Yanti KerLiP.

Ida Noor Qosim, kini bekerja di Biro Perencanaan Kemenag hadir pada simphoni bangsa dalam percepatan gerakan SRA dilaksanakan 29-30 September 2017. Srikandi dari Kemenag ini termasuk aparat yang selalu semangat dan bergerak cepat untuk menjadikan madrasah sebagai satuan pendidikan yang ramah anak. “Saya siap untuk memperluas jangkauan SRA ke MAN Insan Cendekia. Kami ada di Gorontalo,  Palu,  dan Jambi,  3 dari 4 provinsi yang belum mendaftarkan SRA ke Kempppa, “kata bu Ida dalam pertemuan penyusunan kesepakatan bersama dan Sekber SRA 30 September di Bandung. Sebelumnya Kepala Biro Perencanaan Kemenag menyampaikan kesiapannya untuk menjangkau Kalimantan Utara.

Forum SRA/MRA

Pelatihan Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan PGM Kabupaten Sukabumi dengan dukungan Erlangga dan KerLiP mendorong ratusan kepala Madrasah/RA  untuk mengikuti kampanye global outdoor classroom day dan mendeklarasikan SRA di penghujung kampanye. Lebih dari separuh anggota Forum SRA/MRA Jabar adalah kepala Madrasah/RA yang mengikuti pelatihan tersebut. Forum SRA/MRA Jabar 1 pun dibuka untuk menampung madrasah/ra lainnya. Ida membuka Forum SRA/MRA Nasional khusus untuk membina Kepala MAN Insan Cendekia yang bersiap mewujudkan SRA. Enam dari 11 MAN Insan Cendekia dari seluruh Indonesia mulai mendaftarkan diri sebagai calon madrasah penyelenggara SRA. Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya,  Elvi Hendrani menyambut gembira inisiatif tersebut. Elvi dan YantiKerLiP pun diundang menjadi anggota Forum SRA/MRA Nasional untuk memfasilitasi para Kamad. Infografis OCD 7 September pun membuka dialog slaing belajar dalam mewujudkan SRA di MAN Insan Cendekia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s