KerLiP Kabupaten Bandung Menyiapkan Temu Multipihak Terkait TPPO di Paseh

Tim Pokja TPPO KTPA Kemensos memulai penjangkauan korban perdagangan orang (KPO) di Jawa Barat. Tim pertama berangkat ke Indramayu pada 27 September dan tim kedua ke Kabupaten Bandung ada 28 September 2018. “Saya membantu menyiapkan penjangkauan di Paseh Majalaya dengan menggerakkan DPC KetLiP Kabupaten Bandung melalui wa atas permintaan Evie dari Sapa Institut, pendamping di sana. Sebelumnya kami menghadirkan Tim Pendamping Desa Paseh dengan salah satu KPO pada sosialisasi pendidikan pencegahan TPPO di Gedung Korpri 12-13 September 2017, “kata Yanti dalam penjelasan tertulisnya.

Yanti mewakili KerLiP bersama perwakilan dari lembaga lainnya, antara lain Sapa Institut, Migran Care, Pekka, LBH Apik, KPI, NDN, APWAPS, Rumah Faye, Keppak, Seknas Jokowi, Muslimat,  Aisyiyah,  AMAN, Kapal Perempuan, Gentaskin ditetapkan oleh Mensos RI menjadi anggota Tim Pokja TPPO KTPA sejak 2015. Rapat Pleno Tim Pokja yang dipimpin oleh Direktur Rehsos memutuskan untuk menjangkau KPO Jawa Barat dan bertemu multipihak terkait penanganan TPPO KTPA. Dalam kesempatan tersebut juga disepakati mengundang wartawan untuk hadir dalam konferensi pers di tempat.

21640944_10207801002782978_2611515349372697144_o.jpg

Gugus Tugas TPPO Dibutuhkan

“Acara dimulai jam 13.30 dan Pak Dian mempersilakan KerLiP untik membuka acara. Humas Kabupaten Badnung mengundang wartawan. Sebelumnya saya menemui Dinsos Kabupaten Bandung. Bu Nia dari Dinsos menyambut baik DPC KerLiP yang bergegas membuka jejaring. Beliau juga mengajak LSM yang peduli seperti KerLiP untuk bergabung dalam program-program. Saya menunggu kehadiran tim pokja di Pemkab, namun ternyata rombongan langsung ke lokasi, “kata Komariah,Bendahara DPC KetLiP Kab Bandung.

Upaya KerLiP untuk membantu menyiapkan temu multipihak dalam penjangkauan oleh Tim Pokja TPPO dan KTPA Kemensos penuh tantangan. Sapa Institut sebagai pendamping sedang sibuk menyusun laporan di Jakarta. TPD Paseh, Bu Yeni, menyambut antusias penjangkauan tersebut. Sebanyak 20 orang KPO hadir bersama para aparat desa membuat Tim Pokja juga Komariah terkaget-kaget.

Ratna mewakili Tim Pokja menyampaikan pentingnya mengaktifkan Gugus Tugas TPPO di Kabupaten Bandung.  “PR terbesar kita adalah mempersamakan persepsi tentang korban dan bagaimana memperlakukan korban dengan pendekatan yg tidak bias gender dan berperspektif HAM. Sebagai korban, jangan kan mau dikasih ganti rugi, pemulihan dst, diakui sebagai korban aja nggak ada. Mereka hanya dipandang  semata sebagai TKW bermasalah, ya masalah mereka sendiri kenapa kerja ke luar negeri, kenapa bikin KTP di Cianjur, kenapa terlibat hutang dst. Mafianya tidak pernah dipersalahkan. Impunitas bagi pelaku, “kata Ratna dalam keterangan tertulis di wag Tim Pokja. Menurut Ratna, Gugus Tugas sudah tidak ada lagi di sana, kata Bidang PP- nya sudah diintegrasikan ke P2TP2A, kan orang-orangnya sama. Padahal diakui Sapa kapasitas P2TP2A hanya bisa menjangkau kasus KDRT, kekerasan terhadap anak dan yang semacamnya, tidak mampu jangkau kasus trafikking yang perlu koordinasi lintas sektor, lintas daerah provinsi hingga nasional dan internasional. Sehingga rekomendasi nya tadi, meminta Bupati untuk hidup kan kembali gugus tugas. Ia juga menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Sapa juga: kasus-kasus pemulangan korban dari Timur Tengah (krn kebanyakan tkw ke Timteng) yang bantu justru Migrant Care. Bukan Pemerintah. Juga penanganan kasusnya tidak ada.

Selanjutnya Tim Pokja merekomendasikan agar  pendataan korban dan kasusnya. Pelaporan ke polisi supaya didata sebagai kasus, diproses ganti rugi atau kompensasi dan dibantu akses untuk rehabsos dan pemberdayaan ekonomi. Dalam pertemuan di Paseh, banyak KPO yang mau testimoni, dari 6 yang sudah testimoni. TKW yang hadir lebih dari.20 dihitung sekitar 30. Menurut info disana masih ada sekitar seratusan TKW yang bisa didata kasusnya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s