200 Penggerak PKK se-Kota Bandung Bergembira dengan Pendidikan Keluarga

Tepuk Hak Anak

Hak Hidup

Tumbuh Kembang

Perlindungan

Partisipasi

Suara tepuk tangan 200 penggerak PKK dari semua kelurahan di Kota Bandung menandai dimulainya Seminar Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan di Poltekkes Bandung. Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan menggelar seminar ini dengan tajuk, “Keluarga Peduli Pendidikan: Tumbuh Bersama Demi Kepentingan Terbaik Anak” dengan dukungan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. “Kami melaksanakan sosialisasi pendidikan keluarga kepada masyarakat kota Bandung khususnya tim penggerak PKK yang aktif membangun ketahanan keluarga. Di antara mereka juga ada motekar, kader keluarga, guru,  komite sekolah, dan pelopor keluarga peduli pendidikan, “kata Ekasari Widyati, ketua DPD KerLiP Jabar penanggung jawab acara ini. Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Gaos, Kabid Paudikmas, “Ibu-ibu masih ingat kawih Neng Nelengnengkung dan Ayun Ambing? Cara mengasuh anak yang hampir punah ini memgantarkan kita tumbuh kembang melampaui harapan ayah bunda kita. Selain sarat nilai,  cara mengasuh dengan mengayun dan menjunjung juga melatih ketangguhan badan anak-anak. Bisa jadi cang ucang angge turut menghantarkan seorang anak menjadi pilot, “kata Gaos dalam sambutan pembukaannya.

“Seminar ini menandai gerakan keluarga peduli pendidikan  yang sesungguhnya. Prinsip kepentingan terbaik anak menjadi basis gerakan yang dirintis di Bandung sejak 1999, “kata Yanti Sriyulianti, Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan,  dalam sambutannya. Ia juga mempromosikan Arisan Keluarga Peduli Pendidikan sebagai wahana untuk menggiatkan gerakan yang tumbuh dengan semangat gotong royong dalam pemenuhan hak anak atas pendidikan dan perlindungan anak.

21317527_1869866759694297_1903210052502311046_n

Mendidik Karakter dengan Keteladanan

Kasubdit kemitraan mewakili Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga untuk menyampaikan kebijakan pendidikan keluarga. Pendidikan karakter di keluarga membutuhkan keteladanan. Siti Oded menyampaikan materi pendidikan karakter di keluarga dengan menunjukkan contoh-contoh nyata dalam kesehariannya mendidik anak dan menantu. Tantangan abad 21 dan gagasan untuk melahirkan generasi emas pada 2045 membuka wawasan para peserta yang didominasi perempuan, “Kita perlu membangun kesadaran bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab bersama. Ada peran masing-masing. Ada juga peran bersama. Memilih menantu misalnya, tetap memerlukan peran orang tua. Anak-anak saya yang sudah menikah menemukan pasangan hidupnya setelah kami, orang tuanya istikhoroh. Alhamdulillah, menantu saya sudah hafal hadits shahih Bukhori. Sebelumnya sudah hafizh 30.juz Alqur’an, “jelas ibu dari 7 anak ini dengan suara lembut.

Keteladanan juga menjadi faktor kunci dalam menerapkan disiplin positif sejak usia balita. YantiKerLiP menyampaikan pentingnya membiasakan pesan “saya” ketika ayah bunda merasa.perlu menegur Ananda. Langkah pertama dalam menerapkan disiplin positif adalah mengendalikan emosi. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak pelru melatih kesabaran. Selain berlatih membiasakan menegur perilaku salah dengan pesan saya, pengalihan bagi anak balita yang sedang “ngadat” juga sangat membantu. Selain disiplin positif, peserta juga  mendapatkan materi mendidik anak di era digital dari dari fasilitator PPK di keluarga dan komite sekolah yang juga fasilitator SRA nasional, Ekasari. “Nampaknya yang perlu disajikan perlu diubah ya. Bukan mendidik di era digital, tetapi menjadi ibu di era digital, “katanya sebelum memaparkan materi yang ditunggu-tunggu peserta.

Kejeniusan Dilahirkan dari Kegembiraan

Suasana belajar dan proses pembelajaran yang menyenangkan memerlukan moderator yang handal. Keputusan panitia untuk menghadirkan  Indra dari SD Marhas,  Labschool KerLiP Bersinar, sangat tepat. Kepiawaiannya mengelola acara sekaligus memoderasi setiap sesi patut diacungi jempol. Yel-yel khusus membantu para peserta kembali fokus. Ice breaking yang menarik antara lain tari pinguin, saling memijat, lagu 3 ends, lagu dan gerak “Inilah tubuhku”  diikuti semua peserta dengan gembira.

Standing banner bertuliskan Gembira bersama KerLiP yang dipajang di pintu masuk bukan sekadar pajangan. Penandatanganan “Para Penggerak Pendidikan Keluarga” menumbuhkan kesadaran bahwa setelah seminar ini, para peserta siap untuk menggiatkan pendidikan keluarga. Tentu saja dengan gembira. Tidaklah mengherankan jika ada peserta yang menghampiri Ketua Umum KerLiP dan menyatakan kesediaannya untuk menggiatkan keluarga peduli pendidikan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s