Presiden pun Mendorong Pembelajaran di Luar Kelas

Terlepas dari tuntutan kurikulum dan standar nasional pendidikan yang sudah membuka ruang untuk melaksanakan proses pembelajaran di dalam dan di luar kelas, pada kenyataannya belum banyak guru yang menyadari arti penting pembelajaran di luar ruangan yang disebut kelas. Tidaklah mengherankan jika Presiden Jokowi pun angkat bicara.  Menurut Antara News, Presiden mengajak anak-anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan di luar ruangan. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada saat berdiskusi dengan para pemuda di istana kepresidenan Bogor oada Sabtu 28 Oktober 2018 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
“Misal, anak SD, kenapa enggak dibawa ke kantor bank, biar mengerti sistem keuangan perbankan. Kenapa tidak diajak ke misalnya pabrik garmen untuk melihat, sebetulnya yang namanya pabrik kayak apa atau diajak belajar ke museum atau tempat-tempat bersejarah guna mempelajari kebangkitan bangsa ini, “kata Presieen Jokowi sambil menegaskan arti penting mengajak anak-anak langsung   dihadapkan pada tantangan, masalah, dan problem riil yang ada, sesuai dengan level masing-masing.

Mewujudkan SRA mulai dengan Belajar Di Luar Kelas

Foto-foto kegiatan belajar di luar kelas silih berganti dibagikan kepala sekolah/madrasah/PAUD pasa kampanye belajar di luar kelas 7 September 2017. Gerakan MeSRA Bertuah di Deli Serdang, T3MU MeSRA Jayawijaya, Bandung, Sukabumi,  NTB, NTT, Bojonegoro, DKI,  Lampung, MAN Insan Cendekia di 17 provinsi makin percaya diri menunjukkan kegembiraan anak dan guru salam proses pembelajaran di luar kelas.

Rintisan Sekber SRA yang dipimpin ELvi Hendrani menjadikan kampanye belajar di luar kelas sebagai kegiatan pembelajaran yang ramah anak yang menjadi komponen utama  SRA setelah penegakan disiplin positif.

Advertisements

Yang Unik dari Deklarasi PPK Menuju SRAL SMAN 51 Jakarta di Hari Sumpah Pemuda

Satu per satu sekolah dampingan Tety Sulastri,  fasilitator SRA Nasional yang juga Ketua Umum DPP FGII mendeklarasikan SRA dengan memanfaatkan momentum tertentu. Totalitas Tety mendukung percepatan gerakan SRA dari Sabang sampai Merauke patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Sebelumnya ratusan sekolah, seperti SMPN 10 Malang,  300 sekolah/madrasah di Bojonegoro, dan SMAN 1 Praya NTB mendeklarasikan SRA mulai dari kampanye belajar di luar kelas. Gubernur Aceh dan Maluku bahkan sudah menyatakan dukungan tertulis dan mengirimkan hasil revisi MoU yang diberikan Kempppa. Seluruh sekolah dan madrasah dampingannya dalam kampanye belajar di luar kelas terus bergegas menuju SRA. Anggota FGII di berbagai daerah pun mendukung upaya ketua umum mereka untuk mendukung Percepatan Gerakan SRA di Indonesia.

Upacara Hari Sumpah Pemuda

“Senin dini hari saya tiba di Jakarta untuk memenuhi undangan upavara Sumpah Pemuda di SMAN 51 Jakarta Timur pada pukul 6.30. Kepala Sekolah SMAN 51 akan mendeklarasikan Penguatan Pendidikan Karakter Menuju Sekolah Ramah Anak dan Lingkungan, “kata YantiKerLiP dalam pernyataan tertulisnya. Pendampingan Tety Sulastri pasca pelatihan SRA di DKI Jakarta mendorong percepatan SRA terutama di sekolah tempat sahabatnya bekerja. “Kepala TU SMAN 1 ini sahabat saya. Ia benar-benar kreatif ya Bu. Entah berapa rupiah yang dikeluarkan anak-anak untuk menyewa pakaian adat dan melaksanakan gelar budaya nusantara pada hari ini. Bahkan guru-gurunya lebih wah lagi. Anak dna guru memerlukan ruang apresiasi yang lebih terbuka lebar untuk bergotong royong mewujudkan SRA bersama masyarakat dan orang tua, “ujar Tety di sela-sela kesibukannya mendokumentasikan persiapan upacara bendera untuk memperingati 89 tahun Sumpah Pemuda. Hadir sebagai komandan upacara, Camat Kramat Jati yang menyampaikan pidato Menpora. Elvi Hendrani, asdep pemenuhan hak anak atas pendidikan, kreativitas, dan budaya Kempppa menyampaikan ucapan apresiasinya kepada seluruh warga SMAN 51 sebagai sekolah ke 2.577 yang mendeklarasikan SRA. Kepala Sekolah membacakan deklarasi dan diikuti penandatanganan deklarasi oleh Kempppa, Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Fasilitayor SRA, KerLiP Guru, Kepala TU, Caraka, dan peserta didik.

 

Kabar Gembira dari Brebes

Komitmen dan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes terhadap Percepatan Gerakan SRA menggembirakan fasilitator SRA Nasional. “Selamat untuk Brebes yang telah mendapatkan dukungan dari UPTD Disdik dalam mengembangkan SRA, dimulai dari pemberian papan nama di 84 SD dan akan menyusul untuk MI dan TK. Disusul pula dg pelatihan SRA…👍👍👍, “kata Elvi Hendrani di wag Fasilitator SRA. Menurut Elvi, salah satu fasilitayor SRANasional di Brebes, Riyanto, terus mengawal dukungan tersebut terutama untuk SD/MI dan TK.

Selain dukungan dari Disdik Kabupaten Brebes,  praktik-praktik baik Sadimin, fasilitator SRA di Brebes pun menghiasi wag fasilitator SRA setiap hari. Tercatat 300 dari 700 sekolah yang mengikuti pelatihan SRA dari Kempppa sudah ditetapkan sebagau SRA oleh Bupati Brebes. “Surat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes pun menjadi model bagi daerah lainnya yang kami dampingi melalui whatsapp setelah sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan: Deli Serdang, Serdang Bedagai,  Kota Bandung,  Soppeng, Jawa Barat, NTT,  NTB, DKI,  Jayawijaya,  Riau, dst, “kata YantiKerLiP. Ia.juga menyampaikan bahwa beberapa daerah tersebut siap mengirimkan surat dukungan resmi dan file MoU sebelum 6 November 2017.

Menurut data dari Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Daftar nama daerah yang menyetujui kerja sama dengan KPPPA. terkait percepatan SRA sampai 30 Oktober 2017 adalah:

Provinsi
1. Provinsi Aceh
2. Provinsi Jabar
3. Provinsi Maluku

Kabupaten/ Kota
1. Kota Bandar Lampung
2. Kota Metro
3. Kab. Pringsewu
4. Kab. Pesawaran
5. Kab. Bojonegoro
6. Kab. Brebes
7. Kab. Bulukumba
8. Kab. Majene
9. Kab. Donggala
10. Kab. Lombok Tengah
11. Kab. Manggarai Barat
12. Kab. Maros
13. Kab. Pangkajene Kepulauan

Daftar Daerah yang sudah mengirim kembali File MoU hasil revisi

Kabupaten/ Kota
1. Kab. Pringsewu
2. Kab. Maros
3. Kab. Lombok Tengah
4. Kab. Pangkajene Kepulauan
5. Kab. Bojonegoro
6. Kab. Majene
7. Kab. Brebes

Provinsi
1. Provinsi Aceh

Daerah yang belum ada.mengembalikan file MoU
1. Bandar Lampung
2. Bulukumba
3. Donggala
4. Manggarai Barat_l
5. Pesawaran
6. Metro

Provinsi
1. Jabar
2. Maluku