Keluarga Peduli Pendidikan dan Percepatan Gerakan SRA

Peran fasilitator nasional  dalam Percepatan Gerakan Sekolah Ramah Anak (SRA) sangat penting. “Sebelum Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya menyelenggarakan pelatihan fasilitator SRA dilaksanakan di Bekasi, saya bersama Zamzam mengandalkan jejaring KerLiP di beragam daerah untuk turut serta mendorong pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak di satuan pendidikan, “kata Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan yang dikenal dengan nama YantiKerLiP.

Impian KerLiP_Dede Sunarya

Ia menuturkan bahwa kampanye dan advokasi SRA menyisir dari pinggiran, mulai dengan mengembangkan Pendidikan Anak Merdeka di SD Hikmah Teladan,  kampanye dan advokasi Pendidikan Untuk Semua, penguatan homeschooling sebagai model pendidikan alternatif,  advokasi korban Ujuan Nasional, uji materi beberapa kebijakan yang dianggap melanggar konstitusi NKRI seperti UU BHP,  kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman melalui Gerashiaga dan YES for Safer School sampai terlembagakannya Seknas SPAB,  pengembangan MAN Insan Cendekia, Madrasah Bersinar, Sekolah Panutan, Penguatan Pendidikan Karakter di keluarga dan komite sekolah, Gerakan Indonesia Pintar, ELSI untuk Pelopor Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa, kampanye belajar di luar kelas, dan beragam isu lainnya yang dikemas dalam Gembira bersama KerLiP.

Dari SMAB Menuju SRA

Keterlibatan Kempppa dalam kampanye SMAB (Sekolah/Madrasah Aman Bencana) sejak diluncurkan oleh Menkokesra, Wamendik, Kepala BNPB, Menkes, dan multi pihak yang dipimpin Planas PRB pada 29 Juli 2010 membuka kesempatan bagi DPP KerLiP untuk menghimpun praktik-praktik baik dalam pemenuhan hak pendidikan anak dan perlindungan anak di satuan pendidikan. Tanggapan miring dari berbagai pegiat hak atas pendidikan tidak menghalangi Yanti untuk mengajak DPP FGII,  IGI Maros, dan mitra kementerian/lembaga lainnya untuk mendorong komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan SRA sebagai salah satu indikator Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kegigihan Deputi Tumbuh Kembang Anak untuk menetapkan istilah “Sekolah Ramah Anak” menjadi faktor pendorong utama seiring dengan percepatan KLA. Kajian dan pengembangan yang dilakukan Manajer Litbang KerLiP terutama dalam setiap kegiatan yang mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah,  lembaga donor, donatur, maupun perusahaan menjadi bahan utama dalam keseluruhan kampanye dan advokasi SMAB menuju SRA. Zamzam,manajer Litbang KerLiP,  tetap mengawal SMAB sebagai TA Direktorat PKLK yang ditempatkan di Seknas SPAB yang dipimpin Direktur PKLK, Ibu Rena. Ia juga memperluas jangkauan di Direktorat PSMA dan PSD. Saat ini perluasan ke ujung tombak pendidikan, guru,  mulai dilaksanakan seiring dengan pindahnya bu Rena menjadi Direktur Pembinaan Guru Dikmen.

Para Fasilitator SRA

Para fasilitator SRA yang dilatih Kempppa di Bekasi terus bergerak memperluas jangkauan. Penetapan fasilitator SRA melalui SK yang ditandatangani Deputi Tumbuh Kembang Anak, serta surat tugas sebagai vocal point di daerah masing-masing menjadi sumber daya penting dalam percepatan gerakan SRA, antara lain:

1. Bagus Dibyo di Sulawesi Selatan (Maros, Pangkep, Takalar, Gowa),  Sulawesi Barat,  NTB (Bima,Dompu, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram,  Papua (Jayawijaya) Jabar, Kota Bandung

4. Iriansyah dan Ekasari di Jabar (kota dan Kabupaten Bandung⁩, Garut, Sumedang, Purwakarta, Cimahi, Cirebon, Sukabumi, Bekasi, Depok)

5. Dr. Sowiyah Unila⁩ di Lampung (Metro dan Lampung Selatan

6. Ashari di Kabupaten Pringsewu

7. Tety Sulastri di Maluku,  Jatim,  Sulbar

8. Rudi di Kaltim

9. Zamzam di Banten dan Kota/Kab Tasik

“Saya sedang mengawal penerbitan surat dukungan terhadap percepatan SRA  dari Kemdikbud di Ditjen Dikdasmen dan GTK, Surat yang diterima oleh Sekjen Kemdikbud didisposisikan kepada Dirjen Paudikmas,  Dirjen Kebudayaan, Kabiri PKLN, dan Kabiro KLM. Secara paralel, komitmen Menkopolhukam untuk mengeluarkan surat edaran kepada Gubernur, Bupati/Walikota sebagai tindak lanjut pencanangan Gerakan Indonesia Tertib melalui SRA di Surakarta  terus dikawal Bu Elvi dan Pak Agus dari Kempppa, “ujar YantiKerLiP menutup obrolan kali ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s