LIRIH SUARA UNTUK ROHINGYA

Seruan bagi Warga Dunia untuk Bicara tentang Tragedi Rohingya

Bandung, 3 September 2017, Pkl. 10.30 WIB
Ugie@JARI

IMG-20170903-WA0063.jpg

Suara ini terlalu lirih, di tengah jagat kebisingan car free day (CFD) pagi tadi. CFD di dago memang ajang bersenang-senang warga bandung, atau pengunjung kota bandung yang merindui suasana pagi yang sejuk tanpa asap kendaraan bermotor. Suara kami juga terlalu sayup dibandingkan hiruk pikuk kesibukan dunia yang sedang bergerak menggapai “puncak peradaban”-nya.

Kami, komunitas JARI (Jaringan Rakyat Independen) dan perkumpulan KerLiP (Keluarga Peduli Pendidikan) memilih untuk menepi di tengah keramaian CFD tadi. Memasang spanduk, dan kemudian menyapa anak-anak muda dan keluarga yang kebetulan lewat di depan kami. *Kami sampaikan bahwa komunitas kami mengajak siapapun untuk ikut bicara tentang tragedi Rohingya, tanpa pengeras suara*.

Kami ajak mereka untuk menuliskan pesan, himbauan, usulan atau apapun untuk menghentikan tragedi itu yang sudah terjadi secara beruntun sejak beberapa tahun terakhir ini, lewat post-card yang sengaja kami buat untuk itu. Post-card itu boleh ditujukan kepada siapapun pemimpin dunia yang lebih memiliki kuasa ketimbang kami, untuk menghentikan tragedi ini.

Bisa kepada presiden Jokowi, bisa kepada presiden Myanmar Htin Kyaw, atau pemimpin partai demokratik berkuasa di Myanmar yang dipimpin Au San Su Kyi, sang peraih nobel perdamaian. Bisa juga ditujukan kepada Sekjen ASEAN Le Luong Minh asal Vietnam, atau Sekjen PBB Antonio Guterres dari Portugal.

Ada sebagian tulisan/opini kawan-kawan yang mengatakan bahwa desakan apapun kepada pemimpin dunia itu, apalagi pemimpin nasional kita, tidak akan berubah apa-apa di sana, kami tidak peduli.

Kami sendiri memilih seruan agar : (1) ASEAN — sebagai persekutuan negara-negara di asia tenggara — segera bergerak untuk mengatasi tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya ini,  dan (2) mendesak pemerintah kita, agar mengusulkan dan mengirimkan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB untuk melindungan etnis Rohingya, seperti yang pernah dilakukan di Lebanon, karena ini sudah masalah antar kawasan nasional dan regional.

Kami sama sekali tidak tertarik untuk menghimbau Komite Noble-Prize untuk mencabut pemberian Nobel Kemanusiaan kepada Au San Su Kyi. Noble-Prize hanya lah panggung seremonial karikatif saja, yang dimiliki oleh mereka yang merasa boleh menentukan siapa yang dianggap penjaga perdamaian. Bagi kami, noble prize bukan lah apa-apa.

Bagaimana pun, etnis Rohingya adalah saudara kita, sesama mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa, yang punya hak azasi untuk hidup dan mengembangkan diri, meski mereka hidup nun jauh di sana. Tidak boleh ada satu kekuatan politik apapun yang berhak bertindak sesuka hatinya menghabisi sebuah etnis tertentu di muka bumi ini, apapun alasan dan latar belakangnya. Apa yang sekarang terjadi pads etnis Rohingya di Myanmar tidak ubahnya seperti genocida.

Kami bersyukur, banyak anak-anak, remaja, dewasa dan keluarga yang mendukung upaya kami ini dengan ikut berpartisipasi menuliskan pesan-pesan kepada para pemimpin (dunia) yang akan kami tindaklanjuti dengan mengirimkan post-card itu kepada si alamat.

Beberapa di antara yang bicara kepada kami, tergerak untuk memberi/mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya. Tapi karena kami tidak bergerak di bidang itu, maka kami sampaikan bahwa bantuan bisa disalurkan melalui organisasi lain seperti ACT, Mer-C, PMI, IFRC, Bulan Sabit atau lembaga lain yang bergerak di bidang itu.

Suara kami memang lirih saja, tapi setidaknya kami sudah melakukan apa yang menjadi kewajiban, tanggung-jawab dan amanah kemanusiaan kami, sebagai makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa. Suara kami ini, selalu teriringi dengan doa-doa tulus kepada Sang Penguasa Jagat Semesta, agar Dia karuniakan takdir yang baik bagi warga Rohingya, juga agar para Pemimpin dunia tergerak dan segera bertindak menghentikan aksi kriminal penguasa Myanmar kepada saudara kita etnis Rohingya ini.

@Jaringan Rakyat Independen (JARI)
@Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s