Fokus Pada Tujuan

Oleh: Junaidi Malik,Ketua DPD KerLiP Sumut

20170824_171030.jpg

Seeorang perempuan berbincang dengan seorang ustadzah:
“Ustadzah, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi”
“Apa alasannya?”, tanya ustadzah.
“Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, cara hidup pengurusnya tidak benar, jama’ahnya sibuk dengan hpnya, dsb”

“Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu.”
“Itu mudah sekali!” Jawab perempuan itu

Dia pun melakukan apa yang diminta ustadzah, sementara pengajian sedang berlangsung. Setelah selesai, dia berkata kepada ustadzah, bahwa dia siap untuk pergi.

“Sebelum kau pergi, ada 1 pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk deng hpnya?”
“Tidak”, jawabnya cepat.

“Engkau tahu mengapa?” Tanya Ustadzah
“Tidak”  jawabnya lagi

“Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpah.”
Begitupun dengan kehidupan kita. Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Allah SWT yang kita imani, maka :
• Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain.
• Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai ridhoNya.”

Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.

FOKUS PADA TUJUAN ITU KUNCINYA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s