1.579 Sekolah Rujukan di Indonesia Mempercepat Gerakan SRA dengan Kampanye Belajar di Luar Kelas

“Sekolah rujukan pasti ramah anak. Kami sudah mengadopsi juknis SRA dalam panduan Sekolah Rujukan, “ujar Lanny dalam obrolan menjelang rapat. Sebelumnya, Fitry, campaign manager KerLiP menyampaikan bahwa perwakilan Kemdikbud siap mengawal kampanye belajar di luar kelas di seluruh Sekolah Rujukan. Lanny hadir mewakili Direktorat PSD yang semula akan diwakili Susan, sahabat lama KerLiP.  Kedudukannya sebagai fasilitator PPK memungkinkan 130 Kepala SD piloting PPK 2016 turut dalam kampanye ini. Sedangkan Rizal mewakili Direktorat Pembinaan SMA. Keduanya menyampaikan daftar lengkap SD dan SMA rujukan yang akan dikawal untuk melaksanakan kampanye belajar di luar kelas.

 

Gembira bersama KerLiP

Kabar gembira tersebut kami tindaklanjuti dengan menghubungi Direktur PSD, PSMP, PSMA, dan PSMK untuk memastikan seluruh Sekolah Rujukan benar-benar menerapkan SRA mulai dari kampanye belajar di luar kelas. Kemitraan khas KerLiP dengan Direktur Pembinaan PKLK, Ibu Sri Renani Pancastuti dan semangat pelayanan yang luar biasa dari Srikandi Kemdikbud ini membuat SLB di bawah naungannya mendaftar secara mandiri di https://belajardiluarkelas.org. Komitmen tertulis melalui wa dari para Direktur ini kami teruskan kepada Pak Dirjen Dikdasmen. Kedudukan beliau sebagai plt Dirjen GTK menambah keyakinan kami bahwa usulan beliau tentang belajar di luar kelas 2 kali dalam sepekan saat menerima audiensi kami sesaat lagi menjadi niscaya.

 

Sebanyak 452 SD rujukan, 514 SMP.rujukan, dan 613 SMA rujukan siap melaksanakan kampanye belajar di luar kelas bersama ribuan SLB, 819 SD se-kota Bandung, 482 SDN se-Kabupaten Deli Serdang, 152 RA dan Madrasah se-Kab Sukabumi, 30 SRA piloting Kempppa, dan pendaftar mandiri lainnya. Total sebanyak 5.400 RA/PAUD/Sekolah/Madrasah/SLB siap untuk melaksanakan kampanye belajar di luar kelas pada 7 September 2017 bersama ribuan sekolah lainnya di seluruh dunia.

Jutaan peserta didik akan menikmati indahnya bermain dan belajar di alam terbuka untuk membiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam 3 stanza,  sarapan sehat bersama, adaptasi perubahan iklim, simulasi sederhana evakuasi gempa bumi, cuci tangan pakai sabun, dan melestarikan permainan tradisional. Penguatan  pendidikan karakter kebangsaan, relijius, mandiri, integritas, dan gotong royong akan dilaksanakan serempak dengan kegiatan belajar di luar kelas. Insya Allah dalam kerangka mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s