Yang Muda Bicara Politik

“…Pemilihan Ketua OSIS adalah wahana yang tepat bagi para pemilih pemula untuk mempraktikkan pemilu di lingkungan sekolah, “ujar Mizan menutup presentasinya pada sesi perdana diskusi terpumpun “Yang Muda Bicara Politik”.

IMG-20170813-WA0109

Jaringan Rakyat Independen (JARI) lahir dari semangat untuk meningkatkan partisipasi kawula muda dalam pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan 2018. Alumni-alumni ITB yang membidani JARI memandang penting untuk bergotong-royong bersama KPUD Jabar untuk melaksanakan pendidikan politik bagi para pemilih pemula. Mereka prihatin dengan fenomena merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik di tengah upaya menghilangkan anggapan bahwa politik adalah tabu bahkan menakutkan. Fenomena yang paling mencolok adalah tingginya prosentase warga yang tidak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada di kota Medan, hampir 64%!

Ramadhanti, kader muda Partai Solidaritas Indonesia, mendapat kehormatan untuk duduk bersama para senior politik Jawa Barat dan Presidium JARI pada gabungan sesi 2 dan 3.  Gadis cantik berperawakan mungil ini adalah mahasiswi Poltekes. Kemauannya untuk terjun ke dunia politik sejak usia muda patut diacungi jempol. Ia tak ragu menyatakan pendapatnya  dalam berbagai pertemuan JARI dengan bahasa yang sederhana, khas remaja. “Teman-teman Dhanty ngga jadi ikut karena takut politik. Anak-anak yang membantu kegiatan di Salman juga kecewa karena tidak mendapatkan ijin dari Kepala Sekolah, “ujar bu Wulan, ibunda Dhanti sebelum acara digelar.

 

 

Pemilih Pemula Bicara

Dua ratus kursi sudah tertata rapi di Gedung Indonesia Menggugat saat kami tiba pagi itu. Dispenser air minum sudah terpasang di atas meja bertaplak hitam. Kami bergegas menata meja pendaftaran dan menyiapkan gula, kopi, dan teh. Makanan tradisional yang sudah kami pesan sebelumnya sudah dijemput Fitry.

“Bugisnya enak,  nagasarinya juga masih hangat. Kacang rebusnya istimewa banget, “ujar bu Ekasari. Kedua putri Ketua DPD KerLiP Jabar ini akan tampil pada sesi pertama. Nabila Ishma, anak kedua Bu Ekasari,  yang baru dilantik sebagai Wakil Ketua Forum Anak Nasional (FAN)  pada peringatan HAN 2017 di Pekanbaru, akan menjadi host pada sesi yang menghadirkan anak muda, KPUD Jawa Barat, dan Ketua Majlis Taklim Pusdai yang juga pengusaha sukses di Indonesia. Sementara itu, kakaknya, Syahna Faliha, ketua FAD Jabar periode 2016 dan Mizan, Ketua OSIS SMAN 1 kota Bandung, menjadi pembicara muda pada sesi Pemilih Pemula. Keberanian ketiga anak muda hebat siswa SMAN 1 Bandung ini untuk tampil dan bicara menghapus gambaran buruk tentang politik dari benak saya. Akhirnya tanpa ragu saya sampaikan rasa takut terhadap politik tapi semangat membara menjemput tunas-tunas muda kepada publik. Saya pun jadi berani membalas komentar sahabat yang sudah muak dengan politik pasca pilkada DKI kemarin dengan lugas. Sekali lagi saya tegaskan, bahwa  kami, sahabat-sahabat KerLiP, mendukung JARI untuk menyiapkan bahu sebagai penopang langkah maju tunas-tunas muda pemimpin Indonesia untuk menentukan masa depan bangsa melalui politik independen.

Semua Mendukung Kaukus JARIMU

 

 

Berita berjudul “Eternit GIM Ambrol” yang dimuat Kompas menyuguhkan karya jurnalistik terlengkap tentang diskusi terpumpun yang digelar JARI dan Kaukus JARI Muda. Zakky, ketua himpunan Fisika ITB mewakili Kaukus JARIMu untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas keterlambatan dan keterbatasan acara yang digelar atas partisipasi masyarakat dalam sambutan pembukaannya. Kezia, mahasiswa Unpar, menjadi MC atas rekomendasi dari Bu Juju Sukma, ibunda Citra, mentor muda tingkat nasional untuk pembinaan Pancasila bagi mahasiswa yang semula kami minta untuk menjadi MC.

Insiden jatuhnya eternit GIM yang menimpa Pak Syamsul, bakal calon walikota Cirebon, tidak menghentikan lebih dari 40 pemilih pemula untuk mengikuti kegiatan sampai selesai. Hanya Zakky yang tak bisa meneruskan diskusi. Namun kesigapannya mengantar dan menemani Pak Syamsul ke RS Bungsu sangat membanggakan.

Para presidium JARI langsung berembuk membahas model pendampingan kepada para perintis Kaukus JARIMU. “Hari Kamis besok, kami akan mempertemukan anak-anak muda dengan Yan, relawan JARI yang siap membuatkan aplikasi untuk mendukung Kaukus JARIMU, “kata Herry Sugiharto, ketua Presidium JARI.

Secara terpisah, Nabila, penerima anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) 2016, menyampaikan inisiatifnya untuk menghubungkan keluarga TMPI dengan inisiatif Konferensi Anak Remaja Kawula Muda Bantu Orangtua Rayakan Literasi (Kolaborasi) bangsa yang digagas Fitry,  campaign manager KerLiP. Inisiatif Nabila disampaikan  dalam pertemuan kecil kami dengan Sitti Hikmawaty, Komisioner KPAI yang duduk di belakang Pak Syamsul saat insiden ambruknya eternit.

Mbak Yanthi, panggilan komisioner KPAI, hadir memberikan dukungan kepada JARI.  Tesisnya tentang sarapan sehat sejalan dengan rencana kegiatan sarapan sehat bersama dalam kegiatan kampanye sehari belajar di luar kelas yang menginpirasi Kolaborasi. “Anggota Fokab siap menjadi fasilitator kampanye tersebut, tapi sebelumnya dilatih dulu sama ibu Yanthi, ya, “ujar Nabila. Rencana tindak lanjut untuk menghimpun para pemilih pemula ini pun terus bergulir. Kami sepakat untuk menyiapkan agenda bersama Fokab dan OSIS SMAN 1 dengan dukungan KPAI untuk menyukseskan Kolaborasi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s