Tangisan Haru dan Bangga Mewarnai Apresiasi Pendidikan Keluarga 2017

Usia 2 tahun bukan alasan bagi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Bindikel) Kemdikbud untuk berleha-leha membuka jalan bagi kemitraan sekolah dengan keluarga dan masyarakat. Tanda tanya besar yang muncul ketika bindikel membuat gebrakan dengan Hari Pertama Sekolah (HPS) terjawab sudah. Strategi Dr. Sukiman, Direktur Bindikel,  untuk meningkatkan sekolah menjadi sahabat keluarga patut diacungi jempol. Apresiasi Sekolah Keren melengkapi inisiatif untuk memberikan apresiasi kepada sepuluh orang tua hebat dan para jurnalis.

“Mengapa menyebut “hanya” untuk pekerjaan yang mulia sebagai peternak ayam kampung?”kata perempuan di sebelah kananku dengan bahu bergetar hebat menahan haru dan bangga yang tiba-tiba menyeruak. Ya, kami takjub, terpesona dengan kesederhanaan sosok ibu yang berhasil menghantarkan Boimin, putranya, bersekolah sampai S3 di Massasuchet, USA. Film “Ayam Berkokok di Massasuchet” yang mengisahkan perjuangan orang tua Boimin akhirnya ditayangkan dan mengharu biru perasaan seluruh tamu undangan.

Sahabat Keluarga

Apresiasi Sekolah Keren sudah mulai menghadirkan para penerima apresiasi Sekolah Keren presentasi di ruang khusus ketika saya bergabung dengan juri lainnya menjelang rehat minum teh.

IMG-20170809-WA0066

Kami beruntung berada di tengah-tengah Kepala Satùan Pendidikan yang berhasil menunjukkan arti penting kemitraan sekolah dengan keluarga dan masyarakat serta partisipasi anak dan remaja dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mbak Diena dari Sejiwa dan  Bu Retno bergantian memanggil dan meminta Bapak/Ibu hebat ini untuk menjelaskan kekhasan masing-masing.

Kepala SLB Gunung Kidul menyampaikan keunggulannya dalam menjalin kemitraan untuk kemandirian ABK. Pak Iwan, Kepala SMA Dharma Bangsa Lampung menyampaikan SDB Core values- nya yang luar biasa dilengkapi dengan edufair. Ibu Mulyawati SLBN B Garut menyampaikan tentang terbentuknya Paguyuban Motekar pasca banjir bandang. Ibu Dewi dari TKIT Nurul Hidayah Sampang memaparkan kondisi Sampang dengan IPM kedua terbaik dari bawah, sebelum Papua. SOP dan MoU dengan keluarga dari 350 anak mengenai larangan membawa air dalam kemasan dan uang jajan berhasil ditegakkan bersama-sama. Hasil catering sebesar 30 juta/tahun pun terkumpul untuk membangun sekolah. Menampilkan 350 anak dalam satu event dengan setiap keunikan masing-masing menjadi tantangan tersendiri di TK ini. Bagaimana memanfaatkan limbah daun dan kertas menjadi tambahan praktik baik yang menarik. Setiap 3 bulan TKIT di Sampang inj membuat buletin untuk menunjukkan perkembangan sekolah kepada orang tua dan masyarakat dan dijual dengan harga Rp3.000 per exp.

Ibu Nur Hafni dari SMAN 4 Pekanbaru menyampaikan lima hari gembira di Sekolah Panutan. Hari Senin  Apresiasi  mengundang semua orang tua pelaksana upacara untuk mengikuti upacara dan memberikan apresiasi kepada anak-anak mereka. Buku Menjadi Orang tua Hebat ditunjukkan setiap Senin. Selasa Hari Kreatif tampilkan kreativitas anak. Sekolahnya juga menerapkan pendidikan khusus dan layanan khusus. Mereka menerima sembilan siswa Adem dari daerah 3T  serta anak tuna netra.

SD Nur Hidayah Surakarta sudah lama menggelar subuh bersama orang tua di masjid dekat sekolah dilanjutkan kelas parenting. Kepala SMPIT PAPB menyatakan sebagai satu-satunya kelompok pengajian ahad bersama yang membuat sekolah. PAPB sudah terlaksana lebih dari 800 kali saat SMPIT didirikan. Sekolah ini mendapatkan banyak penghargaan. Yasmin Kepala.SD Gemala Ananda menceritakan bagaimana Ia bergerak dari keterbatasan bersama orang tua memanfaatkan yang ada termasuk barang bekas untuk berkreasi dan main musik. SD Gemala Ananda mengembangkan pendidikan keluarga yang unik menumbuhkan kepedukuan terhadap lingkungan hidup. Kelas parenting pun memuat pendidikan lingkungan hidup. Orang tua mendapatkan edukasi tentang tumpukan sampah di Bantar Gebang. Sekolah keren ini juga sudah memulai pembiasaan baru, tidak menyediakan air dalam kemasan. Awalnya orang tua kerepotan tapi kemudian setelah 1 tahun berjalan semuanya terbiasa dan merasakan manfaatnha.

SMPN 5 Padang mengukur keterlibatan orang tua secara ilmiah. Survei kepuasan dilakukan setiap tahun. Lomba mengarang antar orang tua “Pengalaman Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah” turut meningkatkan kemitraan dengan keluarga . Hasilnya lebih dari 150 orang tua mengirimkan karangan yang bagus diedit dan dibukukan. Pelibatan masyarakat Sekolah Keren tanpa Rokok di Sekolah Ramah Anak ini bekerjasama dengan Ruandu Foundation. Spanduk diganti menjadi lebih ramah anak berisi kampanye anti rokok. Audiensi dengan dinas-dinas terkait dan walikota mendorong komitmen baru pada 2018 Padang bebas iklan rokok. Memulai gerakan antirokok di sekolah menurut Kepala SMPN 5 Padang sejalan dengan Permendikbud 64/2015.

Klub Romo Ibu berbasis wa membantu Sekolah Alam Pacitan untuk penguatan kemitraan guru, sekolah, dan anak-anak. Arisan Romo Ibu, sholat bersama dan makan bersama. Mendongkrak citra Sekolah Alam Pacitan hingga mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri 2017 dari Bapak Presiden Jokowi. Istilah Sinar-sekolah Indonesia yang sebenarnya yang dijelaskan kepala SMP Labchool mengingatkan saya pada rencana membuka Sinar dan memperkuat KerLiP Bersinar. Mereka juga memiliki program Labstar talent, semua anak tampil di akhir semester, juga Labscare yang mewajibkan anak-anak unjuk peduli selama 20 jam per tahun. SD Bhayangkara  dari DIY mengembangkan Sekolah Ramah Anak dengan membentuk forum orang tua murid di kelas untuk memastikan anak-anak nyaman dan senang belajar di sekolah. Sekolah terhubung dengan multipihak melalui link-link yang muncul di forum orang tua kelas yang berlangsung tiap bulan. Program-program UKS sangat mendukung gerakan Sekolah Ramah Anak. SD Bhayangkara adalah SDN yg mendapatkan bantuan dari Polda DIY.

Catatan khusus ini mendapatkan apresìasi di wag Sahabat Keluarga. Para Kepala Sekolah Keren ini kemudian bergabung bersama Orang Tua Hebat dan para jurnalis keren untuk mendapatkan apresiasi dari Dirjen Paudikmas dan Direktur Bindikel.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s