Mengembalikan Jiwa Guru Kita kepada Fitrah

Umat Islam baru saja menyelesaikan ibadah shaum bulan Ramadhan. Ucapan selamat idul fitri 2017 pun bertebaran di media sosial. Lebih dari 100 sms dan wa masuk sejak H-2 sampai H+2 Idul Fitri 2017. Alhamdulillah harapan untuk bisa kembali kepada fitrah kita yang suci makin bermakna sejak kembali terhubung melalui media sosial. Semangat yang sama juga muncul pada saat yang bersamaan untuk mengembalikan jiwa guru kepada fitrah anak bangsa yang penuh rasa ingin tahu dan tak ragu mengekspresikan kegembiraannya bermain dan belajar bersama teman sebaya di sekolah/madrasah.

Pesan terusan dari sahabat guru di SMAN 8 Bandung saya abadikan disini dengan beberapa penyesuaian untuk menggugah kembali kesadaran kritis kita tentang hal terpenting dalam mendidik anak bangsa.

Dalam sebuah forum seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pengasuh Pon-Pes Gontor).
Apa rahasia agar institusi pendidikan maju dan diminati masyarakat ?

Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab dg pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

“Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, *tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran.”

Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal.
Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya….

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

“Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting,_ *tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran.”

Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.
Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

“Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi_ *jiwa guru jauh lebih penting* _dari seorang guru itu sendiri.”

Ungkapan yang sangat luar biasa!
Jiwa Guru jauh lebih penting! Ya,  kekuatan batin, lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir.

Kyai Syukri menjelaskan bahwa cara  membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه )dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan Jiwa Guru? Azas pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagaimana tercantum dalam https://sekolahmerdeka.wordpress.com/2014/03/31/ki-hajar-dewantara/ memberikan artikulasi yang menarik. Bagaimanakah cara mengembalikan jiwa guru kepada fitrah yang sejalan dengan gagasan dan harapan Bapak Pendidikan Nasional kita? Kita renungkan sejenak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s