Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa Segera Hadir

Tulisan Herry “Ugie” Sugiharto,  Ketua Pengawas Perkumpulan KerLiP  FGD – Telaah Konstitusi (Pengantar).pdf ini menawarkan penyegaran dalam upaya penguatan pendidikan karakter bangsa. Kami akan menjadikannya kado ulang tahun kemerdekaan NKRI yang ke-71. Setelah 3 tahun merumuskan gagasan untuk menggali kembali mata air kecemerlangan bangsa dari puluhan ribu kampung, tulisan ini memberikan artikulasi  keseluruhan upaya sadar untuk meng-Indonesia dari kampung.

Upaya segelintir relawan yang berharap kebaikan benar-benar memimpin negeri ini gayung bersambut dengan kegelisahan masyarakat melihat perkembangan terkini. Mimpi akan melahirkan sejuta Generasi Pemberantas Kemiskinan (GenTaskin) melalui pelembagaan Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa bersama anak-anak muda yang tidak sekolah lagi atau putus sekolah sebelum lulus SMA/SMK mulai mendapatkan titik terang. Kali ini dalam upaya pencegahan radikalisme dan disintegrasi bangsa.

QW Kolase Bangsa

Apakah mimpi ini bisa diwujudkan?

Kampanye #HariBelajarDiluarKelas pada 7 September akan menandai  para peserta didik SMA/SMK/MA bergegas pelopor Kolase Bangsa

menjadi pelopor Kolase Bangsa

Advertisements

Nia Kurniati dan Inisiatif Kelas Ramah Anak

19059082_10209122928737344_8352989031836567696_nNia Kurniati adalah guru PNS di SMPN 11 Bandung  yang telah berhasil melahirkan tiga orang pembaharu muda Ashoka. Ia mulai mengembangkan kelas ramah anak menyiasati segala pembatasan yang dialaminya setelah pergantian kepemimpinan.

Pendampingan sekolah aman di daerah aliran sungai Citarum yang dilaksanakan sahabat KerLiP atas dukungan multipihak mempertemukan gagasan, harapan,dan praktik baik yang dilakukan sahabat-sahabat KerLiP dengan bu Nia. Perjalanan panjang melembagakan Gerakan Siswa Bersatu (GSB) di tempat bu Nia mengajar itu akhirnya sampai pada GSB MeSRA lalu GSB Bersinar dengan Kelas Ramah Anaknya yang keren sekali.

Beruntung

Bu Nia, begitu kami memanggilnya, mengaku sangat sensitif. Suaranya selalu bergetar menahan isak tangis setiap kali menyampaikan haru biru perjuangannya untuk keluar dari kebiasaan lama. Guru IPA yang gemar belajar ini sangat dicintai murid-muridnya. Ketekunannya untuk menemukenali potensi peserta didik di serta menuliskan prosesnya dengan cara yang khas selalu memperkaya OPeRA kami di wa. Saya sering tak sabar menyebarluaskannya dalam narasi-narasi panjang di blog ini. Tidaklah mengherankan jika bu Nia selalu mengingatkan saya untuk tidak memublikasikan catatan yang belum rampung.

Ragam metode yang dikenalkan bu Nia, yakni Book of me, dreamsboard, T R U S T, champion-change-connect memperkaya pendampingan terhadap anak, guru, kawula muda, orang tua yang kami laksanakan di berbagai tingkatan. Sahabat-sahabat KerLiP yang mendapatkan ilmu dari bu Nia makin banyak. Bu Nia yang tak pernah berhenti berkreasi menjadi sumber inspirasi utama dalam upaya kami mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Indonesia.

 

6 Cara Tawassul

Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar do’a atau ibadahnya dapat lebih diterima dan dikabulkan. Al-wasilah menurut bahasa berarti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu. Bentuk jamaknya adalah wasaa-il (An-Nihayah fil Gharibil Hadiit wal Atsar :v/185 Ibnul Atsir). Sedang menurut istilah syari’at, al-wasilah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala, yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari IV/567 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103)

Continue reading “6 Cara Tawassul”