3 Langkah Khas KerLiP Menjadikan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor

Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengundang saya untuk berbagi praktik baik pembelajaran HAM di pendidikan menengah atas rekomendasi bu Ranti.  Sungguh kehormatan bagi saya mendapat kepercayaan tersebut. Saya segera menghubungi beberapa kepala sekolah mitra KerLiP yang penuh semangat menerapkan HAM khususnya prinsip-prinsip hak anak dalam pembelajaran. Alhamdulillah guru dari SMAN 4 dan 8 Pekanbaru yang menjadi piloting Sekolah Panutan sudah mengirimkan RPP-1- PKn-XII-EVA SMAN8 pku-2 dan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TUGAS BIMTEK sesuai permintaan. Strategi pembelajaran sejarah HAM dari Bu Ratna, Presiden AGSI juga sudah diterima Strategi Pembelajaran Materi Sejarah HAM.

RPP HAM yang direkomendasikan Pak Iwan, guru Sosiologi SMAN 9 Bandung, Sekjen FGII periode awal sampai 2015 segera diteruskan kepada Bu Nia, Pengawas Mutu Layanan Pendidikan KerLiP. Obrolan dalam Bahasa Sunda dengan bu Nia saya publikasikan disini untuk memberikan gambaran detil tentang pembelajaran HAM yang kami saksikan.

[27/05, 11:38] Bu Nia Kurniati Wa: Nuju KTSP mah masih aya lintas mapel, tapi di K-13 Janten teu aya deui. Katawisna guru2 teh pada lieur sareng bingung bu, seueur teuing program2 pemerintah yg seolah2 baru, padahal mungkin keseharian nya guru2 sudah melakukannya.
[27/05, 11:39] Yanti KerLiP: Cobi Bu, RPP nu tina blog tiasa dikembangkeun macem2 nya, dikaitkeun sareng
1. Pelajaran agama
2. Bahasa Indonesia
3. IPS
[27/05, 11:40] Yanti KerLiP: Belum.lagi terkait komunitas adat terpencil dg keyakinan dan kepercayaan yang khas
[27/05, 11:48] Bu Nia Kurniati Wa: Muhun, bahkan IPA dalam konsep faktor biotik & abiotik (kls 7) tumbuh dan berkembang (kls 8), sareng sistem koordinasi ( kls 9) saur abdi mah kedahna tiasa oge bu, tapi sifatnya disisipkan pemahaman HAM. Janten setelah siswa memahami konsep dasar masing2, lalu diberikan materi HAM dan bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari2…dan hubungannya dg kesehatan jika terjadi pelanggaran…itu salah satu contohnya.
Tapi nya kitu tea bu, guru2 kabujeng lieur….katambih sok teu aya penghargaan atas inisiatif maupun inovasi guru.

RPP yang disusun oleh guru Fisika SMAN 4 dan guru PKN SMAN 8 Pekanbaru  menarik untuk dielaborasi lebih jauh. Pikiran saya pun melayang pada kegiatan pembelajaran bersama anak-anak SMA di Jawa Barat. “Ibu ngga usah mengikuti langkah-langkah penyusunan RPP formal.  Puskur pasti tahu jika ibu senang berkreasi dan punya cara khas untuk mengajak anak dan kawula muda mempraktikkan HAM di sekolah, “ujar Fitry mendukung rencana saya menyampaikan praktik baik saat memfasilitasi pelatihan konselor sebaya yang diikuti 70 pelajar SMA se-Jabar terssbut

ELSI bagi Calon Pelopor

Bahan presentasi di Puskurbuk Menjadikan Anak Pelopor dan Pelapor

Penggunaan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual (ELSI) sebagai Lembar Inspirasi Belajar Ramah Anak (LIBRA) untuk menemukenali karakter Pelopor Pergerakan Bangsa memberi arti tersendiri. Kami menyusun ELSI sebagai pustaka favorit keluarga yang menghadirkan lintas sejarah Indonesia dalam literasi visual yang memikat. Tokoh bangsa dan para pahlawan yang kami hadirkan dalam setiap jilid yang disusun secara kronologis mulai dari kebangkitan Maritim Nusantara sampai Pemilu 2014 berusaha melekatkan pembelajaran karakter dengan sosok pelopor, pejuang,dan tokoh kebangkitan bangsa. Lalu, bagaimanakah cara menggunakan ELSI sebagai sumber belajar anak?

Ada 3 langkah jitu yang kami temukenali selama tumbuh bersama.anak dan kawula muda melakukan kampanye dan advokasi SRA:

A. Cara Asyik Cari Tahu, “Pelopor Panutan kami”

1. Sediakan ELSI sebanyak 5 paket

2. Anak-anak diminta berhitung sampai 7 dan membentuk kelompok dan mengambil buku berjilid sama dengan nomor masing-masing.

3. Anak yang tidak mendapatkan ELSI diajak untuk menjadi time keeper

4. Buat kesepakatan waktu diskusi dalam kelompok

5. Setiap anak membaca selama 15 menit buku masing-masing

6. Ingin Tahu: setiap kelompok  membuat pertanyaan 5W (Who, What, Where,When,Why) 1H (How) dan mencari jawabannya dari ELSI dan sumber lain di pojok baca kelas. Setiap kelompok menyajikan hasil CACT dalam 1 lembar kertas plano.

7. Kampanye 50 detik, “Pelopor Panutan”. Perwakilan kelompok mempromosikan sosok pelopor panutan hasil CACT dengan cara kreatif. Setiap anak menulis komentar tentang sosok pelopor yang paling memikat hati masing-masing di kertas pos-it

8. Saatnya memilih. Anak-anak menempelkan kertas posh-it yang sudah ditulisi di sosok pelopor panutannya.

9. Menghaluskan budi pekerti dengan sastra. Setiap anak membuat karya sastra (puisi, pantun, dst) bertema, “Aku Siap Menjadi Pelopor”

10. Siapa cepat dia dapat. Perwakilan anak perempuan dan laki-laki yang paling duluan maju membacakan karya sastranya.

B. Menjadi Agen MeSRA dengan YESforSaferSchool

Lagu dan Gerak “Evakuasi dari Gempa Bumi” menggunakan nada dan irama lagu pelangi-pelangi menjadi LIBRA pada tahap ini.

yes-2

C. Ikrar SPeAKnACT (Saya Pelajar Anti Kekerasan dan Amat Cinta Teman dan Tanah Air)

LIBRA kali ini dengan menelusuri kata ‘anak’, ‘perlindungan’, ‘kekerasan’, ‘bullying’, ‘bencana’, ‘threeends’ dari koran Kompas, Republika, dan media cetak nasional yang relevan yang sudah terbit pada tahun ini.

Anak-anak mendiskusikan jenis kekerasan dan perlakuan salah lainnya serta ancaman terhadap kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. CACT pada tahap ini terkait model-model penanganan setiap bentuk kekerasan yang mereka temukan dari koran, pihak berwenang yang melakukan penanganan dan cara pencegahannya.

Hadirkan perwakilan pengurus Forum Anak terdekat untuk memfasilitasi konsultasi anak dalam penyusunan ikrar SPeAKnACT.  Rumusan hasil konsultasi anak dikonsultasikan dalam pertemuan orang tua murid dan guru kelas terdekat. Kegiatan ini sekaligus memulai OPeRA (Obrolan Pendidikan Ramah Anak) di POMG Kelas. Pastikan dalam kegiatan tersebut, orang tua dan guru menyimak dan menanggapi hasil konsultasi anak dalam bentuk rencana mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak dengan ikrar SPeAKnACT.

Selamat mencoba!

Anak-anak menunggu kita mendampingi mereka menjadi pelopor dan pelapor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s