Mendidik Anak Peduli Diri dan Keluarga

Bermain dan belajar sepanjang hari di sekolah ditambah tumpukan tugas membuat anak-anak kita kelelahan untuk membantu pekerjaan sehari-hari bersama keluarga. Tidak banyak anak yang terbiasa dan luwes memegang sapu dan lap pel. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh karena anak-anaknya asyik sendiri dan tak tergerak sedikit pun untuk membantu ketika ayah atau bunda memasak, membereskan rumah, atau sekadar membukakan semua gordyn setiap pagi.

Dialog Saling Belajar

Mendidik anak untuk tumbuh kembang mandiri di tengah gencarnya promo gadget terbaru menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Anak-anak memerlukan petunjuk yang jelas dengan kalimat mengajak yang tepat dan spesifik untuk kegiatan tertentu. Cara mengajak di bawah ini cukup bermanfaat untuk mengajak anak-anak kita terlibat bahkan membantu meringankan pekerjaan di rumah tanpa diperintah.

1. Memulai ajakan dengan frase ‘ibu/bapak lebih suka’

Kisah keluarga Pak Anwar ini memberikan gambaran tentang penggunaan frase tersebut.

Ibu dan Bapak sudah lama membiarkan Kak Azi asyik menghabiskan waktu di kamarnya sendiri. Mungkin karena Kak Azi menunjukkan karya-karya nyata yang menghasilkan uang dan jejaring setelah berhenti kuliah. “Saking demokratisnya keluarga kita, anak-anak tak pernah berinisiatif untuk membuka gordyn setiap pagi, “ujar Bapak sebelum turun ke ruang tamu. Kata-kata Bapak membuat ibu berpikir keras untuk mengajak anak-anak lebih proaktif. “Ibu ingat waktu berlatih bahasa Inggris dengan kakak,  khususnya saat menggunakan kalimat It would be make me feel happy if you…, kita coba terapkan kepada anak-anak, “ujar ibu sumringah. Ibu mengajak Kak Azi dan Dik Putri mengobrol pada malam harinya.  “Ibu lebih suka jika kakak turun ke dapur tanpa diminta ketika mendengar ibu menyiapkan makanan untuk sahur, “kata ibu memulai percakapan menyambut bulan suci Ramadhan. “Bapak sebenarnya lebih suka jika pulang akhir pekan kakak dan adik berlomba-lomba menyediakan secangkir kopi dan mengisi tempat minum untuk Bapak, tanpa diminta, “kata Bapak menambahkan. Dan minggu pertama Ramadhan pun diisi dengan kebiasaan baru. Putri selalu bergegas turun membantu ibu di dapur tanpa diminta. Kak Azi pun ikut membantu menyiapkan makanan sahur sekeluarga. Beberapa kali Putri berinisiatif mencuci wadah kotor di atas saat ibu menyiapkan konsumsi pertemuan di rumah. Bapak pun tidak lagi mengeluh tentang ketidakpedulian anak-anak.

2. Ucapan terima kasih yang lebih spesifik

“Terima kasih ya, Nak, sudah berusaha pulang tepat waktu hari ini,”

Kalimat di atas menggunakan kata terima kasih oleh orang tua kepada anak yang berusaha pulang tepat waktu. Ucapan terima kasih disertai keterangan yang spesifik apalagi diikuti pelukan hangat atau tepukan di pundak salah satu bentuk apresiasi yang tulus. Keterangan yang jelas dan spesifik menunjukkan perhatian kita kepada kegiatan anak yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya. Ayah bunda dapat mencoba melakukan kebiasaan keluarga mitra SAnDi KerLiP untuk membimbing ananda menuliskan berita acara harian dan melengkapinya dengan 4 kegiatan yang paling bermanfaat bagi diri anak dan keluarga di rumah. Kebiasaan positif ini membuka ruang apresiasi yang tulus di keluarga kita.

3. Mengganti kalimat perintah dengan kata tolong

Mendorong pemenuhan hak anak untuk hidup bermartabat dengan memperbaiki cara kita menyampaikan harapan ternyata tidak terlalu sulit. Kata tolong cukup ampuh untuk membuat ananda lebih proaktif dalam keseharian.

Ibu: “Tolong ambilkan sapu di atas ya, Kak. Ibu mau membersihkan ruang tamu”.

Kakak: “Baik, Bu”.

Ibu: “Terima kasih sayang. Wah jadi kakak yang membersihkan ruang tamu ya. Kalau begitu ibu siapkan makan malam ya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s