Pelatihan KHA bagi Pendidik Jabar

Tepat pukul 03.15 sopir siap mengantar saya ke rest area Pasteur. “Kita sholat subuh di rest area Pasteur saja ya. Kasihan ibu kalau kumpul di Soekarno Hatta, “pesan dari ibu Kabid masuk setelah telpon beberapa kali. Kami berangkat dari mushola bercat hijau itu bada sholat subuh dan menikmati sambal segar dan sedap Ciganea di KM 72.

Alhamdulillah Pelatihan KHA bagi tenaga pendidik yang diselenggarakan DP3AKB Jabar di Hotel Prima Cirebon dihadiri para pemangku kepentingan  dalam pemenuhan hak anak atas pengasuhan, pendidikan,dan budaya.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada pukul 09.30 oleh Ibu Tintin. Bu Kabid memberi sambutan dan membuka kegiatan dengan menyampaikan ringkasan materi KHA.

Pelatihan diikuti oleh ketua dan wakil ketua Himpaudi Kota Cirebon, Kabid PA kota dan kabupaten Cirebon, Kepala SDN 2 Weru Kidul, SMPN 2, SMPN 5, SMKN 2, ketua gerakan literasi kota Cirebon, disnaker, dinsos, GOW, PKK, dkk. Bahan presentasi KHA yang saya ramu dari berbagai sumber disajikan dengan model Cara Asyik Cari Tahu (CACT).

Pembelajaran Ramah Anak dalam Praktik

Setiap kali memfasilitasi pelatihan pasti teringat kepada ayah angkat almarhum Apa Utomo Dananjaya. Apa lah yang menjadi sumber inspirasi participatory learning. Metode CACT pun lahir seiring dengan kebersamaan kami dalam mendorong pemenuhan hak atas pendidikan untuk semua di Indonesia. Almarhum Apa berhasil menerbitkan buku Media Pembelajaran Aktif saat tinggal di Bandung.

Prinsip-prinsip Umum KHA saya sajikan dalam praktik pembelajaran yang sederhana. Setiap orang yang mewakili instansinya saya sapa dsn merrka dengan antusias menyampaikan fokus kegiatan masing-masing yang terkait dengan KHA.

20170518_143537

Hal ini memancing sikap proaktif dari pak Suhardi, penyelenggara pendidikan inklusif dari SDN 2 Weru Kidul. Penekanan SRA sebagai upaya untuk mengumpulkan praktik-praktik baik mengundang perwakilan sekolah untuk menunjukkan pembelajaran ramah anak yang sudah berjalan.

Materi KHA dijalin dengan lagu dan gerak terkait pencegahan dan kesiapsiagaan sejak usia dini tersampaikan sebagai pengantar. Tepuk hak anak pun menambah kegembiraan kami selama 2 jam di sesi pertama ini. Sesi berikutnya dilaksanakan dalam kelompok per wilayah. Setiap kelompok menuliskan praktik baik dan inovasi terkait 8 klaster KHA dan SRA dalam 6 komponen utamanya. Sebelumnya Kadisdik Kabupaten Cirebon dengan fasih menyampaikan praktik-praktik baik SRA di wilayahnya. Ibu Ika mewakili Deputi Tumbuh Kembang Anak menyampaikan KHA dalam pengasuhan, pendidikan,dan budaya pada sesi setelah makan malam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s