Menjalin Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Penanggulangan bencana pasca gempabumi Tasik 2 September 2009 mempererat kemitraan yang kami jalin secara informal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pak Dani, orang tua peserta didik SD Hikmah Teladan membuka kesempatan kepada sahabat KerLiP untuk mendapatkan dukungan dari Jabar-1. Saat itu kami menggiatkan Pekan (Pendidikan Keluarga Teladan) bersama para pegiat pemenuhan hak atas pendidikan di kota Bandung. Pekan yang dilaksanakan pada 6-13 April 2003 terhubung dengan Dialog Komunitas Pendidikan yang diinisiasi oleh CBE sejak 2000 dalam upaya kampanye dan advokasi Pendidikan Untuk Semua.

Setahun kemudian kami bertemu dengan Pak Fasli, Ketua Pelaksana harian Forum Koordinasi Nasional Pendidikan Untuk Semua yang juga menjabat sebagai Dirjen PLS. Kami mendapat kehormatan untuk merumuskan kampanye PUS di Bangkok  dan bertemu dengan almarhumah Mbak Yanti Muchtar. Dialog Komunitas Pendidikan pun digantikan e-netfor justive dengan Kapal Perempuan sebagai fasilitator utamanya. Pasca tsunami di NAD, jejaring kami makin luas seiring dengan terbentuknya Konsorsium Pendidikan Bencana pada 2006.

Dalam kurun waktu 6 tahun, sahabat KerLiP terhubung dengan multipihak di tingkat nasional bahkan global dan memperkuat kampanye dan advokasinya dengan mengikuti peningkatan kapasitas yang dilaksanakan berbagai lembaga. Seluruh jejaring ini ternyata menjadi sumber daya yang bermakna dalam penguatan kemitraan khas kami di Jawa Barat. Kami terhubung dengan Pak Riyadie yang menjadi Sekdinkes dan Pak Dudi Sekdisdikprov Jabar selama berkoordinasi dalam pemulihan dini pasca gempabumi Tasik. Pekerjaan dengan Oxfam dan 8 lembaga masyarakat lainnya dalam pembangunan pemukiman kembali di Ciamis dan Cianjur memperkuat kemitraan tersebut.

Kemitraan di Konsorsium Pendidikan Bencana menjadi andalan kami dalam menyediakan materi KIE maupun narasumber kesiapsiagaan bencana di Jawa Barat. Perwakilan KPB hadir mendukung simulasi siaga bencana di desa Sanding Taman dan lokakarya Dasawisma Siaga Bencana di Ciamis.

Kampanye dan Advokasi Sekolah Aman

Komitmen kami untuk mengawal 1 MSSHC mulai dari Jawa Barat mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan provinsi Jabar, Biro Yansos dan bangsos Setdaprov,  Disinfokom, BPBD, dan Bappeda Jabar. Lebih dari 13 ribu sekolah/madrasah dan ratusan rumah sakit/fasililitas kesehatan diikrarkan oleh multipihak yang dapat kami jangkau terutama di Jabar.  Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman di Indonesia ini sejalan dengan prakarsa UNISDR diluncurkan oleh Menkokesra, BNPB,  Menkes, Wamendiknas bersama Planas PRB, KPB, mitra pembangunan nasional dan internasional pada 29 Juli 2010. Dalam perjalanannya kami bertemu dengan asdep pemenuhan hak pendidikan anak, ibu Ninin. Momentum inilah yang menjadi titik awal Gerakan SRA berjalin dengan penerapan SMAB di berbagai wilayah di indonesia.

BNPB mencantumkan 25.600 SMAB di RPJMN yang menjadi acuan Seknas SPAB setelah resmi diluncurkan dan dipimpin oleh Direktur PKLK Dikdasmen. Bantuan pendidikan PRB pun terus mengalir dari APBN melalui Kemdikbud dan BNPB. Sahabat-sahabat KerLiP memutuskan beralih ke Gerakan SRA terutama di Jabar dan Riau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s