Hak Anak mendapatkan Pengasuhan yang Baik

Sudahkah kita melakukan usaha sadar dan terencana dalam pemenuhan hak anak untuk belajar hormat kepada orang tua, guru, dan orang dewasa serta menjadi warga negara yang cerdas dan berakhlak mulia?

Pertanyaan ini melintas saat membaca hiruk pikuk di dunia maya. Jangan-jangan banyak yang lupa bahwa anak peniru yang hebat untuk semua hal yang dilakukan orang dewasa.

Peningkatan jumlah dan ragam kekerasan terhadap anak menyadarkan para pemangku kebijakan di negeri ini untuk segera melakukan sesuatu. Jabar tolak kekerasan yang dideklarasikan para peserta didik Jawa Barat pada masa pengenalan sekolah 2016 lalu merupakan salah satu momentum yang tepat untuk menurunkan kebijakan pencegahan dan penanganankekerasan terhadap anak di satuan pendidikan ke tataran rencana aksi. Belum banyak sekolah/madrasah yang menyatakan SRA memiliki satuan tugas perlindungan anak. Di sisi lain pendidikan keluarga pun belum eranjak menjangkau keluarga di luar sekolah/madrasah. Peningkatan kekerasan di rumah atau yang dilakukan kerabat terdekat anak menuntut kita melakukan aksi nyata dalam upaya memenuhi hak anak atas pengasuhan yang baik.

Pengasuhan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Kementerian PPPA sudah mulai menggiatkan PATBM. Beberapa fasilitator dari Jawa Barat pun menjadi bagian kdari gerakan nasional tersebut. Secara khusus, sahabat KerLiP memperkuat Direkrorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang dibuka pada saat Mas Anies menjadi Mendikbud 2014-2016. Saat ini DPC KerLiP Kabupaten Cianjur, Pangkalan Bun, dan Kabupaten Bandung mendapat kehormatan untuk menjadi mitra subdit pendidikan orang tua melaksanakan sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui pengasuhan yang baik. Masing-masing menargetkan 2 desa untuk menjalankan gerakan tersebut. Saya mengawal praktik-praktik baik ragam 20 menit yang memukau, OPeRA dan OrK3STRA serta Simphoni Bangsa untuk dilaksanakan para pendamping desa tersebut.

Pendidikan keluarga juga akan dilaksanakan DPC KerLiP kota Bandung dan menjangkau para penggerak PKK setempat pada bulan juli yad. PATBM yang dilaksanakan sahabat KerLiP  memperkuat dasawisma yang menjadi ujung tombak PKK untuk meningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, TPPO, KTA, pornografi, Napza,  dan ancaman lainnya terhadap anak. Saya berharap banyak kepada keempat DPC tersebut untuk bersama-sama menyusun buku saku Keluarga Peduli Pendidikan dan memperkuat Gerakan Sekolah Ramah Anak dengan PATBM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s