Para Srikandi Gerakan Sekolah Ramah Anak di Indonesia

Gerakan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Indonesia makin membahana seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No.8 Tahun 2014. Lenny Rosalin, Deputi Tumbuh Kembang Anak lah yang bersikukuh memperkuat penetapan SRA sebagai salah satu indikator Kota/Kabupaten Layak Anak. Kempppa menyusun kebijakan SRA berbasis praktik-praktik baik yang terbukti mendapat dukungan multipihak,yakni:Sekolah/Madrasah Aman Bencana, Sekolah Aman, Sekolah Anti Kekerasan, Sekolah Karakter, Sekolah Bersih dan Sehat, UKS,  Sekolah Adiwiyata perwujudan gerakan peduli serta berbudaya  lingkungan hidup, Sekolah Layak Anak,  Sekolah Siaga Bencana, Kantin Kejujuran, Jajanan dan makanan sehat,  Tunas Integritas,dan beragam praktik baik lainnya.

Seknas SPAB

Kami bertemu dengan ketua Seknas SPAB,  Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPKLK) Dikdasmen Kemdikbud, Sri Renani Pantastuti saat merintis Sekretariat Nasional Sekolah Aman. Saat itu, Wamendikbud, Pak Musliar menunjuk Bu Rena dan Pak Pri sebagai vocal point SMAB di Kemdikbud. Konsistensi salah satu Srikandi kemdikbud ini untuk memastikan penerapan sekolah/madrasah aman bencana di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Mendikbud, Prof Muhadjir Effendi, pun menerbitkan SK Seknas SPAB yang diusulkan Bu Rena.

Forum SRA

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s