Penguatan Pendidikan Karakter melalui Sekolah Panutan

Pak Kamsol, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengumandangkan Sekolah Panutan sebagai strategi dalam Penguatan Pendidikan Karakter dalam Rencana Proyek Perubahan sebagai prasayarat untuk menyelesaikan Diklat PIM II. Alhamdulillah, bersamaan dengan komitmen kami untuk melembagakan i-KerLiP (institut KerLiP). Bu Nia menyiapkan modul dan silabus pelatihan RPP Panutan seminggu sebelum pendampingan di sekolah piloting. Bu Ekasari melengkapi bahan presentasi pendidikan karakter berbasis keluarga setelah kami bertemu Sabtu lalu. Draft pergub dan bahan-bahan terkait Panutan yang kami siapkan bersama Tim Panutan atas arahan Pak Kamsol menjadi rujukan utama. Kami membagikan bahan-bahan tersebut kepada tim fasilitator Panutan sebelum berangkat ke Pekanbaru.

Terintegrasi

Perjalanan panjang kampanye dan advokasi pendidikan anak merdeka yang kami laksanakan sejak tahun 2000 mendapatkan momentumnya di Riau. Pak Kamsol berkomitmen penuh untuk memastikan semua praktik baik di satuan pendidikan dilaksanakan secara terintegrasi dan memberikan daya ungkit dalam peningkatan mutu pendidikan menengah khususnya di Provinsi Riau. Upaya ini jelas terlihat ketika Pak Kamsol menghubungkan kami dengan Mbak Ira dari KPK. Ketua Umum DPP FGII, Tety dan saya menemui Mbak Ira di kantornya sebelum melaksanakan bedah sekolah bersama tim di SMA/SMK piloting Panutan.

Panutan dan Gerakan SRA

Pendidikan Layak Bermutu Ramah Anak dan Bebas Pungutan atau Panutan adalah strategi kebijakan pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak  di satuan pendidikan secara holistik dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan gerakan Sekolah Ramah Anak yang dikembangkan oleh Asdep pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, kreativitas, dan Budaya Deputi TKA Kempppa. Tim perintis i-KerLiP berperan penting untuk memastikan keduanya berakar dari praktik-praktik baik yang sudah dan sedang berjalan di satuan pendidikan.

Tidak mengherankan jika 6 SMA/SMK yang mendapatkan SK Walikota Pekanbaru sebagai inisiator Sekolah Ramah Anak otomatis menjadi piloting Sekolah Panutan. Tim fasilitator melaksanakan pemetaan ke SMAN 4 dan SMKN 3 Pekanbaru lalu berlanjut ke SMAN 8 sebelum Diskusi Terpumpun dilaksanakan di Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Rintisan Sekretariat Bersama Panutan melibatkan OPD lainnya serta warga dari 6 Sekolah Menengah terpilih.

Merujuk pada tahapan pelaksanaan SRA, tim fasilitatot Panutan akhirnya sepakat melaksanakan konsultasi anak di SMAN 8 dan SMKN 5. Pada tahap ini kami mengenalkan 6 langkah #YES4SaferSchool dan mengajak perwakilan anak dari masing-masing komunitas ekstrakurikuler untuk menentukan titik kumpul aman dan jalur evakuasi. Persiapan latihan evakuasi mandiri di Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang dilaksanakan oleh BNPB yang melibatkan lebih dari 5 juta warga NKRI menjadi penanda peningkatan partisipasi anak di Sekolah Panutan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s